Bab 10 Persahabatan.

Pagi ini, aku ingin meminta penjelasan dari Kak Reza. Memintanya menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi pada Arzil, mengapa Arzil bisa menghubungi Kak Reza? Apa yang terjadi, setelah Arzil dirawat di luar negeri? Atau Arzil yang menelepon Kak Reza adalah orang lain? Bukan Arzil yang aku kenal.

Aku ingin tahu, cerita keluruhan tentang Arzil, setelah dirawat di luar negeri. Tapi aku tidak menemukan keberadaan Kak Reza, Sejak pagi tadi.

Bahkan yang mengantarkan aku ke sekolah adalah Kak Rama. Ibuku bilang, Kak Reza berangkat pagi-pagi sekali ke kantor, karena ada hal mendesak untuk segera ditangani oleh Kak Reza.

Akhirnya, selama perjalanan ke sekolah, aku terus bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi pada Arzil, dua tahun lalu? Aku semakin terhanyut dalam pikiranku sampai Kak Rama menyuruhku untuk turun dari mobilnya.

Dan bergegas masuk ke gerbang sekolah yang hampir ditutup. Untung saja Kak Rama, cepat menyadarkan aku dari lamunan, jika tidak aku akan dihukum karena terlambat masuk ke sekolah.

...~~~...

Din!...Dong!...Deng! Alarm bel istirahat berbunyi. Yang membuat para siswa di seluruh penjuru sekolah, terdengar riuh penuh dengan sorak sorai kegembiraan mereka. Beberapa siswa berbondong-bondong menuju surganya sekolah, yaitu kantin.

Sedangkan aku saat ini, bagaikan orang yang telah kehilangan separuh jiwanya. Tidak ada semangat yang terpancar dariku, sejak pagi tadi. Bahkan, tadi saat guru bertanya padaku, dengan linglung aku menjawabnya. Pasalnya, aku terus saja memikirkan tentang Arzil!

Saat ini aku menatap keluar jendela, tidak ingin rasanya beranjak dari posisiku saat ini. Tiba-tiba saja Ella mengetuk mejaku yang membuatku kaget dan berbalik ke arahnya.

"Na, kamu kenapa? Sakit?" Tanya Ella. Yang telah memutar kursinya menghadap ke arahku.

Posisi duduk kami dikelas adalah Ella duduk di bangku ketiga baris keempat, dekat jendela yang menghadap langsung ke lapangan sekolah. Dan aku duduk tepat di belakangnya.

Mendengar pertanyaan Ella aku hanya menggelengkan kepalaku, tanpa mengucapkan satu kata pun.

"Terus kamu kenapa? Dari tadi seperti orang kurang fokus saja. Dan lagi, tadi pagi hampir terlambat masuk ke kelas, kan? Kalau... Kamu ada masalah bicarakan sama aku dong. Kita masih berteman, kan?" Ella terus saja melontarkan berbagai pertanyaan padaku.

Yang hanya aku tanggapi dengan menggeleng kepalaku. Yang pada akhirnya membuat Ella geram dan menarik keluar kelas.

Aku yang seperti kehilangan tujuan ini. Hanya mengikuti Ella yang entah kemana dia membawaku.

...~~~...

Ternyata Ella membawaku ke bawah pohon yang ada di pinggir lapangan sekolah.

"Na? Kalau... Kamu masih anggap aku teman, aku ingin kamu ceritakan padaku apa yang terjadi padamu. Kemarin kamu tidak seperti ini saat kita berpisah, sebenarnya ada apa? Sebagai teman, aku juga ingin membantu teman aku, Na!" Ucap Ella, begitu kami duduk di kursi yang telah tersedia, di bawah pohon.

Aku terdiam mendengar ucapan Ella. Memang benar seharusnya aku menceritakan tentang Arzil pada Ella. Tapi, aku tidak tahu dari mana sebenarnya, aku harus memberi tahu hal yang mengganjal di hati ini pada Ella. Bahkan, keluargaku pun tidak mengetahui bahwa kejadian yang menimpa Arzil saat itu, masih terus menjadi masalah dihatiku.

