12 : Hari-Hari yang Makin Manis

Buuuuuuuuukkkkk!

“Sayang, jangan jatuh-jatuh terus. Aku saja yang patah tulang, harus susah payah menjalani perawatan. Lah kamu kok langganan jatuh bahkan memperpanjang.”

Program hamil yang Calista dan Sabiru jalani memang membuat Sabiru makin perhatian sekaligus mesra. Akan tetapi, kenyataan tersebut justru membuat Calista kerap melakukan kesalahan karena terlalu gugup sekaligus malu.

Selain itu, kejutan manis makin sering mewarnai kebersamaan sekaligus rumah tangga Calista, dari Sabiru. Hingga Calista mulai menduga-duga, alasan Sabiru tak sampai membuat orang lain ada di rumah mereka, bahkan itu untuk seorang pekerja, agar mereka bisa bermesraan dengan leluasa.

Layaknya kini, setelah mendatangi Calista diam-diam sambil membawa buket mawar pink ke dapur, Sabiru juga sengaja mendekap tubuh Calista dari belakang.

“Aduh ... gimana aku enggak makin cinta?” lirih Calista dan memang berkeluh kesah. Sabiru langsung menahan tawanya dan perlahan menc*ium gemas kepala istrinya.

“Tapi ini aku mau beresin cuci gerabah dulu. Bunganya tolong taruh di meja Mas, nanti kena air sabun,” tawar Calista yang memang mulai manja. Kenyataan yang terjadi karena ia mulai terbawa suasana.

“Masaknya sudah beres, kan? Cuci-cucinya nanti saja. Nanti aku yang beresin,” bujuk Sabiru hingga mendapat predikat—si paling gigih dalam merayu—oleh sang istri.

“Enggak ih. Lagian Mas juga belum boleh berdiri lama-lama apalagi sampai jalan sana sini. Pen-nya saja baru akan dilepas nanti kalau sudah tiga bulan dari operasi,” ucap Calista.

“Yang penting kamu jangan bilang ke yang lain apalagi pihak rumah sakit, pasti aman! Buktinya, aku mulai bisa jalan,” bujuk Sabiru.

“Mas jangan ngeyel dong!” keluh Calista.

“Siapa yang ngeyel? Ini aku lagi usaha, soalnya ritsleting gamis di punggung kamu susah dibuka!” rengek Sabiru. Karena meski sudah sampai menggunakan jemari tangan kanannya yang mulai bisa bergerak dengan leluasa, ritsleting di punggung Calista, tetap tak kunjung berhasil ia buka.

Bukannya marah, Calista yang awalnya sedang membilas panci, justru tertawa. Ia berangsur mematikan air kerannya. Ia yang juga menjadi tertawa, berangsur menoleh menatap suaminya. “Mau ngapain sih, buka-buka?”

Ditodong pertanyaan tersebut, Sabiru yang awalnya masih berusaha menarik ritsleting, juga menjadi tertawa. “Mau minta lagi ....” Ia menatap sang istri dengan sangat memohon.

“Minta apa lagi, gimana?” balas Calista yang berakhir menertawakan suaminya.

“Minta lagi, please. Mumpung masih jadi.pengangguran sukses, belum urus pekerjaan apalagi sampai dinas keluar kota.” Kali ini Sabiru merengek layaknya akan menangis.

“Habis isya, habis sholat malam, habis subuh, sehari beneran bisa lebih dari tiga kali melebihi minum obat ih!” ucap Calista masih belum bisa menyudahi tawanya. Di hadapannya, sang suami yang menjadi salah tingkah, selain wajah Sabiru yang jadi merah merona, terus berdalih selagi pria itu belum terikat pekerjaan.

“Dengan kata lain, Mas bukannya pengangguran sukses. Soalnya Mas sudah punya kerjaan baru,” sebal Calista.

“Pekerjaan baru maksudmu, ngerodi kamu demi cepat punya anak?” ucap Sabiru yang berakhir terbahak.

Sabiru berangsur membenamkan wajahnya di leher Calista karena kebetulan, kini Calista tak memakai kerudung. Karena rutinitas manis mereka sebagai suami istri, mereka memang jadi sering keramas, hingga sampai kini, rambut panjang Calista masih setengah basah.

“Sekali-kali kita coba di tempat lain selain kamar!” ucap Sabiru berbisik-bisik.

