Ayah

...Bismillahirohmanirohim....

...Sebelum baca jangan lupa bismillah dan shalawat dulu 🤗...

...بسم الله الر حمن الر حيم...

...Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad....

...اللهم صلي عل سيدن محمد و عل ال سيدن محمد....

Syahira menatap hujan yang semakin deras, tatapnya terus menerawang siapa tahu dia bisa menemukan keberadaan Arsyi. Tangannya terangkat untuk memegang air hujan di pinggiran toko.

'Ya Allah, semoga Arsyi baik-baik saja. Aku mohon tolong jaga satu putriku yang lain,Ya Rabb,' mata Syahira terpejam agar bisa menenangkan diri.

"Astagfirullah hal-adzim, Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad," istighfar dan shalawat terus terucap dari lisannya.

"Bunda," panggil Arsya pelan.

"Astagfirullah, Arsya sayang maafkan Bunda," segera Syahira mendekap tubuh putrinya yang mulai kedinginan.

"Sudah lebih baik?" Syahira menatap wajah imut putrinya ada sedikit ketengan ketika menatap wajah Arsya.

'Arsyi pasti baik-baik saja,' ucapnya yakin.

"Sudah bunda, semoga saja Alsyi tidak kedinginan."

"Aamiin, kamu memang kakak yang baik." Syahira tersenyum lagi pada Arsya.

Hujan semakin lebat membuat Syahira memutuskan untuk menunggu hujan reda agar bisa kembali mencari Arsyi, dia sedikit memundurkan tubuhnya agar tidak terkena air hujan yang terbawa angin.

Lama-lama Arsya terlelap dalam gendongan Syahira, tanganya terus saja mengelus pucuk kepala sang putri yang terlihat tidur dengan nyaman.

"Apa kamu belum lapar, Nak." gumam Syahira menatap teduh wajah Arsya. "Semoga adikmu tidak kelaparan, semoga dia juga baik-baik saja."

Sementara itu di restoran tempat Syahira dan beberapa orang meneduh. Arsyi ada di ruang VIP bersama Aditya dan Alvan di restoran tersebut.

"Apa boleh memakan cemua ini?" Arsyi menatap Alvan dan Aditya secara bergantian, kedua bola matanya terus berbinar melihat banyaknya makanan yang terhidang di atas meja.

"Boleh sayang," ucap Alvan kembali mengelus pucuk kepala Arsyi.

Entah sejak kapan laki-laki 27 tahun itu jadi memanggil Arsyi sayang mereka sudah seperti bapak dan anak.

"Benalkah?"

Alvan dan Aditya sama-sama mengangguk untuk meyakinkan Arsyi.

"Hole, telima kacih Om dan Paman baik!" ucapnya tidak sungkan lagi untuk makan.

"Bismillah," doa Arsyi sebelum melahap makanannya.

"Kamu pintar sekali Arsyi," kata Alvan saat mendengar Arsyi mengucapkan bismillah sebelum makan.

"Unda yang ajalin Alcyi!"

Perasaan Alvan saja atau bagaimana dia tidak tahu, dirinya merasa dekat dengan Arsyi. Lama-lama memperhatikan Arsyi, Alvan semakin ingin menjaga bocah itu.

Disaat mereka sedang asyik makan tiba-tiba Arsyi menghentikan kegiatannya dengan wajah sedih. Hal tersebut membuat Alvan dan Aditya bingung.

"Ada apa?" tanya Aditya pelan.

"Unda sama Alcya pasti belum makan, mau ketemu mereka Paman."

Kembali lagi mata besar Arsyi berkaca-kaca melihat itu Alvan tidak tega langsung membawa Arsyi ke dalam gendongannya.

"Om janji kita akan segera menemukan unda kamu, apakah kamu juga mempunyai seorang kembaran?" Arsyi mengangguk.

"Masya Allah, lalu dimana ayahmu? Om dari tadi tidak mendengar kamu menyebut ayah."

"Tidak tahu, tapi kata unda ayah sedang pelgi jauh. Jika Allah izinkan Insya Allah kami akan dipertemukan dengan ayah."

"Arsyi mau panggil Om, ayah?"

Aditya melotot tak percaya mendengar apa yang Alvan ucapkan, bisa-bisanya adik laki-lakinya ini meminta anak kecil memanggilnya ayah.

"Apa boleh?" Arsyi terlihat ragu, tapi dia sangat senang memilik seorang ayah.

"Boleh aku yang menawarkan padamu jadi kenapa tidak boleh."

"Ayah!" Arsyi yang masih berada di dalam gendongan Alvan memeluk erat laki-laki itu.

Ada rasa hangat yang Alvan dapatkan ketika Arsyi memeluknya, perasaan yang selama ini mungkin hilang dalam hati Alvan.

"Kita cali unda boleh ayah?"

"Boleh tapi tidak sekarang diluar masih hujan deras, untuk malam ini menginaplah di rumah ayah. Besok ayah akan mengantarmu pulang."

"Ayah tidak bohong?"

"Tidak! Bohong dosa loh."

"Benal juga."

"Sekarang habiskan dulu makanmu, kita akan segera pulang." Arsyi patuh.

Anak kecil itu kembali melahap makanannya setidaknya dia merasa lega besok akan bertemu dengan sang Bunda dan kakaknya.

"Lo ngapain ngeliatin gue begitu bang," heran Alvan melihat Aditya menatapnya dengan tatapan entah.

"Tahu nggak apa yang lo lakuin sama aja memberikan harapan untuk Arsyi jadiin lo sebagai ayahnya."

"Gue tahu Bang, bahkan gue ngerasa nyaman Arsyi ada didekat gue."

"Terserah, tapi jangan pernah sakitin Arsyi atas keputusan lo."

"Insya Allah, nggak akan Bang."

"Baguslah!"

Selesai Arsyi makan mereka segera meninggalkan restoran setelah membayar.

Mereka sudah ada di dalam mobil, kali ini Aditya yang menyetir karena Arsyi terus berada di dalam gendongan Alvan. Hujan memang masih cukup deras tapi baik Alvan maupun Aditya memutuskan mereka tetap pulang ke mansion.

Sebuah mobil toyota corolla berwarna hitam keluar dari parkir restoran yang terletak di atas. Syahira menatap mobil itu sejenak ketika melewati dirinya dan beberapa orang, dia tidak tahu jika satu putrinya ada di dalam mobil tersebut karena masih hujan jadi padangan Syahira terhalangi karena air hujan.

"Mungkin setelah hujan reda aku harus pulang dulu kasihan juga Arsya," setelah menatap sejenak mobil toyota corolla berwarna hitam itu Syahira kembali menatap putrinya yang sedang tidur.

Di dalam mobil Arsyi menatap keluar jendela berharap menemukan bundanya tapi lagi-lagi hujan yang deras menghalangi pandangan Arsyi untuk menatap keluar kaca mobil.

"Wajahmu kenapa ditekuk seperti itu?" heran Alvan.

"Ayah, Arsyi tidak menemukan unda."

"Tak apa besok pasti ketemu ayah janji. Tidurlah kamu pasti mengantuk," suruh Alvan melihat Arsyi yang menguap.

Arsyi tidur di atas perut Alvan, tangan Alvan terlihat memukul-mukul pelan punggung Arsyi agar anak itu tidur dengan nyaman.

"Sejak kapan kau menyukai anak kecil?"

"Sejak bertemu Arsyi mungkin, dia terlihat berbeda dari anak kecil pada umumnya."

"Apa bedanya? bukankah mereka sama-sama manusia."

"Abang Aditya kira Arsyi vampir apa. Bedanya Arsyi terlihat lebih pintar dari anak seumuran dirinya, walaupun banyak huruf yang masih susah dia sebut. Lo udah lihat sendiri tadi di restoran Bang."

Mobil yang dikendarai Aditya terus menyusuri jalan, dia fokus mengemudi tapi masih bisa mengobrol dengan Alvan. Jadi mendengar ucapan Alvan Aditya mengangguk setuju.

Sekitar 25 menit Aditya mengendarai mobil. Mereka sampai juga di mansion Kasa. Kebetulan sekali semua keluarga Kasa sedang berkumpul sudah 2 hari ini.

Diperut Alvan, Arsyi masih tidur dengan nyaman melihat itu Alvan tersenyum manis, senyum yang belum pernah Aditya lihat sebelumnya.

"Jangan bilang lo suka Arsyi."

"Hus! Ngaco kalau ngomong, jangan berisik Bang Arsyi masih pulas tidurnya."

Jadilah Alvan menggendong Arsyi masuk ke dalam mansion kebetulan sekali mereka sampai hujan telah reda.

"Abang-" ucap Alisa terheti karena Alvan menyuruhnya jangan berisik.

Alisa dan Namira membulatkan bola mata mereka melihat Alvan membawa seorang anak kecil dalam gendongannya. Adik dan adik sepupu Aditya itu ingin berteriak tapi mereka menahannya.

"Anak siapa yang diculik sama Kak Alvan, Bang?" tanya Alisa setelah Alvan berlalu masuk ke dalam mansion.

