Bab 5 Permintaan Chika dan Cello

Tidak terasa waktu pun berjalan dengan sangat cepat, sudah satu bulan Reva bekerja di rumah Dava sebagai pengasuh dan banyak sekali perubahan yang terjadi dalam diri Chika dan Cello.

Chika dan Cello yang awalnya anak-anak yang super aktif, nakal, dan jahil berubah menjadi anak-anak yang penurut bahkan dalam segi makan pun, keduanya jadi semakin baik tidak pernah rewel lagi yang membuat seisi rumah pusing tujuh keliling.

Siang ini seperti biasa, Dava masih sibuk dengan pekerjaannya. Walaupun hari libur, dia masih berada di dalam ruangan kerjanya, tiba-tiba Dava terkejut saat melihat pintu ruangan kerjanya terbuka.

"Daddy, apa kita boleh masuk?" seru Chika dengan wajah yang sangat menggemaskan.

"Boleh dong, sini," sahut Dava dengan merentangkan kedua tangannya.

Chika dan Cello berlari lalu memeluk Dava..

"Ada apa? tumben datang ke ruangan kerja Daddy?" tanya Dava.

"Kita rindu sama Daddy, soalnya akhir-akhir ini Daddy sibuk banget," keluh Cello.

Dava tersenyum, ia menggendong Chika dan Cello bersamaan lalu membawa keduanya duduk di sofa.

"Kirain kalian sudah tidak rindu lagi sama Daddy karena Daddy lihat, kalian nempel terus kepada Bu Reva," goda Dava.

"Enggak dong Daddy, kita sayang sama Daddy tapi kita juga sayang sama Bu Reva. Sebenarnya kita ke sini ingin bicara sama Daddy," seru Chika.

Dava mengerutkan keningnya, lalu tersenyum sembari mencibit pipi Chika dengan gemasnya.

"Kamu mau bicara apa sama Daddy? wajahnya serius banget," goda Dava.

"Daddy, kita ingin Bu Reva menjadi ibu kita mau kan, Daddy menikah dengan Bu Reva?" rengek Chika.

"Iya Daddy, Daddy harus menikah dengan Bu Reva," sambung Cello.

Dava terdiam, entah kenapa tiba-tiba kedua keponakannya itu meminta seorang ibu.

"Daddy kok diam saja? bagaimana Daddy, Daddy mau kan, menikah dengan Bu Reva?" rengek Chika.

"Chika, Cello, menikah itu urusan orang dewasa bukan urusan kalian lagipula kalian tidak bisa memaksa Daddy untuk menikah dengan Bu Reva karena Daddy dan Bu Reva kan, baru kenal mana bisa Daddy langsung menikah dengan Bu Reva," sahut Dava dengan lembut.

"Pokoknya kita ingin Daddy menikah dengan Bu Reva, kalau Daddy tidak mau kita akan marah sama Daddy dan tidak mau bicara lagi sama Daddy, ayo Cello!"

Chika menarik tangan Cello lalu keluar dari ruangan kerja Dava. Sementara itu, Dava mengusap wajahnya dengan kasar dan menyandarkan kepalanya di sofa.

"Astaga, ada-ada saja permintaan anak-anak," gumam Dava.

Menjelang makan siang, Dava baru keluar dari ruangan kerjanya. Mata Dava menyapu setiap ruangan dan mencari keberadaan kedua keponakannya tapi rumah terasa sangat sepi.

"Bi, anak-anak ke mana?" tanya Dava.

"Ada di kamarnya bersama Bu Reva."

"Kalau Mama?"

"Nyonya Amelia masih di kamarnya, mungkin sebentar lagi keluar," sahut Bi Kokom.

Dava melangkahkan kakinya menuju kamar Chika dan Cello, terlihat pintu kamar mereka terbuka sedikit. Dava mencoba mengintip sedikit dari luar dan terlihat Reva sedang membujuk Chika dan Cello untuk makan siang.

"Chika, Cello, ayo kita makan siang dulu! Nenek dan Daddy sepertinya sudah menunggu di meja makan," bujuk Reva dengan lembut.

"Kita tidak mau makan bareng Daddy, kita sedang marah sama Daddy," sahut Cello dengan menenggelamkan wajahnya ke bantal.

Reva tampak bingung dengan Chika dan Cello, pasalnya Reva baru pulang dari rumah sakit menjenguk adiknya dan pada saat pulang ke rumah, Chika dan Cello sudah seperti itu.

"Sayang, kok marah sama Daddy? kalau boleh tahu, memangnya kalian marah kenapa?" tanya Reva.

"Daddy tidak mau menuruti keinginan kita, Bu," sahut Chika.

"Memangnya kalian ingin apa dari Daddy?" tanya Reva kembali.

"Kita ingin Bu Reva menikah dengan Daddy," sahut Cello.

Reva membelalakkan matanya, seketika mulutnya terkunci saking terkejutnya dengan permintaan Chika dan Cello.

Chika bangkit dan memegang tangan Reva. "Bu Reva mau kan, menikah dengan Daddy?" seru Chika dengan wajah penuh harap.

Reva tidak tahu harus menjawab apa, sedangkan Dava juga hanya diam di balik pintu. Dava merasa penasaran juga dengan jawaban dari Reva.

"Bu, jawab dong! kok, ibu malah diam sih," seru Chika.

Reva tersadar, dia mengusap kepala Chika dan Cello bergantian dengan senyuman yang selalu membuat kedua anak itu merasa sangat nyaman.

"Chika, Cello, dengarkan ibu. Kalian tidak boleh bicara seperti itu lagi ya, mungkin saat ini Daddy kalian sudah mempunyai calon untuk ibu kalian," sahut Reva lembut.

"Tapi kita maunya Bu Reva yang jadi ibu kita," sahut Cello dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Reva tidak tega melihat mereka, lalu Reva pun memeluk keduanya dengan penuh kasih sayang.

"Wanita mana yang tidak mau menjadi istri Mas Dava, tapi aku yang seorang pengasuh memangnya pantas bersanding dengan Mas Dava," batin Reva.

Dava memilih untuk kembali ke bawah dan menunggu mereka di meja makan bersama Mamanya, sedangkan Reva akhirnya bisa membujuk Chika dan Cello untuk makan walaupun Reva harus memberikan sedikit ancaman supaya keduanya mau menurut.

Selama makan siang, tidak ada yang bicara sama sekali bahkan Chika dan Cello tampak cemberut.

"Cucu-cucu Nenek kenapa? tumben cemberut seperti ini?" tanya Mama Amelia.

Chika dan Cello tidak memperdulikan Neneknya itu.

"Nyonya, sepertinya Chika dan Cello jenuh berada di rumah terus, bolehkah jika saya mengajak mereka jalan-jalan keluar?" seru Reva.

"Boleh, kenapa tidak. Dava, kamu temani mereka jalan-jalan ya," seru Mama Amelia.

Dava hanya menganggukkan kepalanya, setelah selesai makan siang akhirnya mereka pun sampai di sebuah Mall. Chika dan Cello masih terlihat cemberut, sedangkan Reva dan Dava sama-sama merasa canggung.

"Bu, kita mau main itu!" tunjuk Cello ke salah satu permainan.

"Boleh."

Chika dan Cello menarik tangan Reva, sedangkan Dava mengikuti mereka dari belakang. Kedua anak itu sangat bahagia, bahkan mereka sudah lupa dengan kemarahannya kepada Dava.

Chika dan Cello mencoba seluruh permainan yang ada di Mall itu membuat Reva dan Dava merasa kelelahan. Chika dan Cello bermain bola, dan Reva pun duduk di kursi dengan sedikit memukul-mukul kakinya yang terasa pegal itu.

Dava datang dengan membawa minuman. "Ini, minumlah," seru Dava.

"Terima kasih, Mas."

Dava duduk di samping Reva, Dava sedikit melirik ke arah Reva yang masih memukul-mukul kecil kakinya itu.

"Pasti kamu jarang olahraga, ya?" seru Dava dingin.

Reva kaget dan menghentikan pukulannya. "Bukan jarang lagi Mas, tapi aku gak pernah olahraga," sahut Reva.

"Kenapa? olahraga itu sangat penting, apalagi kamu yang kerjanya gak bisa diam ngurus anak-anak."

"Boro-boro olahraga Mas, aku sibuk ngurus Rian jadi aku gak sempat olahraga bahkan jangankan olahraga, makan pun kadang-kadang aku terlewatkan," sahut Reva.

Dava terdiam, tanpa mereka sadari keduanya malah terlibat perbincangan hangat. Chika dan Cello tersenyum melihat Dava dan Reva duduk berdua seperti itu.

"Cello, kita harus mendekatkan Bu Reva sama Daddy," bisik Chika.

"Oke."

Keduanya kembali bermain dengan riangnya..

Terpopuler

Comments

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

anak kembar yang cerdas dan menggemaskan pasti rencana mereka berhasil

2024-02-01

3

☠☀💦Adnda🌽💫

☠☀💦Adnda🌽💫

bkln sukses klo Mak nyomblangnya duo anak rusuh ini 🤭

2024-01-29

1

🌸so0bin🌸

🌸so0bin🌸

makcomblang cilik 🤣🤣🤣

2023-11-29

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2 Bab 2 Guru Baru
3 Bab 3 Pengasuh Cantik
4 Bab 4 Kagum
5 Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6 Bab 6 Si Kembar Sakit
7 Bab 7 Terpaksa Menikah
8 Bab 8 Canggung
9 Bab 9 Menantu Idaman
10 Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11 Bab 11 Liburan Bersama
12 Bab 12 Mulai Ada Getaran
13 Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14 Bab 14 Minta Adik
15 Bab 15 Positif
16 Bab 16 Kecelakaan
17 Bab 17 Kemarahan Dava
18 Bab 18 Kepergian Reva
19 Bab 19 Siuman
20 Bab 20 Mencari Reva
21 Bab 21 Menjelang Melahirkan
22 Bab 22 Momen Mengharukan
23 Bab 23 Perfect Husband
24 Bab 24 Keluarga Bahagia
25 Bab 25 Kembali Hamil
26 Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27 Bab 27 Keluarga Baru
28 Bab 28 Kecelakaan
29 Bab 29 Merasa Bersalah
30 Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31 Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32 Bab 32 Kemarahan Albi
33 Bab 33 Berusaha Bersabar
34 Bab 34 Ketakutan Diva
35 Bab 35 Perasaan Aneh
36 Bab 36 Mulai Mencair
37 Bab 37 Pulih
38 Bab 38 Pura-pura
39 Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40 Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41 Bab 41 Sat-set
42 Bab 42 Terungkap
43 Bab 43 Hati Yang Hancur
44 Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45 Bab 45 Syarat Dari Albi
46 Bab 46 Kepindahan Diva
47 Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48 Bab 48 Merindukanmu
49 Bab 49 Membesuk Dava
50 Informasi Author
51 Bab 51 Bertemu Bianca
52 Bab 52 Meninggal
53 Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54 Bab 54 Ujian Untuk Diva
55 Bab 55 Tersiksa Keadaan
56 Bab 56 Pura-pura Kuat
57 Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58 Bab 58 Teramat Sakit
59 Bab 59 Kakak Yang Hebat
60 Bab 60 Pengorbanan
61 Bab 61 Janji Albi
62 Bab 62 Memulai Semuanya
63 Bab 63 Tragedi
64 Bab 64 Penyesalan
65 Bab 65 Siuman
66 Bab 66 Sebuah Permohonan
67 Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68 Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69 Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70 Bab 70 END
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2
Bab 2 Guru Baru
3
Bab 3 Pengasuh Cantik
4
Bab 4 Kagum
5
Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6
Bab 6 Si Kembar Sakit
7
Bab 7 Terpaksa Menikah
8
Bab 8 Canggung
9
Bab 9 Menantu Idaman
10
Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11
Bab 11 Liburan Bersama
12
Bab 12 Mulai Ada Getaran
13
Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14
Bab 14 Minta Adik
15
Bab 15 Positif
16
Bab 16 Kecelakaan
17
Bab 17 Kemarahan Dava
18
Bab 18 Kepergian Reva
19
Bab 19 Siuman
20
Bab 20 Mencari Reva
21
Bab 21 Menjelang Melahirkan
22
Bab 22 Momen Mengharukan
23
Bab 23 Perfect Husband
24
Bab 24 Keluarga Bahagia
25
Bab 25 Kembali Hamil
26
Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27
Bab 27 Keluarga Baru
28
Bab 28 Kecelakaan
29
Bab 29 Merasa Bersalah
30
Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31
Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32
Bab 32 Kemarahan Albi
33
Bab 33 Berusaha Bersabar
34
Bab 34 Ketakutan Diva
35
Bab 35 Perasaan Aneh
36
Bab 36 Mulai Mencair
37
Bab 37 Pulih
38
Bab 38 Pura-pura
39
Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40
Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41
Bab 41 Sat-set
42
Bab 42 Terungkap
43
Bab 43 Hati Yang Hancur
44
Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45
Bab 45 Syarat Dari Albi
46
Bab 46 Kepindahan Diva
47
Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48
Bab 48 Merindukanmu
49
Bab 49 Membesuk Dava
50
Informasi Author
51
Bab 51 Bertemu Bianca
52
Bab 52 Meninggal
53
Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54
Bab 54 Ujian Untuk Diva
55
Bab 55 Tersiksa Keadaan
56
Bab 56 Pura-pura Kuat
57
Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58
Bab 58 Teramat Sakit
59
Bab 59 Kakak Yang Hebat
60
Bab 60 Pengorbanan
61
Bab 61 Janji Albi
62
Bab 62 Memulai Semuanya
63
Bab 63 Tragedi
64
Bab 64 Penyesalan
65
Bab 65 Siuman
66
Bab 66 Sebuah Permohonan
67
Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68
Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69
Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70
Bab 70 END
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!