"Tidak aku harus memastikan sendiri kebenarannya" Pikir Chun tian.
Merry yang melihat nonanya berwajah sedih di hari pernikahannya, dia pun menjadi khawatir.
"Nona anda tidak apa-apa? " Tanya Merry.
"Merry, apa kamu lihat Mei? " Tanya Chun tian balik tanya.
"Tidak nona" Jawab Merry.
"Aku mau menemui kakak Bolin sebentar" Ucap Chun tian.
"Tapi nona sebentar lagi acara akan dimulai" Cegah Merry.
"Tapi ada yang harus aku bicarakan, kalau tidak aku akan menyesal selamanya" Ucap Chun tian.
"Baiklah nona" Jawab Merry.
Chun tian pun pergi meninggalkan ruangannya dan pergi ke ruang Bolin, Saat berada didepan ruangan Bolin dia saat akan membuka pintu. Betapa terkejutnya apa yang dilihatnya, ternyata Bolin dan Mei bermesraan di dalam ruangan Bolin.
"Dasar brengsek!, kalian berdua" Suara hati Chun tian.
"Brak.. " Suara pintu ruangan tersebut dengan kerasnya.
"Aku benci kalian berdua! " Teriak Chun tian, Terlalu kerasnya teriakan Chun tian semua orang memperhatikan kearah ruangan Bolin.
"Chun tian! " Seru mereka.
"Aku batalkan pernikahan ini, dan aku tidak bisa melihat kalian berdua lagi" Ucap Chun tian dengan marah.
"Tunggu Chun tian!,aku bisa jelaskan" Ucap Bolin sedang Mei hanya diam menundukkan kepalanya karena malu.
Chun tian pun berlari pergi dengan mengenakan baju pengantinnya keluar dari gedung resepsi pernikahan, dan di belakang Chun tian diikuti oleh Bolin yang berlari mengejarnya.
Kemudian tangan Chun tian ditarik oleh Bolin, "Aku akan jelaskan padamu! " Seru Bolin.
"Tak perlu, aku lebih percaya apa yang aku lihat. Kalian berdua membuat aku jijik" Ucap Chun tian sambil memandang Bolin. "Sekarang lepaskan tanganku! " Seru Chun tian, sambil berusaha melepas pegangan Bolin.
Akhirnya Chun tian pergi dengan menghadang taksi, didalam taksi Chun tian menangis sekeras-kerasnya.
"Nona tidak apa-apa? " Tanya supir taksi yang dinaiki Chun tian.
"Tidak apa-apa pak, bisa antar saya ke bukit Ni Lian hua"Ucap Chun tian. " Tapi saya lupa bawa dompet "Ucap Chun tian.
Lalu Chun tian melihat cincin pertunangannya dengan Bolin, dia kemudian melepaskan cincin itu dan memberikannya pada supir taksi itu.
" Ini untuk biaya ongkos taksi, ini berlian asli harganya lebih dari ongkos taksi. Ambilah pak! "Ucap Chun tian.
" Terima kasih nona! "Seru supir taksi itu. Dan akhirnya taksi itu jalan meninggalkan gedung resepsi pernikahan itu.
Didalam taksi dia mengingat kejadian yang dimana kakek buyutnya tidak setuju dengan Bolin, " Seharusnya aku menuruti perkataan kakek, hatiku pasti tidak sehancur ini "Pikir Chun tian.
Perjalanan yang jauh membuat Chun tian sedikit bisa berpikiran tenang, untuk masalah yang dia hadapi. Setelah menempuh perjalanan yang panjang Chun tian, akhirnya telah sampai.
Lalu dia keluar dari taksi itu, dan taksi itu pun langsung pergi setelah menurunkan Chun tian.
"Kakek cucumu pulang!, paling nyaman untuk menyembuhkan luka dihatiku adalah rumah kakek" Ucap Chun tian.
Dia pun berjalan masuk ke rumah tua kakek buyutnya, saat akan sampai tiba-tiba terdengar suara gadis yang meminta tolong dengan pelan. "Tolong, siapa saja tolong aku! " Seru siara misterius itu.
Chun tian menoleh kearah bukit yang ada disamping rumah kakeknya. "Suara siapa itu? " Pikir Chun tian dengan perasaan yang ketakutan tapi dia merasa penasaran untuk datang melihatnya.Saat akan kearah bukit, tiba-tiba Chun tian dikaget oleh panggilan bibi Li dan paman Li, mereka orang yang bertugas menjaga rumah dan perkebunan kakek Chun tian.
"Nona Chun tian! " Panggil bibi Li.
"Ya ampun bi, buat saya kaget saja! " Seru Chun tian sambil memegang dadanya karena dikejutkan oleh panggilan bibi Li.
"Nona mau kemana pakai gaun pernikahan seperti ini? " Tanya paman Li.
"Pernikahannya batal" Jawab Chun tian.
Chun tian yang melihat bibi dan paman Li membawa tas besar, dia pun penasaran. "Kalian mau kemana? " Tanya Chun tian.
"Orang tua kami sakit di desa jadi kami mau pergi kesana" Jawab Bibi Li. "Jika nona mau berada disini biar saya yang temani saja" Ucap bibi Li.
"Tidak usah paman dan bibi, beberapa hari ini aku mau sendiri dulu. Jadi kalian tidak usah khawatirkan aku" Ucap Chun tian.
Chun tian pun melepas beberapa perhiasan dari tubuhnya untuk diberikan kepada mereka. "Ini untuk membantu orang tua kalian, tidak boleh ditolak!. Kalian sudah aku anggap seperti orang tua aku sendiri" Ucap Chun tian.
"Terima kasih nona! " Seru mereka.
Chun tian pun langsung pergi ke dalam rumah kakeknya. Paman dan bibi Li membicarakan Chun tian, "Kasihan nona seharusnya dia hari ini dia bahagia tapi pernikahannya pun batal" Ucap bibi Li.
"Untung kamu tidak berbicara banyak tadi, untung saja pernikahannya batal karena tuan besar sampai akhir hidupnya tidak menyetujui hubungan mereka" Ucap paman Li.
"Kasihan nona walaupun dia dari keluarga kaya tapi hatinya sangat baik dan tulus, aku doakan semoga dia segera bertemu jodohnya yang tulus mencintainya" Ucap bibi Li.
"Sudahlah ayo kita berangkat nanti ketinggalan kereta, jika nona mau sendirian berarti dia minta waktu untuk dirinya sendiri biar hatinya tenang" Ucap paman Li.
Dan akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Chun tian sendirian di rumah kakeknya.
Setelah sampai didalam rumahnya, dia menelepon orang kepercayaannya untuk mengurus masalah perusahaan sementara dan rumah diurus oleh Merry dan mereka semua tidak tau keberadaan Chun tian. Chun tian benar-benar membutuhkan waktu sendirian tanpa ada orang yang tau dia dimana, saat akan pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Suara itu muncul lagi, karena dia penasaran dengan mengenakan gaun pengantin dia keluar dari rumah lagi dan berjalan menuju bukit.
"Sebenarnya suara siapa itu? " Suara hati Chun tian.
"Siapa disana?, halo! " Teriak Chun tian yang sebenarnya merasa ketakutan.
Hari pun mulai gelap Chun tian menerangi jalannya dengan lampu senter, tiba-tiba dibukit muncul burung berterbangan sehingga membuat Chun tian jatuh dan sehingga telapak tangannya terluka.
"Aduh.. perih sekali! " Seru Chun tian sambil melihat kearah telapak tangannya.
Lalu muncul lagi kunang-kunang yang sangat indah menerangi jalannya Chun tian tuju.
"Apa ini yang dimaksud kakek dulu, aku ingat kakek pernah cerita kalau saat muncul perjalananmu ada kunang-kunang maka dunia lain akan terbuka" Pikir Chun tian.
Chun tian lalu berdiri dan berjalan yang ditunjukkan kunang-kunang itu, dia pun berjalan pelan-pelan karena takut terjatuh lagi.
Dia pun berhenti kearah suara itu berada tapi tidak ada seorangpun.
"Tidak ada siapapun? " Ucap Chun tian. "Apa yang tadi itu hantu? " Ucap Chun tian dengan ketakutan, dia pun berbalik badan. Tiba-tiba burung-burung bertebaran kearahnya sehingga membuat dia ketakutan sampai terduduk dan memejamkan matanya.
"Kakek! " Teriak Chun tian, sambil memegang liontinnya dengan tangan yang terluka.
Liontinnya yang terkena darah Chun tian, tiba-tiba bersinar dengan terangnya dan di belakangnya muncul lubang dimensi lain yang bersinar terang.
Chun tian pun membuka matanya dan berdiri serta membalikkan badannya.
"Apa ini yang dimaksud kakek dengan pintu dimensi lain? " Ucap Chun tian."Lebih baik aku tidak masuk kesana mungkin saja disana tempat yang sangat berbahaya "Pikir Chun tian.
Tiba-tiba suara itu terdengar jelas sekali ada didalam lubang dimensi itu. " Aku harus menolong gadis itu dulu, daripada aku disini meratapi patah hatiku , lebih baik aku masuk kesana"Ucap Chun tian.
Chun tian melangkahkan kakinya masuk dia sudah tidak perduli lagi apa yang akan terjadi nantinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Kartika Lina
cerita time travelnya sungguh berbeda,, biasanya harus celaka dlu dan meninggal baru bisa berpindah dimensi,, ceritanya aku suka thor 😍
2023-12-26
1