Bab 14 Minta Adik

Semuanya sudah berkumpul di meja makan, tinggal Dava saja yang belum keluar dari dalam kamarnya.

"Dava belum datang," seru Mama Amelia.

"Biar Reva susul Mas Dava dulu."

Baru saja Reva bangkit dari duduknya, tiba-tiba Dava datang dengan wajah cemberutnya.

"Lah, muka kamu kenapa Dava? cemberut seperti itu?" tanya Mama Amelia.

"Tidak apa-apa," sahut Dava dingin.

Reva hanya bisa diam, dia tahu kenapa Dava seperti itu dan sungguh dia merasa sangat bersalah.

Setelah selesai sarapan, semuanya berkumpul di halaman depan. Seperti biasa, Chika dan Cello bermain bersama Lulu yang merupakan cucu Warsih dan Diman.

Dava sibuk dengan ponselnya, tiba-tiba Reva datang dengan membawa kopi untuk Dava beserta cemilan.

"Mas, ini kopinya," seru Reva.

"Kak, Rian mau jalan-jalan dulu sebentar di daerah sini ya," seru Rian.

"Mau kakak temani?" seru Reva.

"Tidak usah kak, aku bisa sendiri."

"Ya sudah, kamu hati-hati dan kalau sudah capek cepat pulang jangan dipaksakan," seru Reva.

"Iya, kak."

Rian pun pergi jalan-jalan sendirian, sedangkan Dava, Reva, dan Amelia duduk santai sembari memperhatikan anak-anak bermain.

"Daddy, Chika dan Cello ingin punya adik," rengek Chika dengan menggoyang-goyangkan tubuh Daddy.

"Iya Daddy, ayolah," sambung Cello.

"Kalian itu selalu minta adik, tapi kalian selalu ganggu Daddy sama Mommy jadi Daddy mau kasih adik bagaimana kalau kalian selalu mengganggu," ketus Dava.

Seketika Reva membelalakkan matanya, sedangkan Amelia hampir menyemburkan teh yang dia minum saking terkejutnya mendengar ucapan Dava.

Reva malu, dia menginjak kaki Dava membuat Dava meringis.

"Aw, kok kamu injak kaki aku?" kesal Dava.

Reva tidak bicara, dia hanya melotot ke arah Dava sebagai kode kalau Dava harus diam. Amelia bangkit dari duduknya dan menarik tangan Chika dan Cello.

"Chika, Cello, kita jalan-jalan yuk! di sana ada penangkaran ikan, kalian mau lihat?" seru Mama Amelia.

"Mau-mau," sahut Chika dan Cello bersamaan.

Amelia melirik ke arah Dava dan mengedipkan sebelah matanya, lalu Amelia pun dengan cepat membawa kedua cucunya itu pergi.

Reva bangkit dari duduknya hendak beres-beres tapi Dava dengan cepat menarik tangan Reva dan membawanya ke kamar.

"Astagfirullah Mas, Mas mau ngapain?" tanya Reva bingung.

"Sudah diam, sekarang kita harus mulai berkembang biak."

"Hah, maksud Mas apa?"

"Kamu tadi dengar kan, apa permintaan Chika dan Cello? jadi sekarang kita harus mengabulkannya," seru Dava.

Seketika wajah Reva berubah menjadi merah, Dava membawa Reva ke dalam kamar tidak lupa kali ini Dava mengunci kamarnya karena dia takut akan gagal lagi.

"Mas, tapi aku harus beres-beres dulu."

"Ada Bi Warsih yang beres-beres."

Tidak lama kemudian, suara Dava dan Reva sudah tidak terdengar lagi entah apa yang mereka lakukan di pagi hari yang mendung itu.

Hingga satu jam kemudian, terlihat keduanya bergelung di balik selimut. Wajah Reva memerah dan memiringkan tubuhnya membelakangi Dava, hingga Dava pun mendekat dan memeluk Reva dari belakang.

"Terima kasih, Reva."

"Mas, bukanya Mas bilang kalau kita hanya nikah kontrak? bagaimana kalau aku sampai hamil terus kontrak pernikahan kita selesai?" tanya Reva dengan polosnya.

Dava terkekeh membuat Reva mengerutkan keningnya dan membalikan tubuhnya menghadap Dava.

"Kok Mas malah ketawa sih?" kesal Reva.

"Aku bukan pria pengecut Reva, dulu aku memang menginginkan nikah kontrak karena aku belum punya rasa kepadamu tapi sekarang aku sudah yakin, kalau aku memang mencintaimu," seru Dava.

"Serius Mas? Mas tidak sedang mempermainkanku, kan?" tanya Reva tidak percaya.

"Memangnya wajahku seperti wajah pria brengsek apa?"

Reva dengan cepat menggelengkan kepalanya, membuat Dava tersenyum.

"Kamu jangan khawatir, kalau kamu hamil aku akan tanggung jawab seratus persen dan aku juga sudah merencanakan kalau bulan depan aku akan menggelar resepsi pernikahan kita biar semua orang tahu kalau kamu adalah istriku," seru Dava.

Reva benar-benar sangat bahagia, Reva pun memeluk Dava.

"Sayang, adik aku bangun lagi ini bagaimana?" seru Dava.

Reva melepaskan pelukannya dan menatap Dava. "Kok adik Mas gampang sekali bangun sih?"

"Ya karena ini bersentuhan denganmu, apalagi saat ini kita sama sekali tidak pakai baju, otomatis dia akan bangun terus," sahut Dava sembari tersenyum.

"Dasar, pria tidak tahu malu."

Dava memulai lagi aksinya, kali ini Dava benar-benar ketagihan. "Aku sangat menyesal, kenapa tidak menikah dari dulu," seru Dava.

"Ya karena Mas itu jodohnya aku jadi menikahnya sekarang tidak dari dulu," sahut Reva.

Keduanya kembali melakukannya lagi, ternyata rencana Amelia mengajak mereka liburan tidak sia-sia dan sepertinya Reva akan segera hamil mengingat Dava yang sangat semangat melakukan pembibitan di rahim Reva.

***

Liburan selama tiga hari dua malam itu berjalan dengan lancar dan menyenangkan, Amelia sangat bahagia karena Dava sudah melakukannya dengan Reva dan berharap Reva akan segera hamil.

Pagi ini mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta, seperti biasa Chika dan Cello satu mobil dengan Amelia dan Rian sedangkan Dava membawa mobil sendiri bersama istri tercinta.

"Mas makan dulu, soalnya tadi Mas tidak sempat sarapan," seru Reva.

Reva menyuapi Dava nasi goreng buatannya, semua orang sudah sarapan berbeda dengan Reva dan Dava tidak sempat sarapan karena mereka bangun kesiangan bahkan Reva pun memasak nasi goreng dengan sangat cepat karena Dava tidak mau makan kalau bukan masakan Reva.

"Kamu juga makan jangan Mas saja," seru Dava.

"Iya, ini juga aku makan kok."

Dava dan Reva sangat bahagia, apalagi Dava yang baru merasakan jatuh cinta. Dava merasa kalau saat ini mereka sedang pacaran, namun bedanya pacaran secara halal karena mereka bebas melakukan apa pun tanpa ada yang melarang.

"Sayang, kita mampir dulu ke restoran ya, soalnya sebentar lagi jam makan siang," seru Dava.

"Ya sudah, aku telepon Mama dulu ya," seru Reva.

"Eh, mau ngapain kamu telepon Mama?"

"Mau kasih tahu kalau kita makan siang dulu, Mas mau makan di mana? biar aku kasih tahu Mama untuk pergi ke restoran itu terlebih dahulu," sahut Reva polos.

Dava langsung merebut ponsel Reva dan menyimpannya di kantong celana.

"Aku mau makan berdua saja sama kamu, Mama dan yang lainnya biar pulang saja ke rumah," seru Dava.

"Tapi, nanti Chika dan Cello nyariin aku lho."

"Please sayang, untuk satu hari saja kamu pikirkan suamimu saja jangan anak-anak terus," seru Dava dengan wajah memelas.

Reva tersenyum, lalu Reva pun mengusap pipi Dava dengan lembut.

"Baiklah, terserah kamu saja," sahut Reva.

"Nah, begitu dong."

Akhirnya keduanya mampir dulu ke sebuah restoran untuk makan siang, entah kenapa saat ini Dava menjadi pria pencemburu. Bahkan Dava juga merasa sangat cemburu kalau Reva selalu dekat dengan Chika dan Cello karena untuk saat ini Dava ingin Reva memperhatikannya saja.

Terpopuler

Comments

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

udah ngrasain enaknya reva jadi ketagihan dan bucin dia😂😂😂😂

2024-02-02

2

Esther Lestari

Esther Lestari

unboxingnya sukses tanpa gangguan duo C

2023-12-13

2

나의 왕자

나의 왕자

Iya deh yg baru jatuh cinta langsung MP lagi pengennya ber2an terus

2023-12-07

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2 Bab 2 Guru Baru
3 Bab 3 Pengasuh Cantik
4 Bab 4 Kagum
5 Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6 Bab 6 Si Kembar Sakit
7 Bab 7 Terpaksa Menikah
8 Bab 8 Canggung
9 Bab 9 Menantu Idaman
10 Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11 Bab 11 Liburan Bersama
12 Bab 12 Mulai Ada Getaran
13 Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14 Bab 14 Minta Adik
15 Bab 15 Positif
16 Bab 16 Kecelakaan
17 Bab 17 Kemarahan Dava
18 Bab 18 Kepergian Reva
19 Bab 19 Siuman
20 Bab 20 Mencari Reva
21 Bab 21 Menjelang Melahirkan
22 Bab 22 Momen Mengharukan
23 Bab 23 Perfect Husband
24 Bab 24 Keluarga Bahagia
25 Bab 25 Kembali Hamil
26 Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27 Bab 27 Keluarga Baru
28 Bab 28 Kecelakaan
29 Bab 29 Merasa Bersalah
30 Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31 Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32 Bab 32 Kemarahan Albi
33 Bab 33 Berusaha Bersabar
34 Bab 34 Ketakutan Diva
35 Bab 35 Perasaan Aneh
36 Bab 36 Mulai Mencair
37 Bab 37 Pulih
38 Bab 38 Pura-pura
39 Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40 Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41 Bab 41 Sat-set
42 Bab 42 Terungkap
43 Bab 43 Hati Yang Hancur
44 Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45 Bab 45 Syarat Dari Albi
46 Bab 46 Kepindahan Diva
47 Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48 Bab 48 Merindukanmu
49 Bab 49 Membesuk Dava
50 Informasi Author
51 Bab 51 Bertemu Bianca
52 Bab 52 Meninggal
53 Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54 Bab 54 Ujian Untuk Diva
55 Bab 55 Tersiksa Keadaan
56 Bab 56 Pura-pura Kuat
57 Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58 Bab 58 Teramat Sakit
59 Bab 59 Kakak Yang Hebat
60 Bab 60 Pengorbanan
61 Bab 61 Janji Albi
62 Bab 62 Memulai Semuanya
63 Bab 63 Tragedi
64 Bab 64 Penyesalan
65 Bab 65 Siuman
66 Bab 66 Sebuah Permohonan
67 Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68 Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69 Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70 Bab 70 END
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2
Bab 2 Guru Baru
3
Bab 3 Pengasuh Cantik
4
Bab 4 Kagum
5
Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6
Bab 6 Si Kembar Sakit
7
Bab 7 Terpaksa Menikah
8
Bab 8 Canggung
9
Bab 9 Menantu Idaman
10
Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11
Bab 11 Liburan Bersama
12
Bab 12 Mulai Ada Getaran
13
Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14
Bab 14 Minta Adik
15
Bab 15 Positif
16
Bab 16 Kecelakaan
17
Bab 17 Kemarahan Dava
18
Bab 18 Kepergian Reva
19
Bab 19 Siuman
20
Bab 20 Mencari Reva
21
Bab 21 Menjelang Melahirkan
22
Bab 22 Momen Mengharukan
23
Bab 23 Perfect Husband
24
Bab 24 Keluarga Bahagia
25
Bab 25 Kembali Hamil
26
Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27
Bab 27 Keluarga Baru
28
Bab 28 Kecelakaan
29
Bab 29 Merasa Bersalah
30
Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31
Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32
Bab 32 Kemarahan Albi
33
Bab 33 Berusaha Bersabar
34
Bab 34 Ketakutan Diva
35
Bab 35 Perasaan Aneh
36
Bab 36 Mulai Mencair
37
Bab 37 Pulih
38
Bab 38 Pura-pura
39
Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40
Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41
Bab 41 Sat-set
42
Bab 42 Terungkap
43
Bab 43 Hati Yang Hancur
44
Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45
Bab 45 Syarat Dari Albi
46
Bab 46 Kepindahan Diva
47
Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48
Bab 48 Merindukanmu
49
Bab 49 Membesuk Dava
50
Informasi Author
51
Bab 51 Bertemu Bianca
52
Bab 52 Meninggal
53
Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54
Bab 54 Ujian Untuk Diva
55
Bab 55 Tersiksa Keadaan
56
Bab 56 Pura-pura Kuat
57
Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58
Bab 58 Teramat Sakit
59
Bab 59 Kakak Yang Hebat
60
Bab 60 Pengorbanan
61
Bab 61 Janji Albi
62
Bab 62 Memulai Semuanya
63
Bab 63 Tragedi
64
Bab 64 Penyesalan
65
Bab 65 Siuman
66
Bab 66 Sebuah Permohonan
67
Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68
Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69
Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70
Bab 70 END
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!