Saat melihat rumah Lian hua, dipikiran sekarang Chun tian dia harus benar-benar berubah jadi Lian hua tapi dia tidak begitu mengenal Lian hua. Baik itu sikap maupun kebiasaannya. "Gimana nih!, apa aku bisa melakukannya? " Suara hati Chun tian.
"Lian hua ini rumahmu, biar paman panggil ayah dan ibumu! " Ucap paman Mu tou.
"Kakak sepupu, kakak ipar. Lian hua sudah ketemu! " Teriak paman Mu tou.
Tak beberapa lama beberapa orang keluar dari rumah itu, Betapa terkejutnya apa yang dilihatnya ternyata yang keluar ayah dan ibu Chun tian yang sudah lama meninggal sejak Chun tian kecil.
Langkah kaki Chun tian melangkah maju, air mata Chun tian membasahi pipinya. "mama, papa!,apakah ini mimpi? " Suara hati Chun tian.
"Lian hua mereka ibu dan ayahmu" Ucap paman Mu tou.
Mereka berdua langsung memeluk Lian hua, "Lian hua untung kamu selamat nak! " Ibu Lian hua.
"Kamu tidak apa? " Tanya ayah Lian hua.
"Benar mereka bukan orang tuaku tapi orang tua Lian hua" Suara hati Chun tian.
"kakak sepupu dan kakak ipar sebaiknya Lian hua suruh masuk dulu" Ucap paman Mu tou.
“Kamu benar adik sepupu! , ayo kita masuk nak! “Ucap ayah Lian hua.
Tapi Chun tian hanya diam termenung karena dia merasa ini seperti mimpi, bisa bertemu dengan kedua orang tuanya yang sudah lama meninggal saat dia masih kecil dan dia hanya bisa melihat kedua orang tuanya dari foto lama mereka.
“Ada apa dengan Lian hua, kenapa dia hanya diam saja kak? “Tanya ayah Lian hua.
“Sepertinya Lian hua tidak mengingat kita,biarkan nanti tabib yang periksa sekarang sedang dipanggil oleh Hua sheng”Ucap paman Mu tou.
Paman Mu tou pun menyuruh penduduk desa untuk kembali pulang.
Akhirnya mereka membawa masuk Lian hua kedalam rumahnya, tak beberapa lama ayah Hua sheng dan Hua sheng datang ke rumah keluarga Yang.
“Bagaimana keadaan anakku? “Tanya ayah Lian hua.
“Tidak apa-apa, mungkin dia mengalami syok berat sehingga dia kehilangan ingatannya nanti juga kembali sendiri ingatannya”Ucap paman Li.
“Terus kenapa bajunya terkena darah begitu banyak? “Tanya ibu Lian hua.
“Sebaiknya kamu tanyakan sendiri pada putrimu, aku ini hanya tabib bukan dewa yang tau apa yang terjadi pada Lian hua”Jawab paman Li.
“Maafkan ibuku paman, mungkin dia sedang khawatir padaku jadi menanyakan hal tersebut. Ibu Lian hua tidak apa-apa, aku baik-baik saja!, aku Cuma rindu ayah dan ibu saja”Ucap Lian hua yang manja.
Semua orang yang berada disana sangat terkejut dengan sikap Lian hua.
Sebenarnya Lian hua terkenal di desa gadis pembuat rusuh, tidak sopan,tidak pandai, malas dan sangat berani dengan orang tuanya. Dia hanya mempunyai teman yaitu Hua sheng karena dia pria terlalu polos, bisa dibilang Lian hua tidak menganggap Hua sheng sebagai teman tapi budak dari Lian hua.
Suatu hari paman pertamanya dari kota, mau meminta agar Lian hua mengantikan putrinya yang bernama Moli hua menikah dengan jendral yang terkenal kejam, bengis dan wajahnya seperti monster.
Tapi orang tua dari Lian hua tidak setuju walaupun mereka memberikan mas kawin yang sangat banyak, karena tidak berhasil membujuk adik keduanya untuk menikahkan Lian hua dengan jendral yang seperti monster itu. Mereka membuat tipu muslihat dengan membohongi Lian hua kalau hidupnya akan nyaman, kaya raya dan punya suami berpangkat tinggi setara dengan putra mahkota. Lian hua yang merupakan tipe gadis suka dengan kekayaan dia pun terbujuk lalu diam-diam ikut dengan pamannya, ditengah perjalanan untuk menikah dengan jendral para bandit datang untuk merampok tandu pengantin Lian hua. Kejadian itu dekat dengan desa tempat tinggalnya, Lian hua yang tidak bisa membela diri menjadi makanan para bandit dia disiksa bahkan dirampas kehormatannya sebagai wanita. Sedangkan paman pertamanya dan sepupunya Moli hua melarikan diri untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Semua orang yang ada di rumah keluarga Yang merasa terkejut atas perubahan sikap Lian hua.