“Ah, Mas Biru. Sudah enggak jelas, kalau gini caranya!” rengek Calista langsung tersipu malu. Ia sengaja menggunakan kedua tangannya untuk menutupi wajah.

“Tangan kamu masih ada busanya,” ucap Sabiru benar-benar peduli kepada sang istri. Ia sengaja mencuci kedua tangan Calista, sebelum kembali melanjutkan usahanya.

“Ini beneran mau ... eks-sekusi di sini?” rengek Calista pasrah.

“Sekali-kali coba nuansa beda!” ucap Sabiru bersemangat.

“Astaghfirullah ... semoga Rain enggak ke sini dan mendadak masuk lewat pintu dapur!” doa Calista benar-benar pasrah seiring kedua tangannya yang membingkai wajah tampan suaminya.

“Makanya aku enggak kasih kunci serep rumah ini ke siapa pun termasuk Rain,” balas Sabiru.

“Tapi yang namanya Rain bisa nekat gedor-gedor atau malah ngintip dari jendela,” balas Calista sebelum mereka benar-benar fokus pada keinginan Sabiru.

Akan tetapi, bunyi bel rumah mereka tak lama setelah gamis Calista lepas, membuat mereka tak ubahnya malin—g yang tertangkap basah.

“Kan ada yang datang,” panik Calista buru-buru turun dari meja makan tanpa membuat Sabiru membantunya.

“Paling Rain,” balas Sabiru.

“Takutnya yang lain. Bentar aku lihat dulu! Tunggu!” ucap Calista buru-buru memakai gamisnya.

Beberapa saat kemudian, baik Calista bahkan sekelas Sabiru jadi tak berkutik karena yang datang justru orang tua mereka. Kunjungan kedua orang tua mereka sungguh membuat Sabiru dan Calista yang mulai terbiasa mesra, jadi mati gaya.

“Ini masakannya Mbak Lista?” Pak Helios dibuat takjub dengan pandangan dapur di rumah putrinya yang sudah dihiasi aneka masakan.

“Mah, bawa pulang semua ini masakan, Mah. Masa iya cuma Mas Sabiru yang dimasakin anak perempuan kita!” lanjut pak Helios heboh dan sukses membuat semuanya tertawa.

“Aku siapin piring dulu, ya. Tapi piringnya hanya enam,” ucap Calista tersenyum pasrah.

“Nanti Mamah minta pak Mus buat kirim, soalnya di rumah juga numpuk. Perabot yang lain juga, kalian nggak usah beli,” ucap ibu Chole.

“Iya. Di rumah juga banyak gelas. Ada beberapa lemari juga yang masih nganggur. Pasang di sini saja,” ucap ibu Azzura masih mengawasi keadaan di sana bersama sang suami. Malahan kini, pak Excel membuka pintu dapur hingga pemandangan di luar sana membuat mereka takjub.

“Ada kebun sayur juga!” heboh pak Excel.

“Wah!” Pak Helios tai kalah heboh. “Sekalian bikin kolam ikan dong, Mas. Pakai terpal saja, enggak usah gali-gali. Lumayan buat konsumsi sehari-hari. Lebih sehat juga.” Pak Helios menyusul keluar.

Ketika para orang tua kompak keluar, Sabiru dan Calista yang sempat mati gaya sekaligus jaga jarak, refleks bertatapan.

“Setegang ini ...,” lirih Sabiru sambil menahan tawanya.

Calista mesem dan perlahan tersipu. “Ini sudah jam berapa yah, Mas? Jam sembilan aku ada rapat via zoom.”

“Kamu tanya jam, bikin aku sadar, kita wajib taruh jam juga di dapur.” Sabiru mengakhiri ucapannya dengan senyum semringah. Senyum yang juga dibalas dengan senyum yang sama oleh sang istri.

“Sepertinya sudah banyak peningkatan ini,” sindir pak Helios kepada sang putri yang tetap bertahan di sebelah Sabiru.

Calista meyalan—i Sabiru layaknya para mamah mereka kepada sang suami.

Ketika Calista hanya tersipu, tidak dengan para orang tua apalagi ibu Chole dan ibu Azzura yang langsung tertawa heboh. Di sana, yang paling kalem benar-benar hanya pak Excel dan pengantin baru yang tengah mereka kunjungi.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

papa Helios mah udah terkontaminasi kegresekan Ojan, makanya sekarang jd ikutan rame

2024-07-30

0

Alanna Th

Alanna Th

senengnya besanny akur, otomatis hbngn mertua mnantupun adem ayem ya

2024-04-17

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

wah kalo uda akrab datang pun kompakan

2023-12-12

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Alasan Kenapa Kami Harus Menikah
2 2 : Jawaban Sabiru Dan Keluarga Besar
3 3 : Pengantin Baru
4 4 : Yasnia
5 5 : Alasan Dan Masa Lalu
6 6 : Tak Mau Melukai
7 7 : Cinta yang Kembali Membara
8 8 : Rumah Impian dan Ciu—man Pertama
9 9 : Boleh Lagi?
10 10 : Rumah Tangga Romantis
11 11 : Ingin Punya Anak
12 12 : Hari-Hari yang Makin Manis
13 13 : Bibit Pela—kor
14 14 : Pelak—or Nekat
15 15 : Dampak Guna—Guna
16 16 : Menceritakan Kelakuan Yasnia
17 17 : Terbongkar
18 18 : Dinas Keluar Kota
19 19 : Jadi Manja Dan Bibit Pebinor
20 20 : Kondangan
21 21 : Resepsi Romantis
22 22 : Kebakaran!
23 23 : Kerikil yang Sudah Disingkirkan
24 24 : Perubahan Calista
25 25 : Imun
26 26 : Bahagia Banget!
27 27 : Di Rumah Mertua
28 28 : Pernikahan Manis
29 29 : Bumbu Cinta
30 30 : Lahiran Dan Kesurupan
31 31 : Gemilang & Gemintang
32 32 : Kode Mengerikan Dari Anak-Anak
33 33 : Selalu Menjadi Cinta Pertama
34 34 : Kejutan Manis
35 35 : Pura-Pura Tidak Kenal
36 36 : Emran, Target Baru Yasnia
37 37 : Lebih Dari Terkejut
38 38 : Peko-k Dan Go-blog
39 39 : Hilangnya Calista Dan Gemilang
40 40 : Tetangga Mencurigakan
41 41 : Lebih Dari Menegangkan
42 Keluarga Harmonis (Tamat)
43 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat!
44 Novel Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
45 Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
46 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
47 Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
48 Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
49 Novel Roncom : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
50 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
51 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 51 Episodes

1
1 : Alasan Kenapa Kami Harus Menikah
2
2 : Jawaban Sabiru Dan Keluarga Besar
3
3 : Pengantin Baru
4
4 : Yasnia
5
5 : Alasan Dan Masa Lalu
6
6 : Tak Mau Melukai
7
7 : Cinta yang Kembali Membara
8
8 : Rumah Impian dan Ciu—man Pertama
9
9 : Boleh Lagi?
10
10 : Rumah Tangga Romantis
11
11 : Ingin Punya Anak
12
12 : Hari-Hari yang Makin Manis
13
13 : Bibit Pela—kor
14
14 : Pelak—or Nekat
15
15 : Dampak Guna—Guna
16
16 : Menceritakan Kelakuan Yasnia
17
17 : Terbongkar
18
18 : Dinas Keluar Kota
19
19 : Jadi Manja Dan Bibit Pebinor
20
20 : Kondangan
21
21 : Resepsi Romantis
22
22 : Kebakaran!
23
23 : Kerikil yang Sudah Disingkirkan
24
24 : Perubahan Calista
25
25 : Imun
26
26 : Bahagia Banget!
27
27 : Di Rumah Mertua
28
28 : Pernikahan Manis
29
29 : Bumbu Cinta
30
30 : Lahiran Dan Kesurupan
31
31 : Gemilang & Gemintang
32
32 : Kode Mengerikan Dari Anak-Anak
33
33 : Selalu Menjadi Cinta Pertama
34
34 : Kejutan Manis
35
35 : Pura-Pura Tidak Kenal
36
36 : Emran, Target Baru Yasnia
37
37 : Lebih Dari Terkejut
38
38 : Peko-k Dan Go-blog
39
39 : Hilangnya Calista Dan Gemilang
40
40 : Tetangga Mencurigakan
41
41 : Lebih Dari Menegangkan
42
Keluarga Harmonis (Tamat)
43
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat!
44
Novel Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
45
Novel : Rujuk Bersyarat Turun Ranjang
46
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
47
Novel Hyera : Menikahi Wanita Taruhan
48
Promo Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
49
Novel Roncom : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
50
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
51
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!