Malam pun tiba...
Ternyata sampai malam tiba, hujan masih turun. Saat ini semuanya sedang maka malam bersama, makan malam kali ini sangatlah membahagiakan karena Reva sudah bisa berkumpul lagi dengan adik kesayangannya itu.
"Daddy, Chika dan Cello ingin mempunyai adik seperti Lulu," seru Chika.
Uhuk.. uhuk.. uhuk..
Dava langsung batuk-batuk mendengar permintaan Chika itu, dia meminum air sampai tandas dan menghela napas beratnya.
"Kakak memangnya belum ada tanda-tanda hamil gitu Kak?" celetuk Rian.
Uhuk.. uhuk.. uhuk..
Kali ini giliran Reva yang terbatuk-batuk, kenapa malam ini adik dan keponakannya membicarakan masalah anak.
"Kakak sama Kak Dava kenapa sih? di tanya malah batuk-batuk, kompak banget," seru Rian.
"Mungkin mereka malu Rian, maklumlah pengantin baru," seru Mama Amelia dengan senyumannya.
"Sebenarnya aku bukan malu, lebih tepatnya aku tidak tahu harus menjawab apa soalnya jangankan anak, melakukan hubungan suami istri pun belum pernah," batin Reva.
Reva dan Dava hanya bisa tersenyum yang terlihat dipaksakan, sungguh mereka kembali salah tingkah. Seperti biasa, Reva hendak ke kamar Chika dan Cello untuk membacakan dongeng tapi Amelia melarangnya.
"Reva, urusan anak-anak biar Mama yang handle sekarang kamu tidur saja," seru Mama Amelia.
"Tapi Ma---"
"Sudah sana tidur, dan istirahatlah."
Reva tidak bisa membantah perintah Mama mertuanya itu, dia pun akhirnya masuk ke dalam kamar. Dava ternyata belum tidur, dia masih asyik dengan ponselnya.
Perlahan Reva naik ke tempat tidur dan menarik selimut lalu Reva merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi Dava.
"Astaga, kenapa jantung ini selalu tidak aman kalau dekat Mas Dava? mana sekarang Mas Dava belum tidur lagi," batin Reva dengan menggigit jari-jarinya.
Dava menyimpan ponselnya, lalu ikut merebahkan tubuhnya. Tapi tidak disangka, Dava memeluk Reva dari belakang membuat Reva membelalakkan matanya.
"Reva, sekarang aku sudah yakin kalau aku sudah mulai menyukaimu. Aku memikirkan apa yang dikatakan Chika dan Cello itu ada benarnya, kita sudah menikah jadi apa salahnya kalau sekarang kita memberikan adik untuk mereka dan memberikan cucu juga untuk Mama," seru Dava di telinganya Reva.
Seketika tubuh Reva menegang, seluruh bulu kuduk nya berdiri merasakan hembusan napas Dava di telinganya. Perlahan Reva membalikan tubuhnya, Lagi-lagi keduanya saling tatap satu sama lain.
"Bukanya kata Mas, kita hanya nikah kontrak?" seru Reva.
"Awalnya memang aku berpikir seperti itu, tapi lama-kelamaan ternyata aku sudah mulai jatuh cinta kepadamu, Reva."
Reva sangat terkejut, dia tidak menyangka kalau Dava akan menyatakan cintanya secepat ini. Perlahan tapi pasti, Dava mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Reva bahkan Reva pun mulai memejamkan matanya.
Detik-detik bibir keduanya akan menempel, Tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka membuat keduanya langsung menjauhkan diri masing-masing.
"Mommy, Daddy!" rengek Chika.
"Astaga, kalian kenapa?" tanya Dava dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kita ingin tidur bersama Mommy," seru Cello.
Chika dan Cello langsung melompat ke atas tempat tidur dan langsung merebahkan tubuh mereka di tengah-tengah membuat Dava menganga.
"Chika, Cello, kamu kenapa tidur di sini?" tanya Dava dengan mengeratkan giginya menahan kesal.
"Kita ingin tidur sama Mommy karena kalau tidur berdua, kita takut," sahut Chika.
"Kalau kalian takut, kalian bisa meminta Nenek untuk menemani kalian," seru Dava.
"Tidak mau."
Chika langsung memeluk Reva dengan sangat erat, begitu pun dengan Cello yang ikut memeluk Reva juga. Dava mengusap wajahnya dengan kasar, lalu mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
"Baru saja ingin mencoba, sudah gagal," gerutu Dava.
Reva tersenyum kikuk, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya Dava pun merebahkan tubuhnya dengan perasaan yang sangat kesal, dia memiringkan tubuhnya membelakangi Reva membuat Reva merasa sangat bersalah.
"Maaf, Mas."
"Ini bukan salah kamu, sudahlah lebih baik sekarang kamu tidur saja," kesal Dava.
Sungguh hatinya sangat dongkol dengan kelakuan kedua keponakannya itu, dia baru tahu kenapa dulu kakaknya sering uring-uringan jika istrinya sedang merajuk dan sekarang Dava merasakan apa yang dulu kakaknya rasakan.
***
Keesokan harinya...
Seperti biasa, Reva bangun pagi-pagi sekali membantu Bi Warsih memasak.
"Reva, kok anak-anak tidak ada di kamarnya?" tanya Mama Amelia.
"Semalam mereka tidur di kamar aku dan Mas Dava," sahut Reva.
"Astaga, dasar ya anak-anak itu," kesal Mama Amelia.
"Tidak apa-apa, Ma. Kasihan mereka ingin tidur sama Reva," sahut Reva dengan senyumannya.
Amelia tidak menyangka kalau Chika dan Cello akan pergi ke kamar Reva dan Dava saat dirinya selesai membacakan dongeng. Kalau tahu mereka akan pergi, mungkin dia akan tidur di sana supaya tidak mengganggu Reva dan Dava.
"Ah, padahal tadi malam cuaca sangat dingin bisa jadi kan mereka akan melakukan hal yang diinginkan," batin Mama Amelia.
Reva pun selesai memasak. "Ma, Reva bangunkan anak-anak sama Mas Dava dulu," seru Reva.
"Iya, Reva."
Reva pun segera menuju kamarnya, dan terlihat di sana Chika dan Cello masih tertidur dengan memeluk Dava. Entah sejak kapan posisi mereka menjadi berubah, Dava yang berada di tengah-tengah.
Reva tersenyum memperlihatkan ketiganya. "Sepertinya nanti kalau aku punya anak, pasti akan seperti itu," batin Reva dengan senyumannya.
Tiba-tiba Reva ingat akan kejadian tadi malam, sebelum Chika dan Cello datang seketika wajah Reva memerah menahan malu.
"Astaga, apa tadi malam Mas Dava berkata serius?" batin Reva.
Reva tidak mau terlalu berharap banyak, Reva pun kemudian membangunkan Chika dan Cello.
"Ayo bangun sayang, sudah siang. Mommy sudah siapkan air hangat untuk kalian," seru Reva.
Chika dan Cello mulai menggerakkan tubuhnya dan membuka mata.
"Ayo mandi dulu, habis itu kita sarapan," seru Reva dengan lembut.
Chika dan Cello mulai bangun, dan melangkagkan kakinya dengan gontai keluar dari kamar mereka. Reva pun mulai mendekati Dava dan menggoyangkan lengan Dava.
"Mas, bangun sudah siang," seru Reva.
"Hmmm... "
"Ayo bangun, nanti sarapannya keburu dingin. Aku juga sudah menyiapkan air hangat untuk Mas mandi," seru Reva.
Reva hendak melangkahkan kakinya tapi tanpa diduga, Dava menarik lengan Reva sehingga Reva pun terjatuh tepat di atas tubuh Dava.
Reva membelalakkan matanya. "Tadi malam kita gagal, bagaimana kalau kita lanjutkan di pagi hari ini," seru Dava dengan suara serak khas bangun tidur.
"A-apa?" sahut Reva terkejut.
Dava menekan kepala Reva supaya mendekat, baru saja hidung mereka saling menempel, lagi-lagi pintu kamar terbuka.
"Mommy, kita ingin mandi sama Mommy!" teriak Chika dengan suara cemprengnya.
Reva dengan cepat bangkit dari atas tubuh Dava, dan segera menghampiri Chika.
"Oke, ayo sayang kita mandi sekarang," seru Reva gugup.
Reva pun membawa Chika ke kamarnya, sedangkan Dava menghentak-hentakkan kakinya di atas tempat tidur sembari mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
"Dasar, anak-anak tidak tahu diri kalian," seru Dava kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Erna Fadhilah
yaaaah baru mau unboxing gagal trs si kembar siiih gangguin daddy aja, daddy kan mau unboxing mommy😊😊😊
2024-02-01
2
☠☀💦Adnda🌽💫
gagal maning "ya Dady pusing DECH 🫣
2024-01-29
1
ahyuun.e
katanya pada minta adek, tapi giliran mau di buatin mlah klian gangguin gmna sih anak" semprul wkwkwwkssk gak jdi" ngadon ngak jdi adek klian wkwkwwk
2023-12-23
4