Bab 6 Dia?

Pukul enam sore, setelah mengantar Ella pulang ke rumah. Yang seharian ini menemaniku di acara Fanmeeting, katanya? Tapi.... pada kenyataan dia hanya berkeliling bersama Angga kekasihnya!

Hanya Kak Reza yang benar-benar menemaniku di acara Fanmeeting! Karena dia sampai masuk bersamaku di ruangan, tempat dimana kami para fans, bisa melihat para idola kami.

Setelah tadi menurunkan Ella di depan rumahnya. Sekarang tinggal aku dan Kak Reza yang ada di dalam mobil sekarang. Angga? dia juga ikut turun bersama Ella, karena motornya ada di rumah Ella.

Sebab tadi pagi saat Ella dan Angga, datang ke rumahku. Mereka hanya berjalan kaki. Karena jarak rumahku dan Ella hanya terpisah oleh beberapa rumah.

...~~~...

Di mobil, Kak Reza tiba-tiba saja mengajakku untuk makan diluar.

"Dek, kita makan diluar saja, ya?"

"Loh, kenapa tidak di rumah saja? aku bisa masak kok, Kak?"

"Kita makan diluar saja, ada yang mau kakak bicarakan sama kamu, ya?"

Aku hanya mengiyakan permintaan Kak Reza. Kak Reza memarkirkan mobilnya di parkiran restoran dimana kami akan makan malam.

Sebelumnya, Kak Reza bertanya padaku mau makan apa malam ini? Tentu saja pencinta *seafood* sepertiku ini, menjawab apa saja, asal ada makan laut tersebut.

Tak lupa Kak Reza juga memesan ruangan pribadi untuk kami. Awalnya ku pikir kenapa juga harus di ruangan pribadi? Kan, Cuma kami berdua yang mau makan!?

Saat kami masuk ke dalam restoran, pelayan di sana menanyakan apa kami sudah memesan tempat sebelumnya? Karena, saat aku melihat kedalam restoran, sudah terlihat tidak ada kursi kosong yang tersedia di sana.

Aku hanya berdiri diam, di belakang Kak Reza, sambil memperhatikannya berbicara dengan pelayan.

...~~~...

Sesudah menyelesaikan soal pemesanan tempat, Aku dan Kak Reza juga memesan makanan tadi.

Sekarang, aku sudah ada di dalam ruangan pribadi, sembari menunggu makanan kami di hidangkan, juga menunggu Kak Reza, yang tadi katanya mau ke toilet sebentar. Tinggallah aku sendiri di ruangan ini!

Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu di ruangan ini terbuka. Karena ada semacam dinding pembatas yang menghalangi, aku tidak bisa melihat siapa yang masuk ke dalam.

Tapi, setelah itu terdengar suara roda dari kereta dorong, yang menandakan bahwa yang masuk adalah pelayan yang mengantarkan makanan kami.

Pelayan segera keluar dari ruangan, setelah menyajikan makanan yang telah kami pesan sebelumnya.

Beberapa lama kemudian, Aku masih menunggu Kak Reza kembali. Makanan di meja sudah hampir dingin dan perutku terus saja berbunyi karena lapar. Akan tetapi Kak Reza belum juga kembali! Bahkan tidak menelepon atau sekedar mengirimkan pesan dia ada dimana sekarang.

Hingga aku berpikir.

"Lama sekali Kak Reza? Apa dia tersesat? Atau mungkin sembelit?" Aku terus bertanya-tanya akan keberadaan Kak Reza! dan aku mulai sedikit kesal karenanya! Mungkin karena pengaruh lapar juga.

Setelah banyak berpikir, ku putuskan untuk menelpon dan menanyakan sendiri, keberadaan Kak Reza. Yang tak kunjung kembali dari toilet.

Beberapa saat yang kudengar hanya nada sambung. Ku ulangi lagi, dan akhirnya Kak Reza mengangkat telpon ku.

"Apalagi!" Mendengar jawaban Kak Reza yang seperti membentak ku itu, makin membuat ku kesal saja.

"Kakak pikir, apa!? Kak Reza itu tersesat? atau toiletnya di bangun dulu sih!? kok lama banget! Makanannya hampir dingin tau! Perutku juga sudah sakit karena lapar!" Ucapku pada Kak Reza saking kesalnya.

"Ah! Ternyata Aina adik kakak yang paling cantik nelpon, kirain teman kakak, telpon lagi, Maaf ya? Kak Reza, sebenarnya tadi sudah kembali dari toilet, dan mau masuk ke ruangan. Tapi di depan pintu, Kak Reza dapat telpon dari teman. Jadi cari tempat untuk mengangkatnya dulu. Kak Reza, bakal balik kesana sekarang. Kamu makan saja duluan." Jelas Kak Reza.

