Perhatian

...Bismillahirrohmanirrohim....

...Sebelum baca jangan lupa bismillah dan shalawat dulu 🤗...

...بسم الله الر حمن الر حيم...

...Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad....

...اللهم صلي عل سيدن محمد و عل ال سيدن محمد....

"Allcy mana yang cakit coba bial Allcyi lihat," celetuk Arsya ketika sudah berada di dalam kamar rawat Arsya.

Syahira yang mendengar ucapan Arsyi jadi tertawa, sementara Arsya menekuk mukanya tidak suka. Suster yang berada di sebelah Arsya masih memeriksa keadaan Arsya ikut tersenyum melihat interaksi mereka.

"Tidak ada yang sakit Alsyi! Alsya, kan, anak yang kuat tidak boleh nangis juga," jawabnya semangat.

"Alcya pacti bohongkan?"

"Nggak!"

"Bohong," tekan Arsyi lagi tidak mau kalah.

Walaupun Arsya dan Arsyi terus berdebat tapi kedua bocah itu terkekeh sendiri setelah perdebatan mereka. Bahagia sekali Syahira melihat kedua putrinya bisa tertawa.

"Kalian ini, sudah jangan berdebat lagi. Arsyi biarkan Arsya istirahat," ujar Syahira memberi pengertian.

"Siap unda."

"Dengel kata bunda Alsyi tidak boleh ganggu Arsya dulu," nasihat anak itu pada kembaranannya.

"Anak-anaknya lucuk sekali Mbak," celetuk suster gatal ingin ikut bicara juga.

Suster tersebut memanggil Syahira dengan sebutan Mbak karena melihat wajah Syahira yang masih sangat muda, walaupun telah memilik kedua putri.

"Terima kasih suster," sahut Syahira tersenyum.

"Kita memang lucu custel." Arsyi juga menjawab tidak mau kalah.

Jadilah keempat orang di dalam kamar rawat Arsya itu tertawa bersama, sampai Syahira tidak sadar ada orang yang sedang memperhatikan mereka dari luar jendela tranasparans.

Derup langkah seorang terdengar memasuki kamar rawat Arsya, mereka sama-sama menoleh pada pintu kamar.

"Pak Alvan," sapa sang suster hormat membuat Syahira mengernyitkan alisnya melihat keberadaan laki-laki yang kemarin berada di rumah mereka.

Yang semakin membuat Syahira bingung suster terlihat sangat menghormati Alvan dari caranya menyapa laki-laki tersebut.

"Ayah," ucap Arsyi dan Arsya bersama.

Teriakan si kembar membuat Syahira dan suster itu kaget. Tentu saja yang paling kaget si suster mengetahui atasan mereka punya kedua orang anak, padahal tidak akan informasi terkait pernikahan bos mereka.

"Sayang sini peluk ayah," pinta Alvan pada Arsya dan Arsyi. Dua anak itu tentu senang memeluk Alvan.

Pelukan mereka diakhiri dengan Alvan yang mengelus pucuk kepala Arsyi. Semua yang Alvan lakukan terlihat jelas dari luar.

Tidak melihat Alvan sekarang Syahira tengah memelototinya dengan tajam. Tentu saja Syahira kesal kembali bertemu dengan Alvan.

"Ngapain disini?" tanya Syahira ketus. Alvan tersenyum manis pada Syahira.

Suster yang masih berada di kamar rawat kaget mendengar Syahira bicara ketus pada pemimpin rumah sakit, padahal tadi ketika mengobrol dengan dirinya Syahira sangat ramah suaranya juga terdengar lembut.

Sebelum menjawab pertanyaan Syahira, Alvan memberi isyarat pada suster untuk pergi meninggalkan mereka.

"Saya sudah selesai memastikan semuanya baik-baik saja. Saya permisi Mbak Syahira. Mari pak Alvan."

Kepala Alvan mengangguk sebagai jawaban sementara netranya terus menatap lekat Syahira membuat ibu si kembar itu sedikit gugup, tatapan mata Alvan sangat tajam tapi Syahira bisa meraskan kehangatan dari tatapan itu.

"Terima kasih suster," sahut Syahira berusaha tetap biasa-biasa saja.

Sedangkan kedua bocil itu menatap Alvan dam Syahira bergantian dengan senyum manis menghiasi wajah keduanya tanpa di sadari.

"Arsya kenapa bisa masuk ruamh sakit? Bukan dia kemarin baik-baik saja." Alvan bertanya pada Syahira, padahal pertanyaan perempuan itu saja belum dia jawab.

Namun, Syahira tidak menjawab pertanyaan Alvan, dia malah sibuk dengan Arsya. Melihat itu Arsyi menepuk pelan keningnya.

"Ayah, jika mau beltanya dengan unda, Ayah haluc jawab dulu perltanyana unda. Tadi unda tanya kenapa ayah bica disini."

"Begitu ya." Alvan mengaruk pelan telinganya.

"Aku tadi tidak sengaja lewat sini," ucap Alvan pada Syahira, berharap perempuan itu mau mendengarkannya.

"Bapak boleh keluar dari sini pintu keluar ada tepat di belakang bapak," usir Syahira.

"Unda Alsya mau cama ayah!"

"Allcyi uga," ucap kedua anak itu kompak.

"Kamu dengar sendirikan apa kata mereka," wajah Alvan berseri, dia tersenyum senang penuh kemenangan.

"Terserah!"

"Jadi kenapa Arsya bisa masuk rumah sakit, sampai harus dirawat begini." Alvan masih tidak menyerah untuk mengetahui krnolongi yang menimpa Arsya.

"Tertimpa lemari," jawab Syahira walaupun malas sebenarnya.

Satu tangan Alvan menarik sebuah kursi yang ada di ruangan itu, dia duduk sejajar dengan Syahira menghadap bod hospital Arsya. Arsyi duduk bersama Arsya.

"Mau makan buah?" tawar Alvan.

"Tidak usah," jawab Syahira cepat tanpa menoleh pada Alvan yang duduk di sebelahnya.

"Unda, ayah tidak menawalkan uah untuk unda tapi untuk Alcya yang cedang cakit."

"Betul unda lagi pula Alsya ingin makan buah." timpal Arsya pula.

"Bunda bisa membelikan untuk kalian sayang, tapi bunda tidak bisa meninggalkan kalian sekarang. Bunda tidak mau terjadi apa-apa dengan kalian."

"Jadi tidak usah keluar kita disini saja temani mereka, biar aku yang membelikan," sahut Alvan enteng.

"Tidak usah!" ketus Syahira tapi Alvan terlanjur menghubungi Bara menyuruh laki-laki itu untuk membelikan buah dan makanan.

Yakin Alvan jika ketiga orang yang baru bertemu dalam hidupnya tapi merasa sudah sangat dekat belum makan siang.

Di tempat Bara.

"Bos kurang ajar ya begini, tadi gue disuruh gantin kerajaannya. Sekarang gue malah disuruh beli buah sama makanan." Bara berdecak kesal tapi dia tetap melakukan perintah Alvana.

"Kita istirahat dulu nanti lanjut lagi," kata Bara pada delapan orang yang masih setia bersamanya.

"Terima kasih, Pak Bara," ucap mereka kompak.

"Mau kemana, Bar?" tanya Eril ketika Bara terburu-buru pergi.

"Biasa sepupu lo ngeselin banget nggak tahu waktu," sahut Bara.

Eril mengerti akan ucapan Bara, dia jadi teringat Arsyi tapi saat dia hendak pergi Talita menahan tangannya. "Jangan sentuh gue!" Eril menghempaskan tangan Talita kasar.

"Sorry Er, lo mau kemana."

"Urusan sama lo apa?"

"Gue cuma mau tanya siapa orang yang di kamar rawat tadi. Sampai Alvan ngehampirin mereka?"

"Urusan sama lo apa Talita! Ingat pak Alvan masih bos kita di rumah sakit, jadi tolong panggil beliau dengan hormat jangan hanya menyebut nama, memang lo siapa?"

Kata-kata Eril langsung masuk keulu hati Talita, gadis itu tertohok mendengar perkataan Eril, karena tak terima dia menatap tajam kepergian Eril.

"Awas aja lo Eril bakal nyesel karena gue pasti akan jadi istri Alvan," ucap Talita tersenyum yakin lalu menatap sinsi Eril.

"Saat itu benar-benar terjadi gue akan buat lo minta maaf langsung sama gue!" Talita berucap dengan percaya diri sekali.

Kembali di kamar rawat Arsya.

"Kamu kok makas banget sih? Mau bapak itu apa hah! Kita ini tidak saling kenal," kesal Syahira.

Mulai sedikit muak pada Alvan, walaupun jauh di dalam lubuk hatinya Syahira seperti merasakan kembali kehangatan sang suami ketika bersama Alvan.

"Bunda jangan malah-malah cama ayah."

"Tuh dengel kata Arsyi, jangan marah-marah sama ayah."

Ceklek!

Pintu kamar rawat itu terbuka seorang masuk kdengan banyak barang di tangannya.

"Al-" ucap Bara terhenti.

...Jangan lupa komen biar aku tambah semangat lagi upnya. ...

...Aku udah up dari sore udah lulus reveiw jg tapi nggak tahu kenapa malah babnya nggak muncul-muncul sampek malen😭 jadi ini aku up ulang ya🙏...

Terpopuler

Comments

Yani

Yani

Kenapa Kenapa Syahira bisa lupa juga sama Slvan ?

2023-11-19

1

Sulfia Nuriawati

Sulfia Nuriawati

apa alva. dg shahira sm² ambesia sampai g saling jenal? bingung bc nya

2023-11-18

4

Boy Putra

Boy Putra

lanjut thorr

2023-11-18

1

lihat semua
Episodes
1 Dipecat
2 Arsyi hilang
3 Ayah
4 Punya cucu?
5 Cantik
6 Diusir
7 Tidak mungkin dia
8 Masuk rumah sakit
9 Kondisi Arsya
10 Perhatian
11 Gosip
12 Syahira bertemu Ulya
13 Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14 Pesona Syahira
15 Insiden
16 Menikah
17 Firasat
18 Kehilangan
19 Syarat
20 Menjenguk Aditya.
21 Menolong
22 Rencana si kembar
23 Mengingat
24 Sadar
25 Memberitahu keluarga
26 Bersama si kembar
27 Terulang lagi
28 Memulai
29 Perlu bicara
30 Alvan dan Syahira
31 Bahagia
32 Bekerja
33 Rencana membuka toko
34 Cemburu
35 Membuka toko
36 Usaha Alvan
37 Keluarga besar kasa
38 Kebersamaan
39 Aditya sadar
40 Keputusan
41 Hadiah
42 Tamu
43 Permainan
44 Kamar Alvan
45 Party 45
46 Party 46
47 Party 47
48 Party 48
49 Party 49
50 Party 50
51 Party 51
52 Party 52
53 Party 53
54 Party 54
55 Party 55
56 Party 56
57 Party 57
58 Party 58
59 Party 59
60 Party 60
61 Party 61
62 Party 62
63 Party 63
64 Party 64
65 Party 65
66 Party 66
67 Party 67
68 Party 68
69 Party 69
70 Party 70
71 Party 71
72 Party 72
73 Party 73
74 Party 74 (Special Arsyi)
75 Party 75
76 Party 76
77 Party 77
78 Party 78
79 Party 79
80 Party 80
81 Party 81
82 Party 82
83 Party 83
84 Party 84
85 Party 85
86 Party 86
87 Party 87
88 Party 88
89 Party 89
90 Party 90
91 Two genius ceo's
92 Party 92 Arsya Zahira Khasila
93 Arsyi Zahra Khalisa
94 94 Harus Kepoin! Karya baru
95 INTORVET LOVE
96 Helping girl
97 Fahri dan Cia, Kembali!!
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipecat
2
Arsyi hilang
3
Ayah
4
Punya cucu?
5
Cantik
6
Diusir
7
Tidak mungkin dia
8
Masuk rumah sakit
9
Kondisi Arsya
10
Perhatian
11
Gosip
12
Syahira bertemu Ulya
13
Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14
Pesona Syahira
15
Insiden
16
Menikah
17
Firasat
18
Kehilangan
19
Syarat
20
Menjenguk Aditya.
21
Menolong
22
Rencana si kembar
23
Mengingat
24
Sadar
25
Memberitahu keluarga
26
Bersama si kembar
27
Terulang lagi
28
Memulai
29
Perlu bicara
30
Alvan dan Syahira
31
Bahagia
32
Bekerja
33
Rencana membuka toko
34
Cemburu
35
Membuka toko
36
Usaha Alvan
37
Keluarga besar kasa
38
Kebersamaan
39
Aditya sadar
40
Keputusan
41
Hadiah
42
Tamu
43
Permainan
44
Kamar Alvan
45
Party 45
46
Party 46
47
Party 47
48
Party 48
49
Party 49
50
Party 50
51
Party 51
52
Party 52
53
Party 53
54
Party 54
55
Party 55
56
Party 56
57
Party 57
58
Party 58
59
Party 59
60
Party 60
61
Party 61
62
Party 62
63
Party 63
64
Party 64
65
Party 65
66
Party 66
67
Party 67
68
Party 68
69
Party 69
70
Party 70
71
Party 71
72
Party 72
73
Party 73
74
Party 74 (Special Arsyi)
75
Party 75
76
Party 76
77
Party 77
78
Party 78
79
Party 79
80
Party 80
81
Party 81
82
Party 82
83
Party 83
84
Party 84
85
Party 85
86
Party 86
87
Party 87
88
Party 88
89
Party 89
90
Party 90
91
Two genius ceo's
92
Party 92 Arsya Zahira Khasila
93
Arsyi Zahra Khalisa
94
94 Harus Kepoin! Karya baru
95
INTORVET LOVE
96
Helping girl
97
Fahri dan Cia, Kembali!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!