Bab 15 Positif

Satu bulan kemudian...

Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, semenjak pulang dari liburan Reva dan Amelia sibuk sekali mengurus semua keperluan untuk resepsi.

Dava bersikeras kalau dia ingin mengadakan resepsi pernikahannya dengan Reva. Dava ingin semua orang tahu kalau Reva adalah istrinya.

"Reva, kamu coba dulu gaun pengantinnya," seru Mama Amelia.

Reva dengan langkah gontai menghampiri pemilik butik dan mengambil gaun yang akan dia coba.

"Reva, kamu kenapa? sakit?" tanya Mama Amelia dengan menyentuh kening Reva.

"Tidak Ma, cuma saat ini Reva sedang tidak enak saja," sahut Reva.

"Ya sudah, Mama kasih tahu Dava ya."

"Jangan Ma, kasihan Mas Dava pasti saat ini sedang sibuk bekerja. Reva tidak apa-apa kok, Reva hanya ngantuk saja nanti kalau sudah di tidurkan pasti akan segar lagi," sahut Reva.

"Ya sudah, sekarang kamu cepat coba gaun itu lalu kita langsung pulang biar kamu bisa tidur. Soalnya acaranya besok malam, jangan sampai kamu sakit dan kurang fit."

"Iya, Ma."

Setelah selesai fiting gaun pengantin, Amelia pun mengajak menantunya itu pulang karena Amelia sangat khawatir dengan keadaan Reva yang lemah, letih, lesu itu.

Sesampainya di rumah, Reva langsung menuju kamarnya untuk istirahat. Rian sudah mulai masuk sekolah lagi, Rian sangat bahagia karena akhirnya Rian bisa masuk sekolah.

Sementara itu, Dava cepat-cepat memakai jasnya dia sangat khawatir saat Mamanya memberitahukan kalau saat ini Reva sedang sakit. Dava melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, saat ini dia benar-benar merasa sangat khawatir.

Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Dava sampai di rumah. Dava dengan cepat berlari menuju kamarnya.

"Sayang, kamu kenapa?" tanya Dava dengan menghampiri Reva.

Reva mulai membuka matanya. "Mas kok sudah pulang sih?" tanya Reva lemas.

"Tadi Mama menghubungiku katanya kamu sakit."

Reva bangun dan tersenyun. "Aku tidak sakit, aku hanya lemas saja," sahut Reva.

"Lemas kenapa? ya sudah, kita ke rumah sakit saja biar kamu diperiksa," seru Dava khawatir.

"Tidak Mas, aku tidak apa-apa kok."

"Besok pesta resepsi pernikahan kita, kalau kamu sakit seperti ini lebih baik resepsinya diundur saja."

"Eh, jangan. Kita kan sudah menyiapkan semuanya, aku tidak apa-apa kok hanya kurang tidur saja sepertinya jika aku tidur sebentar akan sehat lagi," sahut Reva.

"Ya sudah, kalau begitu kamu istirahat saja. Aku akan temani kamu sampai kamu tidur," seru Dava.

"Tapi bagaimana dengan pekerjaan Mas?"

"Kamu lupa kalau aku pemilik perusahaan itu? aku bebas mau bekerja atau pun tidak."

Reva tersenyum, akhirnya dia pun merebahkan tubuhnya begitu juga dengan Dava yang ikut merebahkan tubuhnya sembari memeluk Reva.

Reva begitu sangat nyaman bahkan tidak membutuhkan waktu lama, Reva sudah mulai terlelap. Dava memperhatikan wajah istrinya itu, lalu Dava menciumi seluruh wajah Reva.

***

Keesokan harinya....

Malam ini adalah malam paling ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri baru yaitu Dava dan Reva. Resepsi pernikahan diselenggarakan di sebuah hotel bintang lima yang sangat mewah dan megah.

Saat ini Reva sedang di makeup, badak Reva begitu sangat tidak enak bahkan sekarang pusing mulai menyerang kepalanya tapi Reva tidak mengatakannya kepada Dava karena Reva tidak mau merusak pesta yang sudah Dava siapkan itu.

"Wow, kamu cantik sekali sayang," puji Dava.

Reva hanya menyunggingkan senyumannya, tidak lama kemudian Rian, Chika, dan Cello pun datang.

"Wow, Mommy cantik sekali seperti cinderella," seru Chika.

"Masa sih? bukannya Mommy lebih cantik dari cinderella ya," sahut Reva dengan senyumannya.

"Iya, Mommy memang yang paling cantik," sambung Cello.

Reva memeluk Chika dan Cello, hingga beberapa saat kemudian, Amelia pun menghubungi Dava kalau sekarang sudah saatnya mereka turun karena sudah banyak tamu undangan yang datang.

"Sayang, ayo kita turun ke bawah karena tamu undangan sudah banyak yang datang," seru Dava.

Reva menganggukkan kepalanya, Dava mengulurkan tangannya dan tentu saja Reva membalas uluran tangan Dava dengan senang hati.

Keduanya turun ke bawah ke tempat dimana acara resepsi diselenggarakan. Pada saat Reva dan Dava memasuki ruangan, semua orang tampak melihat ke arah keduanya.

"Mas, aku gugup sekali," bisik Reva.

"Jangan gugup, santai saja," sahut Dava.

Dava mulai berkeliling dan memperkenalkan Reva kepada semua rekan bisnisnya, namun kepala Reva semakin terasa berdenyut.

"Ya Allah, kuatkanlah aku," batin Reva.

Setelah beberapa saat berkeliling, Dava pun mengajak Reva untuk duduk.

"Sayang, kok kamu keringetan?" tanya Dava khawatir.

"Ah, aku tidak apa-apa kok, Mas."

Dava mengambil tisu dan menyeka keringat di wajah cantik Reva.

"Wajah kamu pucat sekali sayang, apa kamu sedang sakit?"

"Tidak, aku baik-baik saja kok."

"Sebentar, aku ambilkan minum dulu."

Dava segera bangkit dari duduknya, tapi baru saja beberapa langkah tiba-tiba Reva jatuh pingsan membuat semua orang panik.

"Reva."

Dava berlari menghampiri Reva. "Sayang, bangun," seru Dava panik.

"Kak Reva kenapa?" tanya Rian panik.

"Kita bawa Kak Reva ke rumah sakit," seru Dava.

Dava pun mengangkat tubuh Reva. "Ma, tolong jaga anak-anak, Dava dan Rian bawa Reva ke rumah sakit," seru Dava.

"Iya, kalian hati-hati."

"Mommy kenapa, Nek?" tanya Chika dengan deraian air mata.

"Mommy tidak apa-apa kok, hanya kelelahan saja," sahut Mama Amelia menenangkan Chika.

Chika dan Cello sampai menangis sesenggukan karena takut terjadi kenapa-napa kepada Reva, mereka trauma saat melihat Maminya yang seperti itu dan berakhir dengan tidak kembali lagi.

Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Dava dan Rian pun sampai di rumah sakit. Dava kembali mengangkat tubuh Reva, dua orang perawat segera membawa Reva ke ruangan pemeriksaan.

"Kak Reva tidak apa-apa kan, Kak?" seru Rian sedih.

"Kak Reva pasti baik-baik saja, jadi kamu jangan khawatir karena kakak yakin kalau Kak Reva hanya kelelahan saja," sahut Dava dengan merangkul pundak Rian.

Cukup lama mereka menunggu, hingga beberapa saat kemudian, dokter pun keluar dari ruangan pemeriksaan.

"Dok, bagaimana keadaan istri saya? dia tidak apa-apa kan, dok?" tanya Dava khawatir.

"Bapak tenang saja, istri Bapak tidak apa-apa hanya saja istri anda sekarang harus banyak istirahat dan jangan dulu kerja yang berat-berat karena istri Bapak saat ini sedang mengandung," sahut dokter.

"Hah."

Dava dan Rian saling pandang satu sama lain.

"Maksud dokter, kakak saya sedang hamil?" tanya Rian.

"Iya, Ibu Reva saat ini sedang hamil dan usia kandungannya baru menginjak tiga mingguan jadi Ibu Reva harus banyak istirahat dan jangan dulu bekerja yang berat-berat," sahut dokter.

"Baik, dokter," sahut Dava.

"Kalau begitu saya permisi dulu, mungkin untuk malam ini istri anda biar menginap saja dulu di rumah sakit, besok anda boleh membawanya pulang," seru dokter.

"Iya, dokter."

Dokter pun pergi, dan Reva dipindahkan ke ruangan rawat. Saat ini Reva tertidur akibat obat yang sudah diberikan oleh dokter, begitu pun dengan Rian yang sudah terlelap di atas sofa.

Dava duduk di samping Reva dengan menggenggam tangan Reva.

"Terima kasih sayang, akhirnya sebentar lagi aku akan menjadi seorang Daddy yang sebenarnya," batin Dava.

Dava menciumi tangan Reva, sungguh saat ini dia merasa sangat bahagia.

