Dava masuk ke dalam ruangan kerjanya dan duduk di kursi lalu memijat keningnya yang terasa berdenyut itu. Di saat Reva sedang menyuapi Chika dan Cello, Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan tertera nama Hendra di sana.
"Mas Hendra, ada apa dia menghubungiku?" batin Reva.
"Siapa, Bu Reva?" tanya Mama Amelia.
"Nyonya, maaf bisa lanjutkan menyuapi Chika dan Cello soalnya Mas Hendra menelpon saya takutnya ada apa-apa mengenai Rian," sahut Reva.
"Ah iya, sini biar saya yang suapin mereka."
Reva segera menyerahkan mangkok bubur itu dan dia dengan cepat keluar dan masuk ke dalam kamarnya.
Reva mengangkatnya dan betapa terkejutnya ia saat mendengar apa yang dikatakan oleh Hendra. Tubuh Reva serasa lemas, ia terduduk di ujung ranjang dengan deraian air matanya.
"Aku harus bagaimana ini?" batin Reva.
Setelah terdiam dan berpikir sejenak, akhirnya Reva pun memutuskan untuk menemui Dava. Dengan ragu-ragu, Reva mengetuk pintu ruangan kerja Dava.
Tok.. tok.. tok..
"Masuk!"
Perlahan Reva membuka pintunya, terlihat Dava masih memejamkan matanya.
"Maaf Mas, saya mengganggu sebentar," seru Reva gugup.
Dava mulai membuka matanya dan menoleh ke arah sumber suara.
"Ada apa?" tanya Dava.
"Ada yang mau saya bicarakan sebentar kepada Mas Dava."
"Duduklah."
Reva duduk di hadapan Dava. "Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Dava kembali.
"Barusan Mas Hendra menghubungi saya dan mengatakan kalau kondisi Rian semakin parah, Mas Hendra juga bilang kalau Rian harus segera mendapatkan transplantasi jantung kalau tidak, nyawa Rian tidak akan bisa bertahan lama. Saya menemui Mas Dava, hanya ingin meminta tolong pinjamkan saya uang untuk biaya operasi Rian dan Mas Dava bisa memotong gaji saya setiap bulannya," seru Reva dengan bibir bergetar bahkan air mata Reva sudah menetes.
Dava memperhatikan Reva yang saat ini menundukkan kepalanya sembari menangis, dalam otaknya Dava sedang berpikir tentang apa yang tadi dikatakan oleh kedua keponakannya.
"Menikahlah denganku," seru Dava.
Seketika Reva mengangkat wajahnya dan menatap Dava, ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dava.
"Maksud Mas Dava, apa?" tanya Reva kaget.
"Chika dan Cello ingin kita menikah, aku sangat menyayangi mereka dan aku merasa sangat bersalah karena sudah membuat mereka sedih bahkan sampai sakit. Aku hanya ingin membahagiakan mereka, kita nikah kontrak dengan begitu aku bisa membuat Chika dan Cello bahagia begitu pun dengan kamu, kamu tidak perlu meminjam uang karena aku akan membiayai operasi Rian sampai dia sembuh nanti," seru Dava.
Reva terkejut dengan ucapan Dava, dia tidak menyangka kalau saat ini dia harus di hadapkan dengan situasi yang sangat membingungkan.
Di satu sisi, dia hanya ingin menikah satu kali seumur hidup bukan nikah kontrak yang diinginkan oleh Dava tapi di sisi lain, nyawa Rian jauh lebih penting karena Rian adalah satu-satunya keluarga Reva.
"Baiklah, saya setuju Mas," sahut Reva mantap.
Terpaksa menikah dengan Dava adalah satu-satunya jalan supaya nyawa Rian terselamatkan, Reva tidak memikirkan bagaimana ke depannya yang penting Rian bisa dioperasi secepatnya.
***
Keesokan harinya...
Dava menyuruh asistennya untuk mengurus pernikahan antara dirinya dan Reva. Semalam Reva sudah memberikan surat-surat yang dibutuhkan untuk melaksanakan pernikahan.
Amelia sangat terkejut dengan ucapan Dava, ia tidak menyangka kalau Dava akan menikahi Reva secepat itu.
"Dava, pernikahan bukanlah hal yang main-main dan Mama tidak mau kalau sampai kamu nantinya menyakiti hati Reva," seru Mama Amelia.
"Dava tidak akan menyakiti Reva, Dava hanya menikahi Reva semata-mata untuk membuat Chika dan Cello bahagia. Tapi mungkin untuk saat ini, Dava hanya memerlukan status terlebih dahulu karena kalau urusan hati, Dava belum bisa mencintai Reva," sahut Dava.
Amelia tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa mendo'kan anaknya bahagia dan berharap Dava akan segera mencintai Reva.
Pagi ini Dava dan Reva pergi menuju KUA, bersama Amelia dan kedua keponakannya. Chika dan Cello tiba-tiba sembuh saat mendengar kalau Dava dan Reva akan menikah hari ini.
"Asyik, sebentar lagi Bu Reva akan menjadi Mommy kita," seru Chika dengan girangnya.
"Iya, dan kita bisa tidur dengan Bu Reva setiap hari," sambung Cello.
Reva dan Amelia tersenyum, sedangkan Dava hanya diam saja. Tidak bisa dipungkiri kalau saat ini Dava sangat gugup, bagaimana pun hari ini dia akan mengucapkan ijab kabul dan itu adalah pertama dalam hidupnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di KUA. Dava tidak mau lama-lama, dia dengan cepat mengucapkan ijab kabul dengan sangat lancar.
Reva meneteskan air mata saat Dava mengucapkan ijab kabul.
"Demi kesembuhanmu, kakak rela melakukan apa pun," batin Reva.
Setelah selesai mengucapkan ijab kabul dan mereka sudah sah menjadi suami istri, Reva pun mencium punggung tangan Dava. Mereka tidak sadar kalau saat ini tangan mereka sama-sama dingin saking gugupnya.
Jantung Dava bergetar hebat saat Reva mencium punggung tangannya. Setelah itu, Reva berbalik dan mencium punggung tangan Amelia.
"Mama do'akan semoga kalian berdua bahagia," seru Mama Amelia dengan mata yang berkaca-kaca.
Reva tersenyum, Amelia lalu memeluk wanita cantik yang saat ini sudah menjadi menantunya itu. Chika dan Cello menghampiri Reva dan langsung memeluknya.
"Berarti mulai sekarang kita sudah bisa memanggil Ibu dengan sebutan Mommy dong?" seru Cello.
Reva tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Chika dan Cello sangat bahagia, mereka mencium pipi Reva saking bahagianya sedangkan Dava dan Amelia ikut menyunggingkan senyumannya.
"Lihatlah Dava, Chika dan Cello begitu menyayangi Reva," bisik Mama Amelia.
Dava terdiam, Reva satu-satunya wanita yang bisa merebut hati kedua keponakannya dengan perlakuan dia yang lembut dan keibuan. Dava berjanji tidak akan menyakiti hati Reva, walaupun saat ini dalam hatinya masih belum ada cinta untuk Reva.
"Chika, Cello, sekarang kalian pulang sama Nenek ya soalnya Daddy harus ke rumah sakit bersama Mommy. Om Rian harus di operasi hari ini," seru Dava.
Deg...
Jantung Reva berdetak sangat kencang bahkan darahnya mengalir dengan cepat mendengar Dava menyebutnya dengan sebutan Mommy.
"Oke," sahut Chika dan Cello bersamaan.
"Jangan lupa pulang dari sini, kalian minum obat biar cepat sembuh," seru Reva.
"Oke, Mommy."
"Ma, kita ke rumah sakit dulu. Mama tidak apa-apa kan, kalau harus jaga Chika dan Cello dulu?" seru Dava.
"Iya, tidak apa-apa kok. Semoga operasinya berjalan dengan lancar."
"Terima kasih, Ma," sahut Reva.
Akhirnya Dava dan Reva pun masuk ke dalam mobil dan segera pergi menuju rumah sakit, selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali mereka berdua sama-sama diam.
*
*
*
Semua pembaca setiaku sudah punya buku ini, masih adakah yang mau bukuku ini? Mumpung aku lagi ultah dan baik hati, aku akan bagikan 2 buku ini yuk siapa yang mau komen untuk 2 orang yang beruntung🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Muawanah
yg satu demi keponakan yg satu LG demi sang adik ...
mdh2n tidak bnyk kerikil2 tajam setelah menikah...
2024-02-07
2
Erna Fadhilah
akhirnya reva sama dava menikah juga, aku dong thor mai buku itu 😁😁😁
2024-02-01
1
☠☀💦Adnda🌽💫
akhirnya nikah juga mereka ,semoga akan ada cinta biarpun datang perlahan tpi semoga mereka bis saling melengkapi
2024-01-29
1