Setelah beberapa hari melakukan perjalanan ke ibukota, akhirnya keluarga mereka telah sampai di gerbang kota.Ayah mereka akhirnya turun dari kereta untuk melaporkan pada penjaga gerbang agar diizinkan masuk kedalam ibukota negeri han.
"Ibu apa sudah sampai? " Tanya Cheng zi yang mengusap matanya karena dia baru bangun tidur.
"Sebentar lagi sampai, kamu tidur saja dulu nanti ibu akan bangun kan! " Jawab ibu mereka.
"Sudah kita tidur saja, nanti juga ayah dan ibu bangunkan kita" Ucap Lian hua.
Cheng zi hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya.
Tak beberapa lama ayah mereka kembali, dan keluarga mereka akhirnya bisa masuk kedalam ibukota han.
Saat sudah masuk tiba-tiba kereta mereka dihadang oleh kuda dari pengawal jendral iblis.
"Tuan Yang!, sebelum pergi kediaman jendral minta anda menghadap beliau" Ucap pengawal tersebut.
"Baik, kami akan mengikuti anda" Ucap ayah Lian hua.
Kereta mereka pun mengikuti kuda pengawal tersebut. Tak beberapa lama kereta mereka pun sampai disana.
Ibu mereka pun membangunkan mereka berdua.
"Apa kita sudah sampai kak? " Tanya Cheng zi.
"Sepertinya sudah, tapi masa rumah kita sebesar ini! " Ucap Lian hua.
"Bukan ini rumah jendral Wang, jadi kalian harus sopan" Ucap Ibu mereka.
"Baik bu! " Seru mereka.
Mereka semua pun berjalan masuk kedalam rumah jendral Wang.
"Siapa jendral Wang?, rumahnya besar sekali dan semuanya para prajurit ada dimana-mana" Ucap Lian hua.
"Itu kak, jendral iblis yang dulu kakak akan nikahi" Ucap Cheng zi.
"Benar jadi kalian harus sopan" Ucap Ibu mereka.
"Apa aku harus kabur dari sini?, jika aku kabur orang tuaku dan adikku gimana, terus prajurit sebanyak ini aku juga tidak bisa menghadapinya" Pikir Lian hua.
Mereka semua akhirnya masuk kedalam aula ruang tamu jendral Wang, dan mereka menunggu dia datang. Tak beberapa lama kemudian Langkah kaki masuk kedalam aula tersebut ada dua pria yang masuk.
Yang satu seperti prajurit biasa dan yang satu lagi terlihat lebih gagah tapi mengenakan topeng diwajahnya.
"Pria yang pakai topeng itu pasti jendral iblis" Pikir Lian hua sambil melirik.
Semua yang disana memberi hormat pada jendral Wang, dan semua orang menundukkan kepala mereka. Jendral Wang tersenyum melihat saat melihat Lian hua melirik padanya.
"Kenapa dia melihat kemari?, apa mau ku congkel matanya? " Suara hati Lian hua.
"Apa anda menteri administrasi prajurit yang baru? " Tanya jendral Wang.
"Benar jendral! " Seru ayah Lian hua.
"Apakah gadis itu yang berani menolak tandu pengantin ku? " Tanya jendral Wang.
"Maafkan anak saya jendral, dia masih kecil dan belum siap untuk menikah dengan anda" Ucap alasan ayah Lian hua.
"Masih kecil" Ucap jendral Wang sambil berjalan kearah Lian hua.
Ayah dan ibunya memberikan alasan terus agar putrinya tidak terkena masalah, tapi jendral Wang terus saja berjalan kearah Lian hua.
Karena melihat orang tuanya merasa tertekan maka dia tidak tega, dengan berani dia meluapkan isi hatinya.
"Hentikan ayah dan ibu!,kalian tidak perlu membelaku karena masalah ini dari ku maka aku yang akan mengatasinya sendiri" Ucap Lian hua.
"Putri mu benar-benar pemberani tuan Yang, aku salut padanya. Haha.. " Ucap jendral Wang sambil tertawa.
"Suara itu jangan-jangan tuan muda lumpur, ternyata dia! " Suara hati Lian hua.
"Tunggu jika kamu mempermasalahkan tentang iringan yang ku tolak itu, bagaimana kita bertaruh jika aku bisa membuka topeng diwajahmu itu kamu lupakan niatmu untuk menikahiku. Tapi jika aku tidak bisa melepaskan topeng dari wajahmu itu aku akan tinggal disini jadi pelayanan" Ucap Lian hua.
"Baik aku terima tantangannya" Ucap jendral Wang.
"Ayah apa tidak bisa membujuk Lian hua? " Tanya ibu Lian hua.
"Kamu tau sendiri kalau putri kita sudah mengambil keputusan tidak ada yang bisa menghalanginya" Ucap ayah Lian hua.
"Tapi ini jendral Wang! " Seru ibu Lian hua.
"Tapi aku yakin Lian hua pasti punya cara mengalahkan jendral Wang" Ucap ayah Lian hua.
Mereka berdua saling berhadapan, Lian hua terus menerus berusaha mengambil topeng diwajahnya selama berjam-jam. Tapi jendral Wang terus menghindari Lian hua, nafas Lian hua sampai terengah-engah.
"Sebaiknya nona menyerah saja! " Seru jendral Wang.
"Aku tidak akan menjadi kamu pelayan ku tapi istri dari jendral Wang" Ucap jendral Wang.
Lian hua hanya terdiam, dia memikirkan sebuah cara agar bisa mendekati jendral Wang itu. Lalu dia ingat saat dia yang kehilangan fokus yang terjun ke sawah.
"Tunggu, jangan-jangan pria ini terpesona padaku saat itu" Pikir Lian hua dengan percaya dirinya.
"Apa aku harus coba cara ini? " Suara hati Lian hua.
"Jangan bermimpi jendral, karena aku akan menentukan sendiri siapa yang harus ku nikahi" Ucap Lian hua sambil tersenyum dan sedikit demi sedikit dia berjalan kearah jendral Wang.
"Tapi sepertinya aku sudah menemukan pria tersebut" Ucap Lian hua. Berhadapan dengan jendral Wang tersebut.
Hati jendral Wang berdetak dengan cepatnya dan dia mulai kehilangan fokusnya.
"Siapa yang kamu maksud? " Ucap jendral Wang yang berbicara dengan nada gemetar.
"Ini tembakan terakhir ku, kena kau! " Pikir Lian hua.
"Aku mencintaimu! " Seru Lian hua dengan tangannya yang sudah bisa melepas topeng diwajahnya.
"Ting.. " Suara topeng yang jatuh.
Jendral Wang hanya termenung seperti patung tanpa bisa bicara apapun. Semua orang disana kaget dengan ucapan Lian hua.
"Yeah!, aku berhasil" Seru Lian hua sambil tersenyum.
"Jendral Wang kamu kalah tuan muda lumpur"Ucap Lian hua.
Orang tuanya dan adiknya meminta maaf atas apa yang dilakukan Lian hua baik di desa dulu dan sekarang.
Jendral Wang yang kesal menghunus kan pedangnya kearah Lian hua, Lian hua tidak takut dengan apa yang dilakukan jendral Wang tersebut.
"Kenapa kamu marah?" Ucap Lian hua.
"Bagaimana seseorang wanita yang tidak tau malu mengucapkan kata seperti itu didepan umum? " Ucap Lian hua.
"Bukan kah tidak ada peraturan atau larangan yang aku lakukan, salah jendral Wang sendiri kehilangan fokus" Ucap Lian hua.
"Hahaha" Tawa jendral Wang.
"Kamu memang gadis yang menarik dan cerdas" Ucap jendral Wang.Sambil memasukkan kembali pedangnya.
"Terima kasih atas pujian jendral" Ucap Lian hua.
"Maafkan ke lancang putri kami! " Seru ayah Lian hua.
Akhirnya keluarga Yang pun pergi dari rumah jendral Wang. Setelah kepergian Lian hua dari rumahnya dia hanya tersenyum sendiri dan itu membuat Bao khawatir.
"Jendral anda tidak apa-apa? " Tanya Bao.
"Tentu saja aku baik-baik saja" Jawab jendral Wang. "Baru saja dia keluar dari sini aku merasa merindukannya" Ucap jendral Wang.
"Jendral Wang yang dimedan perang terlihat gagah melawan musuhnya tapi dihadapan nona Lian hua seperti kucing manis" Suara hati Bao.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments