15 : Dampak Guna—Guna

“Logikanya, jika tidak merasa memiliki power, harusnya Yasnia enggak senekat ini. Harusnya Yasnia enggak punya kepercayaan diri buat menghadapi apalagi sampai menantang aku. Kalau gini caranya, aku makin yakin, dia memang main guna-guna. Dari semprotan tadi, juga kenyataan Mas Bi yang jadi enggak tegaan ke dia. Bisa jadi, andai Mas Bi sampai meninggalkan ibadan, Mas Bi pasti sudah tunduk ke Yasnia,” pikir Calista. “Aku harus menyelesaikan ini segera karena pengaruh guna-guna biasanya sangat fatal. Kasihan Mas Bi, selain hubungan kami yang memang dipertaruhkan.” Dalam hatinya, Calista bertekad menyudahi ulah Yasnia.

“Begini yah, Ibu Yasnia. Sebelum dan sesudahnya, saya benar-benar meminta maaf jika apa yang saya lakukan telah menyakiti Ibu Yasnia. Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya benar-benar minta maaf. Namun perlu saya tekankan, apa yang Ibu Yasnia sementara saya bahkan merupakan bos Ibu, sudah sangat kelewatan. Ibu Yasnia ini sangat kura—ng ajar!”

Yasnia langsung merengut bahkan menatap bengis wanita cantik yang sampai detik ini masih duduk tenang di kursi kerja seorang Sabiru.

“Dan akan saya tekankan untuk terakhir kalinya, mengingat saya hanya akan memberi waktu kepada orang waras, ... alasan saya menikah sekaligus memiliki suami bukan untuk dibagi-bagi apalagi digi—lir, meski di agama kita, seorang suami diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu layaknya dakwah dadakan yang tadi sempat ibu Yasnia lakukan kepada saya. Sementara mengenai surga dan neraka, biarlah itu menjadi urusan saya dengan Tuhan saya. Tidak perlu bawa-bawa ibadah, agama, maupun Tuhan, kecuali jika saya sudah mencuri apalagi melakukan hal yang lebih fatal,” ucap Calista dengan gaya yang begitu elegan. Tak ada lagi amarah, selain doa dan wirid yang detik itu juga Calista lakukan di dalam hatinya. Sebab Calista tahu, melawan kekuatan atau itu pengaruh guna-guna hanya dengan doa sekaligus kuasa Alloh yang akan menolongnya. Malahan jika diladeni, bisa jadi justru Calista yang jadi terkesan bobr—ok.

“Sudah, ini beneran sudah hanya begini? Duh, andai si Calista enggak puasa dan minum air dariku, pasti dia bakalan tunduk ke aku seperti pak Sabiru. Meski selama ini juga, efek pak Sabiru masih mau menjalani ibadah sekaligus ingat agama dan Tuhannya, guna-guna dariku enggak terlalu berpengaruh,” batin Yasnia makin jengkel lantaran Calista justru mengeluarkan ponsel dan memutar surat yasin.

“Bu Calista, saya belum selesai bicara loh!” tuntut Yasnia yang kemudian berkata, “Ya sudah, nanti kalau sudah buka puasa, Ibu langsung minum air minumnya sekaligus nasi bentonya.”

“Sabar ... sabarrrr ...,” batin Calista sengaja cuek kepada Yasnia.

Seperginya Yasnia yang sangat emosional, Calista sengaja membuang segelas air minum, dan juga makanan di nampan yang Yasnia kirimkan.

“Ke bos saja nyuruh–nyuruh gitu. Aku disuruh minum sama makan yang dia siapkan. Dikiranya aku bo—doh.” Air minumnya Calista tuang ke wastafel kamar mandi. Sementara makanan termasuk potongan buahnya, sengaja Calista tuang ke tong sam—pah. Selain itu, Calista juga kepikiran air semprot milik Yasnia.

“Aku juga harus buang itu!” batin Calista bergegas keluar dari ruang kerja Sabiru.

Kebetulan, ruang kerja Yasnia hanya berupa meja konter yang keberadaannya persis di sebelah pintu ruang kerja Sabiru. Yang mana, ternyata Yasnia juga tidak ada di sana dan tasnya pun ditinggal di sana begitu saja.

Diam-diam Calista mengambil semprotan maupun lapnya. Terlebih dulu, isi air semprotnya Calista tuang ke wastafel. Kemudian, Calista juga sampai mencuci botolnya menggunakan sabun cuci tangan.

“Biar pengaruh guna-gunanya hilang!” pikir Calista sangat bersemangat. Terakhir, ia menaruh lap maupun botol semprotnya ke tong sam—pah.

Namun, Calista yang tak mau meninggalkan jejak, sengaja mengambil kantong sam—pah berisi semua buangannya. Calista sengaja membuang langsung ke lantai dasar, menaruhnya di truk sam—pah yang kebetulan baru datang dan langsung mengangkut. Saking bahagianya karena barang bukti akhirnya langsung dibawa pergi, Calista sampai memberi tukang sam—ahnya uang tips.

Adzan magrib sudah usai, tapi Calista masih tersenyum riang melepas kepergian truk samp—ah yang membawa barang bukti kejahatan Yasnia.

Sabiru yang sejak sebelum adzan magrib sudah datang ke ruang kerjanya, sudah panik karena sang istri tak kunjung pria itu temukan.

“Jangan-jangan, setelah buka puasa, si Calista langsung linglung atau malah setre—s? Kalau memang iya, berarti guna—guna bapak, topcer banget!” batin Yasnia diam-diam kegirangan di atas kekhawatiran Sabiru kepada Calista.

“Astaghfirullah ... kamu bahkan enggak bawa hape,” keluh Sabiru lantaran telepon yang ia coba kepada nomor ponsel Calista, juga disambut dering telepon ponsel Calista yang terdengar dari tas wanita itu di meja kerja Sabiru.

“Kamu yah, tahu saya sedang sangat mengkhawatirkan istri saya, bukannya membantu mencari, tapi malah senyum-senyum begitu!” marah Sabiru kepada Yasnia yang ia pergoki tengah senyum kegirangan memandangi nampan di meja kerja Sabiru.

Kaget dan tidak percaya, Yasnia rasakan detik itu juga. Sebelumnya, Yasnia belum pernah Sabiru semarah itu apalagi kepadanya. “Kok jadi gini?” batinnya.

“Ngapain malah bengong? Cepat bantu temukan nyonya Calista! Cek ke CCTV, cari ke mana dia pergi! Kalau dia sampai kenapa-kenapa bagaimana?!” Sampai detik ini Sabiru masih marah-marah.

Yasnia yang memang langsung ketakutan, tak memiliki pilihan lain selain pergi dari sana. “Aku pergi bukan karena aku mau cari. Maaf-maaf saja, ngapain juga aku cari. Mending bikin kopi apa nyeduh mi di kantin.” Seperti niatnya, Yasnia sungguh melakukan itu.

Padahal di kantin yang dimaksud Yasnia, Calista yang sudah langsung akrab dengan karyawan di sana, membawa nampan berisi dua gelas kopi hitam dan juga dua buah pop—mi.

“Tukang guna—guna ke sini juga. Dia enggak boleh lihat aku!” pikir Calista dengan cekatan bergabung di antara kerumunan karyawan yang juga akan meninggalkan kantin.

“Aku memang awam ke hal-hal mistis gitu. Namun setidaknya, asal sholat lima waktu maupun ibadah sunah lain aku jalani, insya Allah andai sampai kena, dampaknya enggak sefatal yang mereka harapkan,” batin Calista yang lagi-lagi terlibat obrolan renyah dengan karyawan di sana, sebelum mereka benar-benar berpisah.

Calista tak butuh waktu lama untuk sampai di ruang kerja Sabiru karena ia sengaja memakai lift khusus CEO dan para klien. Sabiru tengah berkemas dan tampak akan pulang. Namun, suara langkah dan juga aroma kopi maupun mi yang Calista bawa sudah langsung mengusiknya.

“Astaghfirullah Sayaaaaanggggggggg!” Saking gemasnya dengan Calista, Sabiru yang tak lagi di kursi roda, buru-buru melangkah menghampiri.

“Aku mau pulang sekarang. Yuk pulang yuk Mas Bi. Pulang ke rumah orang tuaku. Ini makannya di mobil saja!” rengek Calista.

Tak lama kemudian, seseorang datang dan itu ajudan Sabiru. Melalui kode mata, Sabiru meminta ajudannya untuk mengambil nampan yang Calista bawa, agar dirinya bisa memeluk sang istri dengan leluasa.

“Ya sudah, ayo kita pulang. Kamu tolong bawa nampan itu ke mobil, nyonyamu mau makan di mobil. Sekalian tas kerja saya!” sergah Sabiru yang sudah langsung menenteng tas milik Calista.

“Kursi rodanya juga wajib dibawa loh Mas!” protes Calista.

“Oke, nanti aku minta bantuan OB saja di luar,” balas Sabiru sangat lembut.

“Serius ini, bukan apa-apa serba Yasnia lagi?” batin Calista makin girang ketika Sabiru mengeluhkan keberadaan Yasnia yang tidak ada di ruang kerjanya.

“Gimana sih tuh kerjanya!” lirih Sabiru benar-benar sewot.

Calista yang masih Sabiru gandeng makin menerka-nerka, sekuat itu pengaruh guna-guna, hingga setelah Calista singkirkan dampaknya sudah sangat luar biasa?

Terpopuler

Comments

Nadiyah1511

Nadiyah1511

waduh serem juga ya mau nan nya s yasinan nih

2024-09-27

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

ternyata pakanya Yasnia langsung yg jadi dukun buat guna² in Sabiru biar tunduk ke Yasnia.. kelyarga gila emang.. pengen hidup enak dgn cara gila..

2024-07-30

0

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

aaaaahhhh.. bagus calista 👏👏👏👏
ulet bulu memang patut digituin 😎😎

2023-12-21

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Alasan Kenapa Kami Harus Menikah
2 2 : Jawaban Sabiru Dan Keluarga Besar
3 3 : Pengantin Baru
4 4 : Yasnia
5 5 : Alasan Dan Masa Lalu
6 6 : Tak Mau Melukai
7 7 : Cinta yang Kembali Membara
8 8 : Rumah Impian dan Ciu—man Pertama
9 9 : Boleh Lagi?
10 10 : Rumah Tangga Romantis
11 11 : Ingin Punya Anak
12 12 : Hari-Hari yang Makin Manis
13 13 : Bibit Pela—kor
14 14 : Pelak—or Nekat
15 15 : Dampak Guna—Guna
16 16 : Menceritakan Kelakuan Yasnia
17 17 : Terbongkar
18 18 : Dinas Keluar Kota
19 19 : Jadi Manja Dan Bibit Pebinor
20 20 : Kondangan
21 21 : Resepsi Romantis
22 22 : Kebakaran!
23 23 : Kerikil yang Sudah Disingkirkan
24 24 : Perubahan Calista
25 25 : Imun
26 26 : Bahagia Banget!
27 27 : Di Rumah Mertua
28 28 : Pernikahan Manis
29 29 : Bumbu Cinta
30 30 : Lahiran Dan Kesurupan
31 31 : Gemilang & Gemintang
32 32 : Kode Mengerikan Dari Anak-Anak
33 33 : Selalu Menjadi Cinta Pertama
34 34 : Kejutan Manis
35 35 : Pura-Pura Tidak Kenal
36 36 : Emran, Target Baru Yasnia
37 37 : Lebih Dari Terkejut
38 38 : Peko-k Dan Go-blog
39 39 : Hilangnya Calista Dan Gemilang
40 40 : Tetangga Mencurigakan
41 41 : Lebih Dari Menegangkan
42 Keluarga Harmonis (Tamat)
43 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat!
44 Novel Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
45 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
46 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
47 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
48 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
49 Novel Roncom : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
50 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
51 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 51 Episodes

1
1 : Alasan Kenapa Kami Harus Menikah
2
2 : Jawaban Sabiru Dan Keluarga Besar
3
3 : Pengantin Baru
4
4 : Yasnia
5
5 : Alasan Dan Masa Lalu
6
6 : Tak Mau Melukai
7
7 : Cinta yang Kembali Membara
8
8 : Rumah Impian dan Ciu—man Pertama
9
9 : Boleh Lagi?
10
10 : Rumah Tangga Romantis
11
11 : Ingin Punya Anak
12
12 : Hari-Hari yang Makin Manis
13
13 : Bibit Pela—kor
14
14 : Pelak—or Nekat
15
15 : Dampak Guna—Guna
16
16 : Menceritakan Kelakuan Yasnia
17
17 : Terbongkar
18
18 : Dinas Keluar Kota
19
19 : Jadi Manja Dan Bibit Pebinor
20
20 : Kondangan
21
21 : Resepsi Romantis
22
22 : Kebakaran!
23
23 : Kerikil yang Sudah Disingkirkan
24
24 : Perubahan Calista
25
25 : Imun
26
26 : Bahagia Banget!
27
27 : Di Rumah Mertua
28
28 : Pernikahan Manis
29
29 : Bumbu Cinta
30
30 : Lahiran Dan Kesurupan
31
31 : Gemilang & Gemintang
32
32 : Kode Mengerikan Dari Anak-Anak
33
33 : Selalu Menjadi Cinta Pertama
34
34 : Kejutan Manis
35
35 : Pura-Pura Tidak Kenal
36
36 : Emran, Target Baru Yasnia
37
37 : Lebih Dari Terkejut
38
38 : Peko-k Dan Go-blog
39
39 : Hilangnya Calista Dan Gemilang
40
40 : Tetangga Mencurigakan
41
41 : Lebih Dari Menegangkan
42
Keluarga Harmonis (Tamat)
43
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat!
44
Novel Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
45
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
46
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
47
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
48
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
49
Novel Roncom : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
50
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
51
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!