Moli hua yang merasa tidak enak dipandangi terus oleh Lian hua, dia pun menegurnya.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu? " Ucap Moli hua dengan tergagap. Dia takut kalau Lian hua sudah mengingat kejadian yang ada di bukit itu.
"Aku menatapmu untuk mencoba mengingat kita ini punya hubungan baik atau sebaliknya" Ucap Lian hua dengan sedikit menyindir nya.
"Bukankah kalian ini saudara, mana mungkin ada Moli hua melakukan kejahatan sama kamu" Ucap Mei, yang membela Moli hua.
"Kamu siapa? " Tanya Lian hua.
"Aku belum memperkenalkan diri ku, saya adalah Mei putri dari hakim Liu" Ucap Mei dengan lembut.
"Sepertinya gadis ini baik, bagaimana bisa berteman dengan Moli hua gadis iblis ini" Suara hati Lian hua.
"Salam kenal nona Mei!, kenalkan saya Lian hua dan bocah kecil ini adik saya Cheng zi dan kedua gadis itu pelayan di keluarga kami" Ucap Lian hua.
"Jadi kamu makan satu meja dengan pelayan rendahan dirumah mu itu" Ejek Moli hua.
Kedua pelayan itu tertunduk karena membuat nona mereka di hina oleh orang lain, Lian hua yang melihat pelayannya itu dia menjadi kesal sendiri.
"Kalian berdua!, kenapa harus menundukkan kepala itu semua bukan salah kalian. Jangan pernah merasa kalian ini rendah hanya karena kalian pekerjaan kalian sebagai pelayan" Ucap Lian hua dengan tegas.
"Dan untuk mu kakak Moli hua, entah apa yang telah kamu lakukan padaku dulu, kamu sangat beruntung karena aku sudah tidak ingat kejadian yang dulu itu. Seandainya aku ingat maka leher mu tidak akan melekat di tubuhmu" Ucap Lian hua dengan marah.
"Dasar gadis tak berpendidikan, kamu tidak malu mengancam kakakmu didepan umum" Ucap Moli hua yang ketakutan.
"Kenapa apa kamu takut?, jika kamu tidak salah kenapa harus takut dengan ancaman ku! " Ucap Lian hua.
"Sejak kapan dia jadi pandai berbicara seperti ini, sebaiknya aku harus pergi" Suara hati Moli hua.
"Ayo Mei!, kita pergi jangan berurusan dengan gadis kampungan kayak gitu. Mei..! " Ucap Moli hua yang tidak diperdulikan oleh Mei.
Moli hua yang penasaran kenapa Mei tidak menghiraukannya, jadi dia menoleh kearah belakang untuk melihat Mei.
Ternyata Mei terpesona dengan Lian hua, dia hanya diam sambil tersenyum memandangi Lian hua.
"Kamu sedang ngapain disitu ayo kita pergi! " Seru Moli hua, sambil menggandeng tangan Mei.
"Aku mau bicara dengannya dulu! " Ucap Mei.
"Gak usah nanti kamu ketularan sifat kampungnya" Ucap Moli hua.
"Tapi dia itu sangat keren! " Seru Mei.
Saat mereka pergi, Lian hua menasehati para pelayannya.
"Kenapa kalian seperti orang bersalah, dengan menunduk seperti tadi sama juga kalian mengakui kesalahan kalian" Ucap Lian hua.
"Tapi nona kita memang salah karena berani makan satu meja dengan nona dan tuan muda" Ucap salah satu pelayan Lian hua.
"Kalian berdua pelayan di keluargaku berarti kalian keluarga ku juga, berarti kalian boleh semeja dengan ku karena aku yang menyuruh" Ucap Lian hua.
"Baik nona! " Seru Kedua pelayan itu karena terharu.
"Baik kita kembali nanti ibu akan marah karena telat pulangnya" Ucap Lian hua.
"Baik nona! " Seru mereka.
"Kakak aku ngantuk, gendong! " Ucap Cheng zi.
"Baiklah apa yang tidak untuk mu! " Ucap Lian hua sambil tersenyum. "Walaupun dia badannya berat, tapi demi adikku tersayang aku pasti kuat" Suara hati Lian hua, sambil melihat tubuh Cheng zi yang gemuk.
Tiba-tiba saja dari belakang, jendral Wang mengangkat tubuh Cheng zi yang gemuk itu.
"Sini biar kamu ikut kakak jendral saja! " Seru jendral Wang, sambil mengangkat tubuh Cheng zi.
"Wah, kakak jendral. Kakak aku mau digendong kakak jendral! " Ucap Cheng zi dengan bahagia.
" Kasihan kakakmu, harus gendong kamu yang berat ini"Ucap jendral Wang sambil tersenyum.
"Bagus kalau gitu, gendong adikku ini jangan sampai terjatuh. Awas saja sampai terjatuh aku jadikan kamu dendeng sapi" Ucap Lian hua.
"Ayo!, kita pergi" Ucap Lian hua, kepada para pelayannya.
Lian hua pun pergi bersama kedua pelayannya keluar dari kedai makan itu. Sedangkan jendral Wang malah tersenyum melihat Lian hua.
"Ayo Cheng zi kita susul kakakmu itu! " Seru jendral Wang.
"Hmm, ayo jalan! " Ucap Cheng zi sambil tertawa.
Bao yang melihat sikap itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum karena melihat sikap jendral Wang.
Diluar kedai makan itu Lian hua melihat Moli hua bersama temannya sedang bertengkar dengan gadis muda yang berpakaian lusuh, seperti biasa Moli hua menghina gadis itu dan hendak memukulnya.
Tangan Lian hua menahan tangan Moli hua. "Lepaskan!, apa kamu juga mau membelanya? " Ucap Moli hua.
"Tidak baik nona bangsawan seperti kakak memukul gadis yang berpakaian lusuh ini, lihat semua orang melihat apa yang kakak lakukan" Ucap Lian hua.
Moli hua pun akhirnya tidak jadi memukul gadis itu.
"Mei ayo kita pergi! " Seru Moli hua. Sambil menggandeng tangannya.
Lian hua pun berjalan mendekati gadis itu.
"Maafkan saudaraku itu!, apa yang membuat dia semarah itu padamu? " Ucap Lian hua.
"Semua salah saya nona, telah menabrak nona tadi dan membuat dia marah" Ucap gadis itu.
"Ini barang dagangan mu, kantong wangi ini? " Tanya Lian hua.
"Benar nona" Jawab gadis itu.
"Kalian berdua lihat, kantong wangi ini harum sekali! " Seru Lian hua sambil mencium kantong wangi itu.
"Iya nona wangi sekali! " Seru kedua pelayan itu.
"Besok kamu datanglah kediaman keluarga Yang yang baru pindah kemari, semua orang pasti tau. Sekarang kamu pulanglah semua kantong wangi ini aku beli semua" Ucap Lian hua.
"Terimakasih nona! " Ucap gadis itu dengan senangnya.
"Kalian berdua ambil semua kantong wangi milik gadis ini" Ucap Lian hua.
"Tapi nona untuk apa kantong sebanyak ini" Ucap salah satu pelayanannya.
"Bagikan ke semua pelayan dan pegawai dirumah" Ucap Lian hua.
"Oh ya, siapa namamu? " Tanya Lian hua.
"Saya Su su" Jawab gadis itu.
"Kalian berdua ingat kalau Su su datang ke rumah jangan diusir dia tamu ku" Ucap Lian hua.
Lalu Lian hua mengambil beberapa untuk dirinya, keluarganya dan jendral Wang. Mereka semua akhirnya pulang dengan kereta jendral Wang, didalam kereta ada jendral Wang dan Lian hua dan juga Cheng zi yang sedang tertidur dipangkuan Lian hua.
"Ini untukmu, karena sudah membantuku menggendong adikku" Ucap Lian hua.
"Tidak mau aku mau kamu yang membuatkan khusus untuk ku" Ucap jendral Wang.
"Dasar pemilih" Pikir Lian hua.
"Kalau gitu bagaimana kalau aku? " Goda Lian hua sambil tersenyum.
"Biar aku lihat dari dekat apa bagusnya dirimu! " Ucap jendral Wang yang ikuti candaan dari Lian hua.
Jendral Wang pun mendekati wajah Lian hua, mata mereka yang saling berhadapan satu sama lain.
"Tidak ada yang menarik darimu" Ucap jendral Wang.
"Apa maksudmu kamu mengejekku? " Ucap Lian hua dengan kesal.
Saat didalam mereka sedang beradu mulut, tiba-tiba roda kereta itu terkena baru dan membuat kereta mereka goyang.
Saat kereta mereka goyang tanpa disengaja bibir mereka bertemu, dan itu membuat mereka jadi kaget.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Ayu Riri
lumayan jenderal Wang dpt Rezki nomplok....😂
2024-12-14
0
Kartika Lina
lahhh,, hahahaha,, 😂😂😂
2023-12-26
0