Terpopuler

Comments

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

aku bahagia atas kehamilan reva tp pestanya sayang kan pasti megah banget 🥺🥺🥺

2024-02-02

2

나의 왕자

나의 왕자

Si dava jago juga ya bisa langsung positif🤭🤭🤭

2023-12-10

2

Bunda Elsha ChaCha

Bunda Elsha ChaCha

selamat atas kehamilannya...semoga mom& baby sehat2.. sampai nanti lahir

2023-12-09

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2 Bab 2 Guru Baru
3 Bab 3 Pengasuh Cantik
4 Bab 4 Kagum
5 Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6 Bab 6 Si Kembar Sakit
7 Bab 7 Terpaksa Menikah
8 Bab 8 Canggung
9 Bab 9 Menantu Idaman
10 Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11 Bab 11 Liburan Bersama
12 Bab 12 Mulai Ada Getaran
13 Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14 Bab 14 Minta Adik
15 Bab 15 Positif
16 Bab 16 Kecelakaan
17 Bab 17 Kemarahan Dava
18 Bab 18 Kepergian Reva
19 Bab 19 Siuman
20 Bab 20 Mencari Reva
21 Bab 21 Menjelang Melahirkan
22 Bab 22 Momen Mengharukan
23 Bab 23 Perfect Husband
24 Bab 24 Keluarga Bahagia
25 Bab 25 Kembali Hamil
26 Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27 Bab 27 Keluarga Baru
28 Bab 28 Kecelakaan
29 Bab 29 Merasa Bersalah
30 Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31 Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32 Bab 32 Kemarahan Albi
33 Bab 33 Berusaha Bersabar
34 Bab 34 Ketakutan Diva
35 Bab 35 Perasaan Aneh
36 Bab 36 Mulai Mencair
37 Bab 37 Pulih
38 Bab 38 Pura-pura
39 Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40 Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41 Bab 41 Sat-set
42 Bab 42 Terungkap
43 Bab 43 Hati Yang Hancur
44 Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45 Bab 45 Syarat Dari Albi
46 Bab 46 Kepindahan Diva
47 Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48 Bab 48 Merindukanmu
49 Bab 49 Membesuk Dava
50 Informasi Author
51 Bab 51 Bertemu Bianca
52 Bab 52 Meninggal
53 Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54 Bab 54 Ujian Untuk Diva
55 Bab 55 Tersiksa Keadaan
56 Bab 56 Pura-pura Kuat
57 Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58 Bab 58 Teramat Sakit
59 Bab 59 Kakak Yang Hebat
60 Bab 60 Pengorbanan
61 Bab 61 Janji Albi
62 Bab 62 Memulai Semuanya
63 Bab 63 Tragedi
64 Bab 64 Penyesalan
65 Bab 65 Siuman
66 Bab 66 Sebuah Permohonan
67 Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68 Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69 Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70 Bab 70 END
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2
Bab 2 Guru Baru
3
Bab 3 Pengasuh Cantik
4
Bab 4 Kagum
5
Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6
Bab 6 Si Kembar Sakit
7
Bab 7 Terpaksa Menikah
8
Bab 8 Canggung
9
Bab 9 Menantu Idaman
10
Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11
Bab 11 Liburan Bersama
12
Bab 12 Mulai Ada Getaran
13
Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14
Bab 14 Minta Adik
15
Bab 15 Positif
16
Bab 16 Kecelakaan
17
Bab 17 Kemarahan Dava
18
Bab 18 Kepergian Reva
19
Bab 19 Siuman
20
Bab 20 Mencari Reva
21
Bab 21 Menjelang Melahirkan
22
Bab 22 Momen Mengharukan
23
Bab 23 Perfect Husband
24
Bab 24 Keluarga Bahagia
25
Bab 25 Kembali Hamil
26
Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27
Bab 27 Keluarga Baru
28
Bab 28 Kecelakaan
29
Bab 29 Merasa Bersalah
30
Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31
Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32
Bab 32 Kemarahan Albi
33
Bab 33 Berusaha Bersabar
34
Bab 34 Ketakutan Diva
35
Bab 35 Perasaan Aneh
36
Bab 36 Mulai Mencair
37
Bab 37 Pulih
38
Bab 38 Pura-pura
39
Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40
Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41
Bab 41 Sat-set
42
Bab 42 Terungkap
43
Bab 43 Hati Yang Hancur
44
Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45
Bab 45 Syarat Dari Albi
46
Bab 46 Kepindahan Diva
47
Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48
Bab 48 Merindukanmu
49
Bab 49 Membesuk Dava
50
Informasi Author
51
Bab 51 Bertemu Bianca
52
Bab 52 Meninggal
53
Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54
Bab 54 Ujian Untuk Diva
55
Bab 55 Tersiksa Keadaan
56
Bab 56 Pura-pura Kuat
57
Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58
Bab 58 Teramat Sakit
59
Bab 59 Kakak Yang Hebat
60
Bab 60 Pengorbanan
61
Bab 61 Janji Albi
62
Bab 62 Memulai Semuanya
63
Bab 63 Tragedi
64
Bab 64 Penyesalan
65
Bab 65 Siuman
66
Bab 66 Sebuah Permohonan
67
Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68
Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69
Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70
Bab 70 END
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!