Maksud kedatangan Dayang Wu.

Mereka semuanya berkumpul di aula tamu, mereka bicara sangat lama sekali. Sambil mengenang masa mereka bersama dulu di istana yang berkerja sebagai dayang ibu suri.

Sedangkan Lian hua dan adiknya duduk mendengar mereka berbicara, Cheng zi mulai bosan.

"Kakak, ayo pergi!, aku sudah bosan aku pengen main" Ucap Cheng zi dengan pelan.

"Tunggu sebentar, aku minta izin dulu sama ibu! " Ucap Lian hua.

"Permisi, maaf menganggu pembicaraan kalian! " Ucap Lian hua.

"Ada apa nak? " Tanya ibu Lian hua.

"Saya mau izin keluar boleh!, Cheng zi sudah bosan jadi kami mau keluar beli makanan manis dipasar" Jawab Lian hua.

"Boleh minta beberapa pelayan menemani kalian" Ucap ibu Lian hua.

Dayang Wu terus saja memandangi Lian hua sambil tersenyum.

"Mereka anak-anakmu, kenapa tidak kamu kenalkan padaku? " Tanya Wu.

"Karena terlalu asik ngobrol, kenalkan dia putriku Lian hua dan yang kecil itu putraku Cheng zi" Jawab ibu Lian hua.

"Lian hua wajahnya mirip dengan kaisar terdahulu" Senyum Dayang Wu. "Nama yang cantik Lian hua!,kemarilah aku mau beri uang jajan untuk kamu dan adikmu" Ucap Dayang Wu. Sambil memberikan sekantong uang pada Lian hua.

Lian hua berjalan mendekat kearah Dayang Wu,dan mengambil kantong uang tersebut.

"Terima kasih bibi Wu! " Ucap Lian hua.

"Sama-sama! " Seru Dayang Wu.

"Ayo, kak! " Ajak Cheng zi.

Lian hua pun pergi dari rumah sambil menggandeng tangan Cheng zi, dan dua pelayan rumah mereka menemaninya.

Setelah Lian hua dan Cheng zi keluar dari rumah, Dayang Wu akhirnya mengutarakan maksud datang kemari pada ibu Lian hua.

"Sebenarnya aku datang kemari menyampaikan pesan untuk mu dari ibu suri dan sekaligus aku juga rindu dengan sahabatku" Ucap Dayang Wu.

"Ibu suri, emangnya apa pesan dari ibu suri? " Tanya Ibu Lian hua.

"Dia ingin sekali bertemu dengan putrinya katanya dia merindukan wajah putrinya" Ucap Dayang Wu.

"Hari ini akhirnya tiba juga! " Suara hati ibu Lian hua. "Baiklah, besok aku akan berkunjung dan membawa Lian hua" Ucap Ibu Lian hua.

"Sebelum pergi cicipi lah masakan kakakmu ini" Ucap ibu Lian hua.

"Baiklah, aku rindu sekali dengan masakanmu kakak" Ucap Dayang Wu.

Sebelum pergi Dayang Wu, diajak untuk makan masakan dari ibu Lian hua. Dan setelah makan bersama dayang Wu kembali ke istana sambil membawa kue buatan dari ibu Lian hua.

Dipasar Lian hua dan Cheng zi, berkeliling untuk menjelajahi makanan enak disana. Banyak barang yang sudah mereka beli baik itu makanan maupun barang kebutuhan mereka.

"Kakak aku lapar, capek dari tadi jalan terus" Ucap Cheng zi.

"Baiklah kita mampir ke kedai sana! " Seru Lian hua sambil menunjukkan kedai makan disamping mereka.

Mereka semua akhirnya masuk ke kedai makan itu.

Lian hua dan Cheng zi duduk tapi kedua pelayan mereka hanya berdiri,Lian hua merasa tidak enak pada pelayan mereka.

"Kalian berdua duduklah masih ada bangku kosong" Ucap Lian hua.

"Tidak sopan nona, kami cuma pelayan tidak sopan duduk bersama majikan" Ucap salah satu pelayan Lian hua.

"Jika kalian tidak menuruti aku, lebih baik aku tidak mau punya pelayan yang tidak menutup majikannya" Ucap Lian hua dengan kesal.

"Sudah turuti saja ucapan kakakku, kita makan bersama. Jangan buat kakaku marah"Ucap Cheng zi.

Mereka berdua akhirnya duduk bersama majikannya.

" Begitukan enak dilihat!, kalian mau pesan apa? "Tanya Lian hua.

" Terserah nona saja! "Ucap salah satu pelayan mereka.

" Terus kamu dik? "Tanya Lian hua.

" apapun yang penting enak "Jawab Cheng zi dengan polosnya.

" Pelayan!, kami mau pesan "Teriak Lian hua.

" Iya nona" teriak pelayan di kedai itu. Dia pun berlari kearah tempat duduk Lian hua.

"Mau pesan apa? " Tanya pelayan kedai itu.

"Bawakan yang enak-enak kesini, yang cepat ya! " Ucap Lian hua.

"Baik nona! " Seru pelayan kedai itu.

Mereka pun menikmati makanan enak di kedai makan itu bersama-sama. Lian hua dan para pelayannya yang sedang makan semeja menjadi perhatian orang yang ada disana.

Ada dua orang yang mengawasi setiap sikap Lian hua, diatas ruangan atas kedai itu.

Salah satu orang itu adalah Bao dan pelayan dari Moli hua sepupu dari Lian hua. Kedua orang itu masuk keruangan khusus untuk tamu Vip, mereka berdua melaporkan hal yang terjadi pada Lian hua kepada majikan mereka.

diruangan Moli hua pelayan yang ada diluar itu masuk melaporkan apa yang terjadi.

"Nona, nona Lian hua ada bersama saudaranya dan pelayan mereka, tapi mereka makan satu meja. Dan semua orang disana membicarakan mereka" Ucap pelayan itu.

"Dasar gadis desa! " Seru Moli hua.

"Siapa Moli hua?" Tanya Mei, dia putri dari hakim Liu sekaligus teman dari Moli hua.

"Dia sepupuku dari desa" Ucap Moli hua.

"Tunggu nona Yang calon istri jendral Wang yang gagah itu dan berani menolak tandu pernikahan dari jendral" Ucap Mei yang bersemangat.

"Betul, dari mana kamu tau? " Tanya Moli hua.

"Apa kamu itu bodoh?, berita ini sudah tersebar diseluruh negeri Han. Jendral yang berhasil menaklukkan medan perang tapi dia tidak bisa menaklukkan gadis desa, karena berita itu jendral Wang jadi lelucon di ibukota" Ucap Mei.

"Kenapa aku baru tau? " Tanya Moli hua.

"Sudahlah itu tak penting aku mau lihat sepupuku itu, ayo! " Ucap Mei.

Walaupun Moli hua malas untuk bertemu dengan Lian hua, tapi dia harus mematuhi permintaan Mei.

Sedangkan diruangan jendral Wang berada.

"Ada apa?, apa ada kejadian dibawah yang membuat mereka membicarakan Lian hua" Tanya jendral Wang.

"Nona makan semeja dengan para pelayannya" Ucap Bao.

Jendral Wang hanya terdiam setelah mendengarkan laporan dari Bao. "Gadis ini sikapnya benar-benar membuat ku terpesona" Pikir jendral Wang sambil tersenyum.

Saat Bao akan pergi, dia dihentikan oleh jendral Wang.

"Kamu mau kemana? " Tanya jendral Wang.

"Saya mau melihat situasi diluar" Jawab Bao.

"Tadi kamu kan belum makan, kita bisa makan bersama " Ucap jendral Wang.

"Baik! " Seru Bao, sambil duduk dikursi dan makan bersama jendral.

"Jendral ada angin apa?, biasanya dia orang yang acuh pada orang disekelilingnya. Pengaruh nona Lian hua benar-benar luar biasa" Suara hati Bao.

"Kenapa kamu bengong saja makanlah! " Ucap jendral Wang.

Dibawah kedai Lian hua yang sudah selesai makan, dia bermaksud untuk meninggalkan kedai itu. Tiba-tiba Moli hua berada dibelakangnya sedang membuat masalah untuk Lian hua.

"Adik sepupu mau kemana?" Tanya Lian hua.

"Siapa dia? " Pikir Chun tian.

"Cheng zi siapa gadis sombong ini? " Tanya Lian hua sambil menundukkan tubuh nya berbisik ditelinga Cheng zi.

"Dia kakak Moli hua anak paman pertama" Ucap Cheng zi sambil berbisik ditelinga Lian hua.

"Ternyata gadis ini yang membuat Lian hua menderita di hari kematiannya, gadis jahat! " Suara hati Chun tian.

Lian hua terus menatap Moli hua dengan penuh amarah.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!