Di sebuah rumah sakit seorang wanita cantik sedang menyuapi adiknya yang terbaring lemah.
"Dek, besok kakak sudah mulai mengajar lagi jadi kamu gak apa-apa kan, kalau kakak tinggal sendirian?" seru wanita cantik yang bernama Reva itu.
"Iya kak, lagipula Rian sudah mulai membaik kok," sahut Rian.
"Do'akan kakak semoga kakak bisa bekerja lama di sana dan diterima baik oleh murid-murid kakak."
"Pasti kak, Rian akan selalu mendo'kan kakak. Memangnya kakak mengajar di mana?" tanya Rian lemah.
"Teman kakak ada yang nawarin kakak mengajar di sebuah Taman kanak-kanak, katanya itu sekolahan elit dan gajinya pun lumayan besar. Pemilik sekolah itu cocok dengan kakak dan besok kakak disuruh langsung mengajar," sahut Reva.
"Alhamdulillah, kak."
Reva adalah lulusan sarjana pendidikan, namun Reva belum diangkat menjadi PNS jadi Reva masih mengajar sebagai guru honorer.
Saat ini Reva sangat bahagia karena ditawarkan mengajar di sebuah taman kanak-kanak yang sangat elit oleh salah satu rekannya.
Reva hanya tinggal berdua bersama adik laki-lakinya yang bernama Rian. Saat ini Rian sedang sakit, satu tahun lalu Rian di vonis mengidap gagal jantung dan kondisinya sudah mulai memburuk.
Rian harus segera melakukan transplantasi jantung, namun Reva belum mempunyai biaya untuk operasi.
***
Keesokan harinya...
Reva sudah bersiap-siap dengan seragam yang diberikan oleh pihak sekolah, sudah satu minggu ini Rian dirawat di rumah sakit dan Reva sangat bingung dari mana harus mencari uang untuk membayar biaya rumah sakit ditambah Reva harus segera mendapatkan uang untuk biaya operasi transplantasi jantung Rian.
"Ya Allah, semoga kali ini hamba bisa mengajar lama di sekolah itu karena hamba butuh sekali uang untuk biaya pengobatan adik hamba," batin Reva.
Reva menghampiri Rian yang masih terlihat tidur itu, diusapnya kepala Rian dengan lembut lalu Reva mencium kening Rian.
"Dek, kakak berangkat dulu, ya."
Reva pun tersenyum dan dengan berat hati meninggalkan adiknya itu, tidak lupa Reva menitipkan Rian kepada dokter dan suster di sana.
Reva memesan ojeg online dan segera menuju ke sekolahan. Sedangkan di kediaman Dava, Amelia terlihat sangat kewalahan mengurus kedua cucunya itu.
"Ma, Dava sudah menyuruh asisten Dava untuk mencari pengasuh yang bisa bertahan lama menjaga Chika dan Cello, Mudah-mudahan saja dia bisa cepat menemukannya karena Dava juga akan memberikan gaji yang sangat besar bagi yang sanggup mengasuh Chika dan Cello," seru Dava.
"Mudah-mudahan masih ada yang mau menjadi pengasuh Chika dan Cello," sahut Mama Amelia.
Pagi ini Dava mengantarkan Chika dan Cello sekolah, hingga beberapa saat kemudian mobil Dava pun sampai di depan sekolah.
"Ya sudah, sekarang kalian masuk jangan nakal dan jangan membuat Nenek pusing," seru Dava.
"Iya, Daddy."
Chika dan Cello pun mencium pipi Dava, lalu mereka berlari masuk ke dalam sekolah. Setelah melihat kedua keponakannya masuk, Dava pun memutuskan untuk pergi menuju kantornya.
Reva mengajar di kelas Chika dan Cello, Reva sangat lemah lembut bahkan Reva sangat mengerti akan sikap anak-anak karena memang sejak kecil Reva sudah terbiasa mengurus adiknya jadi dia tidak terlalu kaku menghadapi anak-anak kecil itu.
Reva mulai berkenalan dengan anak-anak didiknya.
"Halo, kalian kembar ya?" tanya Reva lembut.
"Iya, Bu."
