Tiba-tiba saja Kaisar tertawa terbahak-bahak, sampai mengeluarkan air matanya.
"Haha" tawa Kaisar dengan keras.
Semua orang yang ada disana jadi heran dengan sikap Kaisar itu.
"Kamu gadis pemberani dinegeri ini, Kata-kata mu mengingatkan aku pada ayahanda Kaisar" Ucap Kaisar, sambil mengusap air matanya yang keluar sedikit.
"Apa yang kamu lakukan pada gadis ini?,simpan pedang mu jendral Wang! " Ucap Kaisar.
"Baik yang mulia" Ucap jendral Wang yang memasukkan pedangnya ke sarungnya.
Kaisar lalu memegang pundak ibu suri yang sedang membungkuk untuk meminta maaf pada Kaisar.
"Ibu jangan seperti itu, orang mengira kalau Lian hua itu putrimu" Ucap Kaisar.
Ibu suri pun berdiri kembali dengan bantuan dari Kaisar. "Bagaimana bisa aku membiarkan kamu membunuh adikmu sendiri? " Pikir ibu suri.
"Yang mulia tak marah? " Tanya ibu suri.
"Tentu saja marah, tapi lihat mata Lian hua sedikitpun tidak takut padaku" Ucap Kaisar. "Lian hua sangat mirip dengan ayahanda, keberaniannya, sikap bicaranya bahkan wajahnya sangat mirip dengan ayahanda" Suara hati Kaisar, sambil melihat Lian hua.
Kaisar pun berjalan mendekati Lian hua, dan memegang pundaknya.
"Mulai hari ini Lian hua bebas keluar masuk istana, dan kamu juga dibebaskan untuk memilih suamimu sendiri" Ucap Kaisar dengan tersenyum.
"Hah! " Seru Lian hua, dengan terkejut.
"Cepat berterima kasih pada Kaisar" Ucap ibu suri kepada Lian hua
"Terima kasih yang mulia! " Ucap Lian hua sambil membungkuk. "Aneh kenapa aku malah diberi hak istimewa, kenapa tidak dihukum? " Suara hati Lian hua.
"Tunggu Kaisar! " Seru Lian hua.
"Gadis ini mau apa lagi? " Suara hati ibu suri.
"Saya akan menerima hak istimewa itu, tapi anda juga harus menghukumku agar tidak ada yang berani memperlakukan anda seperti saya memperlakukan anda" Ucap Lian hua.
"Kamu ini gadis yang aneh, seharusnya kamu senang aku tidak mengambil kepalamu. Terus kamu minta hukuman apa? " Ucap Kaisar.
Lian hua pun berpikir dan melihat jendral Wang dengan tatapan kesal karena dia berani mengeluarkan pedangnya. "Setelah dia menolak hadiah ku, bahkan mendapatkan ciuman ku. Sekarang dia malah mau membunuhku, aku akan buat perhitungan dengannya" Pikir Lian hua.
"Dia!, aku akan jadi pelayan pribadi jendral Wang selama satu bulan! " Seru Lian hua dengan jarinya menunjuk kearah jendral Wang. "Akan aku buat kamu cinta mati padaku lalu setelah itu aku tolak cinta mu, sehingga membuat mu depresi. Hukuman mental memang pantas untuk mu" Suara hati Lian hua.
"Silahkan.., aku setuju dengan permintaanmu! " Seru Kaisar dengan senyum penuh arti. "Bagus sekali jadi aku tidak perlu pusing-pusing memikirkan cara untuk membuat hubungan mereka berkembang menjadi romansa" Pikir Kaisar. "Jika benar dugaanku kalau gadis ini saudariku bisa menikahi ponakan ku yang hanya tau perang saja dihidupnya, aku orang yang paling bahagia didunia ini" Suara hati Kaisar dengan senyumnya.
"Ibu tidak setuju, jadi pelayan dirumah jendral Wang" Ucap ibu suri dengan tegas.
"Kalau ibu tidak setuju, saya akan berikan hukuman lain karena sudah berani melawan perkataan Kaisar maka hukuman cambuk 100kali cukup untuk nya" Ucap Kaisar.
"Jangan Kaisar! " Seru jendral Wang dan ibu suri bersama-sama, sambil berlutut.
"Hukuman cambuk untuk gadis sebanyak itu dia akan mati kalau tidak seumur hidup akan cacat, mohon Kaisar berbelas kasih" Ucap jendral Wang.
"Benar yang dikatakan jendral Wang, bagaimana dia bisa menikah jika seperti itu" Ucap ibu suri.
"Haha! , baru kali ini ibu suri sependapat dengan jendral Wang" Ucap Kaisar dengan tawanya.
"Sudah..!, kalian berdua berdirilah. Lian hua sekarang kamu ikut jendral Wang kediamannya. Ingat jadi pelayan yang baik untuk jendral Wang! " Ucap Kaisar.
"Baik Kaisar! " Seru Lian hua, sambil memberi hormat.
"Jendral Wang! " Panggil Kaisar.
"Iya Kaisar" Jawab jendral Wang.
Kaisar pun memberi kode untuk mendekati Kaisar, jendral Wang pun mematuhi perintahnya. Lalu Kaisar membisikkan sesuatu pada jendral Wang.
"Kamu harus memanfaatkan waktu satu bulan ini untuk mengambil hatinya agar dia mau menikah dengan mu" Ucap Kaisar dengan berbisik.
Jendral Wang hanya terdiam setelah mendengar nasehat dari Kaisar, dan akhirnya Lian hua pergi bersama jendral Wang kerumah nya.
Sebelum pergi menerima hukuman dari Kaisar Lian hua berpesan pada ibu suri untuk menyampaikan pesan kepada ibunya kalau dia harus menerima hukuman dan untuk tidak perlu khawatir padanya.
Setelah melihat Lian hua pergi dengan jendral Wang, ibu suri jadi memasang wajah cemberut pada Kaisar. Lalu dia kembali ke istananya dengan langkah marah.
"Kasim Li, sebaiknya beberapa hari kedepan aku tidak ingin menemui ibu suri" Ucap Kaisar yang ketakutan melihat kemarahan ibu suri.
"Kenapa yang mulia? " Tanya Kasim Li.
"Apa kamu tidak lihat? , matanya seperti mau menembakkan panah pada ku! " Seru Kaisar yang ketakutan. "Sudahlah, ayo kembali ke ruangan ku" Ucap Kaisar.
"Baik! " Seru kasim Li.
Setelah ibu suri sampai di istana, dia menceritakan kejadian yang menimpa Lian hua, lalu ibu Lian hua dan adik Lian hua berserta pelayan mereka langsung pergi dari istana ibu suri untuk bicara dengan suaminya mengenai Lian hua.
"Semuanya kacau padahal aku mau bicara lebih dekat dengan putri ku, tapi kenapa akhirnya jadi seperti ini? " Ucap ibu suri dengan kesal.
Dayang Wu hanya terdiam dengan ucapan ibu suri.
"Kamu tau dayang Wu, dia sifatnya benar-benar mirip dengan Kaisar terdahulu sikap yang tidak pernah tau kata takut walaupun didepannya ada Kaisar penguasa negeri ini" Ucap Ibu suri dengan bangga.
"Bukan hanya sikapnya, wajahnya benar-benar mirip dengan mendiang Kaisar" Ucap dayang Wu.
"Kamu benar!, pesonanya seperti ayahnya. Karena justru seperti ayahnya itu aku takut kalau dia tau aku ibu kandungnya bukannya menerima ku malah menolak untuk bertemu dengan ku" Ucap ibu suri dengan lembut.
"Tapi Wu kamu tau apa yang membuat aku lebih kesal? " Ucap ibu suri.
"Tidak yang mulia! " Seru Wu.
"Kaisar mau berusaha mendekatkan Lian hua dengan jendral Wang si jendral iblis itu" Ucap ibu suri.
"Bukankah bagus ibu suri, jendral Wang pria paling berpengaruh dinegeri ini dan juga tangan kanan yang mulia sekaligus dia juga keponakan yang mulia. Memangnya apa yang salah dengan jendral Wang? " Ucap dayang Wu.
"Kamu benar Wu tapi aku tidak mau putri ku jadi janda muda karena kamu tau sendiri jendral Wang musuhnya banyak, apalagi tubuhnya itu bau darah. Intinya aku tidak suka kalau dia jadi suami Lian hua" Ucap ibu suri dengan tegas.
"Ibu suri terlalu khawatir, bukankah nona sendiri yang punya hak khusus untuk pernikahannya sendiri. Jadi ibu suri jangan terlalu berlebihan" Ucap dayang Wu.
Di istana dayang Wu yang berusaha menenangkan hati ibu suri, sebaliknya dirumah Lian hua malah kedua orang tuanya mengkhawatirkan jendral Wang yang dijahili oleh Lian hua karena mereka tau sifat anaknya dia tidak akan meminta hukuman itu kalau tidak memiliki maksud lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Kartika Lina
siap2 pusing ajantuh jenderal dengan kelakuan lian hua 😂😂😂
2023-12-26
0