Bab 7 Terpaksa Menikah

Dava masuk ke dalam ruangan kerjanya dan duduk di kursi lalu memijat keningnya yang terasa berdenyut itu. Di saat Reva sedang menyuapi Chika dan Cello, Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan tertera nama Hendra di sana.

"Mas Hendra, ada apa dia menghubungiku?" batin Reva.

"Siapa, Bu Reva?" tanya Mama Amelia.

"Nyonya, maaf bisa lanjutkan menyuapi Chika dan Cello soalnya Mas Hendra menelpon saya takutnya ada apa-apa mengenai Rian," sahut Reva.

"Ah iya, sini biar saya yang suapin mereka."

Reva segera menyerahkan mangkok bubur itu dan dia dengan cepat keluar dan masuk ke dalam kamarnya.

Reva mengangkatnya dan betapa terkejutnya ia saat mendengar apa yang dikatakan oleh Hendra. Tubuh Reva serasa lemas, ia terduduk di ujung ranjang dengan deraian air matanya.

"Aku harus bagaimana ini?" batin Reva.

Setelah terdiam dan berpikir sejenak, akhirnya Reva pun memutuskan untuk menemui Dava. Dengan ragu-ragu, Reva mengetuk pintu ruangan kerja Dava.

Tok.. tok.. tok..

"Masuk!"

Perlahan Reva membuka pintunya, terlihat Dava masih memejamkan matanya.

"Maaf Mas, saya mengganggu sebentar," seru Reva gugup.

Dava mulai membuka matanya dan menoleh ke arah sumber suara.

"Ada apa?" tanya Dava.

"Ada yang mau saya bicarakan sebentar kepada Mas Dava."

"Duduklah."

Reva duduk di hadapan Dava. "Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Dava kembali.

"Barusan Mas Hendra menghubungi saya dan mengatakan kalau kondisi Rian semakin parah, Mas Hendra juga bilang kalau Rian harus segera mendapatkan transplantasi jantung kalau tidak, nyawa Rian tidak akan bisa bertahan lama. Saya menemui Mas Dava, hanya ingin meminta tolong pinjamkan saya uang untuk biaya operasi Rian dan Mas Dava bisa memotong gaji saya setiap bulannya," seru Reva dengan bibir bergetar bahkan air mata Reva sudah menetes.

Dava memperhatikan Reva yang saat ini menundukkan kepalanya sembari menangis, dalam otaknya Dava sedang berpikir tentang apa yang tadi dikatakan oleh kedua keponakannya.

"Menikahlah denganku," seru Dava.

Seketika Reva mengangkat wajahnya dan menatap Dava, ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dava.

"Maksud Mas Dava, apa?" tanya Reva kaget.

"Chika dan Cello ingin kita menikah, aku sangat menyayangi mereka dan aku merasa sangat bersalah karena sudah membuat mereka sedih bahkan sampai sakit. Aku hanya ingin membahagiakan mereka, kita nikah kontrak dengan begitu aku bisa membuat Chika dan Cello bahagia begitu pun dengan kamu, kamu tidak perlu meminjam uang karena aku akan membiayai operasi Rian sampai dia sembuh nanti," seru Dava.

Reva terkejut dengan ucapan Dava, dia tidak menyangka kalau saat ini dia harus di hadapkan dengan situasi yang sangat membingungkan.

Di satu sisi, dia hanya ingin menikah satu kali seumur hidup bukan nikah kontrak yang diinginkan oleh Dava tapi di sisi lain, nyawa Rian jauh lebih penting karena Rian adalah satu-satunya keluarga Reva.

"Baiklah, saya setuju Mas," sahut Reva mantap.

Terpaksa menikah dengan Dava adalah satu-satunya jalan supaya nyawa Rian terselamatkan, Reva tidak memikirkan bagaimana ke depannya yang penting Rian bisa dioperasi secepatnya.

***

Keesokan harinya...

Dava menyuruh asistennya untuk mengurus pernikahan antara dirinya dan Reva. Semalam Reva sudah memberikan surat-surat yang dibutuhkan untuk melaksanakan pernikahan.

Amelia sangat terkejut dengan ucapan Dava, ia tidak menyangka kalau Dava akan menikahi Reva secepat itu.

"Dava, pernikahan bukanlah hal yang main-main dan Mama tidak mau kalau sampai kamu nantinya menyakiti hati Reva," seru Mama Amelia.

"Dava tidak akan menyakiti Reva, Dava hanya menikahi Reva semata-mata untuk membuat Chika dan Cello bahagia. Tapi mungkin untuk saat ini, Dava hanya memerlukan status terlebih dahulu karena kalau urusan hati, Dava belum bisa mencintai Reva," sahut Dava.

