"Tuan apa mau menghampiri nona Lian hua? " Tanya Bao.
"Ayo kita kesana! " Seru jendral Wang.Sambil berjalan bergegas kesana.
"Baru kali ini aku melihat jendral yang bergegas menghampiri wanita biasanya dia bergegas melawan musuhnya" Pikir Bao.
Mereka pun menghampiri ayah Lian hua, untuk berpura-pura bertanya tentang tanah di desa ini untuk dibeli olehnya.
"Permisi tuan! " Seru jendral Wang.
"Ya tuan, ada apa? " Ucap ayah Lian hua.
"Saya ingin menanyakan apa ladang itu milik bapak" Jawab jendral Wang.
"Siapa anda? " Tanya ayah Lian hua.
"Dia tuan muda Wang dari ibukota mencari lahan baru untuk pertanian, jadi dia mau membeli beberapa lahan untuk berladang" Ucap Bao.
Saat ayah Lian hua sedang berbincang dengan Bao, jendral Wang hanya melihat Lian hua yang sedang menaiki kerbau nya. Karena terlalu fokus dengan Lian hua sampai-sampai dia tidak menyadari kalau di belakangnya ada Cheng zi yang menyenggol dirinya sampai terjatuh ke sawah.
"Kakak aku bawa makan siang! " Seru Cheng zi.
"Awas tuan! " Seru Lian hua.
Jendral Wang yang saat itu sedang bengong dia pun tidak bisa menghindar dari Cheng zi.
"Bur..! " Suara tubuh jendral Wang yang terjun ke sawah.
Semua orang datang menolongnya terutama Lian hua dia bergegas turun dari kerbau nya dan lari kearah jendral Wang, karena tubuh jendral Wang terkena lumpur diapun dibawa ke rumah Lian hua.
Di rumah Lian hua, jendral Wang pun diminta untuk membersihkan dirinya dan ibu Lian hua mencuci bajunya.
"Cheng zi kamu harus minta maaf pada tuan muda karena menabraknya" Ucap ayah Lian hua.
"Iya ayah! " Seru Cheng zi.
"Jangan khawatir kakak akan menemanimu" Ucap Lian hua.
"Ayo kita minta maaf pada mereka! " Seru Lian hua.
Mereka berdua pun berdiri keluar dari ruang keluarga mereka. Ayah mereka sangat senang dengan kebersamaan anaknya. "Lian hua sudah bisa menjadi kakak yang baik untuk Cheng zi" Suara hati ayah Lian hua.
Mereka berdua berjalan kearah kamar Lian hua yang disana ada jendral Wang yang sedang membersihkan diri.
"Tok.. " Suara pintu kamar Lian hua.
"Siapa? " Tanya Bao.
"Kami anak pemilik rumah ini mau meminta maaf" Jawab Lian hua.
"Jendral dia nona Lian hua dan saudaranya" Ucap Bao.
"Suruh mereka masuk! " Seru jendral Wang.
Bao pun membukakan pintunya untuk mereka. "Silahkan masuk! " Seru Bao.
"Terima kasih tuan" Ucap mereka.
"Kami kemari hanya untuk minta maaf" Ucap Lian hua.
"Yang mendorong ku bukan anda nona tapi saudara mu itu" Ucap jendral Wang.
"Kakak aku takut! " Seru Cheng zi.
"Jangan takut ada kakak disini" Ucap Lian hua untuk menenangkan adiknya.
"Dia masih kecil tuan jadi maafkan dia" Ucap Lian hua.
"Jadi hanya karena dia masih kecil dia tidak bersalah" Ucap jendral Wang.
"Orang ini lama kelamaan membuat aku kesal" Suara hati Lian hua.
"Kalau anda perhitungan dengan mana yang salah dan mana yang benar, kalau dilihat lagi adik saya tidak seratus persen bersalah karena anda yang kurang waspada sebagai seorang prajurit" Ucap Lian hua.
"Tunggu, dari mana kamu tau aku seorang prajurit? " Tanya jendral Wang.
"Dari saat anda jatuh di sawah jika orang biasa ketika jatuh seluruh bagian tubuhnya pasti terkena lumpur tapi anda tidak saat jatuh anda hanya berjongkok, dan satu lagi luka ditangan anda itu karena terlalu sering memegang pedang" Ucap Lian hua. "Apa penjelasan saya sudah cukup kalau gitu saya dan adik saya pergi dulu" Ucap Lian hua.