Terpopuler

Comments

Rini Musrini

Rini Musrini

lagian anak d tinggal sendirian d bawa sekalian kenapa biar g hilang

2023-12-24

3

Yani

Yani

Itu anak kamu Alvan lanjut thorv

2023-11-14

4

lihat semua
Episodes
1 Dipecat
2 Arsyi hilang
3 Ayah
4 Punya cucu?
5 Cantik
6 Diusir
7 Tidak mungkin dia
8 Masuk rumah sakit
9 Kondisi Arsya
10 Perhatian
11 Gosip
12 Syahira bertemu Ulya
13 Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14 Pesona Syahira
15 Insiden
16 Menikah
17 Firasat
18 Kehilangan
19 Syarat
20 Menjenguk Aditya.
21 Menolong
22 Rencana si kembar
23 Mengingat
24 Sadar
25 Memberitahu keluarga
26 Bersama si kembar
27 Terulang lagi
28 Memulai
29 Perlu bicara
30 Alvan dan Syahira
31 Bahagia
32 Bekerja
33 Rencana membuka toko
34 Cemburu
35 Membuka toko
36 Usaha Alvan
37 Keluarga besar kasa
38 Kebersamaan
39 Aditya sadar
40 Keputusan
41 Hadiah
42 Tamu
43 Permainan
44 Kamar Alvan
45 Party 45
46 Party 46
47 Party 47
48 Party 48
49 Party 49
50 Party 50
51 Party 51
52 Party 52
53 Party 53
54 Party 54
55 Party 55
56 Party 56
57 Party 57
58 Party 58
59 Party 59
60 Party 60
61 Party 61
62 Party 62
63 Party 63
64 Party 64
65 Party 65
66 Party 66
67 Party 67
68 Party 68
69 Party 69
70 Party 70
71 Party 71
72 Party 72
73 Party 73
74 Party 74 (Special Arsyi)
75 Party 75
76 Party 76
77 Party 77
78 Party 78
79 Party 79
80 Party 80
81 Party 81
82 Party 82
83 Party 83
84 Party 84
85 Party 85
86 Party 86
87 Party 87
88 Party 88
89 Party 89
90 Party 90
91 Two genius ceo's
92 Party 92 Arsya Zahira Khasila
93 Arsyi Zahra Khalisa
94 94 Harus Kepoin! Karya baru
95 INTORVET LOVE
96 Helping girl
97 Fahri dan Cia, Kembali!!
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipecat
2
Arsyi hilang
3
Ayah
4
Punya cucu?
5
Cantik
6
Diusir
7
Tidak mungkin dia
8
Masuk rumah sakit
9
Kondisi Arsya
10
Perhatian
11
Gosip
12
Syahira bertemu Ulya
13
Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14
Pesona Syahira
15
Insiden
16
Menikah
17
Firasat
18
Kehilangan
19
Syarat
20
Menjenguk Aditya.
21
Menolong
22
Rencana si kembar
23
Mengingat
24
Sadar
25
Memberitahu keluarga
26
Bersama si kembar
27
Terulang lagi
28
Memulai
29
Perlu bicara
30
Alvan dan Syahira
31
Bahagia
32
Bekerja
33
Rencana membuka toko
34
Cemburu
35
Membuka toko
36
Usaha Alvan
37
Keluarga besar kasa
38
Kebersamaan
39
Aditya sadar
40
Keputusan
41
Hadiah
42
Tamu
43
Permainan
44
Kamar Alvan
45
Party 45
46
Party 46
47
Party 47
48
Party 48
49
Party 49
50
Party 50
51
Party 51
52
Party 52
53
Party 53
54
Party 54
55
Party 55
56
Party 56
57
Party 57
58
Party 58
59
Party 59
60
Party 60
61
Party 61
62
Party 62
63
Party 63
64
Party 64
65
Party 65
66
Party 66
67
Party 67
68
Party 68
69
Party 69
70
Party 70
71
Party 71
72
Party 72
73
Party 73
74
Party 74 (Special Arsyi)
75
Party 75
76
Party 76
77
Party 77
78
Party 78
79
Party 79
80
Party 80
81
Party 81
82
Party 82
83
Party 83
84
Party 84
85
Party 85
86
Party 86
87
Party 87
88
Party 88
89
Party 89
90
Party 90
91
Two genius ceo's
92
Party 92 Arsya Zahira Khasila
93
Arsyi Zahra Khalisa
94
94 Harus Kepoin! Karya baru
95
INTORVET LOVE
96
Helping girl
97
Fahri dan Cia, Kembali!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!