Iringan tandu pengantin.

Warga desa mengamati apa yang dilakukan ayah Lian hua dan dirinya, mereka sedang membuat aliran sungai ke ladang dan sawah mereka.

"Pak Yang apa yang sedang kalian lakukan? " Tanya warga disana.

"Kami sedang membuat aliran irigasi" Jawab Lian hua.

"Irigasi apa itu? " Tanya warga itu.

Lian hua pun akhirnya menjelaskan apa yang dimaksud dari irigasi kepada warga disana.

"Jadi sawah kami bisa mendapatkannya? " Tanya warga desa.

"Tentu, tapi jika hanya kami berdua yang melakukannya sampai tahun baru baru selesai" Jawab Lian hua.

"Kalau begitu kami bantu! " Seru warga desa.

Lian hua dan ayahnya merasa senang sekali, warga didesa itu pun bergotong royong membuat irigasi buat sawah mereka. Dan para wanita ada yang bantu dan ada yang membuat makanan untuk mereka, dua hari pun irigasi sudah bisa dibuat saat Lian hua mencobanya aliran sungai itu pun mengalir ke sawah mereka secara bergantian.

Akhirnya mereka terbebas dari masalah bertahun-tahun mereka akibat musim kemarau dan semua itu berkat ide dari Lian hua.

Warga desa pun membuat pesta untuk merayakannya.

"Para warga sekalian mari kita bersulang untuk. apa namanya? " Ucap Paman Mu tou.

"Irigasi paman" Ucap Lian hua dengan senyum.

Dan semua warga desa tersenyum setelah mendengar ucapan paman Mu tou.

"Haha.. " Tawa warga desa.

"Maaf.., maklum sudah berumur jadi sedikit pelupa. Haha! " Ucap paman Mu tou sambil tertawa.

Warga desa pun jadi ikut tertawa setelah mendengarkan ucapan paman Mu tou. Tak beberapa lama warga desa dikagetkan dengan kedatangan pengiring pengantin melewati balai desa dan menuju ke rumah keluarga Yang.

"Ayah sepertinya para pengiring pengantin kearah rumah kita" Ucap Lian hua.

"Iya kak! " Ucap ayah Lian hua. Lalu ibu Lian hua mendekati suaminya dan membisikkan sesuatu pada suaminya.

"Ayah, sepertinya itu pengiring pengantin jendral iblis" Bisik ibu Lian hua.

"Sebaiknya kita pulang dulu saja" Ucap ayah Lian hua.

Ayah Lian hua pun meminta izin untuk pulang ke rumahnya, dan warga desa pun khawatir tentang keadaan keluarga Lian hua.

"Pak kepala desa sebaiknya kita bantu keluarga Lian hua, jangan-jangan itu pengiring pengantin jendral iblis yang mau membawa pergi Lian hua" Teriak salah satu warga di balai desa.

"Benar pak kepala desa! " Seru mereka semua.

"Baik, kita akan kesana dan lihat apa yang terjadi. Jika mereka memaksa membawa Lian hua maka kita akan berusaha mencegahnya" Ucap paman Mu tou.

Mereka semua pun berjalan kesana ada yang membawa senjata ada yang membawa tongkat kayu.

Di rumah keluarga Yang, ayah Lian hua berdebat dengan makcomblang dari jendral Wang.

"Aku tidak akan membiarkan kalian membawa putri ku, langkahi mayat ku dulu! " Seru ayah Lian hua dengan marah.

Ayahnya pun melindunginya dibelakangnya, ayah, ibu dan adiknya Cheng zi pun ikut melindungi kakaknya. Lian hua pun jadi terharu melihat itu semua.

"Kalian tau siapa yang kalian lawan, dia adalah jendral iblis yang terkenal menakutkan itu" Ucap makcomblang itu.

"Kami tidak takut, walaupun kaisar kemari pun tak akan kami serahkan Lian hua pada kalian! " Seru paman Mu tou.

Chun tian yang dilindungi seluruh warga desa, dan tidak tega jika mereka terluka. Dia pun. memikirkan sebuah cara tanpa kekerasan.

"Hentikan semuanya! " Teriak Lian hua.

Lian hua pun berjalan kedepan dan memberi tanda pada keluarganya kalau dia bisa mengatasi.

"Beritahukan pada jendral kalian, aku tidak memiliki perjanjian pernikahan tertulis dengannya. Jadi kalian tidak bisa membawa ku seenaknya" Ucap Lian hua.

"Tapi kakekmu yang membuat perjanjian dengan jendral iblis sendiri sebagai tanda balas budi karena menyelamatkan nyawanya" Ucap makcomblang itu.

"Kalau gitu kamu salah setauku kakek punya cucu wanita dua yang mana yang akan dia nikahi? " Bantah Lian hua.

Makcomblang pun hanya terdiam kebingungan untuk menjawabnya.

"Kalau gitu aku akan bawa dua-duanya saja biar jendral sendiri yang memilihnya" Ucap makcomblang itu.

"Tapi aku tidak mau merebutkan satu pria dengan saudara sendiri, lebih baik pergilah ke kota ke rumah paman pertama pasti mereka akan menyerahkan putri mereka dengan mudah dan kamu tidak perlu capek-capek sendiri berdebat dengan kami" Ucap Lian hua.

Makcomblang itu pun akhirnya menuruti perkataan Lian hua dan pergi dari sana sambil membawa iringan pengantin.

"Akhirnya dia bisa terbujuk" Suara hati Lian hua yang merasa lega.

Mereka semua memuji keberanian Lian hua dan kecerdasannya.

Saat masuk kedalam rumah. Ibu, ayah dan adiknya memeluk Lian hua.

"Kami takut jika mereka membawa mu akan terjadi hal sama seperti kejadian yang lalu" Ucap Ibu Lian hua.

"Tenang saja!, putri kalian inikan pintar" Ucap Lian hua dengan tersenyum.

Malam hari yang menegangkan telah dilalui keluarga Yang, mereka akhirnya bisa beristirahat dengan nyaman di rumah mereka.

Dilain tempat dikediaman kepala hakim Li disana ternyata tempat tinggal sementara dari jendral iblis Wang. Dia pun dijamu oleh hakim dan nyonya rumah disana.

"Jendral silahkan dinikmati hidangan yang seadanya ini semoga sesuai selera anda" Ucap istri hakim itu.

"Nyonya terlalu merendah" Ucap

"Iya jendral, silahkan anda menikmatinya" Ucap hakim Li.

"Maafkan aku, mungkin beberapa hari ini aku akan merepotkan hakim Li" Ucap jendral Wang.

"Tidak apa-apa, bagaimana pun juga anda adalah keponakan jauh saya" Ucap hakim Li sambil tersenyum.

Mereka pun makan malam dengan tenangnya, tak beberapa lama jendral Wang kembali ke kamarnya. Didalam kamar Bao telah menunggu kedatangan jendral untuk melaporkan masalah Lian hua. Jendral Wang berjalan dengan tenang duduk di kursinya.

"Lapor jendral, nona Lian hua menolak untuk ikut tandu pengantin" Ucap Bao.

"Brak.." Suara meja yang dipukul jendral Wang."Berani sekali dia gadis petani saja menolak pinangan ku! "Seru jendral Wang dengan marah.

Lalu Bao menceritakan semua yang terjadi di desa Kua ile.

" Haha"tawa jendral Wang.

"Aku jadi penasaran dengan gadis itu" Ucap jendral Wang. "Besok kita pergi kesana untuk menyamar"Ucap jendral Wang.

" Baik jendral! "Seru Bao.

Keesokannya jendral Wang dan Bao menyamar menjadi tuan muda dan pelayannya. Mereka berdua berjalan melihat irigasi yang dibuat Lian hua untuk desa ini.

" Jadi gadis itu yang mempunyai ide membuat semua ini? "Tanya jendral Wang.

" Benar jendral "Jawab Bao.

" Kita ini sedang menyamar jangan panggil dengan sebutan jendral "Ucap jendral Wang.

" Maaf tuan"Ucap Bao.

Mereka pun berjalan mengelilingi pesawahan disana, disana untuk pertama kali jendral Wang melihat seorang gadis yang berdiri diatas kerbau dengan senyuman yang mempesona, saat melihat dirinya seakan waktu telah terhenti. Wajah yang disinari oleh matahari pagi seperti sebuah cermin yang memantulkan cahayanya, jendral Wang pun hanya terdiam tanpa bisa mengeluarkan satu katapun.

"Dia bukanlah nona Lian hua! " Seru Bao.

"Jadi dia Lian hua" Pikir jendral Wang sambil tersenyum diwajahnya.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!