"Gadis ini pintar juga" Pikir jendral Wang.
"Tunggu dulu, aku mau bicara dengan nona. Bao bawa adik nona ini untuk beli mainan! " Ucap jendral Wang.
"Baik tuan! " Seru Bao.
Bao pun mengajak Cheng zi pergi dan meninggalkan mereka berdua didalam kamar.
"Apa yang ingin pria ini lakukan?, awas saja kalau macam-macam!, akan ku kebiri dia" Suara hati Chun tian.
"Sepertinya nona cukup pintar, sayang jika kepintaran nona tidak digunakan untuk orang banyak" Ucap jendral Wang.
"Tuan terlalu memuji" Ucap Lian hua dengan menunduk. "Sepertinya saya harus pergi tidak baik jika pria dan wanita dalam satu kamar" Ucap Lian hua.
Lian hua bergegas pergi dari sana, jendral Wang hanya memandangi dirinya. "Gadis yang menarik" Ucap jendral Wang.
Malam pun telah tiba jendral Wang dan Bao berkumpul bersama keluarga Yang untuk makan malam.
"Silahkan tuan-tuan bisa menikmati hidangan desa kami" Ucap Ibu Lian hua.
"Terima kasih nyonya! " Seru mereka.
"Kakak..! " Panggil Cheng zi.
"Ada apa? " Tanya Lian hua.
"Aku punya calon kakak ipar yang cocok dengan kakak" Ucap Cheng zi.
"Jangan bilang Hua sheng" Ucap Lian hua. Sambil mengunyah makanannya.
"Bukan dia!, tapi dia kakak Bao. Sepertinya dia tertarik dengan kakak tadi dijalan dia terus menanyakan tentang kakak" Ucap Cheng zi dengan polosnya.
"Haha, adik Cheng zi pasti sedang bercanda! " Ucap Bao sambil tertawa.
"Jangan cari suami untuk kakak lagi, kakak tidak mau menikah" Ucap Lian hua.
"Jangan bicara seperti itu! " Seru ayah Lian hua.
"Jika aku menikah berarti meninggalkan kalian, itu yang tidak aku inginkan" Ucap Lian hua.
"Semua gadis yang akan menikah harus ikut suaminya nak" Ucap Ibu Lian hua.
"Karena itu aku akan cari pria yang akan membawaku dan keluarga ku, intinya aku tidak mau menikah" Ucap Lian hua, dengan tegas.
"Dan juga siapa yang mau menikahi gadis yang manja kayak kamu" Canda ayah Lian hua.
Keluarga mereka pun tersenyum dengan bahagia, tapi Bao yang merasakan bahaya karena jendral Wang akan marah.
"Aku sudah selesai dengan makanannya, saya permisi ke kamar dulu! " Seru jendral Wang dengan sopan.
Jendral Wang pun pergi dengan wajah datarnya. Dan diikuti oleh Bao dibelakangnya.
Saat dikamar suasana hati jendral Wang yang buruk, Bao pun merasa tidak nyaman dekat dengan jendral Wang.
"Semua gara-gara mulut si kecil Cheng zi itu" Pikir Bao.
"Besok kita akan ke ibukota untuk meminta titah kaisar agar tidak ada Bao yang lain, yang mau dijodohkan oleh adiknya Cheng zi" Ucap jendral Wang dengan tegas.
"Tuan benar-benar marah " Pikir Bao.
"Bagaimana apa kamu sudah menyelidiki siapa keluarga Lian hua? " Tanya jendral Wang.
*Sudah tuan, ayah nona Lian hua adalah mantan panglima perang diperbatasan utara sedangkan ibunya datang kesayangan ibu suri"Ucap Bao.
"Terus! " Seru jendral Wang.
"Ibunya menikah dengan panglima Yang karena sebagai hadiah untuk melawan pemberontakan, karena kesehatan panglima memburuk mereka pindah kemari" Ucap Bao.
"Bersiaplah besok kita akan menemui kaisar! " Seru jendral Wang.
"Baik jendral" Ucap Bao.
Malam ini mereka bermalam di rumah Lian hua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Kartika Lina
orang gede itung2an ma bocil,, hadeuhhh 🤦
2023-12-26
0