Malam ini, rasanya aku tak bisa memejamkan kedua mataku, sudah hampir pukul sebelas malam, tapi aku hanya berguling-guling diatas tempat tidurku. Aku selalu saja teringat akan kejadian tadi siang bersama Reno.
...~~~...
Tadi siang Reno dan Aku, benar-benar nonton konser bersama! Tanpa direncanakan!, hal itu terjadi begitu saja.
Siapa yang mengira Ketua tim Basket tersebut juga mengidolakan Artis yang sama denganku! Adalah seorang ARMY sepertiku. Dia bilang yang membuatnya menjadi ARMY adalah Suga atau Min yoongi.
Reno bilang ia tanpa sengaja melihat video Suga sedang bermain basket hal itulah yang membuatnya tertarik. Dan lama kelamaan akhirnya, ia juga melihat Suga dari sisi yang lain yaitu sebagai Rapper dari grup idol K-Pop BTS.
...~~~...
Konser berakhir sekitar pukul tujuh malam lewat. Sebelum mengantarku pulang ke rumah, Reno mengajak makan terlebih dahulu. Akupun menyetujui ajakannya.
Kami tidak masuk ke restoran ataupun kafe. Tapi, Reno malah memberhentikan motornya di warung pinggir jalan. Sebenarnya, aku tidak masalah mau makan dimana sih.
Tapi tiba-tiba saja, bayangan seseorang melintas di pikiranku. Kemarin Reno mengingatkanku pada orang itu, hanya karena mereka sama-sama Ketua Tim Basket. Dan kali ini Reno mengingatkanku lagi padanya. Orang itu... juga sering mengajakku makan di warung yang ada di pinggir jalan, seperti yang dilakukan Reno saat ini.
Mungkin karena melihatku yang tiba-tiba saja terdiam mematung. Reno melambai-lambaikan tangannya padaku. Sambil berkata.
"Raina, kenapa? Tidak mau makan disini? Mau ganti tempat?"
Aku tersadar dan menggelengkan kepalaku pada Reno yang artinya aku tidak masalah untuk makan disini.
Setelah selesai makan, Reno langsung mengantar aku pulang ke rumah. Aku tiba di rumah sekitar pukul sembilan malam lewat lima belas menit. Ayah dan Ibuku mungkin saja sudah tertidur. Tapi aku yakin kak Reza pasti menungguku. Kak Reza itu, walaupun agak sedikit ketat padaku, dan aku tahu itu untuk kebaikanku sendiri. Tapi, dia juga selalu memanjakanku layaknya seorang anak kecil yang tidak pernah dewasa.
Reno memberhentikan motornya tepat di depan pagar rumahku yang berwarna biru muda itu. Dan bernar saja, kataku tadi. Di depan rumah sudah terlihat Kak Reza yang sedang menungguku.
"Terimakasih, untuk hari ini. Aku benar-benar senang. Dan juga terimakasih sudah mengantarku pulang dengan selamat." Ucapku pada Reno, setelah turun dari motor.
Kulihat, Reno terdiam dengan wajah yang nampak bingung, mungkin juga karena ini kali pertama aku berbicara panjang kali lebar dengan nada yang sopan didepannya. Tidak seperti aku saat pertama bertemu dengannya.
"Reno? Kenapa, ada yang salah?" Kataku, sebab Reno hanya terdiam melihatku.
"Ah-ah, itu... tidak ada masalah. Cuman baru kali ini kamu berbicara banyak padaku. Kupikir tadi aku membawa pulang Raina yang salah. Hehehe." Ucap Reno sambil sedikit tertawa.
Mendengar Reno berkata seperti itu, membuatku malu. Apa benar, baru kali ini aku berbicara banyak dengannya?
"Ka-kalau begitu, aku masuk dulu." Ucapku tergagap saking malunya.
"Eh! Tunggu sebentar." Ucap Reno mengentikanku yang sudah membalikkan badan dihadapannya.
Langkahku terhenti begitu mendengar ucapan Reno.
dan berbalik kembali menghadapnya.
"Aku juga mau bilang makasih, terimakasih sudah mau menemaniku nonton konser hari ini. Jadi aku tidak sendiri menontonnya."
"Awalnya satu tiket itu untuk adik perempuanku, tapi hari ini dia sakit jadi tidak bisa ikut. Aku tadi hampir saja menjual tiket itu tadi sama ARMY yang lain, tapi aku langsung melihatmu jadi ku putuskan untuk mengajakmu. Sebenarnya, tadi aku takut kamu menolak menontonnya bersamaku, jadi aku bertanya, terlebih dahulu apa kamu juga seorang ARMY? Karena kamu bilang iya baru aku menawarimu nonton bersamaku. Jadi terimakasih, ya!" Jelas Reno padaku menjelaskan mengapa ia memesan dua tiket tapi hanya dia sendiri yang datang kesana tadi.
"Iya, sama-sama. Besok aku juga mau menghadiri Fanmeetingnya, kamu mau ikut? Apa tidak?"
"Besok aku mungkin tidak bisa hadir, mau latihan basket soalnya." Tolak Reno
"Hmm... Begitu, ya?"
"Lalu tiket Fanmeetingnya gimana? Dijual kembali atau mau di berikan pada orang lain?." Tanyaku pada Reno.
Kan, rugi sudah beli tiket mahal-mahal tapi malah tidak digunakan, iyakan? Pikirku sambil menunggu balasan Reno.
"Kalau... kamu mau ajak seseorang, boleh ambil tiket punyaku. Besok sebelum latihan aku antar kemari tiketnya." Ucap Reno Seolah-olah mengerti apa yang aku pikirkan.
"Serius! Boleh?"
"Iya! Tapi memangnya mau mengajak siapa? Pacar?" Kata Reno yang membuatku hampir memarahinya lagi. Mengapa dia selalu mengira aku memiliki kekasih? Aku memang memilikinya tapi itu dua tahun lalu! Tapi ku tahan amarahku jika tidak mungkin saja Reno berubah pikiran dan tidak jadi memberikan tiketnya padaku, bagaimana?
"Huft... bukan rencana sih besok aku mau pergi bareng Ella, tapi Ella bilang dia bakal ajak Angga juga. Tapi aku cuman punya tiket dua, jadi besok baru mau beli di sana tiket kalau ada yang jual kalau tidak ada yah... Angga suruh tunggu di luar saja." Jelasku
"Oh... Begitu, kirain mau pergi bareng pacar."
"Aku tidak punya pacar!" Tegasku pada Reno
"Iyain aja deh, aku kan punya dua tiket. Satu mau diberi ke Angga. Satunya lagi siapa?"
"Hmm... tidak tahu." ucapku karena aku juga bingung mau ajak siapa lagi. Aku baru saja pindah kembali kesini. Selain keluarga Ella aku tidak mengenal siapa-siapa.
Tiba-tiba saja aku merasakan ada seseorang berdiri dibelakangku.
"Tiket itu untuk kakak saja. Kebetulan kakak libur besok, Biar kakak yang temani kamu." Suara itu adalah Kak Reza.
Dari ucapannya itu, bisa ketebak, dia dari tadi terus memperhatikan Aku dan Reno.
"Kenapa? Tidak mau ajak kakak?" Lanjut Kak Reza
Aku dan Reno tidak menjawab ucapan Kak Reza.
Setelah kesunyian sesaat itu, Aku tersadar belum memperkenalkan mereka berdua satu sama lain.
"Reno, perkenalkan ini Kak Reza, kakak pertamaku."
"Kak Reza, Ini Reno teman sekolahku. Di Sekolah SMA Negeri Kota A."
"Halo, Kak Reza. Salam kenal Reno Askara. dipanggil Reno." Ucap Reno dengan sopan pada Kak Reza.
"Halo juga, Saya Reza Putera Pratama. Kakak pertama aina. Terimakasih sudah mengantar adik bungsu ini pulang dengan selamat." Balas Kak Reza sambil memanggilku aina. panggilan yang hanya para kakakku saja yang memanggilku seperti itu.
Aku memiliki tiga orang kakak laki-laki. Kakak pertamaku adalah kak Reza yang sekarang adalah bekerja di perusahaan milik keluarga kami. Sebagai Wakil Direktur, membantu Ayah kami.
Kakak keduaku, bernama Rama Putera Pratama, sekarang ia dipercayakan oleh Ayah sebagai Direktur Pemasaran yang ada di perusahaan keluarga.
Sedangkan untuk kakak ketigaku, sekarang ia masih seorang mahasiswa di universitas Koto S. Sekarang ia tinggal sendiri di rumah kami yang ada disana, sebelum pindah kembali ke Kota A. Rencananya dulu rumah kami yang di Kota S akan di jual atau tidak di sewakan pada orang lain. Tapi berhubung kakak ketiga, ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu baru pindah. Jadinya rumah itu di serahkan padanya sementara.
Di keluarga kami hanya Aku satu-satunya anak perempuan dari empat bersaudara. Ini juga yang mempengaruhi sifat dinginku terhadap laki-laki, pasalnya aku sudah terbiasa di kelilingi oleh laki-laki. Jadi tidak seperti perempuan biasanya yang akan selalu mencari perhatian dihadapan para kaum Adam itu!
"Iya Kak, sama-sama. Juga aku mau minta maaf, antar Raina pulang sudah larut malam begini. Maaf." Ucap Reno sambil meminta maaf.
"Iya, tidak apa-apa. Kakak tahu konsernya selesai jam tujuh malam, kan? Jadi wajar kalau sampai rumah sudah larut malam begini. Kamu juga pulang dari sini langsung pulang. Jangan kemana-mana lagi. Nanti orang tua kamu khawatir lagi." Ucap Kak Reza sambil mengingatkan Reno agar langsung pulang ke rumah.
"Iya, Kak! Kalau begitu, Raina, Kak Reza, aku pamit pulang dulu. Besok pagi tiketnya aku antar kemari." Ucap Reno sambil melihatku saat menyebutkan namaku.
Aku dan Kak Reza hanya menganggukkan kepala kami. Sambil terus memperhatikan Reno yang telah menyalakan mesin motornya, dan segera melajukan motornya kembali ke jalan.
...~~~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤
si ratu es bisa malu juga ternyata
2023-12-16
2
ℛᵉˣℱᵅᵐⁱⳑʸʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖
eh siapa orang itu? masa bisa kebetulan sama kejadiannya sama reno. kaya deja vu dong
2023-12-16
1
🍌 ᷢ ͩ🔵🍭ͪ ͩ🥜⃫⃟⃤🍁S❣️🦚⃝⃟ˢᴴ
kalo gak dapat tiket kasihan atuh si angga nungguin di luar gitu
2023-12-16
2