Kali ini aku pulang sekolah bersama dengan Ella, Kak Rama tidak bisa menjemputku. Tadi, pagi dia bilang. Setelah mengantarkan aku ke sekolah dia akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, perintah dari Kak Reza.
Sekarang aku dan Ella, sedang menunggu angkot bersama, kami menunggunya di depan sekolah. Beberapa saat kemudian, Akhirnya ada angkot yang dapat memuat kami berdua. Sebelumnya, banyak angkot yang lewat didepan kami. Tapi, sudah tidak ada tempat duduk lagi.
Di dalam angkot, aku duduk di belakang pak sopir dan Ella ada di depanku, tepatnya dia duduk di dekat pintu angkot.
Kami tidak banyak berbicara selama di dalam angkot. Sampai Aku dan Ella turun dari angkot, yang tidak jauh lagi dari rumah kami. Aku dan Ella turun di sini, karena angkot tidak bisa masuk di area perumahan kami. Jadi, Aku dan Ella akan berjalan kaki dari sini sampai dirumah masing-masing.
Saat berjalan, aku dan Ella membicarakan banyak hal. Sampai ponsel Ella berbunyi. Ella segera mengangkatnya.
"Wa'alaikumussalam. Tidak biasanya kamu meneleponku, bisanya kamu menelepon Angga. Ada masalah apa?" Ucap Ella setelah mengangkat teleponnya.
Dari ucapan aku tahu bukan Angga sang kekasih yang menelponnya, tapi orang lain.
Aku tidak bisa mendengar lawan bicara Ella di telpon, karena Ella tidak menyalakan pengeras suaranya. Jadi, aku hanya bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Ella.
"Hmm... dia ada di sampingku sekarang. Mau bicara dengannya?" Ucap Ella sambil menyerahkan ponselnya padaku.
Aku melihatnya dengan mata yang bertanya-tanya. Siapa? Ella hanya memberikan tanda bahwa tidak apa jika aku yang berbicara sekarang.
"Hallo? Ini Raina?"
Aku mendengar suara yang tampak familiar bagiku. Tapi, aku bingung jika dia ingin berbicara denganku mengapa dia menelepon Ella? Yah... Yang menelepon Ella adalah Reno. Yang suaranya mirip dengan Arzil, ketika berbicara dengaku di telpon.
"Iya. Ini, Raina " Balasku pada Reno.
"Aku menelponmu tapi kamu tidak mengangkatnya, jadi aku berpikir mungkin saja kamu sekarang sedang bersama Ella. Jadi, aku meneleponnya." Jelas Reno di telpon.
"Mungkin ponselku kehabisan baterai, jadi, Ada perlu apa mencariku?" tanyaku langsung.
"Begini, aku tadi menelepon Kak Reza. Katanya, kamu dan Kak Reza mau pergi ke toko untuk membeli Boneka BT21, Sore ini?"
"Iya, Kak Reza mau membelikan aku boneka sore ini. Memangnya kenapa?"
"Tidak ada apa-apa... hanya saja jika boleh apa aku bisa ikut bersama kalian?"
Tanya Reno tiba-tiba, aku terdiam dan berpikir mengapa dia juga ingin ikut bersama kami?
"Aku juga ingin membeli boneka untuk adikku. Dia tidak bisa pergi membelinya sendiri, karena sekarang dia sedang sakit. Jadi, apakah boleh?" Ucap Reno tiba-tiba.
"Ah! Iya, boleh." Balasku.
"Terimakasih, kalau begitu aku matikan teleponnya. Assalamu'alaikum." Ucap Reno memutuskan panggilan teleponnya, sebelum aku membalasnya.
Setelah Reno memutuskan panggilan teleponnya, aku melirik Ella dengan wajah yang bingung. Ella yang melihat ekspresi wajahku, langsung bertanya padaku.
"Kenapa?"
"Tidak, aku hanya berpikir. Tadi Reno bilang dia berbicara dengan Kak Reza di telpon. Aku kan tidak pernah memberikan nomor ponsel Kak Reza pada Reno begitu pun sebaliknya. Bagaimana mereka bisa berbicara di telpon?" Ucapku pad Ella yang sekarang berhenti sejenak di warung sekitar rumah kami. Untuk membeli makanan ringan.
"Mungkin saja Reno minta sendiri pada Kak Reza?"
"Tapi, mereka hanya bertemu satu kali. Dan pertemuan itu aku juga ada disana. Tapi, aku tidak melihat mereka bertukar nomor ponsel!"
"Hmm... Angga yang memberikannya pada Reno?" Ucap Ella. Ya, selain Angga aku tidak bisa memikirkan orang lain lagi. Yang dapat memberikan nomor ponsel Kak Reza pada Reno.
Aku berhenti bertanya pada Ella, dan kami terus berjalan hingga kami berpisah. Ella berbelok ke arah rumahnya, dan aku masih perlu berjalan lurus sebelum sampai ke rumah.
...~~~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments