Setelah Chun tian masuk ke lubang dimensi itu membawanya ke bukit Ni Lian hua, "Bukankah ini di bukit Ni Lian hua" Ucap Chun tian pada dirinya sendiri.
Dia pun berjalan pela-pelan ke depan, tiba-tiba saja kakinya menginjak sesuatu lalu dia pun melihat kebawah yang diterangi oleh kunang-kunang.
Chun tian pun kaget ternyata yang dia injak adalah tubuh manusia, dia pun berteriak sekeras-kerasnya.
"Ah..! " Suara teriakan Chun tian.
"Ma.. yat!" Seru Chun tian, karena terlalu ketakutan dia pun mau pergi dari sana.
"Tolong.. " Suara tubuh yang tergeletak itu.
Chun tian pun menyadari suara gadis yang selalu terdengar di rumah kakeknya.
"Suara itu! " Ucap Chun tian. lalu dia berbalik badan dan menghampirinya.
Chun tian yang berusaha menyalahkan senternya tapi tidak bisa hidup. "kenapa ini bisa mati? " Ucap Chun tian.
Tiba-tiba kunang-kunang berterbangan kearahnya sehingga dia bisa melihat dengan jelas. Betapa terkejutnya setelah melihat wajah gadis itu mirip sekali dengannya tapi dia berpakaian seperti gadis zaman kuno.
"Kamu tidak apa-apa? " Tanya Chun tian sambil memeriksa keadaannya.
"Tolong aku! " Ucap gadis itu dengan pelan.
"Iya aku akan menolongmu,kamu jangan banyak bicara dulu darahmu akan keluar banyak" Ucap Chun tian dengan khawatir.
"Sepertinya dewa menyuruhmu membantuku balas dendam kepada orang yang telah memperlakukan aku secara tidak adil" Ucap gadis itu.
"Aku benar-benar tidak mengerti maksudmu? " Tanya Chun tian yang kebingungan dengan situasi yang terjadi. "Sekarang yang terpenting adalah menyelamatkan nyawamu dulu" Ucap Chun tian.
"Aku sudah tidak punya waktu lagi, dengarlah permintaan terakhirku nona" Ucap gadis itu.
"Aku minta kamu jadi diriku, gantikan aku berbakti pada kedua orang tuaku dan bantu mereka.. dan kamu harus berhati-hati pada keluarga paman pertama" Ucap gadis itu.
"Kamu sendiri saja yang melakukannya, saat kamu sudah sembuh nantinya" Ucap Chun tian. "Aku akan membawamu ke dokter kamu pasti akan selamat" Ucap Chun tian, saat akan berdiri tangan Chun tian dipegang oleh gadis itu.
"Walaupun aku selamat pun aku tidak ingin hidup, karena hidupku sudah hancur. Nona aku mohon terimalah permintaan terakhirku" Ucap gadis itu dengan sangat pelan.
Karena Chun tian tidak tega dengan kondisinya maka dia menyetujui permintaannya. "Baiklah, aku juga harus tau siapa namamu dan dari mana asalmu? " Tanya Chun tian.
Dengan tenaga terakhirnya dia pun berusaha memberitahu siapa dirinya. "Sa.. ya Lian hua dari keluarga Yang, saya tinggal di desa kua ile. Kami dari keluarga petani kami keluarga besar " Ucap Lian hua. "Uk " Suara batuk Lian hua.
"Tunggu desa Kua ile dimana, sepertinya aku baru dengar" Pikir Chun tian.
"Sebenarnya ini di negara mana?, kita masih di Tianjin? " Tanya Chun tian, yang merasa kebingungan dia sebenarnya ada dimana.
"Tianjin dimana itu nona?, kita ada di negara Han" Ucap Lian hua.
"Apa!" Teriak Chun tian, yang sangat terkejut. "How can I be in Han's country? There are dimensional doors everywhere!" Ucap Chun tian dengan mencari-cari pintu dimensinya.
"Nona ini bicara apa?, dia gadis aneh apa dia bisa menolong ku" Suara hati Lian hua.
"Nona Lian hua kamu yang bisa memanggilku kemari jadi cepat bawa aku pulang! " Seru Chun tian, sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Uk..! "Suara Batuk Lian hua yang mengeluarkan darah.
" Maaf nona!, aku tidak sengaja"Ucap Chun tian.
Lian hua pun sudah tidak punya tenaga lagi untuk berdebat dengan Chun tian.
"Berjanjilah padaku! " Seru Lian hua.
"Baik nona aku berjanji" Ucap Chun tian.
Lian hua yang sudah tidak punya tenaga lagi dia pun menghembuskan napas terakhirnya, tangannya yang tadi memegang tangan Chun tian dengan erat kemudian terlepas.
Chun tian pun memberi hormat pada jasad Lian hua untuk terakhir kali, lalu melepaskan baju Lian hua dan menggantinya dengan baju pengantin yang dia pakai. Lalu mengubur jasadnya bersama gaun pernikahannya.
"Semoga kamu beristirahat dengan tenang dan damai Chun tian, mulai hari ini aku adalah Lian hua dan aku tidak akan lupa pada janjiku" Ucap Lian hua.
Lian hua pun berjalan pelan-pelan menulusuri jalan untuk naik ke atas bukit, setelah naik Lian hua binggung harus berjalan kemana arah dari desa kua ile.
"Aku harus berjalan kearah mana?, kesana atau kesitu! " Ucap Lian hua.
Seperti biasa kunang-kunang datang mengarahkan jalan untuk Lian hua, "Kunang-kunang ini selalu ada saat aku butuh" Suara hati Lian hua dengan tersenyum.
Dia pun berjalan dengan mengikuti arahan para kunang-kunang. Tak beberapa lama Lian hua sudah sampai dan dia melihat papan nama desa kua ile.
"Itu dia! , kakiku seperti mau patah. Orang zaman dulu memang hebat, seharusnya beri aku mobil! " Ucap Lian hua.
"Sial! " Teriak Lian hua. "Aku tidak kuat lagi! " Seru Lian hua. Lalu dia terduduk karena kakinya terasa lemas.
Sekelompok orang desa membawa obor, mereka sedang mencari Lian hua.
"Pak kepala desa sepertinya aku mendengar suara gadis yang berteriak" Ucap Hua sheng. Li Hua sheng adalah teman Satu-satunya dari Lian hua di desa dia anak tabib didesa kua ile.
"Kamu benar Hua sheng, ayo kita kesana siapa tau itu Lian hua! " Seru paman Mu tou. Yang Mu tou adalah sepupu dari ayah Lian hua dan juga sebagai kepala desa disana.
Mereka pun berlari menuju tempat Lian hua duduk di depan papan nama desa kua ile.
Mereka melihat gadis yang bersender di tiang papan nama desa mereka.
"Lian hua! " Panggil paman Mu tou.
"Benar itu Lian hua! " Seru Hua sheng.
Lian hua pun melihat mereka, "Sepertinya mereka semua mengenal Lian hua" Pikir Chun tian. Dia pun langsung berdiri.
"Tuan-tuan sekalian, bisa antar saya ke rumah saya. Saya tidak ingat dimana saya tinggal" Ucap Lian hua.
Mereka semua menjadi binggung, kenapa gadis ini bicara seperti tidak mengenal mereka.
"Kalau kalian tidak mau mengantarkan ku biar aku cari sendiri" Ucap Lian hua. Saat akan jalan masuk ke desa dia dihentikan oleh Hua sheng.
"Tunggu Lian hua! " Panggil Hua sheng.
Lian hua pun berbalik badan melihat mereka, "Ada apa? " Tanya Lian hua.
"Kamu tidak ingat kami atau aku? " Tanya Hua sheng.
"Seperti di drama TV lebih baik aku pura-pura hilang ingatan saja, lebih mudah berbaur dengan mereka" Suara hati Chun tian.
"Tidak, emangnya kita punya hubungan dekat" Ucap Lian hua dengan berbohong.
"Tidak apa-apa, aku pamanmu Mu tou, dia sahabatmu Hua sheng dan kami semua warga desa kua ile " Ucap paman Mu tou.
"Hua sheng kamu panggil ayahmu untuk datang ke rumah kakek Yang" Perintah paman Mu tou.
"Baik paman" Jawab Hua sheng.
Hua sheng pun berlari masuk ke desa, sedangkan Lian hua diantara paman Mu tou dan warga desa ke rumah keluarga Yang. Dan dia mengikuti perintah paman Lian hua, disepanjang jalan rumahnya Lian hua mendengar cerita semua orang desa kua ile dan juga paman dari Lian hua.
"Mereka semuanya sangat ramah pada Lian hua, sepertinya pria bernama Mu tou ini bukan yang dimaksud oleh Lian hua yang harus diwaspadai" Suara hati Chun tian.
Akhirnya mereka sampai di depan rumah keluarga Yang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments