Tiba dirumah, Arnold langsung membantu Malika memindahkan barang barangnya dari kamar Bi Narti ke kamar Arnold. Pria itu bahkan mengajukan diri tanpa dimintai tolong, dia terlihat sangat bersemangat
Malika merasa sedikit ngeri, terlebih ketika melihat senyum manis dan tatapan menggoda dari Arnold. Dia takut imannya runtuh, lalu meminta itu duluan pada suaminya. Bisa jatuh harga diri Malika yang baru dia sombong kan kemarin.
Malika menaruh dua buah bantal guling di tengah tengah ranjang sebagai pembatas antara dirinya dan Arnold. Hal itu membuat Arnold merasa tidak suka, apa setakut itu dia disentuh oleh suami sendiri?
"Malika, kenapa kamu menaruh begitu banyak bantal disana?" Protes Arnold.
"Ini untuk berjaga jaga saja, aku tidak mau tidurku yang berantakan mengganggu kenyamanan tidurmu Mas," sahut Malika.
"Tadi kamu panggil aku apa?" Arnold sedikit kaget.
"Mas. Kenapa memangnya?" Malika menaikan alisnya sebelah.
"Ah, tidak apa apa. Aku hanya merasa senang mendengar nama panggilan itu," Arnold senyum senyum sendiri.
Tok... Tok... Tok...
Tiba tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar yang tak tertutup rapat. Malika membuka pintu lebar lebar dan mendapati Bi Narti sedang berdiri dengan wajah sedikit panik.
"Ada apa Bi?" Tanya Malika.
"Anu Neng, eh... Non. Nona kecil sakit, badannya panas," ucap Bi Narti terbata.
"Sakit? Apa dia kelelahan?" Ucap Arnold.
"Sebaiknya kita bawa ke rumah sakit saja," ucap Malika.
"Baik, ayo kita bawa dia ke rumah sakit." Arnold setuju dengan saran Malika.
***
Tiba dirumah sakit, Jessika dibawa ke UGD. Usai dilakukan pemeriksaan oleh Dokter ahli Jessika dinyatakan terkana penyakit tifus dan perlu diopname. Hati Malika merasa sedih melihat putrinya jatuh sakit, dia merasa semua karena kesalahannya karena tidak merawat Jessika dengan baik.
Air mata jatuh di pipi Malika, dia memeluk Jessika dan membelai rambutnya lembut.
"Bu, aku baik baik saja. Aku akan segera sembuh, jangan menangis seperti itu ya," ucap Jessika.
"Dia anak kuat, aku yakin setelah diopname beberapa hari dia akan sembuh," Arnold mencoba menenangkan perasaan Malika.
Jessika dipindahkan ke ruang rawat inap VIP, Malika merawat Jessika dengan baik dan penuh perhatian. Mulai dari menggantikan pakaian, menyeka keringat dan lain sebagainya. Arnold merasa sedikit iri, Malika belum pernah seperhatian itu padanya.
Tiba tiba saja, seorang wanita cantik berpakaian serba minim masuk keruang rawat. Dia adalah Rossa mantan istri Arnold yang kebetulan melihat Jessika dimasukan ke kamar itu saat dia sendang mengantri di apotik.
"Arnold," panggil Rossa. Pria itu langsung mendelik saat melihat sosok wanita yang dia benci ada didepan mata.
"Rossa, sedang apa kamu disini?" Tanya Arnold.
"Aku ingin melihat putri kita, Jessika," ucap Rossa memelas.
Malika terdiam sambil memperhatikan wanita itu, sungguh seperti Dewi yang baru saja turun dari langit. Dibanding dengan Malika, dia tidak ada seujung kuku Rossa. Malika minder, dia tidak pede menyandang status sebagai istri kedua Arnold.
"Dia putriku, bukan putrimu!" Sentak Arnold.
"Tapi aku yang melahirkannya," Rossa membela diri.
"Iya, setelah melahirkannya kamu meninggalkannya dan pergi dengan pria lain. Pergi dari sini, j@lang sepertimu tak pantas mengakui diri sebagai Ibu dari putriku!" Arnold mengusir Rossa secara kasar.
"Mas, Jessika sedang tidur. Sebaiknya kalian berdebat diluar ruangan saja," celetuk Malika.
"Siapa dia? Pembantumu kah?" Rossa memandang rendah Malika.
"Dia istriku, dia seribu kali lebih baik darimu. Jadi, jangan pernah rendahkan dia dengan mulut kotor mu itu!" Bela Arnold.
Rossa merasa cemburu, dia merasa direndahkan di depan perempuan kampungan yang jelas lebih buruk dan rendah darinya. Menolak pesona seorang Dewi hanya untuk seorang itik dekil seperti itu, benar benar mengerikan.
"Ayo keluar," Arnold mendekati Rossa dan menariknya keluar ruangan. Melihat suaminya pergi dengan mantan istrinya batin Malika terasa sedikit nyeri, mungkinkah karena Malika cemburu?
Tidak salah bukan kalau Malika cemburu? Apa lagi diluar sana, banyak terjadi peristiwa suami tiba tiba rujuk dengan istri pertama setelah menikah lagi. Kemudian istri keduanya ditinggalkan begitu saja seperti barang bekas tak berguna.
"Aku tidak boleh berpikir yang tidak tidak. Arnold orang baik, dia tidak akan seperti itu!" Malika mencoba menepis pikiran buruk yang mulai menghantuinya.
***
Di lorong rumah sakit...
Arnold dan Rossa kembali melanjutkan pertengkaran mereka. Keduanya bahkan sampai saling dorong satu sama lain dan menjadi tontonan orang banyak.
"Jangan pernah temui aku dan Jessika lagi!" Ucap Arnold.
"Tidak bisa, dia putriku!"
"Kemana saja kamu selama ini? Sekalipun kamu tidak pernah menanyakan kabarnya, tiba tiba muncul menyebut dia putrimu? Dasar perempuan gila!"
"Ya, dulu aku gila. Tapi sekarang aku sudah sadar dan ingin memperbaiki segalanya. Maafkan aku, kembalilah padaku Arnold," ucap Rossa tanpa tau malu.
"Kembali padamu? Itu tidak mungkin. Apa lagi aku sudah memiliki seseorang yang sangat aku cintai saat ini. Ngomong ngomong, kenapa kamu ingin kembali padaku? Apa pria itu sudah membuang mu?" Sindir Arnold sambil tersenyum miris.
"Arnold, teganya kamu berkata seperti itu padaku...!"
"Nikmati saja karma yang sedang menimpamu, rasakan itu!" Arnold pergi meninggalkan Rossa begitu saja setelah puas memaki dan memarahinya. Segala beban dan dongkol di dalam dada sedikit berkurang karena berhasil melampiaskannya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Femmy Femmy
sudah dicelup celup sama laki laki lain baru mau kembali sama mantan suami perempuan sama sekali g punya malu si Rossa😠
2024-04-13
0
Firman Firman
mantab Arnold emang wanita jalang itu harus di kasih pelajaran 😡
2024-04-02
0