19 : Jadi Manja Dan Bibit Pebinor

“Ada apa? Kenapa kamu pegang-pegang hape saya?!”

Suara marah seorang pria barusan, Calista kenali sebagai suara suaminya. Iya, Calista yakin itu suara Sabiru yang Yasnia katakan sedang tidur.

“M—maaf, Pak Sabiru. Tadi saya hanya ....”

Sementara suara barusan, Calista kenali sebagai suara Yasnia dan terdengar langsung ketakutan. Karenanya, Calista sengaja buru-buru mengambil ponselnya dan tadi memang sempat jatuh. Detik itu juga, pikiran Calista jadi menduga-duga, bahwa Yasnia telah melakukan kebohongan kepadanya.

“M—mas, Bi!” sergah Calista benar-benar manja. Ia ingin mengabarkan kepada suaminya mengenai apa yang terjadi.

“S—sayang, sebentar.” Sabiru terdengar sangat emosional.

“I—iya.” Calista yang menjadi menggi—git kuat bibir bawahnya, berangsur memejamkan kedua matanya. Tak bisa ia pungkiri, balasan Sabiru mulai membuatnya merasa lega.

“Setelah ini, saya tidak mau melihat kamu lagi! Kamu benar-benar saya pecat karena kamu sudah menyia-nyiakan kesempatan yang kamu miliki!” Sabiru masih berucap sangat tegas, marah-marah dan Calista yakini ditujukan kepada Yasnia.

Seiring suasana dari tempat Sabiru yang menjadi lebih tenang, Calista sengaja menyapa. “Mas, sudah?”

“Iya. Anggap saja dia orang setres yang sudah semestinya kita cuekin. Aku beneran sudah enggak mau memperkejakan dia lagi.” Sabiru masih emosional.

Calista yang merasa lega, berangsur duduk di pinggir tempat tidurnya. “Ya sudah gitu saja. Aku ya jadi takut.”

“Takut gimana?” balas Sabiru lirih tapi sangat serius.

“Ya takut Mas akhirnya menikahi karyawan sendiri kayak yang lagi viral! Ih, amit-amit!” rengek Calista benar-benar manja. Apalagi yang sedang viral dan tengah ia maksud, si suami menikahi karyawan wanita sang istri tepat di hari ulang tahun pernikahan si pria dengan istri pertama. Selain itu, istri pertama si pria tipikal ‘paket lengkap’ dan bahkan tengah hamil anak ke tiga.

“Duh, kamu jangan nyimak hal-hal gitu deh. Cukup tonton saja acaranya Anjar dan kak Ojan. Itu jauh lebih baik karena kamu pasti dibikin ketawa sampai nangis!” ucap Sabiru terdengar sangat khawatir.

“Iya, sih. Ini saja aku nyesel. Aku jadi enggak bisa tenang.” Calista menunduk manja.

“Kangen banget?” tanya Sabiru yang menjadi tak lagi disertai emosi. Beda jauh dari ketika Sabiru menghadapi Yasnia.

Calista mengangguk-angguk kemudian bergumam. “Aku nyusul, ya? Kasih tahu lokasinya, nanti aku ke sananya sama sopir aku.”

“Kamu enggak usah nyusul—”

“Enggak apa-apa. Aku bisa kerja online. Aku mau nyusul Mas saja.”

“Nanti malam aku pulang! Sumpah!” yakin Sabiru sudah langsung membuat Calista mesem.

“Beneran nanti malam?” tanya Calista memastikan sambil tersenyum girang.

“Iya ... nanti malam aku pasti pulang ke rumah orang tua kamu,” yakin Sabiru benar-benar lembut.

“Jam berapa?” lirih Calista sambil tersenyum malu-malu. Calista bahkan refleks menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur seiring dadanya yang makin berdebar-debar.

Tak seperti sebelumnya, kali ini Sabiru tak langsung menjawab. Namun, suara menyerupai kecupan gemas, Calista dengar dan sudah langsung membuatnya terkejut. Iya, suara tadi seolah sang suami baru saja menc–iumnya.

“Secepatnya!” ucap Sabiru dan langsung membuat hati Calista meleleh.

Malu-malu, Calista yang refleks menggigit ujung kuku jari tangan kirinya, bertanya, “Itu tadi, ... Mas nyi—um, aku, ya?”

“Nah iya ... kenapa kamu enggak balas?” balas Sabiru terdengar protes.

Calista jadi tersipu, sementara tangan kirinya refleks meraih sebuah bantal guling yang perlahan ia dekap gemas. Seolah, bantal guling tersebut justru Sabiru.

“Aku balasnya pas Mas sudah pulang saja!” ucap Calista refleks memejamkan erat kedua matanya, sebelum ia justru berakhir membenamkan wajahnya di kasur. “Kok aku jadi manja gini, ya? Ya ampun, jadi geli sendiri!” batinnya.

“Yah ... jadi pengin pulang sekarang!” balas Sabiru yang juga terdengar tertawa pasrah.

“Ih, jadi segemes ini ke suami sendiri!” batin Calista yang jadi menertawakan dirinya sendiri. “Tapi Mas ....”

“Apa?” tanggap Sabiru terdengar sangat sabar.

“Bentar-bentar kabari, ya?” pinta Calista benar-benar serius.

“Kamu sering-sering WA apa telepon saja, ya. Pasti aku balas,” balas Sabiru dengan santainya.

“Iya, begitu saja. Rasanya sedih setengah mati dan sebentar-bentar pengin tahu kabar Mas,” rengek Calista. Sampai detik ini Calista belum tahu, kenapa ia bisa semanja sekarang. Namun Calista jadi berpikir, kerinduan yang membuncah juga kekhawatiran yang tak kunjung bisa ia sudahi, menjadi penyebabnya.

Pergi ke restoran, hadirnya Emran selaku pria yang menyukai Calista dan memang tukang memaksa, berakhir menjadi sasaran empuk am-ukan Calista.

“Katanya sudah nikah kok masih kerja? Memangnya suami kamu enggak kasih kamu nafkah? Sudah deh, kalau kamu memang sudah menikah dan dapatnya suami model gitu, ceraikan saja dia, terus kamu nikah sama aku. Aku jamin, kamu pasti bahagia dunia akhirat tanpa harus capek-capek kerja!” ucap Emran dengan entengnya.

Padahal sebelumnya, Calista sudah langsung mengusir Emran. Namun, pria berdarah Arab itu memang tidak beda dengan Yasnia. Sebab Emran juga akan melakukan segala cara untuk mendapatkan balasan terlebih perhatian Calista. Ditambah lagi, saking niatnya mendapatkan Calista, selama lima tahun terakhir, pria berusia tiga puluh empat tahun itu sengaja membangun butik di sebelah restoran milik Calista.

“Buuuuuukkkk!”

“Aduuuuhhh!”

Calista yang telanjur murka, kali ini memang gelap mata. Calista tak segan membant-ing Emran mengandalkan keahlian bela dirinya. Padahal dari bentuk tubuh saja, tubuh Emran jauh lebih besar.

“Pria berisik seperti kamu harusnya cepat-cepat menikah biar enggak ganggu hidup istri orang terus. Biar kamu punya kesibukan lain, dan itu jauh lebih pasti!” marah Calista itu di hadapan para karyawan sekaligus pengunjung restorannya. Sebab, kejadian kini terjadi di restoran lantai bawah.

Kegaduhan sudah langsung terjadi, tapi sebagian besar dari mereka sudah langsung simpati. Semuanya kompak membenarkan sekaligus mendukung Calista.

“Ya ampun sakit banget, Ta. Ini kayaknya aku langsung kena tulang kejepit!” rengek Emran masih meringkuk kesakitan dan tak kunjung bisa berdiri.

“Itu enggak ada apa-apanya, dari cara kamu nyinyirin hubunganku dan suamiku!” kesal Calista.

Tak mau berurusan lagi dengan Emran, Calista sengaja menugaskan satpam yang berjaga di restorannya untuk mengangkut dan membawa Emran keluar dari sana. Calista memutuskan naik ke lantai atas, ke balkon yang saat revisi sempat runtuh menjatuhi sang suami.

“Kadang suka heran, kok ada orang seperti Emran. Namun kalau dipikir-pikir, yang kayak Emran itu enggak hanya ada, melainkan banyak! Tuh, Yasnia juga sebelas dua belas sama dia. Sudah dikasih hati sama jantung, ta—i pun dia angkut!” gerutu Calista refleks mengernyit akibat matahari siang ini yang sangat terik.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

mungkin bawaan Calista yg sekarang jd lebih manja krn lagi hamil tuh.. 🤔🤔🤔

2024-07-30

0

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

mantaaaaaaapppsssss 👏👏👏👍👍👍

2023-12-21

1

Erina Munir

Erina Munir

orang kaya mereka mah ada aja temenya

2023-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Alasan Kenapa Kami Harus Menikah
2 2 : Jawaban Sabiru Dan Keluarga Besar
3 3 : Pengantin Baru
4 4 : Yasnia
5 5 : Alasan Dan Masa Lalu
6 6 : Tak Mau Melukai
7 7 : Cinta yang Kembali Membara
8 8 : Rumah Impian dan Ciu—man Pertama
9 9 : Boleh Lagi?
10 10 : Rumah Tangga Romantis
11 11 : Ingin Punya Anak
12 12 : Hari-Hari yang Makin Manis
13 13 : Bibit Pela—kor
14 14 : Pelak—or Nekat
15 15 : Dampak Guna—Guna
16 16 : Menceritakan Kelakuan Yasnia
17 17 : Terbongkar
18 18 : Dinas Keluar Kota
19 19 : Jadi Manja Dan Bibit Pebinor
20 20 : Kondangan
21 21 : Resepsi Romantis
22 22 : Kebakaran!
23 23 : Kerikil yang Sudah Disingkirkan
24 24 : Perubahan Calista
25 25 : Imun
26 26 : Bahagia Banget!
27 27 : Di Rumah Mertua
28 28 : Pernikahan Manis
29 29 : Bumbu Cinta
30 30 : Lahiran Dan Kesurupan
31 31 : Gemilang & Gemintang
32 32 : Kode Mengerikan Dari Anak-Anak
33 33 : Selalu Menjadi Cinta Pertama
34 34 : Kejutan Manis
35 35 : Pura-Pura Tidak Kenal
36 36 : Emran, Target Baru Yasnia
37 37 : Lebih Dari Terkejut
38 38 : Peko-k Dan Go-blog
39 39 : Hilangnya Calista Dan Gemilang
40 40 : Tetangga Mencurigakan
41 41 : Lebih Dari Menegangkan
42 Keluarga Harmonis (Tamat)
43 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat!
44 Novel Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
45 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
46 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
47 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
48 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
49 Novel Roncom : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
50 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
51 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 51 Episodes

1
1 : Alasan Kenapa Kami Harus Menikah
2
2 : Jawaban Sabiru Dan Keluarga Besar
3
3 : Pengantin Baru
4
4 : Yasnia
5
5 : Alasan Dan Masa Lalu
6
6 : Tak Mau Melukai
7
7 : Cinta yang Kembali Membara
8
8 : Rumah Impian dan Ciu—man Pertama
9
9 : Boleh Lagi?
10
10 : Rumah Tangga Romantis
11
11 : Ingin Punya Anak
12
12 : Hari-Hari yang Makin Manis
13
13 : Bibit Pela—kor
14
14 : Pelak—or Nekat
15
15 : Dampak Guna—Guna
16
16 : Menceritakan Kelakuan Yasnia
17
17 : Terbongkar
18
18 : Dinas Keluar Kota
19
19 : Jadi Manja Dan Bibit Pebinor
20
20 : Kondangan
21
21 : Resepsi Romantis
22
22 : Kebakaran!
23
23 : Kerikil yang Sudah Disingkirkan
24
24 : Perubahan Calista
25
25 : Imun
26
26 : Bahagia Banget!
27
27 : Di Rumah Mertua
28
28 : Pernikahan Manis
29
29 : Bumbu Cinta
30
30 : Lahiran Dan Kesurupan
31
31 : Gemilang & Gemintang
32
32 : Kode Mengerikan Dari Anak-Anak
33
33 : Selalu Menjadi Cinta Pertama
34
34 : Kejutan Manis
35
35 : Pura-Pura Tidak Kenal
36
36 : Emran, Target Baru Yasnia
37
37 : Lebih Dari Terkejut
38
38 : Peko-k Dan Go-blog
39
39 : Hilangnya Calista Dan Gemilang
40
40 : Tetangga Mencurigakan
41
41 : Lebih Dari Menegangkan
42
Keluarga Harmonis (Tamat)
43
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat!
44
Novel Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
45
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
46
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
47
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
48
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
49
Novel Roncom : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
50
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
51
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!