Setelah makan malam bersama, Reva pun meminta izin untuk ke kamarnya karena tubuhnya sudah sangat lengket dengan keringat dan dia ingin mandi.
Amelia masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat, begitu pun dengan Dava yang masuk ke dalam kamarnya. Dava mondar-mandir di dalam kamarnya dengan perasaan gelisah.
"Bagaimana aku harus bicara kepada Reva?" batin Dava.
Dava keluar dari kamarnya dan berniat ke kamar Reva untuk memberitahukan kalau mulai malam ini Reva tidur di kamarnya saja. Tapi, baru saja membuka pintu, Dava melihat Reva masuk ke dalam kamar Chika dan Cello.
Dava diam-diam mengikuti Reva, seperti biasa Reva akan membacakan dongeng untuk Chika dan Cello sampai kedua anak itu tertidur. Dava terus saja memperhatikan Reva dari balik pintu.
"Reva terlihat tulus sekali menyayangi Chika dan Cello," batin Dava.
Saking fokusnya Dava, dia tidak sadar kalau Reva sudah selesai menidurkan kedua keponakannya lalu Reva hendak keluar dari kamar Chika dan Cello tapi pada saat Reva membuka pintu, Reva tidak tahu kalau ada Dava di sana membuat Dava seketika terjungkal ke lantai dan Reva sangat kaget.
"Astaga, Mas Dava. Mas tidak apa-apa?" tanya Reva dengan membantu Dava berdiri.
"Ah, aku tidak apa-apa kok," sahut Dava gugup.
"Mas Dava sedang apa di situ? maaf ya Mas, aku tidak tahu."
"Aku barusan mau lihat Chika dan Cello sudah tidur apa belum," dusta Dava.
"Mereka baru saja tidur Mas, ya sudah kalau begitu aku juga pamit mau istirahat," seru Reva.
Dava dengan cepat menutup pintu kamar keponakannya itu dan menyusul Reva.
"Tunggu, Reva!"
"Iya, ada apa Mas?"
Dava terlihat salah tingkah dan sulit sekali untuk bicara membuat Reva mengerutkan keningnya.
"Ehmm... anu... "
"Mas mau bicara apa?" tanya Reva.
"Ehmm... kamu mau ke mana?" tanya Dava gugup.
"Mau tidur Mas, ada apa Mas? apa ada yang bisa aku bantu?"
"Begini Reva, kita kan sudah menikah seharusnya kita tidur satu kamar soalnya aku takut Chika dan Cello nanti curiga kalau kita tidur secara terpisah seperti ini," seru Dava dengan wajah yang memerah.
"Hah..jadi maksud Mas, aku harus pindah ke kamar Mas gitu?"
"Seharusnya memang seperti itu kan, tapi terserah kamu saja kalau kamu tidak mau jangan dipaksakan," seru Dava.
Dava yang sangat malu langsung segera masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Reva yang masih diam mematung. Dava menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menenggelamkan wajahnya ke atas bantal.
"Astaga, malu banget aku," batin Dava.
Sementara itu di dalam kamar Reva, dia mondar-mandir dengan memegang dadanya sungguh saat ini jantungnya seakan mau loncat dari tempatnya.
"Ya Allah, apa malam ini Mas Dava ingin melakukannya?" gumam Reva.
Reva geleng-geleng kepala, wajahnya memanas menahan malu membayangkan hal itu.
"Tapi, bagaimana mungkin Mas Dava ingin melakukannya bukannya dia bilang kalau ini hanya pernikahan kontrak ya?" gumam Reva kembali.
Malam ini Reva benar-benar sangat bingung harus melakukan apa, hingga Reva pun memilih duduk di ujung ranjang dan memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan.
Begitu pun dengan Dava, dia terus saja melihat jam dinding dengan perasaan yang gelisah.
"Kok Reva gak datang-datang ya, apa jangan-jangan dia tidak mau lagi pindah ke sini?" gumam Dava.
Dava sedikit merasa kecewa kepada Reva, dengan kesalnya dia pun merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.
Waktu sudah menunjukan pukul 22.00 malam, Reva pun bangkit dan terduduk di atas tempat tidur.
"Aku kan sudah menjadi istri Mas Dava jadi memang seharusnya aku tidur di kamar Mas Dava. Sudah malam juga, pasti Mas Dava sudah tidur," gumam Reva.
Reva keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju kamar Dava, di depan pintu kamar Dava, Reva terdiam dengan memegang dadanya lagi-lagi jantungnya berdetak tak karuan.
"Mudah-mudahan Mas Dava sudah tidur," batin Reva.
Perlahan Reva membuka pintu kamar Dava, terlihat Dava sudah tertidur membuat Reva bernapas lega.
"Alhamdulillah, Mas Dava sudah tidur," batin Reva.
Dengan mengendap-endap Reva menghampiri Dava, lalu ia naik ke atas tempat tidur. Reva sangat berhati-hati karena takut Dava terbangun. Reva memiringkan tubuhnya menghadap Dava, saat ini Dava tertidur dengan posisi terlentang.
"Ya Allah, Mas Dava tampan sekali," batin Reva.
Reva terus saja memperhatikan Dava sembari terus menguap, hingga beberapa saat kemudian mata Reva mulai sayu dan tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Reva pun memejamkan matanya dan masuk ke dalam alam mimpinya.
Dava mulai membuka mata secara perlahan, dia menoleh ke samping.
"Aku tahu, pasti kamu akan datang ke sini," batin Dava.
Perlahan Dava menarik selimut dan menyelimuti tubuh Reva. Dava memiringkan tubuhnya dan posisi mereka saat ini saling berhadap-hadapan.
Dava memperhatikan wajah Reva dengan seksama, bulu mata lentik, hidung mungil namun mancung, dan terakhir bibir tipis yang berwarna merah muda.
"Aku baru tahu kalau kamu begitu sangat cantik walaupun tanpa make-up sekalipun. Pantas saja Chika dan Cello langsung jatuh hati kepadamu, karena sepertinya aku juga sudah mulai jatuh cinta kepadamu," batin Dava dengan senyumannya.
Dava terus saja memperhatikan Reva, hingga tidak lama kemudian, Dava pun mulai menyusul Reva ke alam mimpinya.
***
Keesokan harinya...
"Mommy, Daddy!" teriak Chika dan Cello bersamaan.
Dava dan Reva tersentak kaget, mereka berdua membuka matanya.
"Astaga Chika, Cello, bisa tidak kalian jangan teriak-teriak," seru Dava dengan suara serak khas bangun tidur.
Reva langsung melotot saat mendengar suara Dava, ternyata saat ini dia sedang tertidur dengan posisi memeluk Dava dan wajahnya di dada Dava.
"Astagfirullah."
Dava pun tersadar dan menundukkan wajahnya melihat ke arah Reva, wajah keduanya sangat dekat hingga tidak lama kemudian keduanya terbangun.
Reva membenarkan rambutnya dengan salah tingkah, sedangkan Dava bangkit lalu mencari handuk yang sebenarnya ada di hadapan Dava tapi karena Dava merasa gugup, dia menjadi bingung sendiri.
"Kalian melihat handuk Daddy tidak?" tanya Dava kebingungan.
"Daddy, itu handuk ada di hadapan Daddy," sahut Chika.
"Astaga, kenapa Daddy tidak melihatnya. Kalau begitu Daddy mandi dulu."
Dengan cepat Dava masuk ke dalam kamar mandi, begitu pun dengan Reva yang segera keluar dari kamar Dava dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Sementara itu, Chika dan Cello saling pandang satu sama lain mereka bingung dengan tingkah laku Dava dan Reva.
Selesai mandi, Reva langsung membantu ART untuk membuat sarapan. Tidak lama kemudian, Dava pun turun dan duduk. Terlihat sekali keduanya sangat canggung dan salah tingkah, tapi walaupun seperti itu Dava selalu memperhatikan Reva dalam diam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Eylna Fadli
huftt dag dig dug serrrr
2024-02-18
2
Erna Fadhilah
udah mulai tumbuh benih-benih cinta nie 😂😂😂
2024-02-01
1
☠☀💦Adnda🌽💫
gemesh banget sama Reva & Dava .....ish
2024-01-29
1