Amelia tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa mendo'kan anaknya bahagia dan berharap Dava akan segera mencintai Reva.

Pagi ini Dava dan Reva pergi menuju KUA, bersama Amelia dan kedua keponakannya. Chika dan Cello tiba-tiba sembuh saat mendengar kalau Dava dan Reva akan menikah hari ini.

"Asyik, sebentar lagi Bu Reva akan menjadi Mommy kita," seru Chika dengan girangnya.

"Iya, dan kita bisa tidur dengan Bu Reva setiap hari," sambung Cello.

Reva dan Amelia tersenyum, sedangkan Dava hanya diam saja. Tidak bisa dipungkiri kalau saat ini Dava sangat gugup, bagaimana pun hari ini dia akan mengucapkan ijab kabul dan itu adalah pertama dalam hidupnya.

Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di KUA. Dava tidak mau lama-lama, dia dengan cepat mengucapkan ijab kabul dengan sangat lancar.

Reva meneteskan air mata saat Dava mengucapkan ijab kabul.

"Demi kesembuhanmu, kakak rela melakukan apa pun," batin Reva.

Setelah selesai mengucapkan ijab kabul dan mereka sudah sah menjadi suami istri, Reva pun mencium punggung tangan Dava. Mereka tidak sadar kalau saat ini tangan mereka sama-sama dingin saking gugupnya.

Jantung Dava bergetar hebat saat Reva mencium punggung tangannya. Setelah itu, Reva berbalik dan mencium punggung tangan Amelia.

"Mama do'akan semoga kalian berdua bahagia," seru Mama Amelia dengan mata yang berkaca-kaca.

Reva tersenyum, Amelia lalu memeluk wanita cantik yang saat ini sudah menjadi menantunya itu. Chika dan Cello menghampiri Reva dan langsung memeluknya.

"Berarti mulai sekarang kita sudah bisa memanggil Ibu dengan sebutan Mommy dong?" seru Cello.

Reva tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Chika dan Cello sangat bahagia, mereka mencium pipi Reva saking bahagianya sedangkan Dava dan Amelia ikut menyunggingkan senyumannya.

"Lihatlah Dava, Chika dan Cello begitu menyayangi Reva," bisik Mama Amelia.

Dava terdiam, Reva satu-satunya wanita yang bisa merebut hati kedua keponakannya dengan perlakuan dia yang lembut dan keibuan. Dava berjanji tidak akan menyakiti hati Reva, walaupun saat ini dalam hatinya masih belum ada cinta untuk Reva.

"Chika, Cello, sekarang kalian pulang sama Nenek ya soalnya Daddy harus ke rumah sakit bersama Mommy. Om Rian harus di operasi hari ini," seru Dava.

Deg...

Jantung Reva berdetak sangat kencang bahkan darahnya mengalir dengan cepat mendengar Dava menyebutnya dengan sebutan Mommy.

"Oke," sahut Chika dan Cello bersamaan.

"Jangan lupa pulang dari sini, kalian minum obat biar cepat sembuh," seru Reva.

"Oke, Mommy."

"Ma, kita ke rumah sakit dulu. Mama tidak apa-apa kan, kalau harus jaga Chika dan Cello dulu?" seru Dava.

"Iya, tidak apa-apa kok. Semoga operasinya berjalan dengan lancar."

"Terima kasih, Ma," sahut Reva.

Akhirnya Dava dan Reva pun masuk ke dalam mobil dan segera pergi menuju rumah sakit, selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali mereka berdua sama-sama diam.

*

*

*

Semua pembaca setiaku sudah punya buku ini, masih adakah yang mau bukuku ini? Mumpung aku lagi ultah dan baik hati, aku akan bagikan 2 buku ini yuk siapa yang mau komen untuk 2 orang yang beruntung🥰🥰

Terpopuler

Comments

Muawanah

Muawanah

yg satu demi keponakan yg satu LG demi sang adik ...
mdh2n tidak bnyk kerikil2 tajam setelah menikah...

2024-02-07

2

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

akhirnya reva sama dava menikah juga, aku dong thor mai buku itu 😁😁😁

2024-02-01

1

☠☀💦Adnda🌽💫

☠☀💦Adnda🌽💫

akhirnya nikah juga mereka ,semoga akan ada cinta biarpun datang perlahan tpi semoga mereka bis saling melengkapi

2024-01-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2 Bab 2 Guru Baru
3 Bab 3 Pengasuh Cantik
4 Bab 4 Kagum
5 Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6 Bab 6 Si Kembar Sakit
7 Bab 7 Terpaksa Menikah
8 Bab 8 Canggung
9 Bab 9 Menantu Idaman
10 Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11 Bab 11 Liburan Bersama
12 Bab 12 Mulai Ada Getaran
13 Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14 Bab 14 Minta Adik
15 Bab 15 Positif
16 Bab 16 Kecelakaan
17 Bab 17 Kemarahan Dava
18 Bab 18 Kepergian Reva
19 Bab 19 Siuman
20 Bab 20 Mencari Reva
21 Bab 21 Menjelang Melahirkan
22 Bab 22 Momen Mengharukan
23 Bab 23 Perfect Husband
24 Bab 24 Keluarga Bahagia
25 Bab 25 Kembali Hamil
26 Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27 Bab 27 Keluarga Baru
28 Bab 28 Kecelakaan
29 Bab 29 Merasa Bersalah
30 Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31 Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32 Bab 32 Kemarahan Albi
33 Bab 33 Berusaha Bersabar
34 Bab 34 Ketakutan Diva
35 Bab 35 Perasaan Aneh
36 Bab 36 Mulai Mencair
37 Bab 37 Pulih
38 Bab 38 Pura-pura
39 Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40 Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41 Bab 41 Sat-set
42 Bab 42 Terungkap
43 Bab 43 Hati Yang Hancur
44 Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45 Bab 45 Syarat Dari Albi
46 Bab 46 Kepindahan Diva
47 Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48 Bab 48 Merindukanmu
49 Bab 49 Membesuk Dava
50 Informasi Author
51 Bab 51 Bertemu Bianca
52 Bab 52 Meninggal
53 Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54 Bab 54 Ujian Untuk Diva
55 Bab 55 Tersiksa Keadaan
56 Bab 56 Pura-pura Kuat
57 Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58 Bab 58 Teramat Sakit
59 Bab 59 Kakak Yang Hebat
60 Bab 60 Pengorbanan
61 Bab 61 Janji Albi
62 Bab 62 Memulai Semuanya
63 Bab 63 Tragedi
64 Bab 64 Penyesalan
65 Bab 65 Siuman
66 Bab 66 Sebuah Permohonan
67 Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68 Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69 Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70 Bab 70 END
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2
Bab 2 Guru Baru
3
Bab 3 Pengasuh Cantik
4
Bab 4 Kagum
5
Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6
Bab 6 Si Kembar Sakit
7
Bab 7 Terpaksa Menikah
8
Bab 8 Canggung
9
Bab 9 Menantu Idaman
10
Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11
Bab 11 Liburan Bersama
12
Bab 12 Mulai Ada Getaran
13
Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14
Bab 14 Minta Adik
15
Bab 15 Positif
16
Bab 16 Kecelakaan
17
Bab 17 Kemarahan Dava
18
Bab 18 Kepergian Reva
19
Bab 19 Siuman
20
Bab 20 Mencari Reva
21
Bab 21 Menjelang Melahirkan
22
Bab 22 Momen Mengharukan
23
Bab 23 Perfect Husband
24
Bab 24 Keluarga Bahagia
25
Bab 25 Kembali Hamil
26
Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27
Bab 27 Keluarga Baru
28
Bab 28 Kecelakaan
29
Bab 29 Merasa Bersalah
30
Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31
Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32
Bab 32 Kemarahan Albi
33
Bab 33 Berusaha Bersabar
34
Bab 34 Ketakutan Diva
35
Bab 35 Perasaan Aneh
36
Bab 36 Mulai Mencair
37
Bab 37 Pulih
38
Bab 38 Pura-pura
39
Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40
Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41
Bab 41 Sat-set
42
Bab 42 Terungkap
43
Bab 43 Hati Yang Hancur
44
Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45
Bab 45 Syarat Dari Albi
46
Bab 46 Kepindahan Diva
47
Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48
Bab 48 Merindukanmu
49
Bab 49 Membesuk Dava
50
Informasi Author
51
Bab 51 Bertemu Bianca
52
Bab 52 Meninggal
53
Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54
Bab 54 Ujian Untuk Diva
55
Bab 55 Tersiksa Keadaan
56
Bab 56 Pura-pura Kuat
57
Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58
Bab 58 Teramat Sakit
59
Bab 59 Kakak Yang Hebat
60
Bab 60 Pengorbanan
61
Bab 61 Janji Albi
62
Bab 62 Memulai Semuanya
63
Bab 63 Tragedi
64
Bab 64 Penyesalan
65
Bab 65 Siuman
66
Bab 66 Sebuah Permohonan
67
Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68
Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69
Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70
Bab 70 END
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!