Setelah jendral Wang pergi dari rumah dari Lian hua, dia langsung ke ibukota dengan niat awalnya untuk menjadikan Lian hua sebagai istrinya.
Didalam istana kasim melaporkan kalau jendral Wang datang ingin bertemu dengan kaisar.
Pria paruh baya dengan baju kebesarannya, duduk dikursi emasnya sambil mengerjakan sesuatu dan dia diganggu oleh kedatangan kasim pribadinya.
"Salam kaisar jendral Wang ingin bertemu dengan anda" Ucap kasim li itu.
"Suruh dia masuk sudah lama aku ingin menemui keponakan ku itu! " Seru Kaisar han.
Jendral Wang pun masuk kedalam ruangan Kaisar, Kaisar pun berdiri lalu berjalan kearahnya.
"Salam Kaisar! " Sapa jendral Wang, sambil membungkukkan tubuhnya.
"Bedirilah ponakanku!, jika ada kita berdua lupakan tata krama istana" Ucap Kaisar sambil memegang pundak jendral Wang dan berusaha membangun tubuhnya.
"Bagaimana pun Anda adalah Kaisar negeri ini, saya sebagai bawah anda sepatutnya mematuhi sopan santun di istana" Ucap jendral Wang.
"Dasar kau ini! " Seru Kaisar. "Terserah kamu saja, ada apa kamu menemui ku kemari?, apa masih ingat punya paman? " Sindir Kaisar.
"Maafkan saya yang mulia saya terlalu sibuk diperbatasan, sehingga baru kembali kemari" Ucap jendral Wang.
"Ada apa kamu kemari pasti ada urusan penting?" Tanya Kaisar.
"Saya mau agar yang mulia menuliskan titah untuk saya agar membawa keluarga Yang, yang ada di desa Kua lie untuk kembali ke ibukota" Jawab Jendral Wang.
"Kalau gak salah cucu dari keluarga Yang akan menikah dengan mu, lalu apa hubungannya dengan keluarga Yang yang berada di desa Kua lie? " Ucap Kaisar.
Kasim li pun membisikkan sesuatu ke telinga Kaisar, dan Kaisar pun mulai mengerti keinginan ponakannya itu.
"Jadi kamu bermaksud menikah dengan dua wanita, wah! kamu ini mirip siapa? " Ucap Kaisar dengan nada mengoda.
"Sepertinya Kaisar salah paham dari maksud saya, saya hanya menikahi satu wanita bukan dua wanita" Ucap Jendral Wang.
"Jadi maksudmu, kamu mau menikahi cucu dari keluarga Yang yang ada di desa bukan anak menteri Yang yang bernama Moli hua itu? " Ucap Kaisar.
"Benar yang mulia! " Jawab jendral Wang.
"Tapi mereka dari keluarga petani bukan bangsawan, sudah pasti wanita itu tidak tau tata krama" Ucap Kaisar.
"Ayahnya dulu panglima Kaisar terdahulu dan ibunya da yang kesayangan ibu suri" Ucap Jendral Wang.
"Maksudmu dayang Zhao yang menikah dengan panglima saudara ketiga dari keluarga Yang, yang minta pensiun dini itu" Ucap Kaisar dengan kaget.
"Benar yang mulia! " Seru jendral Wang.
"Hahaha, dunia ini memang sempit, jika ibu suri mendengarnya dia akan sangat bahagia" Ucap Kaisar dengan tertawa.
"Kalau gitu aku setuju!, aku akan keluar titah untuk menikah dengan mu" Ucap Kaisar.
"Jangan yang mulia, suruh saja keluarga mereka kembali ke ibukota jangan anda turunkan titah perjodohan itu, kalau tidak dia akan berusaha kabur" Ucap jendral Wang.
"Wah, ternyata jendral kita satu ini, takut sama calon pengantinnya kabur. Haha..! " Goda Kaisar sambil tertawa.
"Baik, aku juga penasaran dengan nona Yang ini" Ucap Kaisar.
"Terima kasih Kaisar! " Seru jendral Wang, lalu dia berjalan meninggalkan ruangan Kaisar.
Setelah jendral Wang pergi, Kaisar menyuruh kasim li menyampaikan dekrit nya untuk keluarga Yang di desa.
"Kasim Li, sepertinya aku sudah lama tidak berkunjung ke tempat ibu suri" Ucap Kaisar.
"Saya akan memberitahukan ke kediaman ibu suri" Ucap kasim Li.
Kaisar pun mengunjungi ibu suri di istananya bersama kasim Li dan beberapa pelayan Kaisar.
Ibu suri sangat bahagia karena Kaisar berkunjung ke istananya. Sebenarnya ibu suri bukan ibu kandung Kaisar dia hanya ibu tiri Kaisar, biarpun mereka tidak punya hubungan darah tapi ibu suri menyayangi seperti anaknya sendiri.
"Ada perlu apa Kaisar kemari? " Tanya ibu suri.
"Selain aku rindu ibu, putramu ingin menanyakan tentang dayang Zhao yang dulu melayani ibu suri" Jawab Kaisar.
Ibu suri pun terdiam setelah mendengar tentang dayang Zhao, "Ibu ingat, ada apa dengannya? " Tanya ibu suri.
"Ibu tau jendral Wang jatuh hati dengan putri dari dayang Zhao itu, ini merupakan suatu kebetulan. Hahaha..! " Ucap Kaisar sambil tertawa.
Ibu suri pun kaget setelah Kaisar membicarakan putri dari dayang Zhao.
"Sebentar lagi dia akan ke ibukota, tapi aku binggung apa mereka berada di kediaman menteri Yang atau tinggal di tempat lain" Ucap Kaisar.
"Yang mulia jangan binggung biar saya yang mencari rumah untuk mereka tinggal, saya juga rindu dengan dayang Zhao! " Ucap Ibu suri dengan bersemangat.
"Bagus kalau gitu, saya jadi tidak cemas" Ucap Kaisar. "Kalau gitu saya akan kembali dulu" Ucap Kaisar.
Kaisar pun pergi dari istana ibu suri. "Ibu suri sepertinya sangat merindukannya, berarti suara tangis bayi 19 tahun itu adalah dirinya" Suara hati Kaisar dengan senyum.
Didalam istana ibu suri, dia sangat heboh untuk menyambut kedatangan dayang zhao.
"Semuanya bawakan kain sutra yang baik, serta kotak perhiasan yang ada digudang belakang" Perintah ibu suri kepada semua pelayan dan dayangnya.
Saat semua dayang pergi, dayang Wu mendekati ibu suri.
"Yang mulia ada pasti bahagia karena sebentar lagi putri akan kembali kemari" Ucap dayang Wu.
"Ssst!, ini masih menjadi rahasia kita bertiga. Kaisar pun belum tau kalau dia punya saudara perempuan" Ucap Ibu suri dengan bicara pelan.
"Tapi yang mulia sikap anda benar-benar terlalu berlebihan" Ucap dayang Wu.
"Sebaiknya kamu saja yang menyiapkan tapi berikan yang terbaik pada putri ku" Ucap Ibu suri.
"Baik, yang mulia! " Seru dayang Wu.
Titah Kaisar pun telah sampai ke rumah keluarga Yang yang ada di desa Kua ile, mereka diberi perintah untuk kembali ke ibukota dan menjadikan ayah Lian hua menjadi menteri administrasi ketentaraan negara Han. Mau tidak mau mereka harus menerima dekrit Kaisar tersebut dan segera pindah dari desa Kua ile.
Setelah menerima titah Kaisar di pagi hari, saat malam orang tua Lian hua sedang mendiskusikan sesuatu di kamar mereka.
"Ada apa Kaisar memberi kita perintah dan jabatan padaku, bukan kah kita sudah mundur dari urusan pemerintahan? " Tanya ayah Lian hua.
"Mungkin ini berkah dari dewa untuk keluarga kita" Ucap Ibu Lian hua. "Mungkinkah karena ibu suri ingin bertemu putrinya" Suara hati ibu Lian hua.
Keluarga Yang pun akhirnya bersiap untuk pindah ke ibukota dengan mengunakan kereta kuda, paman Mu tou dan warga desa Kua ile mengantar mereka sampai di gerbang desa mereka. Walaupun mereka tidak ingin Lian hua dan keluarganya pergi dari desa tersebut tapi karena titah Kaisar terpaksa melepas mereka dengan penuh air mata dan Chun tian pun merasa sudah nyaman disana dengan berat hati dia harus mengikuti kemana keluarga Yang pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Kartika Lina
yg putri nya ibu suri itu siapa,, dayang zhao atau kah lian hua 🤔🤔🤔
2023-12-26
0