Ketika aku melihat basket aku pasti memikirkan Arzil. Apalagi, Saat bertemu Reno. Laki-laki itu selalu saja mengingatkanku tentang Arzil. Banyak perilaku Reno yang sama persis seperti yang Arzil lakukan. Tapi, apa itu hanya kebetulan? Atau masih ada yang tidak aku ketahui. Andai saja, tadi pagi aku mendapatkan jawaban dari semua pertanyaanku. Tidak mungkin aku seperti ini sekarang!

Ella terus saja bertanya padaku, sebenarnya apa yang terjadi. Akhirnya, aku menceritakan semuanya pada Ella. Mulai dari pertemuanku dengan Arzil sampai aku berpisah darinya.

Setelah mendengar ceritaku. Kulihat, Ella menghapus air matanya, yang sedari tadi turun saat aku bercerita.

"Jadi, kemarin... Setelah menurunkan aku dan Angga, Kak Reza mengajakmu makan malam? Selesai makan, kamu ihat ada panggilan yang masuk di ponselnya dan nama yang tercantum itu Arzil?"

Setiap pertanyaan Ella itu, aku menganggukkan kepalaku.

"Terus, kamu sudah tanya Kak Reza belum, yang menelpon itu Arzil teman nya atau Arzil yang kamu kenal?" Tanya Ella.

Yang mendapat gelengan kepala dariku.

"Tapi, La. Suara itu agak mirip Arzil. Juga agak mirip Reno, sih. Tapi aku tidak bisa pastikan dari suaranya saja, karena bisanya suara di ponsel itu berbeda saat berbicara langsung dengan orangnya, kan?" Ucapku.

"Kamu tadi bilang apa? Suaranya agak mirip Reno? Kok bisa?" Tanya Ella, yang bingung kenapa aku bilang suara yang menelpon Kak Reza mirip dengan suara Reno.

Aku hanya menggelengkan kepalaku tidak tahu mengapa aku juga bisa mendengarnya seperti itu.

Tiba-tiba saja Ella berbicara.

"Tapi kata Angga, Reno hari ini tidak datang ke sekolah. Katanya pergi kontrol ke rumah sakit."

Perkataan Ella itu membuatku berpikir, Reno sakit? Sakit apa, kok harus kontrol ke rumah sakit?

Sebenarnya aku ingin bertanya hal itu pada Ella.

Tapi bel sekolah berbunyi kembali. Yang artinya pembelajaran akan di lanjutkan kembali.

...~~~...

Saat berjalan kembali ke kelas, aku mendapat sedikit Pelajaran dari Ella sahabatku. Bahwa, jika kita memiliki masalah kita harus menceritakannya pada orang lain, seperti Keluarga, Guru, dan juga teman. Mungkin saja dengan menceritakannya kita bisa bersama-sama mencari jalan keluarnya. Sama halnya yang dilakukan Ella padaku.

Jika bukan karenanya yang terus mendesak ingin mengetahui masalah yang mengganjal di hatiku, yang membuatku terlihat seperti kehilangan harapan untuk hidup. Mungkin, besok aku tidak bisa pergi ke sekolah.

Karena, jika aku terlalu memikirkan banyak hal, maka aku akan sakit. Hal itu sering terjadi, Makanya Saat ujian, aku tidak akan memaksakan diriku untuk belajar. Jika demikian, aku mungkin tidak bisa mengikuti ujian tersebut.

Aku bersyukur pada Allah, telah menjadikan Kau dan Aku sahabat. Aku merasa beruntung memiliki sahabat sepertimu. Yang selalu ada saat aku membutuhkanmu, yang siap mendengarkan semua ceritaku. Terimakasih, Ella.

...~~~...

Terpopuler

Comments

Alvian

Alvian

hadeh. jangan banyak kepikiran, sampai separuh jiwamu hilang gara2 terlalu mikirin azril

2023-12-16

1

Alvian

Alvian

yap, kamu harus mencari tahu apa sbnrnya yg trjadi sama azril dan reza. diluar negeri shry u jg dikasih kabar

2023-12-16

1

Kas sie mien

Kas sie mien

wah, kasihan banget ya kamu tidak tahu kabar azri lg. kak reza apa gk bs meluangkan waktu utk mberitahu ttg azril

2023-12-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!