Insiden

...Bismillahirrohmanirrohim....

...Sebelum baca jangan lupa bismillah dan shalawat dulu 🤗...

...بسم الله الر حمن الر حيم...

...Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad....

...اللهم صلي عل سيدن محمد و عل ال سيدن محمد....

Sejak sore hari hingga malam tiba hujan lebat tak kunjung berheti. Hujan akan berhati ketika waktu shalat tiba. Tapi setelah itu hujan kembali mengguyur bumi.

"Nyesel gue kemarin nggak nanya-nanya dulu jarak desa sebelah seberapa jauh. Udah mah jalan kaki ditambah nyasar pula. Sungguh lengkap penderitaan gue."

Malam ini Alvan baru bisa pulang dari desa sebelah karena dia lupa jalan menuju desa bajo. Alvan kira agar bisa sampai ke desa sebelah hanya memakan waktu dua jam saja, tapi apesnya ternyata hampir semalam Alvan baru sampai di tempat tujuan.

"Nggak lagi-lagi gue begini, Ya Allah mau pulang." dan malam ini untuk pertama kalinya Alvan ingin pulang sudah tidak lagi betah berada di desa bajo.

Langkah Alvan semakin melebar menuju gerbang desa bajo sudah terlihat di depan mata, sebentar lagi Alvan rasa hujan deras akan kembali turun.

Padahal dari desa sebelah Alvan pulang setelah dzuhur sampai di gerbang desa bajo jam sudah menunjukkan pukul 21:00 malam.

Alhamdulillah kemarin malam ketika pergi meninggalkan desa bajo Alvan mengekan hoodie tebal jadi walaupun hujan dari hoodienya Alvan merasa ada kehangatan.

Rintikan hujan masih turun membuat Alvan semakin terburu-buru melangkah. Agar bisa sampai rumah kepala desa sebelum hujan kembali turun dengan deras.

Byurr!

Kaki Alvan baru saja menginjak gerbang desa hujan kembali turun dengan lebat, Alvan berlari terburu-buru untuk mencari tempat berteduh, jika melanjutkan perjalanan sampai ke rumah pak kepala desa Alvan yakin akan basah kuyup.

Netra Alvan melihat sebuah tempat istirahat dengan tergesa-gesa Alvan menuju gardu yang ada tidak jauh dari tempatnya.

Huh!

Alvan menghela nafas lega berhasil berteduh, sambil mengosok-gosokan kedua telapak tanganya agar tubuhnya terasa hangat. Pemuda kota itu tidak sadar jika disana ada orang lain.

"Alhamdulillah," ucap Alvan masuk ke dalam gardu untuk duduk dan beristrihat sejenak.

Seorang gadis yang sudah lebih dulu berteduh di gardu tersebut memperhatikan apa yang Alvan lakukan.

"Ya Allah, hujannya berhenti sebentar saja biar Sayhira bisa pulang." gumam gadis itu.

Tak berani menyapa Alvan, dia bahkan memeluk erat tasnya. Agar hawa yang sangat dingin tidak terlalu menusuk.

"Syahira," ucap Alvan setelah menyadari keberadaan Syahira di gardu sama dengannya.

"Assalamualaikum," sapa Syahira.

"Wa'alaikumsalam," jawab Alvan tersenyum senang.

Setelah itu tidak ada percakapan diantara mereka berdua. Syahira menatap rapat-rapat mulutnya sedangkan Alvan masih berusaha mencari topik untuk mengobrol dengan Syahira. Niat hati Syahira ingin menerobos hujan tapi urung karena hujan yang turun bukannya reda malah semakin deras ditambah kilat petir dan gemuruh pun mulai terdengar.

"Astagfirullah hal-adzim, gimana pulangnya."

Durr!

Suara gemuruh yang sangat keras membuat Syahira dan Alvan sama-sama terlonjak kaget.

"Subhanallah, subhanallah, subhanallah," ucap keduanya secara bersama, Alvan yang sadar tersenyum bahagia.

"Kamu habis dari mana kok jam segini baru pulang?" tanya Alvan mulai membuka percakapan diantara mereka.

Entah sejak kapal Alvan tidak lagi menggunkan bahasa lo gue dengan Syahira.

"Abis ngisin pengajian anak-anak sini, harusnya udah sampai di rumah sejak tadi. Tapi nengokin teman yang sakit dulu. Jadinya pulang terlambat." Alvan tersenyum, ini kalimat panjang yang Syahira ucapkan padanya.

"Nggak tahunya kita malah ketemu disini bukan begitu," sahut Alvan.

"Kamu sendiri kenapa ada disini?"

Sebenarnya para perempuan di desa bajo memanggil Alvan dengan sebutan Kak, tapi untuk Syahira tidak terbiasa.

"Kamu ingat dua hari lalu waktu aku tanya sinyal." Syahira mengangguk.

"Baru pulang dari sana sampai kesasar-sasar."

"Kok nggak tanya-tanya dulu tempatnya jauh atau nggak."

"Nah, itu dia." Alvan mengaruk pangkal hidungnya yang terasa gatal.

"Aku kesasar sampai semalaman di desa itu untungnya masih bisa pulang kesini. Taunya ujan dari sore nggak berhenti-berhenti."

Mendengar ucapan Alvan Syahira tersenyum saja tanpa berniat menjawab lagi. Tidak Alvan sadari jika sejak tadi Syahira terlihat sedang gelisah, tak tahu apa yang Syahira pikirkan.

Durrr!

Lagi-lagi gemuruh mengagetkan Syahira dan Alvan disusul kilat petir yang menyambar untunya tidak kearah mereka berdua.

"Subhanallah, Subhanallah, subhanallah," gumam Syahira.

Begitu juga dengan Alvan, berulang kali dia mengucapkan kalimat, subhanallah. "Subhanallah, Subhanallah, subhanallah."

"Kayaknya bakal lama hujanya reda," ucap Alvan sambil kepalanya menatap langit yang sangat mendung.

Syahira juga ikut menatap langit, gadis itu membenar apa yang Alvan katakan. 'Syahira nyusul hujan saja,' putusnya.

Pelan-pelan Syahira bangkit dari tempat duduknya. "Mau kemana?" tanya Alvan ketika melihat Syahira hendak bangkit.

"Mau pulang, Syahira biar nyusul hujan saja. Nggak papa basah," ujarnya.

Segera Syahira bangkit tapi ketika itu Alvan tidak sengaja melihat baju Syahira yang robek setiap kali gadis itu bergerak pelan.

"Tunggu, plis jangan bangkit Ra atau baju kamu akan semakin robek," cegah Alvan.

Dia bergeser mendekati Syahira membantu membenarkan baju gamis gadis itu yang tersangkut entah dimana. Syahira menahan nafasnya melihat Alvan berada didekatnya, gadis itu menurut membiarkan Alvan membantunya.

Baju Syahira yang sobek di bekalang punggungnya lumayan lembar, jadi Alvan berinisiatif memberikan hoodienya untuk Syahira.

"Pakaian ini Ra," ujar Alvan menyerahkan hoodienya untuk Syahira, di tubuhnya hanya tersiasa kaus tipis.

Tangan Syahira terulur untuk mengambil hoodie Alvan, tapi bersaman dengan itu suara gemuruh yang sangat kenjang mengagetkan Syahira sampai menarik tubuh Alvan. Alvan yang juga tidak siap jadi ikut terjatuh posisi Alvan sekarang menindih tubuh Syahira.

Brrukk!

"Astagfirullah hal-adzim," kaget Alvan. Belum sadar akan posisinya. Sedangkan Syahira yang kaget masih memejamkan mata karena takut.

"Berat banget," gumum Syahira hampir tidak bernafas.

Seketika Alvan tersadar. "inalilahiwainalilahirojiu'n, maaf Ra," baru Alvan hendak bangkit.

Suara orang lain diantara mereka membuat Alvan kaget. "inalilahiwainalilahirojiu'n, Alvan, Hira, kalian!" kaget Pak kepala desa.

Refles Alvan langsung bangkit Syahira baru bisa bernafas lega tapi dia belum sadar jika mereka sudah dikerumuni banyak orang.

"Pak ini salah paham, saya bisa jelasin semuanya kok. Kami tidak melakukan hal macam-macam " ucap Alvan berusaha meyakinkan.

Menyadari ada ayahnya diantara 5 orang itu. Syahira dapat melihat wajah ayahnya yang kecewa. "Dia benar Ayah, pak Dago semua ini tidak seperti yang kalian pikirkan, apa yang terjadi pada kami hanya kesalah pahaman." Syahira ikut bersuara.

"Pakai dulu hiodie yang ada di tangamu Hira, baju belakangmu robek Nak," suruh pak kepala desa.

"Pasti mereka bohong pak, kemarin saja saya lihat mereka di sungai berduaan, sudah nikahkan saja daripada jadi aib desa." Syahira tidak tahu siapa yang bicara itu.

Tanpa terasa air mata menetes dari pelupuk mata Syahira. Gadis itu belum ingin menikah diusianya yang masih muda, begitu juga dengan Alvan. Tapi Alvan tahu semua orang tidak akan percaya pada mereka berdua setelah melihat posisi mereka tadi dan baju Syahira yang robek.

"Saya akan bertanggungjawab!"

Terpopuler

Comments

Ikhsan Fajar N

Ikhsan Fajar N

owalah jadi kasusnya hampir sama kaya ade bungsu hans sama asistennya yaa

2024-12-27

0

Rini Musrini

Rini Musrini

oh jadi begitu awal pertemuan syahira sama alvan.

2023-12-25

3

Yaris

Yaris

jangan ada dra ters DNA fituker sama di pelakor tulalit kemungkinan besar ada drama itu deh🙏🙏

2023-11-19

2

lihat semua
Episodes
1 Dipecat
2 Arsyi hilang
3 Ayah
4 Punya cucu?
5 Cantik
6 Diusir
7 Tidak mungkin dia
8 Masuk rumah sakit
9 Kondisi Arsya
10 Perhatian
11 Gosip
12 Syahira bertemu Ulya
13 Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14 Pesona Syahira
15 Insiden
16 Menikah
17 Firasat
18 Kehilangan
19 Syarat
20 Menjenguk Aditya.
21 Menolong
22 Rencana si kembar
23 Mengingat
24 Sadar
25 Memberitahu keluarga
26 Bersama si kembar
27 Terulang lagi
28 Memulai
29 Perlu bicara
30 Alvan dan Syahira
31 Bahagia
32 Bekerja
33 Rencana membuka toko
34 Cemburu
35 Membuka toko
36 Usaha Alvan
37 Keluarga besar kasa
38 Kebersamaan
39 Aditya sadar
40 Keputusan
41 Hadiah
42 Tamu
43 Permainan
44 Kamar Alvan
45 Party 45
46 Party 46
47 Party 47
48 Party 48
49 Party 49
50 Party 50
51 Party 51
52 Party 52
53 Party 53
54 Party 54
55 Party 55
56 Party 56
57 Party 57
58 Party 58
59 Party 59
60 Party 60
61 Party 61
62 Party 62
63 Party 63
64 Party 64
65 Party 65
66 Party 66
67 Party 67
68 Party 68
69 Party 69
70 Party 70
71 Party 71
72 Party 72
73 Party 73
74 Party 74 (Special Arsyi)
75 Party 75
76 Party 76
77 Party 77
78 Party 78
79 Party 79
80 Party 80
81 Party 81
82 Party 82
83 Party 83
84 Party 84
85 Party 85
86 Party 86
87 Party 87
88 Party 88
89 Party 89
90 Party 90
91 Two genius ceo's
92 Party 92 Arsya Zahira Khasila
93 Arsyi Zahra Khalisa
94 94 Harus Kepoin! Karya baru
95 INTORVET LOVE
96 Helping girl
97 Fahri dan Cia, Kembali!!
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipecat
2
Arsyi hilang
3
Ayah
4
Punya cucu?
5
Cantik
6
Diusir
7
Tidak mungkin dia
8
Masuk rumah sakit
9
Kondisi Arsya
10
Perhatian
11
Gosip
12
Syahira bertemu Ulya
13
Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14
Pesona Syahira
15
Insiden
16
Menikah
17
Firasat
18
Kehilangan
19
Syarat
20
Menjenguk Aditya.
21
Menolong
22
Rencana si kembar
23
Mengingat
24
Sadar
25
Memberitahu keluarga
26
Bersama si kembar
27
Terulang lagi
28
Memulai
29
Perlu bicara
30
Alvan dan Syahira
31
Bahagia
32
Bekerja
33
Rencana membuka toko
34
Cemburu
35
Membuka toko
36
Usaha Alvan
37
Keluarga besar kasa
38
Kebersamaan
39
Aditya sadar
40
Keputusan
41
Hadiah
42
Tamu
43
Permainan
44
Kamar Alvan
45
Party 45
46
Party 46
47
Party 47
48
Party 48
49
Party 49
50
Party 50
51
Party 51
52
Party 52
53
Party 53
54
Party 54
55
Party 55
56
Party 56
57
Party 57
58
Party 58
59
Party 59
60
Party 60
61
Party 61
62
Party 62
63
Party 63
64
Party 64
65
Party 65
66
Party 66
67
Party 67
68
Party 68
69
Party 69
70
Party 70
71
Party 71
72
Party 72
73
Party 73
74
Party 74 (Special Arsyi)
75
Party 75
76
Party 76
77
Party 77
78
Party 78
79
Party 79
80
Party 80
81
Party 81
82
Party 82
83
Party 83
84
Party 84
85
Party 85
86
Party 86
87
Party 87
88
Party 88
89
Party 89
90
Party 90
91
Two genius ceo's
92
Party 92 Arsya Zahira Khasila
93
Arsyi Zahra Khalisa
94
94 Harus Kepoin! Karya baru
95
INTORVET LOVE
96
Helping girl
97
Fahri dan Cia, Kembali!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!