Bab 20 Mencari Reva

Selama dalam perjalanan, Dava benar-benar tidak enak hati. Dua minggu lamanya dia mengacuhkan Reva yang sama sekali tidak mempunyai salah apa-apa.

"Bodoh sekali, aku sudah menyalahkan istriku sendiri dan membenci dia tanpa seba," gumam Dava.

Berkali-kali dia memukul stir mobilnya saking dia marah kepada dirinya sendiri. Dava melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga beberapa saat kemudian Dava pun sampai di rumah.

Dava keluar dari dalam mobilnya dan langsung berlari menuju kamarnya, dia ingin sekali cepat bertemu dengan istrinya dan meminta maaf atas apa yang sudah dia lakukan.

"Sayang!"

Dava mencari keberadaan Reva di kamarnya, ternyata tidak ada, dia beralih ke kamar mandi.

"Sayang, apa kamu ada di dalam!" teriak Dava.

Tidak ada jawaban sama sekali, Dava pun membuka pintu kamar mandi dan ternyata kosong tidak ada siapa-siapa.

"Dia ke mana, kok gak ada?" gumam Dava.

Dava langsung turun dan mencari Wati. "Bi Wati!"

"Iya, ada apa Mas Dava?" tanya Bi Wati.

"Reva ke mana? kok, gak ada?"

"Bu Reva sama Mas Rian sudah pergi dari rumah ini, Mas."

"Pergi? pergi ke mana?" tanya Dava kaget.

"Kata Bu Reva, ia ingin menenangkan diri dulu tapi Bu Reva sama Mas Rian bawa koper besar dan sampai sekarang belum pulang lagi ke sini," sahut Bi Wati.

"Kapan mereka pergi?"

"Satu minggu yang lalu Mas."

Dava terkejut, dia berlari ke kamar Rian dan memeriksa semuanya ternyata kamar Rian sudah kosong bahkan lemarinya pun sudah kosong juga. Setelah itu, dia berlari ke kamarnya dan melihat lemarinya juga. Baju Reva pun sudah tidak ada di sana, Dava menjambak rambutnya sendiri.

"Kamu pergi ke mana, sayang? maafkan aku karena sudah membuatmu terluka," gumam Dava.

Dava terdiam sebentar, lalu beralih ke ruangan kerjanya. Dia mengotak-ngatik laptop dan melihat kejadian di saat Chika dan Cello kecelakaan.

Lagi-lagi Dava dibuat terkejut, benar saja Reva sama sekali tidak menyuruh Chika dan Cello untuk membeli susu. Dava melihat setiap harinya dan terlihat sekali Reva sangat sedih bahkan Reva sering menangis sendirian.

Dava melihat saat Reva jatuh pingsan dan Rian terlihat panik, lalu yang terakhir Dava melihat Reva dan Rian pergi dengan membawa koper.

"Astaga, aku jahat sekali sudah membuat Reva sedih bahkan dengan teganya aku mengacuhkan Reva yang saat ini sedang mengandung anakku," gumam Dava dengan mengusap wajahnya kasar.

Dava segera menghubungi Reva namun ponsel Reva tidak aktif, lalu Dava beralih menghubungi Rian dan ternyata ponsel Rian pun tidak aktif. Rian memang sudah mengganti nomornya, sedangkan Reva sengaja mematikan ponselnya.

"Ya Allah, aku harus cari mereka ke mana?" batin Dava.

Dava teringat akan sekolah Rian. "Ya, aku cari ke sekolahan Rian saja."

Dava segera menyambar kunci mobilnya lagi dan langsung melajukan mobilnya menuju sekolah Rian.

"Jam segini Rian belum pulang, mudah-mudahan Rian sekolah," gumam Dava.

Dava melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga beberapa saat kemudian Dava pun sampai di depan sekolah Rian. Dava langsung menuju ruangan guru dan berapa terkejutnya Dava saat mendengar kalau Ria sudah keluar dan pindah sekolah satu minggu yang lalu.

"Aku harus mencari mereka ke mana? aku sama sekali tidak tahu di mana mereka tinggal," gumam Dava dengan menjambak rambutnya sendiri.

Dava tidak tahu harus ke mana, hingga setelah mengelilingi kota Jakarta dan mencari Reva ke tempat yang mungkin tahu keberadaan Reva, akhirnya Dava memilih kembali ke rumah sakit.

Dava melangkahkan kakinya dengan gontai dan masuk ke dalam ruangan rawat Chika dan Cello. Dava melihat kedua keponakannya tertidur dengan lelap.

"Kamu kenapa Dava? kok kamu kelihatan sedih, apa Reva marah sama kamu?" tanya Mama Amelia.

"Setiap Mama pulang, apa Mama tidak pernah melihat Reva?" tanya Dava lemas.

"Tidak, Reva selalu ada di kamarnya dan Mama tidak pernah melihatnya juga. Pasti Reva marah ya? wajar sih kalau Reva marah karena kita sudah menyalahkan dia padahal dia sama sekali tidak melakukan apa pun," sahut Mama Amelia menyesal.

"Reva dan Rian sudah pergi dari rumah satu minggu yang lalu," seru Dava.

"Apa? pergi ke mana?" tanya Mama Amelia kaget.

"Dava tidak tahu."

Dava dan Amelia sangat menyesal sudah marah-marah kepada Reva padahal Reva tidak salah sama sekali, bahkan mereka berdua mengacuhkan Reva dan tidak memperdulikan Reva.

"Astaga, Mama merasa sangat bersalah sudah mengacuhkan Reva padahal saat ini Reva sedang mengandung cucu Mama," seru Mama Amelia sedih.

"Bodoh-bodoh, kenapa aku bisa sebodoh itu," geram Dava.

"Kamu sudah mencari Reva?"

"Sudah, tapi Dava sama sekali tidak bisa menemukan Reva dan Rian. Dava sangat khawatir kepada mereka, setahun Dava mereka sudah tidak punya kerabat lagi di sini," seru Dava mengusap wajahnya dengan kasar.

"Astaga, di mana kalian? Mama takut mereka kenapa-napa."

Dava hanya bisa diam, dia sungguh tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia tidak tahu ke mana Reva dan Rian pergi, kebodohan dia sudah membuat istri dan calon anaknya pergi.

"Dava memang suami yang tidak berguna Ma, karena tidak bisa membahagiakan Reva justru Dava sudah membuat Reva sedih dan terluka," lirih Dava.

Amelia mengusap punggung putranya itu. "Kita do'akan saja, semoga Reva dan Rian baik-baik saja dan mendapatkan tempat tinggal yang layak. Besok kamu lapor polisi saja, semoga Reva dan Rian bisa secepatnya ditemukan," seru Mama Amelia.

Malam ini Dava tidak bisa tidur, dia sangat merindukan istrinya itu. Dava ingat betapa jahatnya dia bentak-bentak Reva dan menyalahkan Reva atas musibah yang dialami oleh Chika dan Cello.

"Kamu di mana sayang? maafkan aku, pulanglah aku sangat merindukanmu," batin Dava.

Tidak terasa air mata Dava pun menetes, sungguh hatinya sangat ngilu jika ingat perlakuan dia terhadap Reva waktu itu. Bahkan saat Reva dibawa ke klinik pun, Dava sangat mengacuhkannya dan tidak memperdulikannya.

Sementara itu, Reva terduduk di atas tempat tidur sudah satu minggu semenjak kepergiannya dari rumah Dava, Reva susah sekali tidur. Dia terus saja ingat kepada Dava dan kedua keponakannya.

"Apa Chika dan Cello sudah siuman? dan apakah Mas Dava tidak mencariku? aku sangat merindukanmu, Mas. Rindu akan pelukanmu, rindu akan ciumanmu, dan rindu dengan senyumanmu yang selalu membuat aku semakin mencintaimu," batin Reva.

Reva kembali meneteskan air matanya, lalu dia mengusap perutnya yang terlihat masih rata itu.

"Apa Daddy kamu akan mencari kita, Nak? apa Daddy kamu juga merindukan kita? seperti kita yang selalu merindukan Daddy," batin Reva.

Terpopuler

Comments

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

kamu jangan gampang luluh re biarkan aja dava nyesel senyesel nyeselnya

2024-02-02

3

Bunda Elsha

Bunda Elsha

baru sadar ya Dava kl kamu bodoh

2023-12-20

2

reza indrayana

reza indrayana

Kenapa TDK bisa mencari sichvDava...kn ada asistenya yg bisa melacak keberadaan Reva . /Toasted//Toasted/

2023-12-14

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2 Bab 2 Guru Baru
3 Bab 3 Pengasuh Cantik
4 Bab 4 Kagum
5 Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6 Bab 6 Si Kembar Sakit
7 Bab 7 Terpaksa Menikah
8 Bab 8 Canggung
9 Bab 9 Menantu Idaman
10 Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11 Bab 11 Liburan Bersama
12 Bab 12 Mulai Ada Getaran
13 Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14 Bab 14 Minta Adik
15 Bab 15 Positif
16 Bab 16 Kecelakaan
17 Bab 17 Kemarahan Dava
18 Bab 18 Kepergian Reva
19 Bab 19 Siuman
20 Bab 20 Mencari Reva
21 Bab 21 Menjelang Melahirkan
22 Bab 22 Momen Mengharukan
23 Bab 23 Perfect Husband
24 Bab 24 Keluarga Bahagia
25 Bab 25 Kembali Hamil
26 Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27 Bab 27 Keluarga Baru
28 Bab 28 Kecelakaan
29 Bab 29 Merasa Bersalah
30 Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31 Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32 Bab 32 Kemarahan Albi
33 Bab 33 Berusaha Bersabar
34 Bab 34 Ketakutan Diva
35 Bab 35 Perasaan Aneh
36 Bab 36 Mulai Mencair
37 Bab 37 Pulih
38 Bab 38 Pura-pura
39 Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40 Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41 Bab 41 Sat-set
42 Bab 42 Terungkap
43 Bab 43 Hati Yang Hancur
44 Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45 Bab 45 Syarat Dari Albi
46 Bab 46 Kepindahan Diva
47 Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48 Bab 48 Merindukanmu
49 Bab 49 Membesuk Dava
50 Informasi Author
51 Bab 51 Bertemu Bianca
52 Bab 52 Meninggal
53 Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54 Bab 54 Ujian Untuk Diva
55 Bab 55 Tersiksa Keadaan
56 Bab 56 Pura-pura Kuat
57 Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58 Bab 58 Teramat Sakit
59 Bab 59 Kakak Yang Hebat
60 Bab 60 Pengorbanan
61 Bab 61 Janji Albi
62 Bab 62 Memulai Semuanya
63 Bab 63 Tragedi
64 Bab 64 Penyesalan
65 Bab 65 Siuman
66 Bab 66 Sebuah Permohonan
67 Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68 Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69 Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70 Bab 70 END
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2
Bab 2 Guru Baru
3
Bab 3 Pengasuh Cantik
4
Bab 4 Kagum
5
Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6
Bab 6 Si Kembar Sakit
7
Bab 7 Terpaksa Menikah
8
Bab 8 Canggung
9
Bab 9 Menantu Idaman
10
Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11
Bab 11 Liburan Bersama
12
Bab 12 Mulai Ada Getaran
13
Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14
Bab 14 Minta Adik
15
Bab 15 Positif
16
Bab 16 Kecelakaan
17
Bab 17 Kemarahan Dava
18
Bab 18 Kepergian Reva
19
Bab 19 Siuman
20
Bab 20 Mencari Reva
21
Bab 21 Menjelang Melahirkan
22
Bab 22 Momen Mengharukan
23
Bab 23 Perfect Husband
24
Bab 24 Keluarga Bahagia
25
Bab 25 Kembali Hamil
26
Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27
Bab 27 Keluarga Baru
28
Bab 28 Kecelakaan
29
Bab 29 Merasa Bersalah
30
Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31
Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32
Bab 32 Kemarahan Albi
33
Bab 33 Berusaha Bersabar
34
Bab 34 Ketakutan Diva
35
Bab 35 Perasaan Aneh
36
Bab 36 Mulai Mencair
37
Bab 37 Pulih
38
Bab 38 Pura-pura
39
Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40
Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41
Bab 41 Sat-set
42
Bab 42 Terungkap
43
Bab 43 Hati Yang Hancur
44
Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45
Bab 45 Syarat Dari Albi
46
Bab 46 Kepindahan Diva
47
Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48
Bab 48 Merindukanmu
49
Bab 49 Membesuk Dava
50
Informasi Author
51
Bab 51 Bertemu Bianca
52
Bab 52 Meninggal
53
Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54
Bab 54 Ujian Untuk Diva
55
Bab 55 Tersiksa Keadaan
56
Bab 56 Pura-pura Kuat
57
Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58
Bab 58 Teramat Sakit
59
Bab 59 Kakak Yang Hebat
60
Bab 60 Pengorbanan
61
Bab 61 Janji Albi
62
Bab 62 Memulai Semuanya
63
Bab 63 Tragedi
64
Bab 64 Penyesalan
65
Bab 65 Siuman
66
Bab 66 Sebuah Permohonan
67
Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68
Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69
Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70
Bab 70 END
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!