Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam

Setelah makan malam bersama, Reva pun meminta izin untuk ke kamarnya karena tubuhnya sudah sangat lengket dengan keringat dan dia ingin mandi.

Amelia masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat, begitu pun dengan Dava yang masuk ke dalam kamarnya. Dava mondar-mandir di dalam kamarnya dengan perasaan gelisah.

"Bagaimana aku harus bicara kepada Reva?" batin Dava.

Dava keluar dari kamarnya dan berniat ke kamar Reva untuk memberitahukan kalau mulai malam ini Reva tidur di kamarnya saja. Tapi, baru saja membuka pintu, Dava melihat Reva masuk ke dalam kamar Chika dan Cello.

Dava diam-diam mengikuti Reva, seperti biasa Reva akan membacakan dongeng untuk Chika dan Cello sampai kedua anak itu tertidur. Dava terus saja memperhatikan Reva dari balik pintu.

"Reva terlihat tulus sekali menyayangi Chika dan Cello," batin Dava.

Saking fokusnya Dava, dia tidak sadar kalau Reva sudah selesai menidurkan kedua keponakannya lalu Reva hendak keluar dari kamar Chika dan Cello tapi pada saat Reva membuka pintu, Reva tidak tahu kalau ada Dava di sana membuat Dava seketika terjungkal ke lantai dan Reva sangat kaget.

"Astaga, Mas Dava. Mas tidak apa-apa?" tanya Reva dengan membantu Dava berdiri.

"Ah, aku tidak apa-apa kok," sahut Dava gugup.

"Mas Dava sedang apa di situ? maaf ya Mas, aku tidak tahu."

"Aku barusan mau lihat Chika dan Cello sudah tidur apa belum," dusta Dava.

"Mereka baru saja tidur Mas, ya sudah kalau begitu aku juga pamit mau istirahat," seru Reva.

Dava dengan cepat menutup pintu kamar keponakannya itu dan menyusul Reva.

"Tunggu, Reva!"

"Iya, ada apa Mas?"

Dava terlihat salah tingkah dan sulit sekali untuk bicara membuat Reva mengerutkan keningnya.

"Ehmm... anu... "

"Mas mau bicara apa?" tanya Reva.

"Ehmm... kamu mau ke mana?" tanya Dava gugup.

"Mau tidur Mas, ada apa Mas? apa ada yang bisa aku bantu?"

"Begini Reva, kita kan sudah menikah seharusnya kita tidur satu kamar soalnya aku takut Chika dan Cello nanti curiga kalau kita tidur secara terpisah seperti ini," seru Dava dengan wajah yang memerah.

"Hah..jadi maksud Mas, aku harus pindah ke kamar Mas gitu?"

"Seharusnya memang seperti itu kan, tapi terserah kamu saja kalau kamu tidak mau jangan dipaksakan," seru Dava.

Dava yang sangat malu langsung segera masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Reva yang masih diam mematung. Dava menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menenggelamkan wajahnya ke atas bantal.

"Astaga, malu banget aku," batin Dava.

Sementara itu di dalam kamar Reva, dia mondar-mandir dengan memegang dadanya sungguh saat ini jantungnya seakan mau loncat dari tempatnya.

"Ya Allah, apa malam ini Mas Dava ingin melakukannya?" gumam Reva.

Reva geleng-geleng kepala, wajahnya memanas menahan malu membayangkan hal itu.

"Tapi, bagaimana mungkin Mas Dava ingin melakukannya bukannya dia bilang kalau ini hanya pernikahan kontrak ya?" gumam Reva kembali.

Malam ini Reva benar-benar sangat bingung harus melakukan apa, hingga Reva pun memilih duduk di ujung ranjang dan memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan.

Begitu pun dengan Dava, dia terus saja melihat jam dinding dengan perasaan yang gelisah.

"Kok Reva gak datang-datang ya, apa jangan-jangan dia tidak mau lagi pindah ke sini?" gumam Dava.

Dava sedikit merasa kecewa kepada Reva, dengan kesalnya dia pun merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.

Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 malam, Reva pun bangkit dan terduduk di atas tempat tidur.

"Aku kan sudah menjadi istri Mas Dava jadi memang seharusnya aku tidur di kamar Mas Dava. Sudah malam juga, pasti Mas Dava sudah tidur," gumam Reva.

Reva keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju kamar Dava, di depan pintu kamar Dava, Reva terdiam dengan memegang dadanya lagi-lagi jantungnya berdetak tak karuan.

"Mudah-mudahan Mas Dava sudah tidur," batin Reva.

Perlahan Reva membuka pintu kamar Dava, terlihat Dava sudah tertidur membuat Reva bernapas lega.

"Alhamdulillah, Mas Dava sudah tidur," batin Reva.

Dengan mengendap-endap Reva menghampiri Dava, lalu ia naik ke atas tempat tidur. Reva sangat berhati-hati karena takut Dava terbangun. Reva memiringkan tubuhnya menghadap Dava, saat ini Dava tertidur dengan posisi terlentang.

"Ya Allah, Mas Dava tampan sekali," batin Reva.

Reva terus saja memperhatikan Dava sembari terus menguap, hingga beberapa saat kemudian mata Reva mulai sayu dan tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Reva pun memejamkan matanya dan masuk ke dalam alam mimpinya.

Dava mulai membuka mata secara perlahan, dia menoleh ke samping.

"Aku tahu, pasti kamu akan datang ke sini," batin Dava.

Perlahan Dava menarik selimut dan menyelimuti tubuh Reva. Dava memiringkan tubuhnya dan posisi mereka saat ini saling berhadap-hadapan.

Dava memperhatikan wajah Reva dengan seksama, bulu mata lentik, hidung mungil namun mancung, dan terakhir bibir tipis yang berwarna merah muda.

"Aku baru tahu kalau kamu begitu sangat cantik walaupun tanpa make-up sekalipun. Pantas saja Chika dan Cello langsung jatuh hati kepadamu, karena sepertinya aku juga sudah mulai jatuh cinta kepadamu," batin Dava dengan senyumannya.

Dava terus saja memperhatikan Reva, hingga tidak lama kemudian, Dava pun mulai menyusul Reva ke alam mimpinya.

***

Keesokan harinya...

"Mommy, Daddy!" teriak Chika dan Cello bersamaan.

Dava dan Reva tersentak kaget, mereka berdua membuka matanya.

"Astaga Chika, Cello, bisa tidak kalian jangan teriak-teriak," seru Dava dengan suara serak khas bangun tidur.

Reva langsung melotot saat mendengar suara Dava, ternyata saat ini dia sedang tertidur dengan posisi memeluk Dava dan wajahnya di dada Dava.

"Astagfirullah."

Dava pun tersadar dan menundukkan wajahnya melihat ke arah Reva, wajah keduanya sangat dekat hingga tidak lama kemudian keduanya terbangun.

Reva membenarkan rambutnya dengan salah tingkah, sedangkan Dava bangkit lalu mencari handuk yang sebenarnya ada di hadapan Dava tapi karena Dava merasa gugup, dia menjadi bingung sendiri.

"Kalian melihat handuk Daddy tidak?" tanya Dava kebingungan.

"Daddy, itu handuk ada di hadapan Daddy," sahut Chika.

"Astaga, kenapa Daddy tidak melihatnya. Kalau begitu Daddy mandi dulu."

Dengan cepat Dava masuk ke dalam kamar mandi, begitu pun dengan Reva yang segera keluar dari kamar Dava dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.

Sementara itu, Chika dan Cello saling pandang satu sama lain mereka bingung dengan tingkah laku Dava dan Reva.

Selesai mandi, Reva langsung membantu ART untuk membuat sarapan. Tidak lama kemudian, Dava pun turun dan duduk. Terlihat sekali keduanya sangat canggung dan salah tingkah, tapi walaupun seperti itu Dava selalu memperhatikan Reva dalam diam.

Terpopuler

Comments

Eylna Fadli

Eylna Fadli

huftt dag dig dug serrrr

2024-02-18

2

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

udah mulai tumbuh benih-benih cinta nie 😂😂😂

2024-02-01

1

☠☀💦Adnda🌽💫

☠☀💦Adnda🌽💫

gemesh banget sama Reva & Dava .....ish

2024-01-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2 Bab 2 Guru Baru
3 Bab 3 Pengasuh Cantik
4 Bab 4 Kagum
5 Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6 Bab 6 Si Kembar Sakit
7 Bab 7 Terpaksa Menikah
8 Bab 8 Canggung
9 Bab 9 Menantu Idaman
10 Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11 Bab 11 Liburan Bersama
12 Bab 12 Mulai Ada Getaran
13 Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14 Bab 14 Minta Adik
15 Bab 15 Positif
16 Bab 16 Kecelakaan
17 Bab 17 Kemarahan Dava
18 Bab 18 Kepergian Reva
19 Bab 19 Siuman
20 Bab 20 Mencari Reva
21 Bab 21 Menjelang Melahirkan
22 Bab 22 Momen Mengharukan
23 Bab 23 Perfect Husband
24 Bab 24 Keluarga Bahagia
25 Bab 25 Kembali Hamil
26 Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27 Bab 27 Keluarga Baru
28 Bab 28 Kecelakaan
29 Bab 29 Merasa Bersalah
30 Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31 Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32 Bab 32 Kemarahan Albi
33 Bab 33 Berusaha Bersabar
34 Bab 34 Ketakutan Diva
35 Bab 35 Perasaan Aneh
36 Bab 36 Mulai Mencair
37 Bab 37 Pulih
38 Bab 38 Pura-pura
39 Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40 Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41 Bab 41 Sat-set
42 Bab 42 Terungkap
43 Bab 43 Hati Yang Hancur
44 Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45 Bab 45 Syarat Dari Albi
46 Bab 46 Kepindahan Diva
47 Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48 Bab 48 Merindukanmu
49 Bab 49 Membesuk Dava
50 Informasi Author
51 Bab 51 Bertemu Bianca
52 Bab 52 Meninggal
53 Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54 Bab 54 Ujian Untuk Diva
55 Bab 55 Tersiksa Keadaan
56 Bab 56 Pura-pura Kuat
57 Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58 Bab 58 Teramat Sakit
59 Bab 59 Kakak Yang Hebat
60 Bab 60 Pengorbanan
61 Bab 61 Janji Albi
62 Bab 62 Memulai Semuanya
63 Bab 63 Tragedi
64 Bab 64 Penyesalan
65 Bab 65 Siuman
66 Bab 66 Sebuah Permohonan
67 Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68 Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69 Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70 Bab 70 END
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2
Bab 2 Guru Baru
3
Bab 3 Pengasuh Cantik
4
Bab 4 Kagum
5
Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6
Bab 6 Si Kembar Sakit
7
Bab 7 Terpaksa Menikah
8
Bab 8 Canggung
9
Bab 9 Menantu Idaman
10
Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11
Bab 11 Liburan Bersama
12
Bab 12 Mulai Ada Getaran
13
Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14
Bab 14 Minta Adik
15
Bab 15 Positif
16
Bab 16 Kecelakaan
17
Bab 17 Kemarahan Dava
18
Bab 18 Kepergian Reva
19
Bab 19 Siuman
20
Bab 20 Mencari Reva
21
Bab 21 Menjelang Melahirkan
22
Bab 22 Momen Mengharukan
23
Bab 23 Perfect Husband
24
Bab 24 Keluarga Bahagia
25
Bab 25 Kembali Hamil
26
Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27
Bab 27 Keluarga Baru
28
Bab 28 Kecelakaan
29
Bab 29 Merasa Bersalah
30
Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31
Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32
Bab 32 Kemarahan Albi
33
Bab 33 Berusaha Bersabar
34
Bab 34 Ketakutan Diva
35
Bab 35 Perasaan Aneh
36
Bab 36 Mulai Mencair
37
Bab 37 Pulih
38
Bab 38 Pura-pura
39
Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40
Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41
Bab 41 Sat-set
42
Bab 42 Terungkap
43
Bab 43 Hati Yang Hancur
44
Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45
Bab 45 Syarat Dari Albi
46
Bab 46 Kepindahan Diva
47
Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48
Bab 48 Merindukanmu
49
Bab 49 Membesuk Dava
50
Informasi Author
51
Bab 51 Bertemu Bianca
52
Bab 52 Meninggal
53
Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54
Bab 54 Ujian Untuk Diva
55
Bab 55 Tersiksa Keadaan
56
Bab 56 Pura-pura Kuat
57
Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58
Bab 58 Teramat Sakit
59
Bab 59 Kakak Yang Hebat
60
Bab 60 Pengorbanan
61
Bab 61 Janji Albi
62
Bab 62 Memulai Semuanya
63
Bab 63 Tragedi
64
Bab 64 Penyesalan
65
Bab 65 Siuman
66
Bab 66 Sebuah Permohonan
67
Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68
Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69
Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70
Bab 70 END
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!