Bab 20

Malika, Arnold dan Jessika telah siap dengan barang bawaan mereka. Mereka langsung masuk kedalam mobil dan melaju ketempat tujuan yang masih dirahasiakan oleh Arnold.

Seperti biasa, Malika tampil cantik. Tapi tidak hanya Arnold saja yang terpesona pada Malika, ternyata Malika juga terpesona dengan ketampanan Arnold. Pria seperti itu sangat sulit untuk digapai, Malika benar benar beruntung bisa mendapatkan Arnold tanpa harus berusaha keras terlebih dahulu.

"Ayahku tampan kan?" Celetuk Jessika.

"Tentu saja tampan, masa cantik. Dia kan laki laki," Malika belum mengalihkan pandangan dari Arnold yang sedang sibuk mengemudi.

"Ibu sudah mulai jatuh hati padanya kan? Ayolah, mengaku saja tidak usah malu malu," goda Jessika.

"Kamu itu ya, pandai sekali menggoda orang lain!" Malika mencubit pinggang Jessika dan membuatnya tertawa lebar.

Melihat Malika dan Jessika bercanda gurau membuat hati Arnold bahagia. Berkat Malika, putri semata wayangnya bisa merasakan memiliki keluarga utuh. Malika memang sosok Ibu sambung yang baik dan perhatian.

"Ayah, berhenti mencuri pandang pada Ibu lewat spion. Fokuslah mengemudi, aku tidak mau terjadi apa apa pada kita dijalan!" Omel Jessika pada Arnold.

Seketika pipi Malika memerah, dia merasa malu karena ternyata sejak tadi dia diperhatikan oleh suaminya secara diam diam. Mungkinkah dia sedang merancang sesuatu untuk malam nanti? jantung Malika jadi berdebar debar dan ingin cepat sampai ke tempat tujuan.

***

Setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh jam lamanya, Malika dan Arnold tiba ditempat tujuan. Mereka langsung masuk kedalam sebuah Hotel, sebelumnya Arnold telah memesan dua kamar yang bersebelahan.

Malika lega, untung saja Arnold tidak hanya memesan satu kamar. Sulit dibayangkan ketika Arnold tiba tiba meminta jatah darinya, sementara ditengah tengah mereka ada Jessika yang sedang tertidur lelap.

Malika, kamu ini kenapa jadi berpikiran mesum? Apa kamu sangat ingin disentuh lagi oleh pria matang itu? Malika terus memarahi dirinya sendiri di dalam hati.

Klak....

Pintu kamar terbuka, itu adalah kamar Jessika. Kamar yang begitu luas dan mewah, tentunya dengan fasilitas lengkap juga.

"Nak, kamu tidur disini ya. Kamar Ayah dan Ibu ada di samping, jika kamu perlu sesuatu tinggal telfon saja," ujar Arnold.

"Oke, Ayah," sahut Jessika.

"Tapi sayang, apa kamu berani tidur sendirian?" Malika menatap wajah Jessika lekat lekat. Dia merasa berat membiarkan Jessika tidur sendiri di tempat asing.

"Jangan khawatir Bu, aku berani kok tidur sendirian," Jessika mencoba meyakinkan Malika.

"Oke, kalau begitu kami ke kamar dulu ya. Beristirahatlah dengan baik," Malika mencari acak rambut panjang Jessika.

Arnold dan Malika pergi ke kamar sebelah, meski sama sama mengambil kamar paling bagus ada yang berbeda antara kamar Jessika dan Malika. Diatas kasur, Malika melihat ada banyak hamparan kelopak bunga berwarna merah dan dua buah handuk yang dibentuk angsa. Tak hanya itu, ada beberapa lilin aroma terapi yang telah disiapkan di meja sebelah ranjang.

"Ini untukmu sayang," Arnold menyodorkan sebuah buket bunga mawar merah kepada Malika. Mata Malika berkaca kaca, dia merasa terharu sekaligus senang.

"Hey, kenapa kamu menangis?"

"Aku menangis karena senang lah. Perlakuanmu padaku sangat manis,"

Arnold memeluk Malika, dia mulai menyentuh beberapa titik sensitif tubuh wanita itu hingga membuatnya merinding.

"Aku menginginkanmu," bisik Arnold manja ditelinga istrinya.

"Aku belum mandi," jawab Malika.

"Kalau begitu, mari kita mandi bersama." Arnold mengedipkan matanya sebelah. Malika membalas ajakan suaminya dengan beberapa kali anggukan kepala.

***

Melayani kemauan seorang pria benar benar melelahkan, tubuh Malika terasa remuk dan pegal. Arnold seolah tak pernah puas meski dirinya telah melayani pria itu beberapa kali.

Malika tak menyangka, hasrat seorang Arnold begitu tinggi. Dia bahkan sampai tidak sadar melukai tangan dan leher Malika. Ada banyak tanda merah dan biru karena lebam disana.

"Kamu itu manusia atau Monster?" Malika memonyongkan bibirnya.

"Maaf, aku selalu tak sadarkan diri jika sedang menyentuhmu. Bahkan aku sampai lupa siapa diriku ini," Arnold menggombal.

"Apa semua pria didunia ini seperti kamu Mas? Pandai menggombal hanya untuk meraih simpati pasangannya?" Malika mengukir senyum.

Arnold menarik Malika kedalam pelukannya, dia memberi kode kalau dia menginginkan Malika lagi. Malika beringsut, dia baru saja selesai mandi dan lagi hari sudah siang. Perutnya sudah lapar karena belum sarapan.

"Apa kamu mau aku mati kelaparan? Pikirkan juga anak kita dikamar sebelah Mas," celetuk Malika.

"Baiklah, aku mandi dulu. Setelah itu kita keluar untuk sarapan dan jalan jalan bersama." Arnold bangkit dari atas kasur dan berjalan lambar menuju kamar mandi.

Malika menggigit bibir bawahnya, melihat punggung Arnold tanpa ditutupi pakaian saja membuatnya On. Pria itu cukup seksi, jangankan Malika, nyamuk saja mungkin enggan mengigit punggung itu dan lebih memilih untuk menciuminya saja.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

ha ha 😂🤗dasar laki laki bucin😂🤗

2024-04-02

0

Rohiyah

Rohiyah

masasi nyamuk pengennya nyium 🙃

2023-12-19

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!