Beberapa hari telah berlalu cedera kaki Lian hua pun sudah pulih dan dia bisa berjalan dengan baik lagi, saat Lian hua tidak berkerja sebagai pelayan jendral Wang dia diperlakukan dengan sangat baik oleh jendral.
Dan dia kembali menjadi pelayan dari jendral Wang, tapi dia ragu untuk keluar dari kamarnya.
"Gimana nih!, aku keluar gak ya. Tapi jika tidak badanku akan sakit semua" Ucap Lian hua pada dirinya sendiri.
"Sudahlah Chun tian, masa begitu saja kamu jadi salah tingkah" Suara hati Chun tian.
Akhirnya dia memutuskan untuk keluar, dan melakukan pekerjaannya.
Saat Lian hua keluar dari kamar, dia merasa ada yang aneh dengan sikap para prajurit jendral. Saat Lian hua mau membuat makanan untuk jendral ada prajurit yang membantu Lian hua.
"Nona Lian hua sudah baikan? " Tanya Wu ya.
"Sedang apa kalian semua ada disini? " Tanya Lian hua.
"Kami disini untuk membantu nona" Ucap Wu ya.
"Apa jendral kalian yang menyuruh? " Tanya Lian hua.
"Benar nona, jendral Wang berpesan anda hanya melayani jendral saja tanpa melakukan pekerjaan kasar. Pekerjaan kasar biar kami sja yang melakukannya" Ucap Wu ya.
"Terserah kalian! " Ucap Lian hua dengan kesal.
Lian hua pun berjalan kekamar jendral dengan perasaan kesal. "Dia itu mau aku pukul apa!, seenaknya sendiri mengambil keputusan" gerutu Lian hua.
Karena terlalu kesalnya Lian hua saat disapa para prajurit disana, tidak memperdulikan mereka.
"Sepertinya nona Lian hua sedang marah! " Seru prajurit itu.
"Iya, ayo beritahu kakak Wu ya! " Ucap Ge zi.
Mereka berdua segera berlari kearah dapur.
"Jendral! " Seru Lian hua, Dengan mendobrak pintu kamar jendral Wang.
Lian hua pun kaget setelah melihat jendral Wang bertelanjang setengah badan. Langsung saja dia menoleh kebelakang.
"Maaf, seharusnya kalau sedang ganti baju kunci pintunya" Ucap Lian hua yang malu setelah sekilas melihat tubuh jendral Wang.
"Bao kamu pergi saja!, pelayan ku yang akan melakukannya" Ucap jendral Wang.
"Baik jendral! " Seru Bao yang memegang obat luka untuk jendral Wang.
Sebelum keluar dari kamar jendral, dia memberikan obat yang luka jendral.
"Nona silahkan anda yang mengobati jendral" Ucap Bao sambil memberi obat pada tangan Lian hua.
"Tapi.., ini untuk apa Bao? " Ucap Lian hua yang sedang memegang obat jendral Wang.
Bao pun langsung menutup pintu kamar jendral Wang.
Lian hua berdiri menghadap pintu kamar,dia yang tidak berani melihat kearah jendral karena jendral Wang sedang tidak menggunakan pakaiannya.
"Sedang ngapain kamu disana?, cepatlah kemari obati lukaku ini! " Seru jendral Wang.
"Untuk urusan itu biar aku panggil Bao" Ucap Lian hua.
"Bao juga terluka biarkan dia mengobati lukanya sendiri, bukankah kamu pelayan pribadi ku" Ucap jendral Wang.
"Dasar jendral mesum, bukankah diluar ada banyak prajurit laki-laki malah suruh aku yang mengolesi obat untuknya" Gerutu Lian hua.
"Ayo cepat kemari! " Seru jendral Wang.
"Iya" Jawab Lian hua. "Anggap saja dia seperti boneka maneki" Suara hati Chun tian.
Dengan ragu-ragu Lian hua pun memberanikan diri mendekati jendral Wang.
"Bagaimana kamu mengobati ku jika kamu menutup matamu seperti itu" Ucap jendral Wang.
"Iya" Jawab Lian hua. Lian hua pun membuka matanya, dia pun terkejut dengan bekas luka milik jendral yang begitu banyak.
"Apakah ini tubuh seorang prajurit? " Pikir Chun tian.
"Kenapa kamu bengong dari tadi?, cepat obatin luka ku! " Ucap jendral Wang.
