Kebahagiaan Lian hua mengalahkan jendral Wang lagi.

"Ayo kamu maju terlebih dulu! " Seru jendral Wang.

"Apa seperti bermain anggar, baiklah aku coba " Suara hati Chun tian.

Dengan melangkah tanpa ragu dan memegang pedang dengan tangan satu, dia pun maju mencoba menjatuhkan pedang jendral Wang.

Jendral Wang yang memperhatikan setiap langkah dari Lian hua yang aneh dia pun merasa heran.

"Siapa yang mengajarimu bermain pedang seperti itu? " Tanya jendral Wang.

"Kenapa?, apa jendral takut? " Tanya Lian hua dengan tersenyum.

"Tidak, cuma baru pertama kali aku melihatnya. Kamu seperti sedang menari" Ucap jendral Wang.

"Jendral tidak perlu tahu siapa yang mengajariku, jika jendral penasaran setelah bisa mengalahkan aku maka aku akan beritahu pada jendral" Ucap Lian hua.

Karena jendral Wang yang begitu hebat dalam bermain pedang, Lian hua mengalami kesulitan dalam menjatuhkan pedang miliknya.

Lian hua yang kelelahan terdiam sambil memegang pedang miliknya , dan memikirkan cara untuk mengalahkan jendral Wang.

"Jika aku gunakan cara kemarin pasti sudah tidak akan berhasil, aku harus memikirkan cara lain" Pikir Lian hua.

"Apa kamu mau melakukan hal yang sama seperti kemarin? " Ucap jendral Wang dengan tersenyum.

"Siapa bilang aku akan melakukan seperti kemarin? " Ucap Lian hua.

Lian hua pun berlari maju kearah jendral Wang dengan tenang, pertarungan mereka berlangsung sampai hampir senja dan Lian hua merasa kelelahan.

Saat hampir berhasil menjatuhkan pedang jendral Wang, tiba-tiba kaki Lian hua cedera.

"Aw! " Seru Lian hua yang kesakitan.

Jendral Wang yang melihat Lian hua duduk kesakitan sambil memegang kaki sebelah kanannya.

"Kamu tidak apa-apa? " Tanya jendral Wang berlari kearah Lian hua.

Jendral Wang pun memeriksa keadaan kaki Lian hua, saat jendral Wang sedang lengah. Lian hua berusaha mengambil pedang milik jendral Wang.

Karena jendral Wang yang berusaha menjauhkan pedang miliknya, dia pun terjatuh. Jendral Wang yang berusaha bangun malah ditahan dengan Lian hua menahan tubuhnya dengan naik keatas tubuh jendral Wang.

Dan dia juga berhasil merampas pedang kayu jendral Wang dan melemparkan kearah gerbang, jendral Wang yang juga merasa kelelahan akhirnya dia mengakui kekalahannya.

Sedangkan Lian hua merasa bahagia dengan mengangkat pedang nya keatas, namun tiba-tiba para prajurit jendral Wang pun datang dengan membuka gerbang pintu rumah jendral Wang.

"Kita lelah sekali! " Ucap mereka, yang masuk kedalam rumah jendral Wang.

Saat mereka melihat posisi jendral Wang dan Lian hua di lapangan tempat mereka berlatih, membuat mereka jadi canggung serta kaget atas apa yang mereka lihat.

"Bagaimana bisa jendral Wang? " Ucap Wu ya dengan terkejut.

"Kalian lanjutkan saja, kami akan melakukan satu putaran lagi! " Seru Bao, dengan menutup pintu gerbang kediaman jendral Wang.

Mereka pun menutup pintu gerbang tersebut, sedangkan Lian hua juga terkejut karena kedatangan mereka.

"Lihat mereka pasti terkejut, melihat kita dalam posisi seperti ini" Ucap jendral Wang.

"Jendral benar, tapi kali ini aku menang bukan" Ucap Lian hua sambil tersenyum diatas tubuh jendral Wang.

"Iya, tapi bisa kah kamu menyingkir dulu dari atas tubuhku" Ucap jendral Wang dengan wajah yang memerah.

Lian hua pun menyingkirkan tubuhnya dari atas tubuh jendral Wang, dan berusaha bangun dengan menahan sakit di kakinya.

Jendral Wang yang tidak tega melihat Lian hua berjalan terpincang-pincang seperti itu, akhirnya menggendong tubuh Lian hua.

"Apa yang jendral lakukan turunkan aku?, bagaimana jika mereka melihat kita? " Ucap Lian hua.

"Mereka dari tadi mengintip kita" Ucap jendral Wang. "Kalian semua cepat masuk kalau tidak aku tambah jadi lima kali putaran lagi" Teriak jendral Wang.

"Tidak jendral, kami akan masuk! " Seru prajurit jendral Wang yang bersembunyi.

Jendral Wang pun berjalan ke kamarnya sambil menggendong Lian hua, Lian hua yang merasa dia sudah malu hanya menunduk dalam gendongan jendral Wang.

Saat dikamar jendral Wang, Lian hua duduk dikursi dan diberikan obat oleh jendral Wang.

"Jendral tidak perlu, biar aku saja yang melakukannya" Ucap Lian hua.

"Kenapa kamu tidak mau menikah dengan ku? " Tanya jendral Wang sambil mengolesi obat dikaki Lian hua.

"Karena aku tidak mau mengandalkan seorang pria untuk mendapatkan apapun di negeri ini" Ucap Lian hua.

"Aku pun tidak keberatan jika kamu mengandalkan ku" Ucap jendral Wang.

"Dasar pria zaman kuno, sudah gampang sekali ke baca maksud dari ucapannya" Pikir Lian hua dengan senyum diwajahnya.

"Tapi jendral, aku bukan wanita biasa jadi aku tidak mau menyiakan masa muda ku dan aku juga mau seperti jendral yang punya masa depan cerah" Ucap Lian hua.

"Kalau aku akan selalu mendukung mu! " Seru jendral Wang sambil memandang Lian hua.

Mata mereka saling memandang, Lian hua yang duduk dikursi sedangkan jendral dengan duduk berlutut didepan Lian hua.

"Ya ampun, pria ini buat aku gugup saja" Suara hati Lian hua.

"Ah itu, kakiku sudah selesai diobati? " Tanya Lian hua, dengan gugup.

"Sudah" Jawab jendral Wang, dengan membantu memakaikan sepatu Lian hua.

"Sebaiknya kamu istirahat dulu saja" Ucap jendral Wang.

"Tapi saya adalah pelayan anda! " Ucap Lian hua.

"Aku tidak mau dilayani dengan pelayan yang sedang sakit, biarkan Bao yang menggantikanmu" Ucap jendral Wang.

"Baik jendral" Ucap Lian hua yang berjalan pincang.

Saat mau meninggalkan kamar jendral Wang, Lian hua yang merasa gugup sehingga sampai kesandung.

Untuk ada jendral Wang sehingga Lian hua tidak terjatuh karena jendral segera menolongnya.

"Terima kasih jendral! " Ucap Lian hua.

Tiba-tiba saja jendral Wang menggendong Lian hua lagi dan itu membuat Lian hua terkejut.

"Jendral aku bisa jalan sendiri" Ucap Lian hua.

"Aku sudah bilang kamu bisa mengandalkan ku jika kamu perlu bantuanku" Ucap jendral Wang, sambil menggendong tubuh Lian hua.

Lian hua pun terdiam karena perasaannya yang gugup dengan sikap manis dari jendral Wang.

"Apa pria zaman kuno semanis ini saat bicara dengan seorang wanita? " Pikir Lian hua.

Saat jendral Wang menggendong tubuh Lian hua yang sedang berjalan kearah kamar Lian hua, menjadi perhatian dari para prajurit disana.

"Apakah itu jendral kita? " Tanya Ge zi.

"Apa kamu tidak melihat tadi, saat masuk seperti jendral iblis sedang ditaklukkan seorang wanita? " Ucap Wu ya.

"Bao apa kamu tau sesuatu? " Tanya Wu ya.

"Itu hanya sebagian yang kalian lihat, apa kamu pernah lihat jendral Wang kita kehilangan fokus? " Tanya Bao.

"Tidak! " Seru mereka.

"Aku sudah melihatnya beberapa kali" Jawab Bao.

Bao pun menceritakan tentang Lian hua pada para prajurit disana, tentang pertemuan pertama jendral Wang.

Sedangkan jendral Wang yang sedang berjalan kekamar Lian hua sambil menggendongnya pun telah sampai dan menurunkan Lian hua didepan kamar.

"Aku akan menunggumu membuka hatimu untuk ku" Ucap jendral Wang sebelum pergi meninggalkan kamar Lian hua.

Chun tian yang diperlakukan seperti itu oleh pria, jadi merasa canggung. Karena selama ini dia yang selalu mengejar pria seperti mantan tunangannya yaitu Bolin.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!