Aku tidak menjawab perkataan Kak Reza, akan tetapi langsung mematikan panggilan secara sepihak.

Apa? Makan duluan saja? Kenapa tidak bilang dari tadi! Tapi karena Ajaran dari Ibuku yang bilang.

"Raina, makanan akan lebih enak jika di makan bersama-sama, apalagi keluarga. Walaupun cuma makan garam saja akan terasa enak kalau kita makan bersama keluarga." Itu yang dibilang ibuku saat aku masih kecil.

Makanya, dari tadi aku terus menunggu Kak Reza. Walaupun semua hidangan *Seafood* di atas meja itu menggodaku. Aku tetap menahan lapar, karena ingin makan bersama Kak Reza.

Tidak lama setelah itu, Kak Reza menampakkan dirinya dari balik dinding pembatas.

"Maaf, tadi kakak beneran dapat telpon dari teman, dan itu penting. Bukannya lupa atau niat tinggalin kamu sendiri disini."

Aku hanya mengabaikan Kak Reza, dan segera menarik sepiring udang bumbu pedas di hadapanku yang dari tadi menggodaku dan menyantapnya dengan lahap.

Untung saja kak reza kembali dengan cepat setelah aku menelponnya. Jika terlambat sedikit saja mungkin aku akan menghabiskan semuanya tanpa sisa! Biarkan saja Kak Reza Kelaparan salah dia sendiri!

Kak Reza juga mengambil Steak daging sapi miliknya. Saat makan, aku dan Kak Reza tidak berbicara. Walaupun Kak Reza selalu saja mau meluruskan apa yang terjadi tadi padaku. Aku terus saja mengabaikannya.

Kenapa, aku mengabaikan Kak Reza?, karena Marah? Kesal? Sebenarnya tidak juga, tapi malas saja menjawab Kak Reza, itu saja!

Dan biarkan dia tahu perasaanku yang ditinggal sendiri di ruangan ini, sambil menunggu seseorang yang tidak memberi kabar itu, gimana rasanya!

Sama saja dengan dia yang terus saja berbicara tapi tidak ada yang menjawabnya sekarang.

"Dek, Kak Reza... minta maaf. Jangan abaikan kakak dong. Nanti Kakak beliin Boneka BT21, bagaimana?"

"Hmm... kalau gitu, kapan belinya?" Kataku yang akhirnya tergerak menjawab perkataan Kak Reza.

"Besok, pulang kerja kakak beliin langsung di tokonya. Jadi jangan marah lagi, ya?"

"Iya. Jadi, kita pulang sekarang?" Ucapaku.

Karena, kulihat dari jam dinding yang ada di ruangan. Pukul sembilan malam lewat lima menit. Waktu sudah cukup malam.

Apalagi Besok adalah hari Senin. Dimana untuk para Siswa hari itu adalah hari terberat yang ada dalam lima hari sekolah.Jadi sebelum itu, Aku ingin tidur lebih cepat.

Makanya aku mengajukan pertanyaan itu pada Kak Reza.

"Belum, sebentar lagi, Kakak mau kamu bertemu dengan sesorang dulu." Ucap Kak Reza.

Mendengarnya aku bertanya-tanya. Siapa? Orang seperti apa yang membuat Kak Reza menahanku, agar bertemu dengannya. Tidak ada siapapun dalam benakku.

Sampai ponsel Kak Reza berdering. Dan nampak dari layar ponselnya nama yang cukup membuatku terkejut, dia? Kenapa bisa?

Kak Reza mengangkat telepon orang itu yang tidak asing bagiku.

"Iya. Kamu ada dimana sekarang." ucap Kak Reza begitu mengangkat telepon orang itu.

"Ini kak... Aku terjebak macet dijalan." Sahut orang di seberang telepon sana.

Aku tak lagi mendengar apa yang dikatakan Kak Reza dan dia ditelpon. Aku terhanyut dalam pikiranku. Kok bisa orang yang telah tiada bisa menjawab telpon?

Terpopuler

Comments

🍌 ᷢ ͩ🔵🍭ͪ ͩ🥜⃫⃟⃤🍁S❣️🦚⃝⃟ˢᴴ

🍌 ᷢ ͩ🔵🍭ͪ ͩ🥜⃫⃟⃤🍁S❣️🦚⃝⃟ˢᴴ

kira kira apa ya yang akan di bicarakan reza pada ratna

2023-12-16

1

❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊

❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊

reza sangat baik mau menawari makanan. shry habis keluar bersama-sm makan semua orang itu. tp pd keburu pulang

2023-12-15

5

꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂

꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂

kak reza mau mempertemukan dengan siapa ini kepada nana jangan bilang orang lama

2023-12-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!