Chun tian merasa kehidupannya sangat sempurna, saat di tempat tinggalnya dia merasa kesepian, walaupun dia ditemani oleh kakeknya dan memiliki kekayaan yang tidak ada habis-habisnya. Tapi tetap merasa ada yang kurang yaitu kehadiran orang tuanya, dan dia hanya bisa memandangi foto mereka saja.
Setelah datang ke dimensi lain dia bisa bersama mereka dan apalagi sekarang dia punya adik, dia merasa senang. Chun tian saat makan satu meja bersama mereka dia melihatnya penuh dengan haru dan tidak mengira dia kalau apa yang dia lihat bisa dia peluk dan rasakan.
"Walaupun mereka orang tua Lian hua dan adiknya tapi ini sebuah hadiah untuk ku" Pikir Chun tian.
"Makanan jangan bengong" Ucap Ibu Lian hua sambil memberikan lauk di piringnya.
"Terima kasih bu! " Seru Lian hua dengan senyum.
"Ayah mau kemana makan dengan terburu-buru? " Tanya Lian hua.
"Ayah mau ke ladang untuk mengambil hasil panen bisa di jual ke pasar" Jawab ayah Lian hua.
"Aku mau ikut siapa tau bisa bantu ayah! " Seru Lian hua.
"Tapi nak, kamu masih sakit lebih baik istirahat di rumah dulu" Ucap ayah Lian hua.
"Saya sudah cukup sehat ayah, aku juga bosan berada di rumah terus" Ucap Lian hua.
"Sudah ayah, ajak saja dia bersamamu. Itu juga baik untuk memulihkan ingatannya"Ucap Ibu Lian hua.
" Aku mohon! "Seru Lian hua dengan wajah sedihnya.
" Baiklah, cepat kamu makan dulu! "Seru ayah Lian hua.
" Iya ayah"Ucap Lian hua yang sangat senang mendengarnya.
Tak beberapa lama Lian hua siap untuk pergi ke ladang yang di tunggu ayahnya didepan pintu rumah mereka. Tiba-tiba Hua sheng datang ke rumah Lian hua.
"Pagi paman, bibi Yang" Sapa Hua sheng.
"Pagi Hua sheng, ada apa kamu kemari? " Tanya ayah Lian hua.
"Aku mau ajak Lian hua main paman" Jawab Hua sheng.
"Tidak mau, aku mau bantu ayah ke ladang dan menjual sayur ke pasar nanti" Ucap Lian hua. "Dan aku juga tidak begitu kenal dengannya, dia ini pria jahat atau bukan aku juga tidak tau" Pikir Chun tian.
"Aku juga ikut bantu paman" Ucap Hua sheng.
"Tidak boleh, kamu mendingan pulang sana! " Ucap Lian hua sambil mendorong badan Hua sheng untuk kembali pulang.
"Tapi aku mau ikut paman" Ucap Hua sheng.
Mereka berdua pun akhirnya berdebat didepan rumah Lian hua.
"Sudah!, Lian hua biarkan saja Hua sheng ikut. Sebaiknya kita langsung pergi ke ladang keburu siang" Ucap ayah Lian hua.
"Iya" Jawab Lian hua.
Ladang milik keluarga Yang cukup dekat dari rumah mereka, disana banyak ditanami sayur-sayuran dan ada beberapa buah-buahan.
"Ayah apa ladang ini milik kita? " Tanya Lian hua.
"Iya kak" Jawab ayah Lian hua.
Mereka bertiga pun turun ke ladang mengambil beberapa sayuran dan buah-buahan yang siap panen,dengan dibantu oleh Hua sheng mereka akhirnya cepat selesai.
Mereka pun beristirahat sejenak setelah mengambil hasil panennya.
"Sepertinya kamu sudah berubah, kamu tidak seperti Lian hua yang dulu suka mengeluh saat disuruh ke ladang membantu paman" Ucap Hua sheng.
Tiba-tiba Lian hua memukul pundak Hua sheng dengan sayur ditangannya.
"ahhh" Suara Hua sheng yang kesakitan karena pukulan Lian hua.
"Sekarang kamu suka Lian hua yang mana dulu atau sekarang" Ucap Lian hua sambil bersikap imut didepan Hua sheng.
Hua sheng yang melihat tingkah imut Lian hua jadi berdebar hatinya, sampai tak tau harus bicara apa.
"Sudah jangan ganggu Hua sheng seperti itu, dia merasa tidak nyaman dengan mu" Ucap ayah Lian hua, sambil tersenyum melihat tingkah putrinya.
"Benarkah, ya sudahlah lebih baik aku bantu ayah saja" Ucap Lian hua.
Lian hua pun berjalan membantu ayahnya, sedangkan Hua sheng memperhatikan Lian hua dari jauh.
"sejak kapan dia secantik itu? " Suara hati Hua sheng. Lalu dia berlari ke arah Lian hua dan ayahnya.
"Paman biar aku bantu! " Seru Hua sheng.
"Tak usah nak, nanti kamu dicari ayahmu" Ucap ayah Lian Hua.
"Iya pulang sana!, aku yang bantu ayah jual ini ke pasar" Ucap Lian hua.
"Emangnya kamu bisa! " Seru Hua sheng.
"Tentu saja, kasihan ayahmu. Sudah pulang sana! " Ucap Lian hua sambil mendorong tubuhnya.
"Tapi besok kamu mau ikut aku jalan-jalan" Ucap Hua sheng.
"Iya.., sudah sana! " Seru Lian hua.
Akhirnya Hua sheng pun pergi juga sedangkan Lian hua dan ayahnya pergi ke pasar.
Ayah Lian hua pun berhenti ke kedai untuk menjual sayurannya yang dia dan ayahnya panen, setelah habis mereka pun kembali untuk pulang tetapi langkah kakinya berhenti di toko perhiasan.
"Oh ya, aku baru ingat aku punya sepasang anting-anting, lebih baik aku jual saja aku juga tidak membutuhkannya lagi" Pikir Lian hua.
"Ayah aku mau kesana!, ayah tunggu disini sebentar saja" Ucap Lian hua.
"Untuk apa kamu kesana? " Tanya ayah Lian hua.
"Aku mau menjual sesuatu" Jawab Lian hua.
"Tapi nak! " Seru ayah Lian hua, saat dia akan mencegahnya Lian hua sudah berlari masuk kesana.
Tak beberapa lama Lian hua keluar dari toko itu.
"Ayah maaf, telah membuat ayah menunggu lama" Ucap Lian hua.
"Kamu kesana untuk jual apa? " Tanya ayah Lian hua.
"Jual perhiasan yang diberikan oleh dewi yang menolong aku" Jawab Lian hua.
"Lihat aku bawa apa? " Ucap Lian hua, dia memegang dua kantong yang besar.
"Banyak sekali nak? " Tanya ayah Lian hua, yang heran hanya sebuah perhiasan saja bisa mendapat dua kantong uang.
"Karena yang aku jual itu berlian, batu dari surga" Jawab Lian hua dengan berbohong. "Sedikit menipu pembeli di toko tadi kalau batu itu dari surga mereka langsung percaya" Suara hati Lian hua.
"Ayo ayah!,kita isi gerobak kita dengan barang-barang untuk ibu dan Cheng zi"Ucap Lian hua dengan senyum.
Mereka berdua akhirnya pergi membelanjakan uang yang diperoleh menjual anting-anting itu.
Tapi di lain tempat ada orang yang selalu memperhatikan Lian hua dan ayahnya.
Pria itu langsung pergi melaporkan dengan orang yang ada di kedai rumah makan.
"Lapor jendral, ini barang yang dijual nona Lian hua tadi" Ucap Bao, Bao adalah anak buah dari jendral iblis Wang.
Jenderal Wang pun mengambil barang itu dari tangan Bao dan melihat isinya.
"Darimana gadis desa seperti itu mendapatkan batu yang indah seperti ini" Pikir jendral Wang.
"Dia cukup menarik, kamu awasi dia! " Perintah jendral Wang.
"Baik jendral! " Seru Bao.
Bao pu pergi menjalankan perintahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments