Sabiru menyodorkan kedua telapak tangannya sebagai penolakan yang ia berikan kepada Yasnia. “Tolong jaga jarak!” tegas Sabiru yang kemudian fokus mengawasi wajah-wajah petugas CCTV di hadapannya.
“Terus, kenapa kamu bisa sampai ke sini?” Kali ini, Sabiru menyikapi Yasnia dengan serius.
Ditolak salamannya dan sampai diminta jaga jarak saja, sudah membuat mental Yasnia tidak baik-baik saja. Apalagi kini sampai ditodong pertanyaan dari Sabiru yang terdengar sangat sinis.
“S-saya, ... kebetulan kan tadi CCTV di kantor juga bermasalah, Pak. Nah, pihak dari perusahaan CCTV bilang, mau urus punya Pak Sabiru dulu. Ya sudah, sekalian dan ternyata, kita sampai bertemu.” Setelah bertutur sangat santun layaknya tadi, Yasnia berkata, “Dan ternyata ini rumah Pak Sabiru?”
Sabiru yang terlalu takut Calista cemburu atas kedatangan Yasnia, memilih tidak menjawab. Selain itu, Sabiru juga memilih memalingkan wajah.
“Ya sudah, Pak. Kalau mau pasang CCTV, pasang saja.” Ketika kepada petugas CCTV, Sabiru benar-benar santun. Kontras dari ketika ia bersikap kepada Yasnia.
“Pelan-pelan, sabar, Yas. Semangat! Kasih perhatian saja yang banyak. Pasti lama-lama luluh juga,” batin Yasnia menyemangati dirinya sendiri.
Sekitar lima belas menit kemudian, aroma wangi yang terciu*m sangat feminin, mengusik kebersamaan di teras rumah. Yasnia yang masih saja berdiri di sebelah Sabiru menjadi gelisah. Sebab wanita berkerudung merah salem itu hafal, bahwa aroma segar nan wangi yang terc*ium mendatangi mereka merupakan aroma dari Calista.
“Cantiknya ...,” batin Yasnia diam-diam memuji kecantikan Calista. Meski tampak tak sampai memakai bedak termasuk rias berarti, kenyataan bibir tipis milik Calista yang sipoles warna merah mata, membuat warna kulit itu putih merona. “Orang kaya, perawatan sekaligus konsumsi tetek bengeknya pasti dijaga. Lumrah dia secantik itu. Andai dia jasi kuli kayak aku. Belum tentu juga dia sehebat aku!” batin Yasnia yang lagi-lagi iri kepada Calista. Alasan yang juga menjadi penyebab utamanya iri kepada Calista yang begitu dicintai Sabiru.
“Pakaian dan semuanya, Pas,” ucap Calista karena seperangkat yang kini ia pakai memang pemberian Sabiru. Sabiru memang mengisi lemari pakaian mereka dengan beberapa koleksi pakaian lengkap untuk Calista.
“Aku beli khusus buat kamu. Oh iya, tolong telepon Rain dong,” ucap Sabiru kepada Calista yang sudah memakai pakaian sekaligus kerudung lengkap.
“Loh, kan anaknya baru pulang,” bingung Calista sambil terus melangkah mendekat. Lebih bingung lagi karena ketika ia makin dekat dengan sang suami, ia jadi melihat keberadaan Yasnia.
“Nih orang ada di sini?” pikir Calista menatap heran Yasnia. Namun, Calista berusaha berpikir positif. Calista meyakinkan dirinya bahwa alasan Yasnia di sana pasti untuk kepentingan pekerjaan.
Karena Calista justru sibuk memandangi Yasnia yang ia pergoki membalas Calista dengan lirikan sini, Sabiru sengaja menggunakan tangan kirinya untuk meraih jemari tangan kanan Calista.
Detik itu juga Calista terkejut karena awalnya, Calista memang sedang melamun mengenai maksud Yasnia ada di sana.
Lain dengan Calista, dunia seorang Yasnia seolah berputar lebih lambat hanya menyaksikan tangan kiri Sabiru meraih kemudian menggenggam tangan Calista.
“Telopon apa WA saja, suruh ke sini lagi,” pinta Sabiru yang membiarkan jemari tangan kirinya mengelu-elus jemari tangan Calista di tengah fokus kedua matanya yang masih menatap kedua mata sang istri penuh cinta.
“Tumben enggak bengek,” batin Yasnia yang memang sangat iri.
“Memangnya enggak sibuk bantu urus syuting?” balas Calista.
“Kalau dikabari dan bilang aku yang minta, pasti dia datang,” yakin Sabiru dan Calista langsung mengangguk-angguk.
“Aku sekalian mau masak. Mas mau aku masakin apa?” sanggup Calista dan langsung mendapati sang suami tersenyum riang memandanginya. Tampang Sabiru kali ini mirip bocah yang baru saja mendapatkan mainan baru dan itu merupakan mainan baru yang sudah diincar sejak lama.
Meski langsung salah tingkah dan berakhir tersipu, Calista berangsur mengangguk-angguk.
“Ya sudah, aku ikut,” ucap Sabiru yang kemudian meminta Yasnia untuk jaga-jaga di sana. Namun selain meninggalkan Yasnia, ia juga sengaja mengunci pintu ruang tamu menuju ruang dalam.
“Sampai dikunci?” panik Yasnia dalam hatinya.
“Biar aku yang telepon Rain,” ucap Sabiru.
“Ponsel Mas Ada di nakas meja sebelah tempat tidur. Masih dicas,” ucap Calista.
“Iya, aku mau ambil sendiri. Biar Rain ke sini dan urus CCTV. Soalnya aku enggak tahu kalau Yasnia sampai ke sini,” balas Sabiru sudah langsung menuju kamar mereka.
Calista menatap heran kepergian suaminya yang masih memakai kursi rod elektrik. “Kalau memang bikin enggak nyaman, kenapa enggak diganti saja?”
Detik itu juga Sabiru berhenti kemudian balik badan menatap sang istri. “Dia banyak beban tanggung jawab ekonomi. Orang tuanya sudah sakit-sakitan semua. Adiknya masih SMP dan SMA.”
“Wah ... Mas Sabiru tahu sejauh itu?” batin Calista yang entah kenapa mendadak merasakan sakit di ulu hatinya. “Rezeki kan enggak hanya di tempat Mas. Malahan, enggak berkah kalau cara cari rezekinya, bikin Mas bahkan ... aku ... enggak nyaman.”
“Gini loh Sayang, ... sebenarnya sebagai karyawan, dia sangat baik. Dia bahkan bekerja tiga kali lipat lebih banyak dari karyawan lain. Namun akhir-akhir ini, dia agak aneh.” Sabiru sengaja menjelaskan dengan sangat lembut.
“Bukannya aneh, Mas. Namun itu merupakan tanda-tanda orang baper. Coba deh, Mas perhatiin. Kan kemarin kita sudah bahas,” balas Calista yang langsung memergoki sang suami merenungi balasannya.
“Ya sudah, yang penting aku juga sudah menjaga jarak,” balas Sabiru setelah ia memang selesai merenung.
“Bentar lagi duhur, aku mau shalat bareng Mas lagi. Jadi, sekarang aku mau buru-buru masak,” ucap Calista dan langsung membuat Sabiru mengangguk-angguk sambil tersipu.
“Sekarang kamu masak, nanti buat pekerja kita pesan saja. Atau, nanti sekalian minta Rain saja beli,” ucap Sabiru.
Menjalani rumah tangga tanpa campur tangan siapa pun termasuk pihak orang tua, membuat Calista merasakan pengalaman rumah tangga manis. Dari belajar memasak, membereskan rumah bersama, termasuk juga ibadah bersama, menjadi kegiatan manis yang sudah langsung Calista dapatkan dari sang suami di rumah impian mereka.
Kini, Sabiru memberikan tangan kirinya karena tangan kanannya masih terasa sangat kaku. Malu-malu tatapan kedua sejoli itu bertemu tak lama setelah Calista menyalaminya dengan sangat takzim.
“Aku mau ke kebun atau taman. Makan di sana sepertinya jauh lebih enak,” ucap Calista sangat bersemangat. Namun karena keadaan suaminya seperti sekarang, ia juga memikirkan keadaan dengan matang.
“Nanti keluar dari dapur kan agak turun, aku tuntun Mas. Setelah itu baru, Mas di kursi roda!” usul Calista mengarahkan.
Tadi, dibantu Sabiru, Calista memang sudah masak beberapa menu. Dan setelah sholat, kini mereka memang sepakat untuk makan. Makan yang mereka lakukan di kebun belakang.
“Mas, aku mau ayunan dong, taruh sini,” ucap Calista kali ini merengek sambil menaruh dua piring di sana nasi merah.
“Terus, aku juga mau janda cantik, Mas. Aku mau nikah sama janda saja, biar masuk Surga!” tentu itu bukan Calista, tapi Rain yang datang dari pinggir rumah.
“Dari tadi aku gedor pintu, tapi malah dikunci dari dalam. Sementara pas aku telepon sama WA juga enggak digubris. Ternyata kalian lagi pacaran!” sebal Rain yang pada akhirnya sudah ikut duduk di atas tikar menjadi bagian dari pengantin baru yang siap makan.
“Ini nasi, satu piring lag buat aku saja. Kalian kan pengantin baru, belajar makan sepiring berdua. Kadang, makan sepiring berdua atau ramai-ramai kan ada dua makna. Pertama karena memang biar manis melebihi gula, atau memang karena lagi susah meski bukan tanggal tua!” cerewet Rain dan sukses membuat Calista dan Sabiru yang duduk bersebelahan sibuk menahan tawa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Nadiyah1511
s rain klu ngomong ya suka bener🤭💜
2024-09-27
0
Sandisalbiah
kelakuan, omongan si Rain ini plek Ojan.. untung wajah dia ingkar dr daddynya dan lebih pro ke mommynya kalau gak.. hais 🤦♀😅😅
2024-07-30
0
sherly
hahahahah emang kalo dah cinta ya apapun rela di buat... yasnia cintamu salah arahnya tu sblm Kena tilang mendingan puter balik ...
2024-07-29
0