Menikah

...Bismillahirohmanirohim....

...Sebelum baca jangan lupa bismillah dan shalawat dulu 🤗...

...بسم الله الر حمن الر حيم...

...Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad....

...اللهم صلي عل سيدن محمد و عل ال سيدن محمد....

"Syahira akan menyetujui pernikahan ini ayah, Ibu. Tapi tolong kasih kesempatan untuk Syahira menjelaskan semua ini."

Syahira, gadis itu menatap kedua orang tuanya dengan penuh permohonan. Berharap dia bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antar dirinya dan pemuda kota itu. Syahira tidak peduli jika semua orang menatapnya rendah asal jangan kedua orang tuanya yang selama ini sangat mempercayai Syahira.

Bahkan Syahira tidak pernah dekat dengan laki-laki sebagai mana pesan dari kedua orang tuanya. Tapi kejadian beberapa menit yang lalu semuanya hanya ketidak sengajaan. Membuat Syahira berhadapan dengan kedua orang tuanya yang menatap kecewa.

Weni sebagai ibu, Syahira bangkit dari tempat duduknya mendekati sang putri tunggal, Weni sangat tahu sangat paham seperti apa Syahira itu orangnya.

"Insya Allah, ibu percaya sama kamu Syahira. Ibu tahu kamu tidak mungkin melakukan hal semacam itu. Ibu juga percaya pada pemuda kota itu, dia laki-laki yang sengat menjaga perempuan, ibu sering melihatnya jadi ibu rasa tidak mungkin melakukan itu. Tapi bagimana dengan orang-orang, Nak."

Langsung Syahira memeluk ibunya menggeleng pelan di dalam pelukan Weni. "Sungguh Syahira tidak peduli apa kata orang-orang Bu, tapi Syahira hanya peduli apa kata Ayah dan Ibu," ucapnya dengan suara lemah.

Berharap Syahira sang ayah akan datang dan memeluknya juga lalu laki-laki paruh banya itu mengatakan jika beliau percaya pada putri semata wayangnya yang sudah beliau jaga selama ini.

"Bersiaplah Hira akadnya sebentar lagi akan dimulai." Syahira menatap tak percaya sang ayah.

Suara laki-laki pauh banya itu terdengar berbeda dari biasanya. Pak Irpan tidak pernah bicara dingin pada Syahira, tapi malam yang dingin ini untuk kali pertamanya Syahira mendengar suara dingin sang ayah.

Pak Irpan bangkit dari duduknya pergi menuju keluar rumah, sudah banyak orang datang untuk akad Alvan dan Syahira malam ini juga.

"Ayah pasti kecewa sama Syahira bu, Maaf Syahira tidak bisa menjaga nama baik keluarga kita," ucapnya terbata-bata, karena menangis.

Tangan Weni menghapus air mata putrinya. "Percaya dengan ibu, ayah kamu hanya butuh waktu untuk semua ini. Ibu tahu ayah pasti juga paham seperti apa putrinya. Lagi-lagi semua butuh waktu."

"Terima kasih sudah percaya dengan Syahira, Bu. Syahira sayang kalian."

Dekapan antara ibu dan anak itu semakin erat, Weni sekaan sedang memberikan kekuatan untuk Syhira. "Sekarang ayo siap-siap."

Di dalam kamar Syahira, Weni sendiri yang merisa putrinya. Beliau memang ahli dalam hal merias pengantin.

"Hira," ucap seorang perempuan yang nyelongong masuk ke dalam kamar gadis itu.

"Ratih." Ratih langsung memeluk Syahira setelah Weni selesai merias putrinya, dia teman dekat Syahira.

"Aku nggak percaya kamu mau nikah malam ini juga."

"Terus kalian percaya dengan kabar yang tersebar tentang aku dan pemuda kota itu?"

"Huss! Jangan panggil begitu sebentar lagi dia jadi suami kamu, panggil kak Al atau mas Al yang lebih enak di dengar, bukan begitu Ibu."

"Nah, betul itu apa kata Ratih. Yang sopan panggilnya."

Malam ini dandanan Syahira sangat sederhana tapi dia tetap terlihat cantik dengan baju pengantin apa adanya.

"Kita tahu kamu Hira, pas dengar berita tentang kamu aja kita semua yang masih di asrama nggak ada yang percaya kok. Mungkin pemuda kota itu memang sudah jodoh kamu," celetuk Ratih.

"Jadi aku boleh cerita dulu gimana kronologi yang sebenarnya?" Ibu Weni dan Ratih mengangguk bersama.

Akhirnya Syahira menceritakan semuanya pada kedua perempuan berbeda usia itu. Mereka mendengarkan cerita Syahira dengan saksama.

"Ada yang balas dendam itu sama kamu Hira, sampai langsung nyuruh bapak-bapak nikahin kalian. Tapi kalau aku mau aja sih nikah sama orang kota, ganteng lagi," ucap Rati senyum-senyum sendiri setelah mendengar cerita Syahira.

"Tadi ada Beben nggak? Aku tahu sekarang siapa orangnya."

"Walah, dia toh orangnya. Emang cari perkara mulu itu anak."

Beben merupakan pemuda desa yang paling membenci Syahira, karena ulah gadis itu sudah berkali-kali Beban gagal menjerat pacarnya. Juga dia pernah Syahira kalahkan dalam bertarung membuat Beben sangat membenci Syahira. Sudah bukan rahasia pribadi lagi kalau Beben memilik dendam tersendiri dengan Syahira.

"Sudah ngobrolnya dilanjut nanti lagi, ayo kita keluar akadnya sudah selesai," ajak Weni.

Dibantu Ratih, Weni menuntun putrinya keluar kamar untuk menemui suami dadakan Syahira. Semua orang menatap gadis itu dengan berbagai tatapan, Beben yang ada disana tersenyum penuh kepuasan.

"Nak, Hira sekarang Alvan sudah sah menjadi suami kamu di mata agama," ucap kepala desa.

Mau tidak mau mendengar perkatan kepala desa berhasil membuat Syahira mengangguk.

"Begitu juga dengan Alvan, sekarang Nak Syahira sudah sah mejadi istri kamu. Jadi kemana pun kamu pergi Nak Syahira adalah tanggung jawabmu." Alvan mengangguk yakin.

Ada dua sisi yang Alvan rasakan, senang bisa menikah dengan Syahira itu pasti tapi tidak secepat ini dan tidak mendadak seperti sekarang. Apalagi mereka menikah karena sebuah insiden.

Disisi lain Alvan juga merasa bersalah pada keluarganya karena menikah tanpa sepengetahun mereka. Coba saja kalau sinyal ada pasti Alvan tidak akan kelimpungan untungnya kepala desa mau membantu Alvan. Mahar yang Alvan berikan juga seadanya iPhone miliknya dan uang sebesar 5 juta sebagai mahar.

"Sekarang salami suamimu." Syahira menurut saja setelah itu Alvan mencium kening Syahira.

Waktu bergulir.

Selesai acara satu persatu orang-orang yang datang menghadiri akad Syahira dan Alvan di malam hari mulai pulang ke rumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan Pak kepala desa dan istrinya. Sedangkan Alvan disuruh tinggal.

"Ayah," panggil Syahira berharap kali ini sang ayah mau memeluk dirinya.

"Ayo duduk ayah ingin bicara dengan kalian," ucap Irpan menatap ketiga orang di dalam rumah itu.

Mereka sudah duduk di kuris, Alvan dan Syahira duduk bersebelahan mereka berdua menciptakan jarak sendiri.

"Nak, Alvan sekarang Syahira sudah menjadi istrimu walaupun belum tercatat di negara tapi dalam hukum agama pernikahan kalian sangat sah. Ayah titipkan Syahira denganmu, tolong jaga dia sebagai mana ayah selama ini menjaganya sampai kini beralih tangan pada laki-laki yang telah menjadi suami Syahira, kamu orangnya. Ayah percayakan Syahira padamu."

Air mata Syahira tidak bisa dibedung lagi, benar apa yang ibunya katakan sang ayah hanya butuh waktu.

"Insya Allah, Alvan akan menjaga Syahira semampu Alvan ayah," jawabnya mantap.

Tadinya Alvan kira orang tua Syahira tidak akan menerima dirinya setelah mendengar Pak Irpan membahasakan Ayah ketika bicara dengan dirinya membuat Alvan bahagia.

"Ay-ah," ucap Syahira terbata.

"Sini Nak, ayah percaya kalian." tanpa pikir panjang Syahira langsung memeluk erat ayahnya, dia kembali menangis tersedu-sedu sekarang di dekapan sang ayah.

Alvan terenyuh melihat semua itu, setelah beberapa menit berlalu Irpan bersuara. "Sudah jangan menangis lagi ini sudah malam ajak suamimu istirahat."

"Baik ayah," jawab Syahira setelah merasa tenang.

"Istirahatlah di kamar Alvan bersama istrimu," timpal Weni pula membuat Alvan merasa canggung.

Terpopuler

Comments

Rini Musrini

Rini Musrini

paham aq sekarang.