"Apakah sakit? , tubuh mu punya banyak sekali bekas luka" Ucap Lian hua, yang sambil mengolesi obat ketubuh jendral Wang.
"Apa kamu sedang bersimpati atau mengkhawatirkan aku? " Ucap jendral Wang.
"Tidak dua-duanya! " Seru Lian hua. "Sudahlah jendral kan pasien jadi lebih baik diam saja! " Ucap Lian hua yang kesal dengan jendral.
"Sepertinya kamu sedang marah padaku? " Tanya jendral Wang.
"Tentu saja, saya kan pelayan anda kenapa prajurit anda malah melakukan tugasku, ini adalah hukuman ku kenapa jendral malah menyuruh mereka melakukan untuk ku? Tanya Lian hua.
" Hukuman mu adalah jadi pelayan khusus untuk ku bukan pelayan yang melayani seluruh orang yang ada di kediaman ku"Ucap jendral Wang.
"Baiklah kalau seperti itu, Lian hua sudah paham" Ucap Lian hua dengan senyum nakalnya.
Setelah selesai mengoleskan obat pada luka jendral Wang, lalu Lian hua membalut lukanya. Saat membalut luka jendral, keduanya merasa gugup karena jarak diantara mereka sangat dekat.
Lian hua pun sampai tak bisa melihat mata dari jendral Wang.
"Aroma tubuh pria macho seperti ini, buat aku ingin menerkamnya" Pikir liar Chun tian. "Sadar Chun tian!, masa kamu tertarik dengan pria bau darah ini. Apa tipe pria mu sudah berubah Chun tian? " Suara hati Chun tian.
"Sudah!, jendral bisa memakai pakaian anda kembali" Ucap Lian hua.
Jendral Wang pun menuruti perkataan dari Lian hua. Setelah berpakaian dia langsung disodorkan dengan minuman obat yang ada dimeja.
"Jendral ini minumlah! " Seru Lian hua dengan senyum manisnya.
"Terima kasih" Ucap jendral Wang yang sedikit tak biasa dengan sikap Lian hua.
Jendral Wang merasa sikap Lian hua sudah mulai perhatian padanya tapi itu terlalu berlebihan dan membuat jendral Wang pusing sendiri.
Beberapa hari lagi Lian hua akan menyelesaikan hukuman dari Kaisar, jendral Wang mulai terganggu dengan sikap berlebihan dari Lian hua.
Di kamar jendral Wang saat malam hari dia ditemani oleh Bao yang sedang menemani jendral Wang bermain catur.
"Bao berapa lama lagi dia akan pulang ke rumahnya? " Tanya jendral Wang.
"Nona sepertinya besok hari terakhir dia ada disini" Jawab Bao.
"Apa dia sudah tidur? " Tanya jendral Wang.
"Sepertinya sudah dari sore dia sudah ada dikamarnya" Ucap Bao.
"Baguslah! " Seru jendral Wang dengan napas lega.
"Bukankah jendral seharusnya senang kalau nona ada disini tapi kenapa sepertinya kehadiran nona buat jendral pusing? " Ucap Bao.
"Bagaimana aku tidak pusing?, dia wanita dikota Han ini wanita yang benar-benar berbeda" Ucap Jendral Wang.
"Maksud jendral? " Tanya Bao yang tidak paham.
"Kamu tau dia selalu mengekoriku kemanapun aku pergi bahkan saat aku mandi bahkan buang air dia menjagaku" Ucap jendral Wang.
"Itu tandanya nona memperhatikan jendral, bukankah itu bagus. Anda jadi lebih dekat dengan nona Lian hua" Ucap Bao.
"Dia itu perhatian karena suka padaku atau hanya mau menyelesaikan hukumannya saja" Ucap jendral Wang.
"Tau tidak diperlakukan seperti itu oleh wanita buat aku jadi tidak nyaman, seharian aku harus menahan malu di lihat oleh para prajurit" Ucap jendral Wang.
"Karena jendral Wang selalu memikirkan nona anda sekarang kalah, dan ini kemenangan pertama saya melawan jendral bermain catur" Ucap Bao dengan senang.
"Kemenangan ini tidak sah, ayo main lagi! " Ucap jendral Wang dengan kesal.
"Jendral tidak bisa begitu! " Seru Bao.
Mereka semalaman beradu mulut mengenai permainan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Kartika Lina
siapa suruh kerjaan lian hua dikasihkan ke para prajurit,, ya akhirnya nempel terus kan 🤭😂
2023-12-26
0