Bab 15

Hallo semua,

Mohon dukungan untuk karya baru Author yang satu ini agar Author semakin semangat berkarya. Terimakasih bagi yang sudah berkenan mampir, jangan lupa untuk komen, like dan jadikan novel ini sebagai favorit kalian.😘😘😘

***

"Dia Ibuku?" Jessika terkejut saat Arnold menjawab pertanyaannya. Wanita yang selalu marah dan mengomel seperti orang gila saat datang ke rumah mereka adalah Ibu kandung Jessika. Kenapa juga Ayahnya tidak memberi tahu sejak awal, kalau Jessika tau wanita itu Ibunya mungkin dia bisa memarahinya sampai puas.

Ditinggal beberapa jam setelah melahirkan, tujuh tahun berlalu tiba tiba muncul begitu saja. Tanpa diberi tahu pun Jessika tau kalau dia pasti memiliki tujuan dan maksud tersembunyi.

"Aku ingin bicara dengannya, lain kali beri tahu aku jika wanita itu datang lagi ke rumah ini," ucap Jessika.

"Apa yang mau kamu bicarakan dengannya?" Arnold penasaran.

"Rahasia..." Jawab Jessika singkat.

Malam hari tiba, Malika mengecek Jessika di kamarnya. Dia sudah tertidur lelap, tapi matanya sembab. Apa mungkin dia menangis karena rindu pada Ibunya? Perasaan Malika mendadak kacau, bagaimana jika dia menginginkan Ibunya kembali?

Tangan kekar seorang pria tiba tiba memeluk tubuh Malika dengan kuat, aroma khas dari parfum yang biasa Arnold pakai tercium jelas di hidung Malika.

"Apa yang kamu lakukan disini? Aku sudah sangat mengantuk dan ingin di temani tidur," bisik Arnold dengan nada manja.

"Kamu sudah mulai berani ya Mas, aku sudah pernah bilang padamu kalau aku belum siap untuk melakukan itu!" Cicit Malika.

"Aku hanya meminta ditemani tidur saja, bukan minta jatah itu. Apa kamu sedang menginginkannya?" Goda Arnold sambil mencium leher samping istrinya. seketika Malika merinding, dia mengigit ujung bibir bawahnya lalu melarikan diri dari cengkraman suaminya.

"Hey, Nona! Tunggu aku!" Arnold berjalan cepat menyusul Malika ke dalam kamar.

Tik... Tik... Tik...

Bunyi jam berdetik, Malika belum bisa tidur dan menghitung berapa kali jarum jam berdetik dalam satu jam. Sementara itu disisinya, Arnold sudah mendengkur sambil memeluk erat tubuhnya. Entah apa yang terjadi dengan Malika, dia tak kuasa menolak sentuhan lembut dari Arnold. Bahkan cenderung menginginkan lagi dan lagi.

Malika memejamkan kedua matanya, mencoba untuk tidur dan merangkai cerita indah di dalam mimpi. Tidur sambil dipeluk oleh pria hangat akan membawa dampak positif bagi tubuh, setidaknya dia akan terhindar dari mimpi buruk malam ini.

***

Sinar mentari masuk melalui celah celah jendela kamar. Malika bangun dari tidur singkatnya dan melirik kearah jam dinding. Waktu menunjukan pukul 07.30 menit. Dia kesiangan, segera Malika bangkit dari tempat tidur dan mencuci muka. Kemudian dia melangkah menuju dapur.

Bi Narti baru saja selesai mencuci peralatan makan dan masak yang kotor. Meja makan begitu kinclong dan bersih tanpa ada sepiring makanan sedikitpun.

"Bi, apa Mas Arnold dan Jessika tidak makan pagi tadi?" Tanya Malika.

"Mereka sudah sarapan kok Non, Bibi buat dia piring nasi goreng tadi," sahut Bi Narti.

"Lalu bekal mereka?"

"Tidak bawa Non, aku tidak sempat menyiapkannya karena aku bangun kesiangan."Bi Narti meringis.

"Semua salahku, aku tidur larut malam dan bangun kesiangan. Gara gara aku mereka tidak bawa bekal," Malika mengeluh. Dia menarik kursi dan duduk sambil menekuk wajahnya

"Disana ada kantin Non, tidak perlu Non Menghawatirkan mereka kelaparan atau kehausan," ucap Bi Narti santai.

"Iya, kamu benar Bi. Tapi aku merasa seperti ada yang kurang karena tidak menyiapkan sarapan dan bekal untuk mereka."

Bi Narti senyum senyum sendiri, tidak biasanya Malika bangun kesiangan. Apa dia kelelahan karena melakukan tugas dinas seorang istri semalam? Membayangkannya saja Bi Narti merasa malu sendiri.

"Bi, tolong jangan terlalu kaku padaku ya. Mungkin aku sudah menjadi istri Pak Arnold sekarang, tapi Bibi tetap jauh lebih tua dariku, aku yang seharusnya bersikap lebih sopan pada Bibi," ucap Malika lirih. Dia menyadari ada beberapa hal yang berubah dari sikap Bi Narti padanya. Dan mungkin itu karena status Malika yang berubah sekarang.

"Iya Non, Non memang wanita baik. Bibi senang Non Jessika bisa dapat Ibu sambung sebaik Non Malika." Bi Narti mengukir senyum.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

Alhamdulillah ternyata kmu emng calon ibu yg baik Malika 🤗

2024-04-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!