2023-12-25

3

Yani

Yani

Oh....seperti itu cetitanya

2023-11-20

1

Boy Putra

Boy Putra

😭😭😭
lnjut thorr..mauu tau gmnaa sampai alvan lupaa pliss ya thor 🌹🌹🌹

2023-11-19

3

lihat semua
Episodes
1 Dipecat
2 Arsyi hilang
3 Ayah
4 Punya cucu?
5 Cantik
6 Diusir
7 Tidak mungkin dia
8 Masuk rumah sakit
9 Kondisi Arsya
10 Perhatian
11 Gosip
12 Syahira bertemu Ulya
13 Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14 Pesona Syahira
15 Insiden
16 Menikah
17 Firasat
18 Kehilangan
19 Syarat
20 Menjenguk Aditya.
21 Menolong
22 Rencana si kembar
23 Mengingat
24 Sadar
25 Memberitahu keluarga
26 Bersama si kembar
27 Terulang lagi
28 Memulai
29 Perlu bicara
30 Alvan dan Syahira
31 Bahagia
32 Bekerja
33 Rencana membuka toko
34 Cemburu
35 Membuka toko
36 Usaha Alvan
37 Keluarga besar kasa
38 Kebersamaan
39 Aditya sadar
40 Keputusan
41 Hadiah
42 Tamu
43 Permainan
44 Kamar Alvan
45 Party 45
46 Party 46
47 Party 47
48 Party 48
49 Party 49
50 Party 50
51 Party 51
52 Party 52
53 Party 53
54 Party 54
55 Party 55
56 Party 56
57 Party 57
58 Party 58
59 Party 59
60 Party 60
61 Party 61
62 Party 62
63 Party 63
64 Party 64
65 Party 65
66 Party 66
67 Party 67
68 Party 68
69 Party 69
70 Party 70
71 Party 71
72 Party 72
73 Party 73
74 Party 74 (Special Arsyi)
75 Party 75
76 Party 76
77 Party 77
78 Party 78
79 Party 79
80 Party 80
81 Party 81
82 Party 82
83 Party 83
84 Party 84
85 Party 85
86 Party 86
87 Party 87
88 Party 88
89 Party 89
90 Party 90
91 Two genius ceo's
92 Party 92 Arsya Zahira Khasila
93 Arsyi Zahra Khalisa
94 94 Harus Kepoin! Karya baru
95 INTORVET LOVE
96 Helping girl
97 Fahri dan Cia, Kembali!!
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipecat
2
Arsyi hilang
3
Ayah
4
Punya cucu?
5
Cantik
6
Diusir
7
Tidak mungkin dia
8
Masuk rumah sakit
9
Kondisi Arsya
10
Perhatian
11
Gosip
12
Syahira bertemu Ulya
13
Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14
Pesona Syahira
15
Insiden
16
Menikah
17
Firasat
18
Kehilangan
19
Syarat
20
Menjenguk Aditya.
21
Menolong
22
Rencana si kembar
23
Mengingat
24
Sadar
25
Memberitahu keluarga
26
Bersama si kembar
27
Terulang lagi
28
Memulai
29
Perlu bicara
30
Alvan dan Syahira
31
Bahagia
32
Bekerja
33
Rencana membuka toko
34
Cemburu
35
Membuka toko
36
Usaha Alvan
37
Keluarga besar kasa
38
Kebersamaan
39
Aditya sadar
40
Keputusan
41
Hadiah
42
Tamu
43
Permainan
44
Kamar Alvan
45
Party 45
46
Party 46
47
Party 47
48
Party 48
49
Party 49
50
Party 50
51
Party 51
52
Party 52
53
Party 53
54
Party 54
55
Party 55
56
Party 56
57
Party 57
58
Party 58
59
Party 59
60
Party 60
61
Party 61
62
Party 62
63
Party 63
64
Party 64
65
Party 65
66
Party 66
67
Party 67
68
Party 68
69
Party 69
70
Party 70
71
Party 71
72
Party 72
73
Party 73
74
Party 74 (Special Arsyi)
75
Party 75
76
Party 76
77
Party 77
78
Party 78
79
Party 79
80
Party 80
81
Party 81
82
Party 82
83
Party 83
84
Party 84
85
Party 85
86
Party 86
87
Party 87
88
Party 88
89
Party 89
90
Party 90
91
Two genius ceo's
92
Party 92 Arsya Zahira Khasila
93
Arsyi Zahra Khalisa
94
94 Harus Kepoin! Karya baru
95
INTORVET LOVE
96
Helping girl
97
Fahri dan Cia, Kembali!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!