Saat Bao dan jendral Wang dalam perjalanan untuk menemui Kaisar, Bao merasa melihat keluarga Yang.
"Jendral bukankah itu keluarga nona Lian hua" Ucap Bao. Sambil menunjukkan kearah Lian hua.
Jendral Wang pun menoleh kearah yang ditunjukkan oleh Bao.
Jendral Wang terdiam dalam pandangannya tertuju pada Lian hua, yang begitu anggun dan cantik. Hati jendral Wang menjadi berdebar dengan kencang, wajahnya selalu tersenyum.
"Jendral Wang kenapa wajah anda memerah?, apa hari ini anda tidak enak badan? " Tanya Bao.
"Aku tidak sakit, kenapa hari ini kamu cerewet sekali?. Ayo kita jalan jangan biarkan Kaisar menunggu! " Ucap jendral Wang dengan malu-malu.
"Baik" Jawab Bao.
Mereka pun segera menemui Kaisar."Kenapa detak jantungku ini tidak mau berhenti, apa benar aku sedang sakit?, sebaiknya nanti aku ke habib istana untuk memeriksa ku "Suara hati jendral Wang.
Di istana ibu suri yang dari tadi sudah menunggu kedatangan putrinya, dia merasa gugup.
" Dayang Wu apa yang harus aku bicarakan padanya saat dia datang? "Tanya ibu suri dengan gugup.
Dayang Wu hanya tersenyum melihat sikap dari ibu suri yang seperti anak kecil.
" Ibu suri bersikap biasa saja pada nona Lian hua, jangan sampai sikap kasih sayang anda yang berlebihan bisa membuat orang lain curiga"Ucap dayang Wu.
"Kau benar, sekarang aku harus menenangkan diriku" Ucap ibu suri.
"Sekarang coba ibu suri ambil nafas dalam-dalam lalu keluarkan terus lakukan berulang-ulang" Nasehat dayang Wu.
Ibu suri pun dengan patuh melakukan apa yang disuruh oleh dayang Wu, saat ibu suri mencoba menenangkan dirinya tiba-tiba pelayan ibu suri datang untuk melapor kalau nyonya Yang bersama anak mereka sudah datang.
Ibu suri pun lalu menyuruh mereka masuk, tak beberapa lama akhirnya mereka pun masuk. Pandangan ibu suri hanya tertuju pada Lian hua, betapa terkejutnya kalau wajahnya benar-benar mirip dengan Kaisar terdahulu anggun dan penuh pesona.
"Yang mulia tenangkan diri anda" Bisik dayang Wu.
Ibu suri menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya. "Tapi aku ingin berlari dan memeluknya" Suara hati ibu suri.
Nyonya Yang dan kedua anaknya memberi hormat pada ibu suri, dan ibu suri menyuruh mereka bangun.
"Bagaimana kabarmu nyonya Yang? " Tanya ibu suri.
"Berkat ibu suri dan Kaisar kami sekeluarga baik-baik saja" Jawab ibu Lian hua.
"Apa mereka anak-anakmu? " Tanya ibu suri.
"Benar ibu suri" Jawab ibu Lian hua.
"Mereka tampan dan cantik" Ucap ibu suri.
"Terima kasih ibu suri! " Seru mereka.
"Bagaimana kalau kamu dan anak-anakmu aku ajak jalan-jalan? " Tanya ibu suri.
"Terima kasih ibu suri! " Seru mereka.
"Tapi ibu suri kakak Zhao dan saya mau memasak makan siang untuk ibu suri, sebaiknya saya dan kakak Zhao kedapur istana untuk segera memasak buat ibu suri" Ucap dayang Wu.
"Benar yang dikatakan adik Wu, sebaiknya anak-anak saya yang menemani ibu suri untuk jalan-jalan" Ucap ibu Lian hua.
"Lian hua jaga ibu suri jangan buat onar ingat ini istana" Ucap ibu Lian hua.
"Baik bu, tenang saja saya akan menemani ibu suri dan menjaga adik Cheng zi" Ucap Lian hua dengan senyum.
"Sepertinya hubungan antara Lian hua dan Zhao sangat dekat, apa aku bisa sedekat itu pada Lian hua" Suara hati ibu suri sambil memandangi sikap Lian hua pada ibunya.
Akhirnya dayang Wu dan ibu Lian hua pergi meninggalkan mereka, sedangkan Lian hua dan ibu suri berjalan-jalan di istana dalam. Cheng zi yang lincah berlari kesana kemari dia selalu didampingi oleh dua pelayan Lian hua.
"Kamu suka istana ini? " Tanya ibu suri.
"Suka yang mulia, tapi saya suka hidup bebas tidak suka dikurung dalam sangkar emas" Ucap Lian hua.
"Jika aku meminta mu menemaniku bagaimana? " Tanya ibu suri.
"Maaf jika jawaban hamba membuat yang mulia marah" Ucap Lian hua.
"Tidak apa-apa, sebaiknya kamu jujur atau aku akan lebih marah lagi sama kamu" Ucap ibu suri.
"Hamba akan kabur atau saya ikut jendral Wang pergi bertempur di medan perang" Ucap Lian hua.
Saat Lian hua bicara seperti itu, tiba-tiba Kaisar dan jendral Wang bersama dengan para pelayan dan kasim Li tepat dibelakang Lian hua dan ibu suri.
"Sepertinya jendral Wang tidak membutuhkan prajurit wanita! " Seru Kaisar.
Lian hua dan ibu suri yang mendengar sahutan orang lain lalu mereka menoleh kebelakang, mereka sangat terkejut apa yang sudah dilihatnya ternyata dia adalah Kaisar negeri Han.
Ibu suri pun langsung memberi hormat, lalu diikuti oleh Lian hua dan pelayan yang lain.
"Ternyata dia Kaisar negeri Han, dia cukup berwibawa untuk ukuran seorang raja.Benar-benar seperti raja didrama Tv" Pikir Chun tian.
"Siapa gadis yang mau jadi prajurit wanita ini ibu? Tanya Kaisar.
" Saya Lian hua putri menteri administrasi yang baru yang mulia"Ucap Lian hua dengan tenang.
"Aku ingin melihat wajah yang mau jadi pahlawan untuk negeri Han" Ucap Kaisar.
Lian hua pun mengangkat kepalanya sedikit, saat yang mulia melihat wajahnya.
"Aku seperti melihat sosok ayahanda pada gadis ini" Pikir Kaisar.
"Jendral Wang pun tidak akan membiarkan kamu menjadi prajurit, seharusnya jadi pendampingnya. Haha! " Ucap Kaisar sambil tertawa.
"Kamu ini suka sekali mengoda Lian hua, dia ini belum mengadakan upacara kedewasaan malah kamu mau menjodohkan sama jendral Wang" Ucap ibu suri dengan senyum. "Aku tidak setuju kalau putriku harus menikah dengan jendral Wang yang haus darah" Suara hati ibu suri.
"Sekarang berapa usiamu? " Tanya Kaisar.
"17tahun yang mulia" Jawab Lian hua sambil menunduk.
"Berarti itu usia yang paling tepat untuk menikah, benarkan bu? " Ucap Kaisar.
"Sebaiknya kita jangan ikut campur masalah pernikahan Lian hua" Ucap ibu suri.
"Tunggu ibu suri, yang mulia masalah pernikahan saya bukan ditangan siapapun. Saya akan menikah dengan pria yang saya cintai bukan karena paksaan dari siapapun agar kelak saya tidak akan menyesal" Ucap Lian hua dengan tegas.
Semua orang terdiam dengan ucapan Lian hua yang begitu terus terang.
"Hahaha, baru kali ini ada gadis yang berani bicara terus terang padaku, apa kamu tidak takut dihukum mati olehku" Ucap Kaisar.
Lian hua langsung memandang Kaisar dengan tatapan ingin memakannya.
"Mati setiap orang pasti mati jika saya mati karena bicara terus terang pada Kaisar, maka Kaisar akan dianggap Kaisar dengan pemikiran yang picik, tidak bijaksana yang hanya mau mendengarkan kata-kata manis. Terus apakah anda sudah pantaskah menjadi pemimpin untuk negeri ini yang para rakyat percayakan masa depan mereka ditangan Kaisar "Ucap Lian hua.
Kaisar yang mendengar itu langsung terdiam, dia teringat dengan ucapan Kaisar terdahulu.
" Berani sekali kamu bicara kasar pada Kaisar! "Seru jendral Wang sambil menghumuskan pedangnya kearah Lian hua.
" Yang mulia ampuni gadis ini, dia dari desa bicaranya tidak ada aturan. Ampunilah dia yang mulia! "Ucap ibu suri sambil membungkuk untuk meminta pengampunan untuk Lian hua.
Sedangkan Lian hua berdiri tegak dengan tatapan tanpa rasa takut walaupun nyawanya sudah diujung tanduk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments