Hari terakhir hukuman Lian hua.

"Hari ini terakhir hukuman ku, hari yang menyenangkan! " Ucap Lian hua. Yang baru bangun tidur sambil merenggangkan tubuhnya.

Pagi hari ini dia sangat bersemangat dan dia ingin hari ini cepat berlalu, dia pun berjalan ke kamar jendral dengan riangnya.

"Pagi jendral! " Seru Lian hua dengan membuka pintu kamar jendral.

"Sepertinya jendral masih tertidur, sebaiknya aku merapikan meja kerjanya dulu" Ucap Lian hua dengan senyum.

Lian hua pun membersihkan meja kerja jendral dengan bernyanyi dengan suaranya yang sangat merdu, suara Lian hua pun membangunkan jendral dari tidurnya.

"Suara merdu siapa ini? " Tanya jendral.

Jendral pun berjalan hanya menggunakan mantelnya, mencari asal suara itu.

Saat tau suara itu adalah suara Lian hua, dia hanya memandang Lian hua dari jauh dengan diam.

Wajah Lian hua yang disinari matahari terbit yang memantul di jendelanya, wajah Lian hua seperti bersinar. Dan pesona Lian hua pun kembali saat pertama kali jendral melihatnya.

"Jendral sudah bangun, maaf jika suara saya membuat Anda terbangun" Ucap Lian hua sambil memasang senyum manisnya.

Seketika itu juga jantung jendral ikut berdetak dengan cepat. "Apa aku sakit, kenapa lagi-lagi jantungku berdetak tak beraturan melihat gadis liar seperti Lian hua itu" Suara hati jendral Wang. Sambil memegang dadanya.

Lian hua yang melihat sikap jendral itu, langsung berjalan kearah jendral.

"Jendral tidak apa-apa, sepertinya saya harus panggil tabib! " Ucap Lian hua. Yang berjalan meninggalkan jendral.

"Tidak usah! " Seru jendral Wang.

Tapi Lian hua tidak mau mendengarkan ucapan jendral, dia masih saja mau memanggil kan tabib untuknya.

Tak beberapa lama Lian hua kembali dengan seorang tabib keluarga Wang dan bersama Bao.

"Jendral sakit!, tadi malam jendral tidak apa-apa? " Ucap Bao.

Saat jendral mau menjawab Bao, perkataannya dipotong oleh Lian hua.

"Apa kamu tidak lihat jendral dari tadi memegang dadanya, saat besok aku pergi jendral harus sehat jadi aku tidak akan mengkhawatirkan jendral" Ucap Lian hua.

Jendral yang mendengar ucapan Lian hua, wajahnya berubah menjadi merah seperti tomat.

"Lihat tabib, cepat sembuhkan jendral! " Seru Lian hua.

"Baik nona" Ucap tabib itu.

Tak beberapa lama jendral diperiksa oleh tabib, tapi tabib sendiri menjadi bingung dengan penyakit jendral itu.

"Ada apa tabib? " Tanya Lian hua.

"Benar tabib, jendral sakit apa? " Ucap Bao.

"Jendral tidak ada gejala sakit cuma denyut nadi jendral saja yang tak beraturan" Jawab tabib.

"Saya akan meresepkan obat untuk memenangkan jantung jendral" Ucap tabib.

"Terima kasih tabib, Bao antar jendral keluar. Jangan-jangan kamu Bao sebaiknya kamu saja Lian hua dan ambil resepnya lalu masakan untuk ku" Ucap jendral Wang dengan gugup.

"Baik jendral! " Seru Lian hua.

Saat Lian hua pergi dari kamar jendral Wang, jendral pun merasa tenang saat Lian hua pergi.

"Bao aku minta jauhkan Lian hua dariku" Ucap jendral Wang.

"Memang nona Lian hua buat salah apa? " Tanya Bao.

"Dia yang membuatku sakit seperti ini" Ucap jendral Wang.

"Apa nona memberi tuan racun atau obat? " Tanya Bao dengan penasaran.

"Tidak seperti itu, tapi didekatnya aku merasa jantung ku akan meledak dan aku seperti kehilangan fokus bahkan lebih parah lagi aku akan gugup bila bersamanya" Ucap jendral Wang.

"Ternyata jendral terkena penyakit hati" Ucap Bao.

"Aku tidak perduli ini penyakit hati atau apa pun, aku minta kamu menjauhkan dia dari ku" Ucap jendral Wang.

"Baik jendral" Ucap Bao.

Tak beberapa lama Lian hua datang, membawa semangkok obat dari tabib.

"Jendral obatnya sudah selesai dibuat! " Seru Lian hua, yang akan masuk ke kamarnya.

"Bao urus dia, sana! " Seru jendral Wang dengan pelan.

"Baik jendral! " Ucap Bao.

Bao pun menghalangi Lian hua untuk bertemu jendral Wang.

"Jendral Wang berpesan dia mau istirahat, jadi nona Lian hua sudah tidak perlu menjadi pelayan pribadi jendral lagi" Ucap Bao.

"Terserah saja, karena ini hari terakhir hukuman ku aku ingin bersenang-senang dengan kakak-kakak prajurit" Ucap Lian hua, dengan bahagia.

"Oh ya, ini obat tuanmu! " Seru Lian hua dengan senyum.

Lian hua pun keluar dari kamar jendral Wang dengan riangnya sambil bernyanyi.

Bao pun lalu menutup pintu kamar jendral.

Sedangkan Lian hua membuat masakan enak dan minuman untuk para prajurit jendral sambil dibantu beberapa prajurit untuk menyambut acara perpisahan Lian hua.

"Ayo silahkan dinikmati, hari ini kita pesta! " Seru Lian hua.

"Tapi apa jendral mengizinkan? " Ucap Wu ya.

"Iya nona, bagaimana kalau nona minta izin pasti jendral akan menuruti perkataan nona" Ucap Ge zi.

"Iya nona, ayo nona Lian hua! " Seru mereka.

"Baik-baik, aku akan mencobanya" Ucap Lian hua.

Lian hua pun berjalan ke pintu kamar jendral Wang.

"Jendral! " Seru Lian hua, dengan menerobos masuk.

Jendral Wang yang saat itu lagi minum, langsung tersedak. Jendral Wang pun memberi tanda agar mengurus Lian hua.

"Bao aku ingin bertemu jendral" Ucap Lian hua.

"Nanti saja nona! " Seru Bao.

Lian hua pun tidak perduli dengan larangan dari Bao, dia hanya melewatinya.

"Jendral! " Seru Lian hua.

"Ad.. a apa? " Ucap gugup jendral Wang.

"Jendral aku minta izin mengadakan pesta dengan kakak prajurit, karena besok aku sudah pergi dari sini. Biarkan aku berpesta dengan mereka" Ucap Lian hua dengan wajah memelas.

Jendral Wang yang melihat itu langsung menyetujuinya.

"Terima kasih jendral, anda orang yang baik sekali" Ucap Lian hua.

Lalu Lian hua pun pergi dari kamar jendral dengan berlari untuk memberikan kabar kepada para prajurit yang menunggunya.

Lian hua pun berpesta dengan bahagia mereka memakan masakan Lian hua dan akhir acara Lian hua mengeluarkan arak untuk lebih memeriahkan acara tersebut.

"Tunggu nona, kami dilarang minum saat bertugas" Ucap Ge zi.

"Kalau yang bertugas tidak boleh minum tapi aku beri kalian sedikit saja, sisanya aku yang minum" Ucap Lian hua.

"Baik! " Seru mereka dengan senang.

Mereka pun meminum arak yang dibawa Lian hua satu gelas kecil sisanya Lian hua yang menghabiskan sisanya.

Dikamar Jendral Wang yang ditemani oleh Bao.

"Kenapa mereka berisik sekali? " Ucap jendral Wang.

"Mereka sepertinya sedang bersenang-senang, nona Lian hua benar-benar akrab dengan prajurit kita jendral" Ucap Bao sambil tersenyum.

"Apa maksud mu? " Tanya jendral Wang.

"Lebih baik jendral lihat sendiri nona Lian hua bersenang-senang" Ucap Bao.

Jendral Wang pun melihat di jendela kamarnya.

"Apa gadis itu mabuk? " Tanya jendral Wang.

"Sepertinya begitu jendral" Jawab Bao.

"Siapa yang suruh bawa arak masuk kemari? " Tanya jendral Wang dengan marah.

"Sepertinya nona Lian hua sendiri jendral" Jawab Bao.

Jendral Wang yang melihat itu dia berjalan keluar dari kamarnya dengan suasana menahan amarah.

Terpopuler

Comments

Dwi RIYANTI

Dwi RIYANTI

good job sista

2024-01-23

0

Kartika Lina

Kartika Lina

hahaha,, jenderal yg lucu 😂😂

2023-12-26

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!