“Kenapa kalian semua melihatku seperti itu, apa ada yang salah dengan ku? “Tanya Lian hua.
“Tidak nak, hanya sikapmu sedikit berubah”Ucap ibu Lian hua.
“Emangnya sikap Lian hua seperti apa?, aku tidak perduli yang terpenting aku bisa bersama dengan kedua orang tua ku karena aku sangat merindukan mereka “Suara hati Chun tian.
“Ibu temani aku tidur, aku ingin sekali tidur dengan ibu”Ucap Lian hua.
“Iya, nak! “Ucap Ibu Lian hua dengan senyum bahagia.
“Kalau gitu kami pergi keluar dulu agar kamu bisa beristirahat”Ucap ayah Lian hua, sambil berjalan keluar dari kamar Lian hua.
Ibu Lian hua membantunya membersihkan dirinya, sedangkan ayahnya mengantar semuanya pulang.
Keesokan harinya Chun tian bangun di tempat tidur Lian hua.
"Ini seperti mimpi aku tidur dengan dipeluk mama" Pikir Chun tian yang masih memejamkan matanya.
Tiba-tiba terdengar suara anak kecil yang memanggilnya.
"Kakak! " Panggil anak kecil itu.
Dia pun langsung masuk ke kamar Lian hua, Chun tian pun langsung kaget dan terbangun.
"Siapa kamu? " Tanya Lian hua.
Lalu dia lari dari kamar Lian hua.
"Siapa bocah laki-laki itu? " Pikir Chun tian.
Ibu Lian hua pun masuk dan membawa makanan serta bocah laki-laki itupun ikut masuk.
"Dia adikmu Cheng zi" Ucap Ibu Lian hua.
"Ternyata dia adiknya Lian hua" Suara hati Chun tian.
Dia masih bersembunyi di belakang ibunya, "Ibu kakak aneh, masa dia tidak tau aku" Ucap Cheng zi.
"Maaf kakak dik, kakak masih sakit jadi tidak ingat sama kamu" Ucap Lian hua.
Ibunya pun menyuruhnya untuk kesana. Cheng zi pun menuruti permintaan ibunya.
"Apa benar kakak sakit?, tapi tidak ada luka" Ucap Cheng zi.
"Benar, ibu dengar dari paman pertamamu kalau kamu diseret oleh bandit gunung" Ucap Ibu Lian hua.
Chun tian pun terdiam untuk memikirkan alasan yang logis.
"Karena ada dewi yang menyelamatkan aku bu" Ucap Lian hua.
"Dewi, mana mungkin? " Ucap ibu Lian hua tidak percaya.
Lalu Chun tian mengarang cerita kalau dia diselamatkan oleh dewi gunung untuk saja orang zaman dulu percaya dengan takhayul.
"Wah kakak hebat bisa bertemu dewi" Ucap Cheng zi.
"Benar nak, kamu benar-benar beruntung" Ucap ibu Lian hua.
"Semua itu terjadi akibat doa kalian sehingga aku bisa selamat" Ucap Lian hua dengan tersenyum.
Mereka melihat Chun tian tersenyum benar-benar kaget karena selama ini Lian hua saat di rumah selalu memasang wajah cemberut jarang sekali tersenyum.
"Kenapa kalian melihatku seperti itu? " Tanya Lian hua.
"Sudah lama ibu tidak melihat wajah anak ibu saat tersenyum ternyata cantik sekali" Puji ibu Lian hua.
"Benar kakak cantik sekali seperti dewi" Ucap Cheng zi.
"Jangan seperti itu aku bisa besar kepala" Ucap Lian hua sambil tersipu malu.
Mereka pun di kamar Lian hua tertawa, ayah Lian hua merasa senang ternyata dewi sudah merubah sifat putri nya yang dulunya membuat masalah ternyata bisa berubah menjadi lebih baik.
"Musibah yang menimpa Lian hua merupakan berkah untuk keluarga kami, pagi hari ini menjadi sangat indah dari pada hari sebelumnya" Ucap ayah Lian hua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments