Setelah sampai dikediaman jendral Wang, Lian hua diantar ke kamarnya oleh Bao.
"Ini sementara akan jadi kamar nona" Ucap Bao.
"Kamu jangan panggil aku nona, sekarang kita juga sama-sama pelayan jendral" Ucap Lian hua.
"Lalu saya harus panggil apa? " Tanya Bao.
"Panggil saja namaku" Ucap Lian hua.
"Siapa pelayan jendral sekarang? " Tanya Lian hua.
"Saya no.Maksud saya Lian hua! " Seru Bao.
"Apa saja yang kamu lakukan untuk melayani jendral? " Tanya Lian hua, sambil mengambil kertas dan puas.
Bao pun menceritakan semua kegiatannya dalam melayani jendral Wang dan Lian hua mencatat semua perkataan Bao.
Tak beberapa lama mereka saling bicara, Bao pun meninggalkan kamar Lian hua.
"Besok pagi aku akan sangat.. sibuk! " Ucap Lian hua dengan senyuman yang membawa arti.
Keesokan harinya di rumah jendral Wang, para tentara yang tinggal dirumah jendral Wang merasa heran. Kenapa Bao yang biasanya berlatih saat malam pagi-pagi dia sudah berlatih di lapangan depan kamar jendral.
Bao yang sudah selesai berlatih dan untuk beristirahat dia dihampiri oleh beberapa kawannya.
"Bao kenapa kamu kemari? " Ucap Wu ya teman dekat Bao.
"Iya pagi hari bukankah kamu melayani jendral" Ucap Ge zi salah satu prajurit jendral Wang.
"Satu bulan kedepan aku bebas tidak melayani jendral hanya menemani dia pergi saja, karena sudah ada yang mengurusnya" Ucap Bao.
"Apa jendral Wang sudah punya istri? " Tanya Wu ya.
"Bukan istri tapi pelayan pribadi jendral khusus diberikan oleh Kaisar selama sebulan" Jawab Bao.
"Bagaimana rupanya cantik atau tampan? Tanya Wu ya.
" Gadis atau pria? "Tanya Ge zi.
" Nanti kalian juga tau sendiri orangnya seperti apa! "Jawab Bao.
Lian hua yang sudah menyiapkan baskom untuk cuci muka jendral, lalu membawanya ke kamar jendral dengan hati-hati.
Wu ya dan Ge zi melihat gadis yang masuk ke kamar jendral.
" Apa dia pelayan itu? "Tanya mereka bersama-sama.
Bao menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.
" Wah, dia seperti peri"Ucap Ge zi.
"Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya? " Ucap Wu ya, sambil mengingat-ingat.
"Aku ingat dia gadis yang pertama kali bisa mengalahkan jendral Wang, dalam taruhan membuka topengnya kemarin bukan! " Seru Wu ya.
"Pintar, sudah aku mau latihan dulu. Nanti jendral Wang marah padaku karena malas latihan" Ucap Bao.
Di kamar jendral Wang yang dilayani oleh Lian hua merasa gugup didekat Lian hua, saat jendral Wang selesai mencuci muka dan mengelap wajahnya dengan kain yang diberikan Lian hua.
Tiba-tiba Lian hua berjalan mendekati jendral Wang, terus mendekat dan terus mendekat , sampai-sampai jendral Wang yang tambah gugup dengan jarak yang begitu dekat dengannya.
"Bisa kamu sedikit menjauh, tidak pantas pria dan wanita berjarak terlalu dekat seperti ini" Ucap jendral Wang.
"Di mata jendral masih ada kotorannya" Ucap Lian hua, sambil menyentuh wajah jendral.
Lian hua pun tanpa sadar didorong jendral Wang.
"Dibantu malah didorong, dasar jendral aneh! " Ucap Lian hua dengan kesal, sambil membawa baskom bekas air cuci muka.
"Maaf aku tidak sengaja! " Ucap jendral Wang.
Tapi Lian hua pergi begitu saja tanpa memperdulikan ucapan maaf dari jendral.
Di ruang makan jendral Wang juga disiapkan makanan oleh Lian hua, tapi jendral Wang lebih memilih untuk latihan bersama prajuritnya.
Lian hua yang menunggu sangat lama, dan dia sudah merasa kesal pada jendral Wang. Lalu mendatangi tempat jendral Wang berlatih dengan para prajuritnya.
"Jendral! " Panggil Lian hua sambil berteriak keras.
Semua orang yang mendengar teriakan itu langsung berhenti dan melihat kearah Lian hua.
Lian hua berjalan mendekati jendral dan prajuritnya.
"Jendral waktunya sarapan! " Seru Lian hua.
"Nanti saja aku sedang latihan" Jawab jendral Wang.
"Kalian apa para prajurit tidak membutuhkan makan? " Ucap Lian hua dengan kesal.
"Tentu nona! " Seru mereka.
"Terus ngapain kalian disini, sana kedapur aku sudah membuat kalian semua sarapan" Ucap Lian hua dengan senyum.
"Tapi nona jendral menyuruh kami latihan" Ucap Wu ya.
"Jika ada aku disini jika aku suruh makan ya makan, apa kalian mau berperang sekarang. Sudah sana cepat pergi! " Seru Lian hua.
"Turuti ucapan nona Lian hua, sana kalian makan dulu baru latihan" Ucap jendral Wang.
"Siap! " Seru mereka, dengan bahagia.
"Apa jendral tidak masuk kedalam untuk makan? " Tanya Lian hua dengan tegas.
"Iya, aku kesana" Ucap jendral Wang dengan patuh.
Didalam jendral Wang dilayani saat makan oleh Lian hua, jendral merasa senang dengan perhatian dari Lian hua.
"Silakan jendral makan!, saya mau kedapur makan bersama dengan mereka" Ucap Lian hua.
Saat Lian hua akan pergi tiba-tiba tangannya dipegang oleh jendral Wang.
"Makanlah disini bersama ku" Ucap jendral Wang.
"Itu tidak sopan jendral, saya bukan istri ataupun saudara jendral yang bisa makan satu meja dengan anda. Kalau begitu saya permisi! " Ucap Lian hua.
Jendral Wang pun akhirnya melepaskan tangan Lian hua dan Lian hua meninggalkan jendral sarapan sendirian.
Saat sarapan jendral merasa pertama kali makan sendirian dia menyenangkan, lalu dia pergi mencari Lian hua.
Saat menemukan Lian hua, dia melihat Lian hua bercanda dengan para tentaranya dan itu membuat jendral merasa terganggu.
Lalu dia kembali ke ruang makan dengan marah.
"Katanya makan tapi kenapa malah asyik bercanda dengan mereka, tapi kenapa aku jadi merasa kesal sendiri" Ucap jendral Wang pada dirinya sendiri.
"Mereka terlalu malah akhir-akhir ini, harus ditambah lagi latihannya" Ucap jendral Wang dengan senyum.
Setelah prajurit itu makan mereka disuruh lari keliling kota sampai lima kali, para prajurit yang merasa keberatan tidak ada yang berani menentang perintah dari jendral Wang.
"Ini bukan latihan tapi hukuman" Ucap Wu ya,sambil berlari.
" Kamu benar Wu ya! "Seru Ge zi, yang kelelahan.
" Sudahlah kita lari saja! "Seru Bao.
Sedangkan di kediaman jendral Wang, Lian hua yang merasa latihan mereka terlalu berat meminta untuk diringankan.
" Jendral kasihanilah mereka, keliling kota lima putaran itu terlalu berat"Ucap Lian hua.
"Apa mereka menyuruhmu untuk memohon keringanan padaku? " Tanya jendral.
"Tidak sedikitpun mereka tidak mengeluh, ini murni dari keinginan ku" Ucap Lian hua.
"Baik aku akan ringankan latihan mereka, asal kamu bisa menang melawan ku" Ucap jendral Wang.
"Baik, apapun itu aku akan berusaha! " Seru Lian hua.
Jendral Wang pun memberikan Lian hua pedang kayu.
"Jika kamu bisa menjatuhkan pedang ku maka aku kalah dan permintaan mu akan aku turuti" Ucap jendral Wang.
"Baik, aku setuju! " Ucap Lian hua. "Bermain pedang seperti olahraga anggar bukan aku pasti bisa! " Suara hati Lian hua.
Mereka pun memulai taruhan sekali lagi, dan itu kali pertama Lian hua memegang pedang walaupun itu dari kayu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Kartika Lina
jenderal nya nurut banget ma pelayan hahaha
2023-12-26
0