"Nama kalian siapa?"
"Aku Chika, dan ini Cello," sahut Chika.
"Kenalkan nama Ibu, Ibu Reva. Kalian anak yang cantik dan tampan," seru Reva dengan mengusap kepala keduanya.
Chika dan Cello langsung suka kepada Reva, padahal selama ini Chika dan Cello paling tidak suka disentuh oleh siapa pun bahkan oleh gurunya sendiri tapi entah kenapa, kali ini Chika dan Cello tidak marah atau pun menolak saat Reva menyentuh kepala mereka.
"Apa ibu akan mengajar di sini?" tanya Cello.
"Iya, mulai sekarang ibu akan mengajar di sini," sahut Reva.
Mata Chika dan Cello langsung berbinar, mereka sangat bahagia. Selama proses ngajar-mengajar, Chika dan Cello tidak henti-hentinya menyunggingkan senyumannya mereka sangat nyaman dengan kehadiran Reva, guru cantik yang lemah lembut itu.
***
Hari demi hari pun berlalu dengan sangat cepat, Chika dan Cello semakin menyukai Reva begitu pula dengan Amelia yang sangat kagum akan guru baru cucu-cucunya itu.
Chika dan Cello sedang menggambar di depan TV, sedangkan Dava dan Amelia duduk di sofa sembari memperhatikan anak-anak itu.
"Bagaimana Dava, apa kamu belum menemukan pengasuh untuk Chika dan Cello?" tanya Mama Amelia.
"Belum ada yang mau Ma, kemarin asisten pribadi Dava sudah membawa dua orang pengasuh tapi pada saat Dava menceritakan bagaimana sifat Chika dan Cello, mereka langsung mundur," sahut Dava.
Dava dan Amelia menghembuskan napasnya kasar, sedangkan Chika dan Cello saling pandang satu sama lain. Chika bangkit dan menghampiri Dava.
"Daddy, bagaimana kalau yang mengasuh Chika dan Cello itu Bu Reva? kita sangat menyayangi Bu Reva," seru Chika.
"Iya Daddy, jadikan Bu Reva sebagai pengasuh kita saja," sambung Cello.
Dava dan Amelia saling pandang satu sama lain.
"Bu Reva, siapa?" tanya Dava.
"Guru baru mereka di sekolah," sahut Mama Amelia.
"Ayolah Daddy, Chika dan Cello janji kalau Bu Reva jadi pengasuh kita, kita tidak akan nakal," rengek Cello.
"Baiklah, besok Daddy coba bicara dengan guru kalian," sahut Dava.
Chika dan Cello sangat bahagia, mereka berharap guru cantiknya itu bersedia menjadi pengasuh mereka.
"Ya sudah, lebih baik sekarang kalian tidur sudah malam," seru Mama Amelia.
"Baik, Nek."
Chika dan Cello pun segera membereskan alat-alat tulis mereka, lalu mereka mencium Daddy dan Nenek mereka secara bergantian.
"Dava, kamu harus bisa membujuk guru baru itu karena jarang-jarang Chika dan Cello meminta seseorang untuk menjadi pengasuh mereka," seru Mama Amelia.
"Iya Ma, besok Dava akan bicara dengan guru itu," sahut Dava.
***
Keesokan harinya...
Seperti biasa, pagi ini Dava menyempatkan diri untuk mengantarkan Chika dan Cello bersama Amelia.
Selama dalam perjalanan, Chika dan Cello tampak antusias menceritakan mengenai Reva membuat Dava penasaran dengan sosok guru baru itu.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai di depan sekolah dan ternyata bersamaan dengan Reva yang baru saja turun dari ojeg online.
"Bu Reva!" teriak Chika dan Cello bersamaan.
Reva menoleh dan tersenyum, Chika dan Cello berlari lalu memeluk Reva membuat Reva terkejut.
"Ya Allah, sepertinya pagi ini kalian sangat bahagia," seru Reva dengan senyumannya.
"Iya dong, Bu."
Dava dan Amelia terdiam, apalagi Dava. Dia tidak menyangka kalau guru baru Chika dan Cello masih muda dan cantik.
"Bu, kenalkan ini Daddy kita," seru Chika dengan menarik tangan Reva.
Reva menganggukkan kepala dan tersenyum ramah kepada Dava.
"Apakabar Pak, perkenalkan nama saya Reva guru baru Chika dan Cello," seru Reva dengan senyumannya.
"Chika, Cello, kalian masuk kelas sana, Daddy mau bicara dulu dengan guru kalian," seru Dava dingin.
"Baik, Daddy."
Chika dan Cello berlari masuk ke dalam kelas..
"Apa kita bisa bicara sebentar?" seru Dava dingin.
"Bisa, Pak."
"Dava, kita bicara di sana saja biar lebih santai," seru Mama Amelia menunjuk sebuah restoran di seberang sekolah.
Reva sangat gugup bahkan saat ini jantungnya berdegup sangat kencang, dia merasa tidak melakukan kesalahan tapi kenapa wali dari Chika dan Cello ingin mengajaknya bicara.
Mereka pun masuk ke dalam restoran itu dan memesan tiga kopi.
"Silakan duduk, Bu," seru Mama Amelia.
"Terima kasih, Bu."
Dava memperhatikan Reva dan menatap Reva dengan tajam membuat Reva semakin gugup. Reva menundukkan kepalanya sembari meremas tangannya sendiri.
"Apa kamu mau menjadi pengasuh Chika dan Cello?" seru Dava tanpa basa-basi.
Reva mengangkat kepalanya dan sepasang mata itu langsung bertatapan.
"Maksud Bapak, apa?" tanya Reva gugup.
"Aku dan Mamaku sedang mencari pengasuh untuk Chika dan Cello, kalau kamu bersedia aku akan bayar kamu sepuluh kali lipat dari gaji kamu sebagai guru," seru Dava dingin tanpa ekspresi.
Reva sangat terkejut, dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Dava. Amelia mengerti dengan Reva, Amelia pun menggenggam tangan Reva dengan lembut.
"Bu Reva, maaf ya Dava memang seperti itu tidak suka basa-basi. Begini, kita sedang mencari pengasuh untuk Chika dan Cello. Kita sudah mempekerjakan banyak pengasuh tapi tidak ada satu pun pengasuh yang mampu bertahan lama karena Chika dan Cello sangat nakal dan membuat semua pengasuh banyak yang tidak kuat mengasuh mereka. Tapi akhir-akhir ini mereka sering membicarakan ibu dan mereka ingin ibu menjadi pengasuh mereka, bagaimana apa ibu sanggup?" jelas Mama Amelia.
Reva terdiam, dia bingung dengan tawaran itu..
"Saya akan bayar kamu sepuluh kali lipat dari gaji kamu sebagai guru, asalkan kamu mau mengasuh mereka dan bisa bertahan lama," sambung Dava.
"Maaf Pak, Bu, apa saya juga harus tinggal di rumah Bapak dan Ibu?" tanya Reva.
"Tentu saja, karena kamu harus menjaga Chika dan Cello selama 24 jam," sahut Mama Amelia.
"Kita akan siapkan kamar untukmu bahkan kita juga akan memberikan fasilitas yang kamu butuhkan," sambung Dava.
Reva kembali terdiam, tawaran Dava sangatlah menggiurkan apalagi saat ini Reva sangat membutuhkan uang tapi kalau harus tinggal di rumah mereka, lalu bagaimana dengan adiknya yang sedang dirawat di rumah sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Erna Fadhilah
kamu cerita aja re kalau kamu punya adik yang di rawat di RS semoga mereka mau bgertiin kamu dan ngizinin kamu buat jaga adikmu selama dia di rawat di RS
2024-02-01
3
☠☀💦Adnda🌽💫
pucuk dicinta ulam pun tiba .....kyknya bkln bersambung hubungan mereka dan pastinya seru nih
2024-01-29
1
Goesmalla Thee_wii 🐈💕
Awal² Guru sekolah lama² trus jadi Pengasuh ntar lama² jadi Mommy mereka, tapi kita juga ngga tau kedepan nya seperti apa hanya author yg tau 😂😂
2024-01-21
1