Bab 17 Kemarahan Dava

Tidak lama kemudian, Rian pun sampai di rumah namun Rian mengerutkan keningnya saat melihat pintu gerbang yang sedikit terbuka itu.

"Lah, kok gerbangnya terbuka," gumam Rian.

Rian pun masuk dan menghampiri satpam yang masih tertidur itu.

"Pak Budi," seru Rian dengan menggoyangkan lengan satpam itu.

"Ah iya, ada apa Mas Rian?"

"Enggak, cuma mau nanya saja kok gerbangnya terbuka?" tanya Rian.

"Hah, terbuka? perasaan tadi nutup kok Mas."

Sementara itu dengan lemas dan langkah gontai, Reva keluar dari kamar dan turun ke bawah.

"Chika, Cello!" panggil Reva.

Reva mencari keberadaan Chika dan Cello, tapi dia tidak menemukannya. Reva melihat alat tulis dan peralatan menggambar masih ada di ruangan TV.

"Ke mana mereka?" gumam Reva.

Reva kemudian keluar rumah. "Rian, apa kamu melihat Chika dan Cello?" tanya Reva.

"Tidak Kak, Rian baru saja pulang sekolah," sahut Rian.

Budi panik, dia dengan cepat melihat CCTV dan Budi sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"Astagfirullah."

"Ada apa, Pak?" tanya Reva dan Rian bersamaan.

"Lihat Bu, Chika dan Cello keluar rumah," sahut Pak Budi.

"Apa!"

Reva dan Rian segera melihatnya dan benar saja, keduanya terlihat keluar rumah dengan bergandengan tangan.

"Ya Allah, mereka mau ke mana?" seru Reva khawatir.

Baru saja Reva ingin keluar, Tiba-tiba salah satu tetangganya datang dengan wajah paniknya.

"Bu Reva, Chika dan Cello tertabrak mobil di depan mini market," seru salah seorang tetangganya.

"Apa!"

Reva, Rian, dan Budi segera berlari ke tempat kejadian bahkan Reva tidak memperdulikan dirinya yang sedang mengandung, dia terus saja berlari.

Reva segera menghampiri polisi yang saat itu ada di lokasi. "Pak, mana kedua keponakan saya?" tanya Reva panik.

"Kedua korban sudah dibawa ke rumah sakit, ibu bisa langsung menyusul ke rumah sakit terdekat di sini."

"Baik, Terima kasih, Pak."

Tanpa berpikir lagi, Reva dan Rian pun segera menghentikan taksi untuk ke rumah sakit. Selama dalam perjalanan, Reva terus saja menangis dia takut terjadi kenapa-napa kepada Chika dan Cello.

"Sudah kak, kakak harus tenang Rian yakin kalau Chika dan Cello tidak apa-apa," seru Rian menenangkan kakaknya.

Reva segera menghubungi Dava dan Dava sangat terkejut, tanpa menunggu lagi Dava langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.

Sedangkan Amelia dan ART baru saja sampai di rumah.

"Pak Budi kenapa? kok wajah Pak Budi pucat?" tanya Mama Amelia.

"Maafkan saya Nyonya, saya sudah lalai," sahut Pak Budi dengan menundukkan kepalanya.

"Maksud Pak Budi apa?" tanya Mama Amelia bingung.

Budi pun menceritakan semuanya kepada Amelia, seketika paper bag yang ia pegang terjatuh.

"Pak Rahmat, sekarang kita ke rumah sakit," seru Mama Amelia panik.

"Baik, Nyonya."

Amelia tidak kalah paniknya dengan Dava dan Reva. Reva dan Rian sampai di rumah sakit, setelah tahu di mana kedua keponakannya mereka pun langsung menuju ruangan operasi.

Reva dan Rian menunggu di depan ruangan operasi dengan perasaan yang sangat khawatir, hingga tidak lama kemudian Dava pun datang.

"Kenapa Chika dan Cello bisa sampai tertabrak seperti ini?" bentak Dava.

Reva sampai tersentak kaget mendengar bentakan Dava, air matanya pun semakin deras membasahi pipinya.

"Aku tidak tahu Mas," sahut Reva.

"Kenapa bisa sampai tidak tahu? mereka itu masih kecil, kenapa mereka bisa keluar rumah?" bentak Dava kembali.

Reva menundukkan kepalanya, dia merasa takut akan bentakan Dava begitu pun Rian yang hanya bisa diam.

"Selamat siang Pak, apa Bapak wali dari kedua anak yang tertabrak itu?" tanya pak polisi.

"Iya Pak, ada apa?" sahut Dava.

"Di lokasi kejadian, kami menemukan barang belanjaan yang korban beli di sebuah mini market itu."

Polisi memberikan kantong kresek berisi susu hamil untuk Reva, Dava mengepalkan tangannya.

"Sopir ambulance yang sudah menabrak kedua anak Bapak ternyata sudah meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit, kami berharap kedua anak bapak baik-baik saja."

"Amin, Terima kasih, Pak."

"Kalau begitu, kami permisi."

Polisi itu pun pergi, Dava masih mengepalkan tangannya. Dava membalikan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Reva.

"Kamu menyuruh Chika dan Cello untuk membeli susu ini?" bentak Dava.

Saking takutnya, Reva tidak bisa menjawab dia hanya bisa geleng-geleng kepala dengan deraian air matanya.

"Kamu keterlaluan Reva, bisa-bisanya kamu menyuruh anak kecil untuk membeli susu. Selemah itukah tubuh kamu, sampai-sampai kamu dengan teganya menyuruh Chika dan Cello. Atau jangan-jangan kamu hanya pura-pura lemah supaya semua orang merasa kasihan kepadamu!"

"Kak, Kak Reva tidak seperti itu," seru Rian.

Reva langsung menahan Rian, Reva tidak mau kalau Rian bersikap kasar kepada kakak iparnya itu.

"Kamu pura-pura lemah kan, supaya kamu tidak mengurus Chika dan Cello?" bentak Dava.

"Astagfirullah, demi Allah Mas aku sama sekali tidak ada pikiran seperti itu. Dari dulu aku sayang kepada Chika dan Cello seperti anak aku sendiri," sahut Reva dengan deraian air mata.

Dava hendak memarahi Reva lagi, tapi Amelia datang dan mengurungkan Dava untuk memarahi Reva.

"Dava, bagaimana keadaan Chika dan Cello?" tanya Mama Amelia panik.

"Masih di dalam Ma, masih menjalani operasi," sahut Dava.

"Ya Allah, Mama merasa bersalah seandainya tadi Mama paksa mereka untuk ikut sama Mama mungkin ini semua tidak akan terjadi," seru Mama Amelia.

"Mama tahu, mereka keluar karena disuruh Reva untuk membeli susu ini," seru Dava dengan geramnya.

"Apa?"

"Tidak, Ma. Reva----"

"Diam kamu Reva, sudah tahu salah masih saja berusaha membela diri," seru Dava.

"Reva, kalau kamu butuh susu hamil kenapa kamu tidak nitip ke Mama? kenapa kamu harus menyuruh anak kecil?" kesal Mama Amelia.

"Tidak Ma, Reva----"

Lagi-lagi ucapan Reva terhenti karena pintu ruangan operasi terbuka, Dava dan Amelia langsung menghampiri dokter.

"Bagaimana dengan keadaan anak-anak saya, dokter?" tanya Dava cemas.

"Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar namun akibat benturan yang sangat keras, kedua anak Bapak mengalami koma dan saya belum bisa memastikan kapan anak-anak Bapak akan siuman. Jadi saya minta untuk Bapak, banyak-banyaklah berdo'a semoga kedua anak Bapak cepat sadar," sahut dokter.

Semuanya terlihat sangat terkejut, dua orang perawat memindahkan Chika dan Cello ke ruangan rawat inap. Tubuh keduanya penuh tertempel dengan alat-alat medis.

"Kalian harus kuat, jangan tinggalin Nenek sudah cukup Mami dan Papi kalian yang pergi. Kalau sampai kalian pergi, Nenek tidak akan memaafkan diri Nenek sendiri karena sudah meninggalkan kalian di rumah," seru Mama Amelia dengan deraian air mata.

Reva memeluk Rian, sungguh saat ini dia merasa bingung dan harus melakukan apa.

Terpopuler

Comments

Erna Fadhilah

Erna Fadhilah

kenapa dava nyalahin Reva dan ga mau dengerin penjelasan Reva, semoga🤲🤲 setelah ini dava jangan terus menerus nyalahin Reva apalagi ngusir Reva, kalau sampai itu terjadi dava bakal nyesel nantinya

2024-02-02

2

☠☀💦Adnda🌽💫

☠☀💦Adnda🌽💫

mulai ada prahara di rumah tangga mereka ,semoga tidak berlarut "

2024-01-29

1

Esther Lestari

Esther Lestari

dengerin dulu penjelasan istrimu Dava, jangan marah2 dulu

2023-12-13

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2 Bab 2 Guru Baru
3 Bab 3 Pengasuh Cantik
4 Bab 4 Kagum
5 Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6 Bab 6 Si Kembar Sakit
7 Bab 7 Terpaksa Menikah
8 Bab 8 Canggung
9 Bab 9 Menantu Idaman
10 Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11 Bab 11 Liburan Bersama
12 Bab 12 Mulai Ada Getaran
13 Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14 Bab 14 Minta Adik
15 Bab 15 Positif
16 Bab 16 Kecelakaan
17 Bab 17 Kemarahan Dava
18 Bab 18 Kepergian Reva
19 Bab 19 Siuman
20 Bab 20 Mencari Reva
21 Bab 21 Menjelang Melahirkan
22 Bab 22 Momen Mengharukan
23 Bab 23 Perfect Husband
24 Bab 24 Keluarga Bahagia
25 Bab 25 Kembali Hamil
26 Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27 Bab 27 Keluarga Baru
28 Bab 28 Kecelakaan
29 Bab 29 Merasa Bersalah
30 Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31 Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32 Bab 32 Kemarahan Albi
33 Bab 33 Berusaha Bersabar
34 Bab 34 Ketakutan Diva
35 Bab 35 Perasaan Aneh
36 Bab 36 Mulai Mencair
37 Bab 37 Pulih
38 Bab 38 Pura-pura
39 Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40 Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41 Bab 41 Sat-set
42 Bab 42 Terungkap
43 Bab 43 Hati Yang Hancur
44 Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45 Bab 45 Syarat Dari Albi
46 Bab 46 Kepindahan Diva
47 Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48 Bab 48 Merindukanmu
49 Bab 49 Membesuk Dava
50 Informasi Author
51 Bab 51 Bertemu Bianca
52 Bab 52 Meninggal
53 Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54 Bab 54 Ujian Untuk Diva
55 Bab 55 Tersiksa Keadaan
56 Bab 56 Pura-pura Kuat
57 Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58 Bab 58 Teramat Sakit
59 Bab 59 Kakak Yang Hebat
60 Bab 60 Pengorbanan
61 Bab 61 Janji Albi
62 Bab 62 Memulai Semuanya
63 Bab 63 Tragedi
64 Bab 64 Penyesalan
65 Bab 65 Siuman
66 Bab 66 Sebuah Permohonan
67 Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68 Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69 Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70 Bab 70 END
71 Pengumuman
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Pusing Tujuh Keliling
2
Bab 2 Guru Baru
3
Bab 3 Pengasuh Cantik
4
Bab 4 Kagum
5
Bab 5 Permintaan Chika dan Cello
6
Bab 6 Si Kembar Sakit
7
Bab 7 Terpaksa Menikah
8
Bab 8 Canggung
9
Bab 9 Menantu Idaman
10
Bab 10 Memperhatikan Dalam Diam
11
Bab 11 Liburan Bersama
12
Bab 12 Mulai Ada Getaran
13
Bab 13 Percobaan Yang Gagal
14
Bab 14 Minta Adik
15
Bab 15 Positif
16
Bab 16 Kecelakaan
17
Bab 17 Kemarahan Dava
18
Bab 18 Kepergian Reva
19
Bab 19 Siuman
20
Bab 20 Mencari Reva
21
Bab 21 Menjelang Melahirkan
22
Bab 22 Momen Mengharukan
23
Bab 23 Perfect Husband
24
Bab 24 Keluarga Bahagia
25
Bab 25 Kembali Hamil
26
Bab 26 Perjuangan Berbuah Manis
27
Bab 27 Keluarga Baru
28
Bab 28 Kecelakaan
29
Bab 29 Merasa Bersalah
30
Bab 30 Aku Harus Tanggung Jawab!
31
Bab 31 Kembali Ke Jakarta
32
Bab 32 Kemarahan Albi
33
Bab 33 Berusaha Bersabar
34
Bab 34 Ketakutan Diva
35
Bab 35 Perasaan Aneh
36
Bab 36 Mulai Mencair
37
Bab 37 Pulih
38
Bab 38 Pura-pura
39
Bab 39 Memang Boleh Senempel Itu?
40
Bab 40 Kejutan Untuk Diva
41
Bab 41 Sat-set
42
Bab 42 Terungkap
43
Bab 43 Hati Yang Hancur
44
Bab 44 Sakit Tak Berdarah
45
Bab 45 Syarat Dari Albi
46
Bab 46 Kepindahan Diva
47
Bab 47 Menjalani Hidup Masing-masing
48
Bab 48 Merindukanmu
49
Bab 49 Membesuk Dava
50
Informasi Author
51
Bab 51 Bertemu Bianca
52
Bab 52 Meninggal
53
Bab 53 Kemarahan Mommy Reva
54
Bab 54 Ujian Untuk Diva
55
Bab 55 Tersiksa Keadaan
56
Bab 56 Pura-pura Kuat
57
Bab 57 Akhirnya Aku Menemukanmu
58
Bab 58 Teramat Sakit
59
Bab 59 Kakak Yang Hebat
60
Bab 60 Pengorbanan
61
Bab 61 Janji Albi
62
Bab 62 Memulai Semuanya
63
Bab 63 Tragedi
64
Bab 64 Penyesalan
65
Bab 65 Siuman
66
Bab 66 Sebuah Permohonan
67
Bab 67 Jodoh Tidak Akan Kemana
68
Bab 68 Kebahagiaan Albi Dan Diva
69
Bab 69 Akhir Dari Kebahagiaan
70
Bab 70 END
71
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!