4 : Yasnia

“Baru istri, kan? Mereka pengantin baru. Cukup bikin Calista dicerai, aku tetap jadi ratu buat pak Sabiru. Atau setidaknya, asal aku bisa membuat pak Sabiru menikahiku, hubungan kami pasti lebih manis dari madu! Mohon maaf, ya. Status sekaligus hubungan kalian beneran enggak penting!” batin Yasnia.

Sempat menghela napas lega karena berpikir, Yasnia akan pergi dari sana, Calista dan Sabiru justru kompak melotot karena bukannya pergi, Yasnia yang membongkar kantong berisi makanan bawaannya malah bermaksud menyuapi Sabiru.

“Ngigo, kamu?!” lirih Sabiru jengkel.

“Mungkin pas pembagian urat malu, dia transmigrasi, Mas. Jadinya ... ya enggak punya urat malu karena memang enggak kejatah!” yakin Calista dan sukses membuat Sabiru tertawa sambil menatapnya penuh cinta. Kendati demikian, Calista tetap tidak bisa menyudahi rasa canggungnya kepada sang suami. Terlebih ketika tangan kiri Sabiru mengelus pipi kanan Calista penuh cinta, bersin Calista makin menjadi-jadi.

“Bengek!” sinis Yasnia melirik tak suka Calista.

“Aku beneran sakit hati kamu bilang gitu ke istriku!” kesal Sabiru.

“Enggak apa-apa, Mas. Siapa tahu bisa jadi ladang pengurangan dosaku,” ucap Calista tak mau ambil pusing.

Namun, Sabiru tidak bisa tinggal diam. “Apa pun alasannya, saya benar-benar akan marah kalau kamu tetap di sini, sementara sekarang, selain sudah sangat malam, saya juga sangat ingin berduaan dengan istri saya!”

Bukan hanya Calista yang sadar bahwa kini, Sabiru benar-benar marah. Karena Yasnia yang ibaratnya tengah dihakimi juga paham itu.

“Pak Sabiru, saya hanya ingin menjalankan tugas saya, selain memang ada beberapa pekerjaan yang harus secepatnya kita bahas sekaligus selesaikan.” Bagi Yasnia, pekerjaan sekaligus jabatannya dalam perusahaan Sabiru ibarat senj*a ampuh untuknya mengelabuhi pria itu.

“Tugas apa, dan pekerjaan apa? Jelaskan secepat mungkin sekarang juga. Lima menit dari sekarang, jika kamu tidak bisa menyelesaikannya, kamu saya pecat!” sergah Sabiru benar-benar tegas.

“Lumrahnya, kalau memang tidak ada sesuatu, harusnya kamu takut. Andaipun kamu baper ke Mas Sabiru, ... ya jangan bu*n*uh diri gitu loh!” ucap Calista sembari menatap sedih Yasnia dan baginya sudah mempermalukan dirinya sendiri.

Yasnia yang takut benar-benar dipecat Sabiru, berangsur berdeham. Tanpa kembali menatap menantang Calista, ia yang berangsur menunduk berkata, “Ya sudah ... saya pamit. Kalau ada apa-apa, Pak Sabiru cukup hubungi saya.” Kali ini ia sengaja menatap Sabiru penuh harap sebelum mereka benar-benar berpisah.

Sempat berpikir akan ditahan dan setidaknya Sabiru basa-basi kepada Yasnia, tapi nyatanya kepergian Yasnia dari sana tanpa hambatan.

“Serius, ini, aku dibiarin pergi? Apa pak Sabiru terlalu malu mengakuiku?” pikir Yasnia.

Karena terlalu tidak percaya dan memang tidak bisa menerima kenyataan, Yasnia berinisiatif menunggu di sebelah pintu ruang rawat Sabiru. Yasnia berharap Sabiru segera menghubunginya, hingga ia juga sudah sampai menggenggam ponselnya. Berharap, melalui gawai putih miliknya, Sabiru akan meminta maaf. Sabiru akan mengabari bahwa pria itu juga menginginkan Yasnia. Hanya saja karena kini ada Calista, mereka harus melakukannya dalam senyap.

Akan tetapi keyakinan Yasnia sirna lantaran setelah sepuluh menit menunggu dan kabar dari Sabiru tak kunjung ia dapatkan, ia yang nekat mengintip keadaan di dalam malah memergoki pemandangan yang membuat jantungnya seperti ditus*uk-tus*uk. Karena di dalam sana, Sabiru yang tangan dan kakinya diperban tuntas layaknya mumi, tengah berusaha miring hanya untuk merangkul Calista. Sabiru tengah berusaha memeluk sekaligus menc*ium wanita yang beberapa saat lalu, Sabiru tegaskan sebagai istrinya.

“Calista ...,” batin Yasnia benar-benar sakit hati kepada wanita yang sampai membuatnya kehilangan jati diri. Karena demi meluluhkan hati seorang Sabiru, Yasnia nekat menirukan gaya Calista agar Sabiru tertarik kepada Yasnia.

Demi dicintai Sabiru, Yasnia memang nekat berhijab sekaligus memperdalam agama. Yasnia menirukan setiap cara sekaligus gaya Calista. Hanya saja, usaha Yasnia yang sudah ditekuni selama empat tahun terakhir, sama sekali belum membuahkan hasil. Termasuk itu meski hubungan Sabiru dan Calista sempat putus. Nyatanya kini keduanya justru sudah menikah. Bahkan kini, bibir Sabiru menempel di pipi kiri Calista. Bibir berisi yang begitu Yasnia dambakan itu seolah tidak mau lepas dari pipi kiri Calista.

Lagi-lagi, rasa tidak nyaman membuat Calista hanya pura-pura tidur. Calista bahkan tidak bisa menghentikan tawanya hingga ia menjadi alasan sang suami menertawakannya.

“Apaan sih mereka!” sebal Yasnia tak tahan dan memilih pergi dari sana. Jiji*k rasanya ia menyaksikan ekspresi malu-malu Calista yang menggunakan kedua jemari tangannya untuk menutupi wajah demi menghindari Sabiru.

“Kalau memang belum mengantuk, ayo kita ngobrol. Atau kalau enggak, kamu mau makan apa? Nanti aku bilang ke orangku buat urus,” lembut Sabiru tidak bisa untuk tidak mengelus sebelah wajah maupun hidung sang istri.

Calista yang awalnya masih bertahan menutupi sebagian wajahnya menggunakan jemari tangannya, berangsur menatap Sabiru.

“Tentu saja bukan Yasnia. Sumpah demi apa pun, aku enggak ada rasa ke Yasnia. Aku cinta dan sayangnya cuma ke kamu, dan aku yakin kamu tahu itu!” sergah Sabiru meyakinkan.

“Ssstttt! Sumpah yah, Mas. Sakit hati aku dengarnya. Kamu bilang begitu karena kamu belum sadar!” sedih Yasnia memilih buru-buru pergi dari sana.

“Kamu kan tahu kalau aku punya pengawal pribadi. Ya kayak kamu ... keluarga kita kan dikawal khusus oleh mafia,” lembut Sabiru lagi.

“Tapi kalau Yasnia terus gitu mirip orang kesuru*pan, cari yang lain saja, yah, Mas?” pinta Calista lembut dan Sabiru langsung mengangguk-angguk.

“Ini makanan dari dia, susun di kantongnya lagi dan kasih ke suster sama satpam yang jaga di luar saja. Kamu mau makan apa minum apa, tinggal bilang. Nanti pesan ke pengawalku,” sergah Sabiru makin yakin dengan keputusannya membuat sang istri percaya.

Lagi-lagi, Yasnia yang nekat kembali kemudian mengintip, juga berakhir sakit hati.

“Innalilahiiiii!” jerit Yasnia dalam hati ya dan kali ini benar-benar menangis. Selain itu, kali ini Yasnia juga benar-benar pergi.

Makanan dan minuman yang Yasnia bawa sudah Calista kantongi semua. Dua kantong tersebut juga langsung Calista bawa keluar karena niatnya memang seperti arahan Sabiru. Semua itu akan Calista antar ke pos suster maupun satpam yang jaga di lantai kamar rawat Sabiru berada.

“Hati-hati,” lembut Sabiru yang sebenarnya sedang sangat tersiksa akibat luka bekas operasinya. Hanya saja, ia tidak bisa untuk tidak memperlakukan sang istri penuh cinta. Perlakuan yang sangat kontras dari caranya memperlakukan orang lain apalagi Yasnia.

“Masya Allah, andai para jomblo di luar sana tahu perlakuan suamiku kepadaku, pasti mereka nangis batin. Termasuk si Yasnia, sepertinya dia juga bakalan nangis batin!” batin Calista.

Calista keluar dari ruang rawat sang suami dengan senyum yang begitu indah. Di tengah kesunyian suasana malam, kedatangannya sudah langsung disambut hangat oleh suster yang berjaga. Kata terima kasih terus menyertai langkah kepergiannya dari mereka.

“Duh, masuk ke ruang rawat mas Bi, langsung deg-degan lagi,” batin Calista langsung kembali bersin, ketika pada akhirnya, tatapannya bertemu dengan tatapan Sabiru. Suaminya itu tampak sengaja menunggu di tengah kenyataannya yang pucat sekaligus berkeringat. Sabiru tampak jelas menahan rasa sakit mendalam.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

sumpah.. menghadapi org yg terobsesi itu serem banget, soalnya mereka itu suka bertindak nekat, bahkan bisa melakukan hal² yg diluar nurul... dan dr gelagatnya Yasnia ini bisa jd psycopath krn obsesinya itu, buktinya dia dgn sengaja cosplay jd Calista demi menarik perhatian dan simpati Sabiru kan..??

2024-07-30

0

sherly

sherly

kalo dekat sabiru deh degkan efeknya bersin bersin... ah Calista jd ketahuan donk kalo kamu lagi tegang

2024-07-29

0

sherly

sherly

pede bener yasnia nih, hadew si biru nih ngasih apa sih ke dia sampai kok ngarep banget ditlp

2024-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Alasan Kenapa Kami Harus Menikah
2 2 : Jawaban Sabiru Dan Keluarga Besar
3 3 : Pengantin Baru
4 4 : Yasnia
5 5 : Alasan Dan Masa Lalu
6 6 : Tak Mau Melukai
7 7 : Cinta yang Kembali Membara
8 8 : Rumah Impian dan Ciu—man Pertama
9 9 : Boleh Lagi?
10 10 : Rumah Tangga Romantis
11 11 : Ingin Punya Anak
12 12 : Hari-Hari yang Makin Manis
13 13 : Bibit Pela—kor
14 14 : Pelak—or Nekat
15 15 : Dampak Guna—Guna
16 16 : Menceritakan Kelakuan Yasnia
17 17 : Terbongkar
18 18 : Dinas Keluar Kota
19 19 : Jadi Manja Dan Bibit Pebinor
20 20 : Kondangan
21 21 : Resepsi Romantis
22 22 : Kebakaran!
23 23 : Kerikil yang Sudah Disingkirkan
24 24 : Perubahan Calista
25 25 : Imun
26 26 : Bahagia Banget!
27 27 : Di Rumah Mertua
28 28 : Pernikahan Manis
29 29 : Bumbu Cinta
30 30 : Lahiran Dan Kesurupan
31 31 : Gemilang & Gemintang
32 32 : Kode Mengerikan Dari Anak-Anak
33 33 : Selalu Menjadi Cinta Pertama
34 34 : Kejutan Manis
35 35 : Pura-Pura Tidak Kenal
36 36 : Emran, Target Baru Yasnia
37 37 : Lebih Dari Terkejut
38 38 : Peko-k Dan Go-blog
39 39 : Hilangnya Calista Dan Gemilang
40 40 : Tetangga Mencurigakan
41 41 : Lebih Dari Menegangkan
42 Keluarga Harmonis (Tamat)
43 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat!
44 Novel Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
45 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
46 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
47 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
48 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
49 Novel Roncom : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
50 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
51 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 51 Episodes

1
1 : Alasan Kenapa Kami Harus Menikah
2
2 : Jawaban Sabiru Dan Keluarga Besar
3
3 : Pengantin Baru
4
4 : Yasnia
5
5 : Alasan Dan Masa Lalu
6
6 : Tak Mau Melukai
7
7 : Cinta yang Kembali Membara
8
8 : Rumah Impian dan Ciu—man Pertama
9
9 : Boleh Lagi?
10
10 : Rumah Tangga Romantis
11
11 : Ingin Punya Anak
12
12 : Hari-Hari yang Makin Manis
13
13 : Bibit Pela—kor
14
14 : Pelak—or Nekat
15
15 : Dampak Guna—Guna
16
16 : Menceritakan Kelakuan Yasnia
17
17 : Terbongkar
18
18 : Dinas Keluar Kota
19
19 : Jadi Manja Dan Bibit Pebinor
20
20 : Kondangan
21
21 : Resepsi Romantis
22
22 : Kebakaran!
23
23 : Kerikil yang Sudah Disingkirkan
24
24 : Perubahan Calista
25
25 : Imun
26
26 : Bahagia Banget!
27
27 : Di Rumah Mertua
28
28 : Pernikahan Manis
29
29 : Bumbu Cinta
30
30 : Lahiran Dan Kesurupan
31
31 : Gemilang & Gemintang
32
32 : Kode Mengerikan Dari Anak-Anak
33
33 : Selalu Menjadi Cinta Pertama
34
34 : Kejutan Manis
35
35 : Pura-Pura Tidak Kenal
36
36 : Emran, Target Baru Yasnia
37
37 : Lebih Dari Terkejut
38
38 : Peko-k Dan Go-blog
39
39 : Hilangnya Calista Dan Gemilang
40
40 : Tetangga Mencurigakan
41
41 : Lebih Dari Menegangkan
42
Keluarga Harmonis (Tamat)
43
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat!
44
Novel Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
45
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
46
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
47
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
48
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
49
Novel Roncom : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
50
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
51
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!