Bab 6

Jessika mengacak acak rambutnya, dia merasa frustasi karena sudah berkali kali dijelaskan oleh Malika tapi dia tak juga bisa memahami. Pelajaran matematika itu sulit, dia benci sekali menghitung dan menghafal.

Malika tersenyum tipis, dia tak marah meski anak asuhnya sering mengeluh dan merasa putus asa. Dulu waktu kecil Malika juga seperti itu kalau disuruh belajar, makannya Ayahnya naik darah dan lebih suka memanggil guru les daripada mengajari Malika sendiri.

"Aku mengantuk, apa boleh belajarnya disambung besok?" Ucap Jessika.

"Ini baru setengah delapan malam, kita juga baru belajar sepuluh menit. Mana boleh selesai begitu saja?" Sahut Malika.

Jessika memajukan bibirnya ke depan, Malika tau gadis muda itu sedang kesal padanya. Malika harus mencari cara agar Jessika memiliki semangat lebih dalam belajar.

"Nanti jam delapan kita sudahi belajarnya, sebentar lagi kan? Tinggal tiga puluh menit saja. Setelah itu aku akan buatkan kamu seblak bandung, bagaimana?" Bujuk Malika dengan berbagai cara.

"Apa isiannya boleh dicampur seafood?" Tawar Jessika.

"Boleh dong, kamu mau pakai apa saja aku turuti,"

"Oke, ayo kita belajar lagi."

Waktu bergulir, jam menunjukan pukul 20.00 wib. Mereka menyudahi acara belajar mengajar dan pergi ke dapur.

Disana, Malika dan Jessika bekerja sama meracik bumbu untuk membuat seblak dan menyiapkan bahan pelengkap lainnya. Ternyata memasak itu menyenangkan, Jessika baru tau karena pertama kalinya dalam hidup dia mencoba membantu seseorang membuat makanan.

Jika dilihat dari dekat, Malika tidak seburuk yang Jessi pikirkan. Malika bahkan tidak membencinya meskipun dia sering berkata kasar. Jelas sekali kalau Malika tidak mudah tersinggung dan pandai mengelola emosi.

"Jessika, kalau boleh tau apa cita citamu saat dewasa nanti?" Tanya Malika memecah keheningan malam itu.

"Aku mau menjadi guru," sahut Jessika singkat.

"Keren sekali, semoga bisa tercapai ya. Untuk itu kamu harus rajin belajar dan semangat menuntut ilmu,"

"Iya Kak. Aku ingin sekali bisa menjadi manusia yang berguna untuk orang lain, seperti Ayahku,"

"Kamu imut sekali, aku jadi gemas padamu." Malika mencubit pipi tembem Jessika pelan.

Melihat pemandangan itu, hati Bi Narti bergetar. Dia bahagia sekali melihat Jessika bisa tersenyum lebar. Saat bersama dengan Malika, Jessika merasa seperti sedang bersama Ibunya sendiri. Diperhatikan, dicintai dan disayangi dengan sepenuh hati.

"Kak, kakak sudah punya pacar belum?" Celetuk Jessika. Mendengar pertanyaan konyol itu Bi Narti hanya menggelengkan kepala saja sambil mengintip dibalik tembok.

"Belum, kenapa memangnya?" Tanya Malika balik.

"Tidak kenapa napa, aku hanya penasaran saja,"

"Kamu ini masih terlalu kecil membahas tentang pacaran," Malika mengerutkan dahi.

"Pacaran itu hal yang umum kan bagi orang seumuran Kakak?"

"Iya, kamu benar. Tapi aku tidak terlalu memikirkan soal pacaran, aku ingin fokus mengajar cita citaku untuk menjadi orang kaya,"

"Soal itu gampang, Kakak pacari saja pria kaya dan nikahi dia. Beres kan? Begitu saja kok repot," ucap Jessi enteng tanpa ekspresi wajah berdosa.

"Hey, Nak. Aku bukan wanita matre, dan pernikahan itu harus dilakukan atas dasar cinta. Tidak boleh asal nikah saja, apa lagi hanya karena pria itu kaya."

Jessi terdiam, sepertinya Baby sitter nya itu memiliki kelainan pola pikir. Disaat perempuan lain mencari cara mudah untuk jadi kaya, Malika malah mencari cara yang sulit dan belum jelas tingkat keberhasilannya. Apa itu yang dinamakan wanita baik baik? Sepertinya Jessi mulai menyukai kepribadian Malika.

"Menurut Kakak, bagaimana dengan Ayahku?" Tanya Jessi lagi. Bi Narti yang sejak tadi mencuri dengar semakin memasang kedua telinganya lebar lebar.

"Bagaimana Apanya?" Malika bingung.

"Apa Kakak tidak tertarik padanya? Dia pria baik, kaya dan tampan,"

"Aku cukup sadar diri, siapa aku dan siapa Ayahmu. Sekalipun aku tertarik padanya, aku tidak akan pernah berani untuk bermimpi menjadi pacarnya, apa lagi menikah dengannya,"

"Tapi..."

"Berhenti membahas soal pria ya, kepalaku sudah sangat pusing mendengar ocehan mu yang sudah mirip dengan nenek nenek berusia delapan puluh tahun!" Omel Malika.

"Enak saja, masa aku disamakan dengan nenek nenek si!" Jessi merajuk kesal.

Bi Narti tertawa geli, menyaksikan Malika dan Jessi beradu pendapat seperti melihat pasangan anak dan Ibu bertengkar. Dalam hati Bi Narti berharap kalau Malika dan Pak Arnold bisa berjodoh.

***

Malam lumayan larut, Arnold akhirnya pulang ke rumah. Malika menantikan kehadiran Arnold sejak tadi dan berencana mengajaknya bicara empat mata.

Jessika memiliki kesulitan dalam mencerna beberapa mata pelajaran, dia membutuhkan guru les. Malika hanya seorang pengasuh yang memiliki keterbatasan pendidikan dan tak bisa membantu kesulitan Jessi dengan baik.

"Pak, bisa kita bicara sebentar?" Tanya Malika.

"Tentu saja bisa. Mau bicara soal apa?" Arnold melepas dasi dan membuka dua kancing kemeja yang dipakainya.

Malika membuang wajah, pipinya berubah warna saat melihat leher jenjang nan mulus milik majikannya. Parahnya, Arnold sama sekali tak menyadarinya.

Arnold duduk diatas sofa, Malika masih betah berdiri sambil memberanikan diri menatap wajah Arnold.

"Jessika memiliki kesulitan mencerna pelajaran. Sepertinya dia perlu guru les,"

Arnold kaget mendengar penuturan Malika, dia pikir Jessika baik baik saja dan tidak memiliki kesulitan apapun dalam urusan sekolahnya. Ternyata Arnold yang kurang peka dan kurang perhatian pada anak sendiri. Ucapan Malika seperti sebuah tamparan keras di wajah Arnold. Pria itu merasa malu dan menyalahkan diri sendiri.

"Baiklah, aku akan mencarikan guru les privat untuknya. Mata pelajaran apa saja yang sulit dipahami oleh putriku?"

"Matematika dan bahasa Inggris," sahut Malika.

"Terimakasih Malika, kamu sudah memberitahukan padaku tentang hal ini,"

"Sama sama Pak."

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Femmy Femmy

Femmy Femmy

betul itu Jessica 🤣

2024-04-13

1

Firman Firman

Firman Firman

wah wah kenapa BPK tidak perhatian sama sekali ma Jes padahal dia ank satu satunya 🤦

2024-04-02

0

niktut ugis

niktut ugis

kamu sangat cerdas Jess...jodohkan saja ayah mu dengan Malika Jess agar cita² Malika tercapai

2024-01-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!