Sesampainya di rumah, aku langsung membaringkan tubuh ini ke kasur. Rasanya aku tidak ingin bergerak dari tempat tidurku. Tapi, waktu terus berjalan. Jika, tidak mempersiapkan diri dari sekarang, bisa-bisa nanti saat Kak Reza pulang, aku tidak tahu pakaian apa yang akan aku kenakan.
Aku tipe orang yang jika pergi harus mempersiapkan segala sesuatunya dahulu. Bukan mengenai pakaian apa yang akan aku gunakan. Melainkan apa yang perlu aku bawa saat pergi. Jika, aku tidak melakukannya. Aku akan kebingungan sendiri nantinya.
Aku mengumpulkan energiku yang tersisa untuk berusaha bangkit dari tempat tidur, dan segera masuk ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri, aku merasa segar kembali.
Tidak biasanya aku seperti ini, biasanya jika sudah mempersiapkan barang bawaanku, seperti, ponsel, uang, dan sebagainya. Aku hanya akan menunggu waktu kami akan pergi. Akan tetapi kali ini berbeda, sekarang aku berdiri di depan lemari pakaian milik ku, memilih baju apa yang akan aku gunakan untuk pergi bersama dengan Kak Reza, sore ini. Aku melihat lemariku penuh dengan baju, akan tetapi, tidak satu pun dari mereka yang ingin aku gunakan untuk pergi. Menurutku, tidak ada yang cocok.
Jadi, aku turun dan pergi ke kamar Ayah dan Ibuku. Kebetulan ibu sedang beristirahat di kamar. Aku langsung saja masuk begitu mendengar suara ibu di kamar.
"Kenapa?" Tanya Mama. Begitu melihat aku dari balik pintu.
"Mama punya baju, nggak?"
"Ya, punya! Kalau tidak punya Mama tidak pakai baju dong? Kamu ini." Jawab Mamaku blak-blakkan.
"Yah... bukan itu maksud aku, Ma. Maksudnya itu aku tanya punya baju yang bisa Nana pinjam atau tidak?"
"Oh. Begitu. Memangnya mau kemana? Sampai mau pinjam baju sama Mama? Baju di lemari semuanya hilang?" Ucap Mamaku sambil menyindirku.
"Enggak! Masih ada semua. Hanya saja.... rasanya kurang pas gitu mau dipakai buat pergi sebentar."
"Mau kemana?"
"Pergi bareng Kak Reza. Kemarin Kak Reza sudah janji, sepulang kantor dia akan membelikan aku boneka, Ma. Tapi, aku bilang aku harus ikut pergi belinya." Jelasku pada Mama.
"Lalu? Kenapa mau pinjam baju Mama? Biasanya kalau pergi bareng Kak Reza kamu tidak begitu memperhatikan penampilanmu, kenapa sekarang berbeda?"
Mendengar pertanyaan Mama, membuatku berpikir kembali.
"Benar juga, kenapa kali ini aku begitu memikirkan penampilanku? Bukankah hanya pergi ke toko? Bukannya berkencan!" Pikirku dalam hati.
"Ini, kamu coba pakai. Kalau cocok kamu pakai saja, jika tidak kembalikan ke Mama." Ucapan Mama menyodorkan dress berwarna biru langit.
Perkataan mama itu menyandarkan ku.
Aku segera menerima Dress pemberian mama, dress yang sangat cantik menurutku. Dress selutut yang berwarna biru langit, yang memberikan kesan anggun. Yang sangat cocok jika di padukan dengan warna kulitku yang putih. Setelah, menerima dress tersebut aku bergegas kembali ke kamar dan mencoba dress tersebut.
Aku berdiri di depan Cermin di dalam kamar ku. Kini aku telah mengenakan dress yang di berikan Mama padaku. Terlihat sangat cocok untuk ku, hingga aku berpikir mungkin saja dress ini di siapkan khusus untuk ku! Jadi, aku putuskan akan mengenakan dress ini saja.
...~~~...
Pukul enam sore, terlihat mobil berwarna hitam milik Kak Reza memasuki halaman rumah kami. Bukannya pergi menyambut Kak Reza yang pulang dari kantor, aku malah berlari ke lantai atas menuju kamar ku.
Di dalam kamar, aku bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sesudahnya, aku mengenakan dress yang di berikan Mama padaku tadi siang. Dress dengan panjang selutut itu aku padukan dengan rok berbentuk A yang memiliki warna senada.
dan mengenakan hijab pashmina yang berwarna netral. Serta tidak lupa aku menggunakan sepatu dan tas jinjing yang warnanya senada dengan dressku.
Setelah aku selesai, aku turun kebawah kembali. Aku tidak melihat Kak Reza disana, mungkin dia pergi bersiap di kamarnya. Jadi, aku menunggunya di ruang tamu, dimana Ibuku berada disana.
"Wah! MasyaAllah cantiknya anak Mama." Ucap Mama memujiku.
Pujian Mama membuatku sedikit malu. Tapi, aku berkata pada Mama.
"Iyalah, kan. Raina anak perempuan mama satu-satunya. Selain Mama di rumah ini cuman Raina yang cantik, yang lainnya-" Ucapanku terpotong oleh Kak Reza yang keluar dari kamarnya.
"Yang lainnya tampan." Kak Reza memotong ucapan dengan cepat.
Aku hanya menganggukkan kepalaku, menyetujui apa yang di katakan Kak Reza.
...~~~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments