Bab 6 Si Kembar Sakit

Tidak terasa sudah sore, Dava pun mengajak kedua keponakannya itu pulang. Dari hasil perbincangan keduanya, Dava dan Reva menjadi tahu satu sama lain.

Reva terkejut saat tahu kalau Chika dan Cello adalah keponakan Dava bukan anaknya, selama ini Reva memang menganggap kalau Chika dan Cello merupakan anak Dava karena mereka memanggil Dava dengan sebutan Daddy.

Mereka sampai di rumah hampir menjelang isya, dan terlihat Chika dan Cello sudah tertidur di jok belakang.

"Tolong kamu bukakan pintu mobil, biar aku bawa Chika dan Cello," seru Dava.

Reva pun membuka pintu mobilnya dan Dava menggendong Chika terlebih dahulu, lalu setelah itu Cello. Reva sangat kagum kepada Dava karena meskipun mereka keponakannya, tapi terlihat sekali kalau Dava sangat menyayangi mereka seperti anak-anak nya sendiri.

Reva menutup tubuh keduanya dengan selimut lalu Reva dan Dava pun keluar dari kamar Chika dan Cello.

"Bu Reva, maafkan anak-anak jika mereka sudah bicara macam-macam kepadamu, itu hanya ungkapan kerinduan mereka kepada Mami dan Papinya," seru Dava.

"Iya Mas, aku juga ngerti kok."

"Kalau begitu sekarang kamu boleh istirahat."

"Baik, Mas."

Reva pun masuk ke dalam kamarnya, begitu juga dengan Dava yang masuk ke dalam kamarnya sendiri.

***

Keesokan harinya...

Chika dan Cello berusaha mendekatkan Dava dengan Reva dan Dava menyadari semuanya membuat Dava sedikit jengkel akan kelakuan kedua keponakannya itu.

"Bu Reva, sepertinya Daddy ingin makan cumi buatan ibu deh, soalnya kemarin Daddy bilang cumi buatan ibu enak," celetuk Cello.

Dava sampai terbatuk-batuk mendengar celetukan Cello, sedangkan Amelia terlihat mengulum senyum ketika melihat wajah Dava memerah karena menahan malu.

"Hmmm..kalau begitu besok saja ibu buatkan cumi lagi," sahut Reva gugup.

"Daddy, apa nanti siang Daddy sibuk?" tanya Chika.

"Memangnya kenapa?"

"Kalau gak sibuk, nanti Bu Reva akan datang ke kantor Daddy dan membawakan makanan," celetuk Chika.

Dava menghentikan suapannya, Dava merasa sangat kesal kepada kedua keponakannya yang terus saja berusaha mendekatkan dirinya dengan pengasuh mereka.

"Chika, Cello, hentikan semua ini! Daddy tidak suka ya, kalian bersikap seperti ini. Daddy banyak pekerjaan, jangan coba-coba kalian mengganggu pekerjaan Daddy dengan rencana-rencana kalian itu!" bentak Dava.

Semua orang yang ada di sana sampai tersentak kaget mendengar bentakan Dava, apalagi saat ini Chika dan Cello sudah meneteskan air matanya saking takutnya mendengar bentakan Dava.

"Daddy jahat, Chika benci sama Daddy!" teriak Chika berlari menuju kamarnya.

"Cello juga benci sama Daddy!"

Cello ikut berlari menyusul saudara kembarnya itu.

"Maaf Nyonya, Mas, saya permisi mau nyusul Chika dan Cello," seru Reva gugup.

Reva dengan cepat menyusul Chika dan Cello, sedangkan Dava mengusap wajahnya dengan kasar dan untuk pertama kalinya Dava membentak kedua keponakan yang selama ini dia sayangi itu.

"Ma, Dava berangkat ke kantor dulu," seru Dava dingin.

Dava lalu pergi ke kantor, Amelia hanya bisa diam dan menghela napasnya. Sementara itu di dalam kamar, Chika dan Cello menangis sesenggukan di atas tempat tidur.

"Chika, Cello, kalian tidak boleh berkata kasar seperti tadi dosa lho," seru Reva lembut.

"Kita benci sama Daddy, Bu. Daddy tidak mau menuruti keinginan Chika dan Cello untuk menikah dengan ibu," seru Cello.

Reva tersenyum, lalu mengusap kepala Chika dan Cello secara bergantian.

"Chika, Cello, dengarkan ibu. Daddy Dava mungkin sudah punya calon, jadi kalian tidak boleh melakukan itu makanya tadi Daddy Dava membentak kalian, itu tandanya Daddy Dava sangat marah dan kalian tidak boleh membuat Daddy Dava marah, dosa lho."

Chika dan Cello bangkit lalu mendekati Reva dengan deraian air mata mereka yang terus saja berjatuhan.

"Tapi kita ingin ibu yang menjadi Mommy kita, kita tidak mau yang lain," rengek Chika.

"Tidak boleh bicara seperti itu karena itu sangat tidak baik, ibu yakin siapa pun nantinya yang akan menjadi Mommy kalian, pasti dia akan menyayangi kalian seperti ibu jadi kalian tidak usah takut," bujuk Reva.

Chika dan Cello terdiam. "Bu Reva lebih baik sekarang keluar dari kamar kita, dan hari ini kita ingin libur dulu tidak mau belajar," ketua Chika.

Reva tersenyum, dia tahu kalau Chika dan Cello saat ini sedang marah kepada dirinya tapi Reva sama sekali tidak merasa marah.

"Ya sudah, kalau begitu ibu keluar dulu nanti kalau kalian butuh apa-apa, kalian panggil ibu saja," seru Reva.

Chika dan Cello memasang wajah yang cemberut, Reva pun memilih keluar dari kamar mereka dan memberikan waktu keduanya untuk menenangkan diri mereka.

***

Waktu pun berjalan dengan cepat, pintu kamar Reva diketuk dengan sangat kencangnya membuat Reva yang sedang tidur siang tersentak kaget dan langsung membukakan pintu.

"Nyonya Amel, ada apa Nyonya?" tanya Reva khawatir.

"Bu Reva, Chika dan Cello demam," sahut Mama Amelia panik.

"Apa, demam? perasaan tadi pagi-pagi mereka baik-baik saja," seru Reva.

Reva segera berjalan menuju kamar Chika dan Cello, diikuti oleh Amelia dengan wajah paniknya. Reva masuk dan menyentuh kening keduanya.

"Ya Allah badan mereka panas banget, apa kita tidak bawa mereka ke rumah sakit saja, Nyonya?" seru Reva.

"Bu Reva, mereka trauma dengan rumah sakit yang ada mereka akan tambah sakit. Saya sudah telepon dokter keluarga, dan Dava juga saat ini sedang dalam perjalanan," sahut Mama Amelia.

Tidak lama kemudian, Dava pun sampai di rumah. Dava berlari menuju kamar kedua keponakannya itu, sungguh Dava merasa sangat khawatir dengan keadaan Chika dan Cello.

"Bagaimana keadaan Chika dan Cello, Ma?" tanya Dava yang baru saja masuk ke dalam kamar.

"Mereka mengalami demam, sebentar lagi dokter datang kok," sahut Mama Amelia.

Dava terlihat sangat khawatir, apalagi tadi pagi dia sudah membentak keduanya membuat Dava merasa sangat bersalah.

"Maafkan Daddy karena sudah membentak kalian," seru Dava dengan mencium pucuk kepala Chika dan Cello.

Dokter keluarga datang dan segera memeriksa Chika dan Cello.

"Bagaimana, Dok?" tanya Dava.

"Mereka mengalami demam, ini obat yang harus mereka minum. Kalau begitu, saya pamit pulang dulu."

"Iya Dok, Terima kasih."

"Mari dok, biar saya antar," seru Mama Amelia.

"Maaf Mas, saya permisi mau buatkan bubur untuk Chika dan Cello," seru Reva.

Dava duduk di samping keduanya, Dava benar-benar merasa sangat bersalah kepada kedua keponakannya itu.

"Daddy jahat, tidak mau menikah dengan Bu Reva padahal kita hanya ingin seperti teman-teman yang lain punya Mommy dan bisa jalan-jalan bersama," seru Chika dengan memejamkan matanya.

"Mami dan Papi selalu mengabulkan permintaan kita, tapi Daddy jahat tidak mau mengabulkan permintaan kita," seru Cello yang sama masih memejamkan matanya.

Ternyata keduanya mengigau, hati Dava merasa sangat sakit saat disebut jahat oleh kedua keponakan kesayangannya itu. Tidak lama kemudian, Reva datang dengan membawa bubur dan Dava memilih pergi dari sana dan membiarkan Reva menyuapi Chika dan Cello.

Terpopuler

Comments

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

mereka merindukan kedua orang tuanya, makanya mereka pengen daddy nikah sama bu reva biar mereka merasa mempunyai keluarga yang utuh

2024-02-01

2

☠☀💦Adnda🌽💫

☠☀💦Adnda🌽💫

mereka rindu punya orang tua yg utuh .....sini peluk jauh Chika & cello 🤗🤗

2024-01-29

1

💞Amie🍂🍃

💞Amie🍂🍃

Sedih deh jadinya

2023-12-19

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2 Bab 2 Guru Baru
3 Bab 3 Pengasuh Cantik
4 Bab 4 Kagum
5 Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6 Bab 6 Si Kembar Sakit
7 Bab 7 Terpaksa Menikah
8 Bab 8 Canggung
9 Bab 9 Menantu Idaman
10 Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11 Bab 11 Liburan Bersama
12 Bab 12 Mulai Ada Getaran
13 Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14 Bab 14 Minta Adik
15 Bab 15 Positif
16 Bab 16 Kecelakaan
17 Bab 17 Kemarahan Dava
18 Bab 18 Kepergian Reva
19 Bab 19 Siuman
20 Bab 20 Mencari Reva
21 Bab 21 Menjelang Melahirkan
22 Bab 22 Momen Mengharukan
23 Bab 23 Perfect Husband
24 Bab 24 Keluarga Bahagia
25 Bab 25 Kembali Hamil
26 Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27 Bab 27 Keluarga Baru
28 Bab 28 Kecelakaan
29 Bab 29 Merasa Bersalah
30 Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31 Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32 Bab 32 Kemarahan Albi
33 Bab 33 Berusaha Bersabar
34 Bab 34 Ketakutan Diva
35 Bab 35 Perasaan Aneh
36 Bab 36 Mulai Mencair
37 Bab 37 Pulih
38 Bab 38 Pura-pura
39 Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40 Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41 Bab 41 Sat-set
42 Bab 42 Terungkap
43 Bab 43 Hati Yang Hancur
44 Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45 Bab 45 Syarat Dari Albi
46 Bab 46 Kepindahan Diva
47 Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48 Bab 48 Merindukanmu
49 Bab 49 Membesuk Dava
50 Informasi Author
51 Bab 51 Bertemu Bianca
52 Bab 52 Meninggal
53 Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54 Bab 54 Ujian Untuk Diva
55 Bab 55 Tersiksa Keadaan
56 Bab 56 Pura-pura Kuat
57 Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58 Bab 58 Teramat Sakit
59 Bab 59 Kakak Yang Hebat
60 Bab 60 Pengorbanan
61 Bab 61 Janji Albi
62 Bab 62 Memulai Semuanya
63 Bab 63 Tragedi
64 Bab 64 Penyesalan
65 Bab 65 Siuman
66 Bab 66 Sebuah Permohonan
67 Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68 Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69 Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70 Bab 70 END
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2
Bab 2 Guru Baru
3
Bab 3 Pengasuh Cantik
4
Bab 4 Kagum
5
Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6
Bab 6 Si Kembar Sakit
7
Bab 7 Terpaksa Menikah
8
Bab 8 Canggung
9
Bab 9 Menantu Idaman
10
Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11
Bab 11 Liburan Bersama
12
Bab 12 Mulai Ada Getaran
13
Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14
Bab 14 Minta Adik
15
Bab 15 Positif
16
Bab 16 Kecelakaan
17
Bab 17 Kemarahan Dava
18
Bab 18 Kepergian Reva
19
Bab 19 Siuman
20
Bab 20 Mencari Reva
21
Bab 21 Menjelang Melahirkan
22
Bab 22 Momen Mengharukan
23
Bab 23 Perfect Husband
24
Bab 24 Keluarga Bahagia
25
Bab 25 Kembali Hamil
26
Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27
Bab 27 Keluarga Baru
28
Bab 28 Kecelakaan
29
Bab 29 Merasa Bersalah
30
Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31
Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32
Bab 32 Kemarahan Albi
33
Bab 33 Berusaha Bersabar
34
Bab 34 Ketakutan Diva
35
Bab 35 Perasaan Aneh
36
Bab 36 Mulai Mencair
37
Bab 37 Pulih
38
Bab 38 Pura-pura
39
Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40
Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41
Bab 41 Sat-set
42
Bab 42 Terungkap
43
Bab 43 Hati Yang Hancur
44
Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45
Bab 45 Syarat Dari Albi
46
Bab 46 Kepindahan Diva
47
Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48
Bab 48 Merindukanmu
49
Bab 49 Membesuk Dava
50
Informasi Author
51
Bab 51 Bertemu Bianca
52
Bab 52 Meninggal
53
Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54
Bab 54 Ujian Untuk Diva
55
Bab 55 Tersiksa Keadaan
56
Bab 56 Pura-pura Kuat
57
Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58
Bab 58 Teramat Sakit
59
Bab 59 Kakak Yang Hebat
60
Bab 60 Pengorbanan
61
Bab 61 Janji Albi
62
Bab 62 Memulai Semuanya
63
Bab 63 Tragedi
64
Bab 64 Penyesalan
65
Bab 65 Siuman
66
Bab 66 Sebuah Permohonan
67
Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68
Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69
Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70
Bab 70 END
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!