Tanpa diketahui oleh Malika, Arnold mengajak dua temannya datang ke rumah. Dia ingin memberitahukan soal pernikahannya dengan Malika yang diadakan secara mendadak di kampung halaman Malika.
Untungnya, sore tadi Malika dan Bi Narti memasak makan malam sedikit lebih banyak dari biasanya, jadi mereka tidak kerepotan dan hanya menyiapkan minuman serta camilan saja.
"Mas Arnold aneh sekali, mengundang teman ke rumah tanpa memberitahuku terlebih dahulu. Untung saja di dalam kulkas banyak camilan dan makanan," gerutu Malika lirih.
"Namanya juga pria Non, selalu saja melakukan segala hal seenaknya sendiri,"
"Begitu ya Bi? Pantas saja Ayahku juga begitu,"
Semua makanan sudah tersaji diruang makan, Arnold mengiring teman temannya untuk duduk dan menikmati makan malam bersama. Joko dan Daniel sedikit penasaran dengan sosok wanita muda yang ada dirumah itu.
"Arnold, siapa dia?" Bisik Joko lirih.
"Dia istriku," sahut Arnold.
"Apa? Istri? Kapan kamu menikah?" Daniel seolah tak percaya dengan pengakuan arnold.
"Kami menikah satu minggu yang lalu, dikampung halamannya." Ucap Arnold.
Malika mendengar obrolan antara Arnold dan teman temannya, dia berinisiatif untuk mendekat dan memperkenalkan diri. Sebenarnya dia merasa malu, tapi dia harus melakukan itu agar tidak dibilang sombong oleh teman teman Arnold.
"Hallo, namaku Malika," Malika memperkenalkan diri.
"Hallo,Nona. Kamu manis sekali," puji Joko.
"Terimakasih banyak. Silahkan dinikmati makanannya," Malika mempersilahkan teman suaminya untuk makan.
Joko dan Daniel tak sungkan sungkan lagi, mereka langsung menyendok makanan dan memakannya dengan lahap. Masakan buatan Malika ternyata pas di lidah mereka, rasanya enak seperti masakan koki restoran bintang lima.
"Bagaimana Om masakan Ibuku? Enak kan?" Jessika melempar senyum kepada Joko dan Daniel.
"Ini enak," sahut Joko.
"Aku tidak menyangka Arnold bisa pandai memilih istri. Sudah cantik, pintar memasak lagi," puji Daniel
Malika menundukkan wajahnya, dia merasa malu karena terus menerus mendapat pujian dari teman Arnold. Ternyata semua pria sama saja, pandai merangkai kata dan bicara manis.
***
Tengah malam, Malika terbangun. Dia merasa begitu haus dan langsung pergi ke arah dapur untuk mengambil sebotol air mineral dingin didalam kulkas. Bukannya mengambil air dingin, Malika malah tertarik dengan minuman kaleng bertuliskan huruf Mandarin dan meminumnya hingga habis.
Selesai minum, Malika kembali ke kamarnya dan berbaring di sisi Arnold lagi. Sepuluh menit kemudian, Malika merasa tubuhnya panas dan hasratnya naik begitu tinggi. Malika merasa gelisah dan tak nyaman, dia terus menggeliat seperti cacing diatas ranjang.
Arnold terbangun, dia melihat istrinya seperti tidak nyaman dan menahan rasa sesuatu.
"Sayang, kamu kenapa?" Arnold cemas.
"Tolong aku, aku merasa tidak nyaman," sahut Malika. Dia mulai membuka beberapa kancing kemeja baju tidurnya karena kegerahan.
"Hey, kamu itu sebenarnya kenapa? Jangan buat aku bingung,"
"Emhmmm... Mas, tolong aku," rengek Malika manja.
Arnold terdiam sejenak, Malika bertingkah seperti orang yang baru meminum minuman penambah stamina. Jangan jangan dia meminum minuman kaleng pemberian temannya yang Arnold simpan di kulkas.
Flash Back On...
"Aku punya sesuatu untukmu Arnold," bisik Joko.
"Sesuatu apa?"
"Aku punya minuman herbal penambah ga!rah, siapa saja yang meminumnya pasti akan langsung On," lanjut Joko.
"Tidak bahaya tah? Kamu itu duda, untuk apa kamu menyimpan minuman seperti itu?"
"Ya... Untuk itu lah. Walaupun duda, aku masih punya kekasih," celetuk Joko.
Arnold tak menyangka, Joko bisa memiliki keberanian seperti itu. Padahal sekilas tampak Joko seperti orang benar.
"Dasar duda gila!" Oceh Arnold kesal.
Flash Back Off...
"Ahhh..." Rancau Malika berkali kali. Karena rancauan itu kesadaran Arnold kembali dan berfokus pada istrinya lagi.
Malika tak hanya menggeliat, dia mulai menarik narik pakaiannya dan berusaha untuk melepaskannya. Hasrat kelaki lakian Arnold membuncah dan tak bisa dibendung lagi, melihat kelakuan Malika yang begitu berga!rah membuat Arnold On.
"Tidak salah kan jika aku melakukan sesuatu padanya? Toh dia istriku, dan aku mencoba untuk membantunya juga." batin Arnold.
Arnold menggila, dia menc*mbu istrinya dengan panas dalam balutan gelora asmara. Kecupan, gigitan dan cakaran lembut dia berikan secara teratur membuat Malika merem melek karena menahan rasa tak karuan.
"Gila, semua miliknya terasa manis di bibirku. Sepertinya aku tidak akan pernah bisa merasa puas dengannya." Batin Arnold lagi.
***
Tengah malam, Malika terbangun dari tidurnya. Dia merasa tubuhnya terasa pegal dan linu. Bagian inti tubuhnya terasa perih dan sakit. Apa yang terjadi dengannya semalam? Malika tidak begitu ingat karena kepalanya masih pusing.
Malika menoleh ke samping, dia melihat Arnold tertidur pulas dengan bertel@njang dada. Malika mendelik, dia reflek menarik selimut tebal yang membalut tubuhnya dan tara.... Tak ada sehelai benangpun yang dia kenakan disana.
Malika meraba tubuhnya, dia melihat ke lantai dan pakaian miliknya bertebaran disana. Samar samar Malika mengingat kejadian sore tadi, dia meminum kaleng minuman, tubuhnya terasa aneh dan dia merayu Arnold.
"Astaga...! Apa semalam aku mengajaknya melakukan itu duluan?" Gumam Malika.
Hancur sudah gengsi seorang Malika yang dia jaga selama ini, saat bertatapan mata dengan Arnold nanti dia sudah tak punya keberanian lagi untuk membanggakan dirinya sendiri. Arnold pasti akan menertawakannya karena tak bisa menepati ucapannya sendiri.
Tapi... Kejadian tadi sungguh membuat Malika melayang ke angkasa. Sebagai wanita normal, Malika tak menampik pelayanan yang arnold berikan. Dia benar benar penuh dengan energi dan stamina.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Femmy Femmy
🤣🤣🤣langsung On malika
2024-04-13
0
Firman Firman
semangka semngat KK athour 💪
2024-04-02
0