Setelah pulang dari pasar Lian hua dan ayahnya membawa barang dan kebutuhan pokok yang dimasukkan dalam gerobak yang dibawa mereka tadi sampai penuh.Seluruh penduduk desa memperhatikan apa yang mereka bawa.
"Wah!, pak Yang punya uang banyak nih" Ucap salah satu ibu- ibu yang sedang berkumpul.
"Ini rezeki dari dewi kemarin yang menolong Lian hua kemarin malem bibi, didalam gerobak ini semuanya untuk warga desa semuanya bisa diambil" Ucap Lian hua.
"Benarkah itu pak Yang? " Ucap salah satu bibi disana.
"Iya, yang dikatakan Lian hua benar. Kalian boleh ambil semua Lian hua yang membelinya untuk kalian" Ucap ayah Lian hua dengan senyum.
"Terima kasih pak Yang dan Lian hua! " Seru mereka.
"Iya sama-sama" Ucap ayah Lian hua yang tersenyum.
"Jangan cuma berterima kasih pada kami pada sang dewi juga" Ucap Lian hua dengan senyum.
"Kamu benar Lian hua!, Terima kasih dewi! " Seru mereka semua.
Mereka semua berebutan untuk mengambil barang di gerobak.
"Tenang semuanya akan kebagian, jangan berebutan ya bibi yang cantik! " Teriak Lian hua.
Semua orang senang mendengarnya dan menuruti permintaan Lian hua.
Ayah Lian hua mengingat kembali kejadian saat mereka dipasar tadi.
"Ayah sebaiknya warga desa juga harus mendapatkan hadiah dari dewi ini" Ucap Lian hua.
"Kau benar nak, mereka juga perlu merasakan kebahagiaan apa yang kita dapat" Ucap ayah Lian hua.
Kembali lagi kejadian di desa. "Aku bangga Lian hua adalah anakku, saat senang dia ingat orang lain" Suara hati Lian hua.
"Ayah bantu aku! " Seru Lian hua.
"Iya nak" Jawab ayah Lian hua dengan penuh semangat mendatangi Lian hua.
Setelah selesai berbagi Lian hua dan ayahnya pulang untuk bertemu ibu dan adiknya.
"Kami pulang! " Seru mereka.
Ibu dan adiknya menyambut kedatangan mereka, ayah Lian hua menceritakan kejadian pada istrinya, istrinya merasa terharu melihat perubahan sikap anaknya.
Sudah beberapa hari Chun tian berada di rumah keluarga Yang, mereka sangat menyayangi Chun tian dan tidak merasa curiga kalau dia bukan Lian hua putri mereka.
Hua sheng tiap hari selalu mengajak Chun tian pergi tapi selalu ditolak olehnya, karena dia merasa kehidupannya sudah lebih baik dari pada berurusan dengan laki-laki lagi.
Beberapa hari kemudian desa kua ile mendapat musibah akibat kemarau panjang,desa Kua ile tidak bisa bertani lagi karena sawah mereka kekurangan air. Ayah Lian hua pun merasa sedih karena masalah itu.
"Ibu ayah kenapa? " Tanya Lian hua.
"Karena kita gagal panen lagi akibat musim kemarau panjang" Jawab ibu Lian hua.
"Sepertinya aku harus mencari cara mengatasi masalah mereka" Pikir Lian hua.
"Ibu setelah selesai bantu-bantu beresin rumah boleh tidak aku minta izin berkeliling desa bentar" Ucap Lian hua.
"Boleh tapi jangan sendirian" Ucap ibu Lian hua.
"Baik, aku ajak Cheng zi jalan-jalan" Ucap Lian hua.
"Cheng zi mau ikut kakak jalan-jalan" Ucap Lian hua.
"Mau.. " Jawab Cheng zi dengan semangatnya.
Setelah selesai beresin rumahnya Lian hua dan Cheng zi pergi jalan-jalan keliling desa, semua orang yang ditemui mereka dia sapa sekaligus untuk berkenalan dengan warga desa Kua ile.
Saat mereka jalan-jalan, tiba-tiba di semak muncul lah Hua sheng yang mengagetkan mereka berdua.
"Hayo! kalian mau kemana? " Ucap Hua sheng.
"Ya ampun kamu ini buat aku kaget saja! " Seru Lian hua.
"Iya nih kakak, Cheng zi kira babi hutan yang bersembunyi" Ucap Cheng zi.
"Dasar bocah kecil ini! " Ucap Hua sheng yang gemes dengan Cheng zi.
"Haha, kamu benar adik babi hutan putih" Ucap Lian hua sambil tertawa.
Hua sheng melihat tawa Lian hua dia jadi terpesona.
"Kamu saat tertawa jadi cantik" Puji Hua sheng sambil tersipu malu.
"Dasar pria suka sekali bermulut manis sama cewek! " Suara hati Lian hua.
Cheng zi langsung berdiri di antara mereka berdua.
"Kakak Hua sheng gak boleh goda kakakku, aku gak mau punya kakak ipar yang suka mencubit pipiku" Ucap Cheng zi dengan polosnya.
"Dasar bocah kecil ini! " Seru Hua sheng.
"Sudah jangan bertengkar lagi, kami mau jalan-jalan keliling desa. Kamu mau ikut? " Ucap Lian hua.
"Iya"Jawab Hua sheng dengan semangat.
Mereka bertiga berjalan bersama sambil bercanda gurau, Lian hua pun menghentikan langkah kakinya setelah melihat ada sungai berada dekat dengan sawah dan ladang mereka.
" Aku punya ide! "Seru Lian hua.
" Cheng zi ayo kita pulang! "Ajak Lian hua pada adiknya.
" Iya kak! "Jawab Cheng zi.
" Hua sheng kami pulang dulu"Ucap Lian hua.
"Besok kita bertemu lagikan" Ucap Hua sheng.
"Iya" Ucap Lian hua.
Lian hua pun menggandeng adiknya untuk pulang kerumahnya.
"Aku minta ayah agar menikahkan aku dengan Lian hua" Pikir Hua sheng.
Hua sheng juga pergi kerumahnya. Sesampai dirumahnya dia mencari ayahnya yang ada dibelakang.
"Ayah..! " Panggil Hua sheng.
"Ayah dibelakang" Teriak ayah Hua sheng.
Hua sheng berlari kebelakang untuk mencari ayahnya.
"Ayah Hua sheng mau menikah" Ucap Hua sheng.
"Benarkah dengan siapa? " Tanya ayah Hua sheng.
"Tentu saja dengan Lian hua" Jawab Hua sheng.
"Tidak.., kamu boleh menikahi wanita lain tapi tidak Lian hua" Ucap ayahnya.
"Kenapa ayah? " Tanya Hua sheng.
"Dia itu pernah naik tandu pernikahan jendral iblis yang terkenal menakutkan, suatu saat jendral itu pasti mencarinya kalau tau Lian hua itu calon istrinya" Jawab ayah Lian hua.
"Jendral iblis itu tidak kemari berarti tidak mencari Lian hua, itu berarti dia tidak menginginkannya" Ucap Hua sheng.
"Ayah bilang tidak ya tidak, kamu lebih baik cari gadis lain dan lupakan Lian hua" Ucap ayah Hua sheng.
Hua sheng pun marah setelah mendengar permintaannya ditolak ayahnya, dia pun langsung pergi ke kamarnya.
Sedangkan di rumah Lian hua, dia mengutarakan idenya pada ayahnya. Untuk mengairkan air sungai ke sawah dan ladang mereka.
"Bagaimana ayah ide ku itu apa ayah setuju? " Ucap Lian hua.
"Boleh juga di coba" Jawab ayah Lian hua.
"Kita butuh bambu yang banyak untuk bisa mengalirkan air sungai ke sawah ayah" Ucap Lian hua.
"Tenang saja nanti ayah akan cari dihutan" Ucap ayah Lian hua.
"Aku ikut-ikut ayah! " Seru Cheng zi.
"Iya.., boleh" Ucap ibu mereka.
"Dari mana kamu dapat ide itu nak? " Tanya ayah Lian hua.
"Dari buku, aku sekarang kan suka baca buku" Jawab Lian hua.
Kedua orang tua mereka tersenyum, melihat anaknya lebih pandai dari yang dulu.
"Ini sudah malam, sekarang waktunya kalian berdua untuk tidur" Ucap Ibu mereka.
"Iya! " Jawab mereka serentak.
Mereka berdua pun pergi ke kamar mereka masing-masing untuk pergi tidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments