Bab 5 Sepintas Kenangan

Tadi pagi, sekitar pukul enam pagi lewat lima menit, ponselku berbunyi menandakan ada pesan yang masuk. Awalnya kupikir itu Ella yang menanyakan harus mengenakan pakaian apa? Atau hal lainnya. Tapi kulihat di layar ponselku tertera nomor tidak dikenali.

"Assalamualaikum. Raina?"

"Wa'alaikumussalam, iya. Maaf dengan Siapa?"

"Reno."

Apa? Reno? Darimana dia mendapatkan nomor teleponku? Seingatku aku tidak pernah memberitahunya!

Baru saja aku ingin bertanya darimana dia mendapatkan nomor teleponku. Masuk pesan darinya lagi yang berkata.

"Maaf, aku dapat nomor kamu dari Angga. Aku kemarin lupa bilang jam berapa aku harus kasih tiketnya? Makanya minta nomor kamu dari Angga."

Setelah aku membaca pesan Reno itu. Segera saja aku membalasnya.

"Oh... iya, tidak masalah. Kalau bisa sebelum jam tujuh?" Balasku.

"Boleh, sebelum ke sekolah, aku akan mampir ke rumahmu dulu. Karena kebetulan aku latihan sekitar pukul delapan pagi ini. "

"Terimakasih, jika sudah ada didepan rumah kabari aku lagi, ya!"

Reno hanya membalas pesanku dengan emoji yang mengatakan Siap.

Aku melanjutkan persiapanku untuk Fanmeeting yang tadi sempat tertunda karena membalas pesan Reno.

Beberapa saat kemudian, ponselku tiba-tiba saja berdering. Kali ini bukan pesan teks, tapi Reno meneleponku. Segera saja aku mengangkatnya.

"Assalamu'alaikum. Raina aku sudah ada di depan rumah." Kata Reno di telpon.

Bukannya menjawab perkataan Reno. Aku malah langsung melihat keluar jendela kamar yang ada di lantai dua.

Benar saja di bawah sana sudah terlihat Reno dengan pakaian santainya, beserta tas latihannya.

"Mau sampai kapan, kamu melihatku dari sana? Aku sudah pegal nih!" Ucap Reno lagi yang menyadarkanku.

"Ah! Wa'alaikumussalam. Iya. Maaf, tunggu aku turun sekarang." Ucapku cepat dan langsung menutup telponku.

Aku turun dengan terburu-buru. Kak Reza yang ada di meja makan dan melihatku jalan dengan seperti itu, malah memarahiku.

"Pelan-pelan, ada apa sih, dek? Kamu jalan kek dikejar anjing saja!"

"Ah! Pagi, Kak Reza. Itu Reno ada didepan." Ucapku dan langsung berlalu dihadapan didepan Kak Reza.

...~~~...

"Maaf, sudah membuatmu lama menunggu."

Kataku langsung pada Reno begitu ada di hadapannya.

"Tidak masalah, tapi kalau lebih lama lagi... bisa-bisa aku jadi pohon." Balas Reno agak bercanda denganku.

"Sekali lagi maaf, ya. Aku terkejut kamu sampai begitu cepat. Baru beberapa menit dari kamu kirim pesan, eh! Tiba-tiba sudah ada didepan rumah." Ucapku. Pasalnya iya mengirimkan pesan padaku baru menit yang lalu!

"Ah, soal itu... Aku juga tinggal di sekitar sini, kok."

Mendengar perkataan Reno itu, aku terdiam sambil berpikir.

"Apa? Dia juga tinggal di sekitar sini? Kok kemarin tidak bilang? Ah, benar juga aku tidak pernah bertanya padanya. Jadi aku yang salah? Tidak! Tentu saja aku tidak salah! Lagian apa aku harus tahu dimana di tinggal? Buat apa? Tapi kenapa ada rasa ingin tahu yang lebih mengenai dirinya? Sebenarnya sejak kapan aku mulai merasa seperti itu?."

"Ini! Dan juga aku titip hadiah ini untuk para member." Ucap Reno yang membuyarkan pikirku.

Aku menerima tiket dan hadiah dari Reno yang nantinya akan aku serahkan pada member.

"Terimakasih, nanti aku pasti para member menerimanya."

"Yasudah, kalau begitu aku pergi dulu, ya. Bersenang-senanglah." Ucap Reno sambil memakai helm dan menyalakan motornya.

"Pasti! Aku akan bersenang-senang. Kamu juga hati-hati." Ucapku tiba-tiba saja.

Entah kenapa juga aku langsung bersemangat seperti itu di hadapannya.

Aku masuk kerumah, setelah bayangan motor Reno sudah tidak terlihat.

"Hmm... Pacar Baru, dek?" Ucap Kak Reza yang masih saja duduk di meja makan, padahal dia sudah menyelesaikan sarapannya sejak tadi.

"Bukan! Cuma teman, kok!" Ucapku sedikit berteriak.

"Yasudah, kalau bukan. Tidak perlu berteriak juga, kan bisa. Kaya pencuri ketahuan saja." Balas Kak Reza sambil memegang telinganya.

Benar juga, padahal Kak Reza hanya bertanya dengan nada yang lembut padaku. Tidak seharusnya aku menanggapinya seperti itu. Seakan-akan Reno benar adalah pacar baruku saja!

"Maaf. Kak Reza, jadikan temani aku ke Fanmeeting hari ini? Sudah ada tiketnya, nih." Ucapku sambil memberikan tiket pada Kak Reza

"Iya jadi, kalau yang itu, apa?" Kata Kak Reza sambil menunjuk hadiah dari Reno untuk para member.

"Oh, ini hadiah-" Ucapanku terpotong oleh Kak Reza.

"Wah! Katanya cuman teman. Kenapa ada hadiah segala, banyak sekali lagi! Dek, jujur sama Kakak. Dia ... Pacar baru kamu, kan? Dek... Kamu sudah lupa soal Ar-" Ucap Kak Reza, yang langsung saja ku potong. Aku tidak mau mendengar tentang orang itu lagi!

"Apasih Kak! Bukan, kok. Ini itu Hadiah dari Reno untuk para member! Bukan untuk aku! Dan juga aku tidak lupa soal dia juga kok, hanya saja... sudahlah kak, aku naik dulu mau siap-siap. Kak Reza juga siap-siap sana, udah mau telat." Jelasku sambil bergegas naik ke kamarku.

Didalam kamar, tiba-tiba saja aku merasakan air mataku mengalir membasahi pipi. Perkataan Kak Reza tadi mengingatkanku akan kejadian dua tahun lalu.

...~~~...

Dua tahun lalu, saat aku masih duduk di bangku SMA kelas 1, saat itu aku masih bersekolah di SMA Negeri Kota S.

Bruk!

Aku tidak tahu apa yang menimpaku, tiba-tiba saja pandanganku kabur dan penglihatanku mulai gelap.

"Kamu, apakah baik-baik saja?"

Aku hanya mendengar seseorang bertanya padaku tapi aku tidak tahu siapa yang mengatakan itu.

"Ugh... dimana ini?" Ucapku setengah sadar.

Klik!

Terdengar suara pegangan pintu terbuka.

Seseorang nampak dari balik tirai yang ada di sekitar tempat dimana aku berbaring sekarang.

"Ah! Kamu sudah sadar? Masih ada yang kurang nyaman? Aku ambilkan Minum dulu, ya?" Ucap laki-laki itu secara bersamaan.

"I-itu... Aku ada dimana?"

"UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Maaf, gara-gara aku... kamu jadi seperti ini. Tadi, aku benar-benar tidak tahu kalau kamu bakal lewat, bukannya sengaja melempar bola basket kearahmu!. Untung saja kata dokter sekolah tidak ada cedera yang parah, hanya sedikit memar saja dikepala." Ucap laki-laki ini lagi yang belum ku ketahui namanya.

Dari perkataannya, sekarang aku tahu bahwa yang menimpaku tadi adalah bola basket. Dan pelaku yang melemparkannya sekarang ada didepanku!

"Hmm... tidak, apa-apa. Hanya saja aku belum tahu siapa namamu?" Tanyaku tiba-tiba.

Aku tidak tahu, mengapa tiba-tiba saja aku menanyakan namanya! Yang seharusnya itu tidak diperlukan. Tapi, tidak ada salahnya sih.

"Oh! Iya, Perkenalkan aku, Arzil Askara Nero. Kelas 1 IPS 2, Calon Ketua Tim Basket Sekolah Ini." Ucap Arzil yang memperkenalkan dirinya sebagai calon ketua tim basket dengan sangat percaya diri.

Aku hanya tersenyum sambil menahan tawaku, agar tidak menghancurkan kepercayaan dirinya itu.

"Kalau, kamu siapa?" Lanjutnya

"Uh... Aku Raina Puteri Permatasari. Kelas 1 IPA 1. Wakil Ketua Osis, sekarang." Ucapku Pada Arzil. Yang sekarang duduk dihadapanku.

Itu adalah kali pertama, Aku bertemu dengan Seorang Laki-laki, dimana selain keluargaku dia adalah laki-laki pertama yang bisa membuatku merasa nyaman.

...~~~...

Mengingat, akan pertemuan pertamaku dengan Arzil, semakin membuat air mata ini seakan-akan tidak bisa berhenti.

Sedangkan, waktu sudah tidak pagi lagi. Jika aku ingin hadir di Fanmeeting tepat waktu. Dengan cepat aku berusaha menghapus jejak air mata ini, menggunakan teknik makeup yang diajarkan ibuku.

Tok,Tok...

Terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku, segera saja aku membukakan pintu kamarku. Dan terlihat Ella dari balik pintu.

"Kenapa dikunci, sih? Biasanya juga tidak!" Ucap Ella menggerutu. Sambil melangkah masuk ke kamarku.

"O-oh, itu... tadi aku ganti baju! Iya, ganti baju." Katu agak tergagap-gagap.

"Beneran? Tapi... Kamu seperti sudah menangis. Apa jangan-jangan Reno, yang buat kamu nangis? Nanti disekolah aku bakal mukulin kepalanya biar tahu rasa! Bisa-bisanya dia buat Sahabat aku yang cantik ini nangis, tunggu saja ka-" Ucap Ella yang segera saja aku potong.

"Benar, kok. Lagi ganti baju. Lagian, kalau aku nangis apa hubungannya dengan Reno? kamu kenapa bisa berpikir seperti itu?" Ucapku Cepat.

"Heheh... cuma tebak saja. Soalnya kata Kak Reza, kemarin malam kamu diantar pulang oleh Reno. Tapi, kemarin kamu kan pergi tukar tiket, kok bisa pulang sampai malam? Sampai diantar Reno pulang lagi! Aku minta penjelasan dari kamu!" Kata Ella memintaku menjelaskan soal kejadian kemarin.

"Iya, nanti di jalan aku jelasin. Sekarang, ayo turun. Kita udah telat, nih." Ucapku yang langsung menarik tangan Ella keluar Kamar.

Aku dan Ella berjalan Turun ke bawah, dan di ruang tamu sudah terlihat Kak Reza, dan Angga disana.

Aku lupa menanyakan pada Reno jika ia latihan Basket, kenapa Angga tidak ikut, bukannya Angga juga salah satu anggota Tim?

"Sudah selesai? Tidak ada lagi yang ketinggalan?" Kak Reza bertanya padaku.

Aku menganggukkan kepalaku.

Aku, Ella, dan Angga, segera keluar dan menunggu Kak Reza yang sedang mengunci pintu rumah dan menutup pagar kami, Karena Ayah dan Ibuku sedang mengunjungi Kakak ketiga di Kota S, jadinya rumah kosong sekarang.

Sambil menunggu Kak Reza, dimobil aku bertanya pada Angga.

"Ngga, bukannya hari ini ada latihan basket, ya?"

"Hmm... Iya, ada tapi itu untuk anggota tim yang baru masuk, dan lagi untuk memilih calon ketua tim yang baru, menggantikan Reno yang sebentar lagi akan lulus. Kalau untuk Tim yang akan mewakili sekolah bertanding nanti, mulai latihan itu pekan depan." Jelas Angga padaku.

"Oh... Begitu, ya? Aku kira kamu dikeluarkan dari tim." Kataku sambil mengejeknya.

Baru saja Angga membuka mulut ingin membalasku, Kak Reza langsung membuka pintu Mobil, dan segera duduk di kursi pengemudi. Aku dan Ella yang duduk di bangku belakang, tanpa sengaja bertukar pandangan dan menertawakan wajah Angga yang terlihat kesal yang sedang ditahan.

Kak Reza, Langsung saja melesatkan kendaraan kami ke jalan.

...~~~...

Terpopuler

Comments

🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤

🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤

reno suka bercanda ternyata cocok lah ma Raina 👀 moga jodoh

2023-12-16

3

ℛᵉˣℱᵅᵐⁱⳑʸʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖

ℛᵉˣℱᵅᵐⁱⳑʸʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖

raina ketahuan lagi ngintipin reno ya....

2023-12-16

1

🍌 ᷢ ͩ🔵🍭ͪ ͩ🥜⃫⃟⃤🍁S❣️🦚⃝⃟ˢᴴ

🍌 ᷢ ͩ🔵🍭ͪ ͩ🥜⃫⃟⃤🍁S❣️🦚⃝⃟ˢᴴ

ternyata Reni menyadari kalo Raina melihat nya dari balik jendela

2023-12-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!