Masuk rumah sakit

...Bismillahirrohmanirrohim....

...Sebelum baca jangan lupa bismillah dan shalawat dulu 🤗...

...بسم الله الر حمن الر حيم...

...Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad....

...اللهم صلي عل سيدن محمد و عل ال سيدن محمد....

"Informasi yang lo minta udah lengkap semua di dalam berkas itu," ucap Bara.

Bara merupakan asisten pribadi Alvan, sekaligus sahabat dekat Alvan. Mereka kenal sejak duduk di bangku kuliah hingga sekarang mereka masih sama-sama.

"Lo emang yang terbaik Bar. Thanks bro."

"Yang penting ada bonus," canda Bara. "Tapi gini Al, gue penasaran ngapain lo nyari informasi orang yang sama sekali nggak lo kenal," heran Bara dahinya bahkan terlihat berkerut.

" Gue ngerasa kayak punya ikatan batin sama anak-anak Syahira, gue juga ngerasa pernah ketemu dia," sambil menjawab ucapan Bara tangan Alvan mulai membuka berkas yang baru saja Bara berikan.

Isinya tentu tengan informasi Syahira, seperti yang Alvan minta sebelumnya pada Bara. Sahabat Alvan memang sangat bisa diandalkan dalam mencari informasi.

"Bener juga gue perhatiin muka anak kembar Syahira mirip persis kayak muka lo, dari mulai hidung, mulut terus bibir yang beda paling mata. Mata mereka lebih mirip Syahira."

"Kalau lo mau tahu Bar, lo orang yang kesekian kalinya bilang gue mirip anak itu, apalagi si Arsyi."

Asyik mengobrol dengan Bara, Alvan tidak melanjutkan membaca data tentang Syahira. Dia menghembuskan nafas pelan, hari ini sungguh hari yang melelahkan untuk Alvan. Apa lagi mengingat kondisi Abangnya yang semakin memburuk.

"Dari data yang gue cari tentang Syahira ada yang menarik Al," ucap Bara saat suasana hening diantara mereka.

"Apa?" tanya Alvan penasaran.

Bara mendengus kesal akan reakasi sahabatnya. "Lo bukan barusan baca informasi Syahira masa kagak nemu hal menarik."

"Gue belum selesai baca," sargah Alvan. "Jadi apa yang menarik dari informasi tentang Syahira?" Alvan kembali bertanya.

"Dia bukan asli warga sini. Perempuan itu awalnya tinggal di desa, coba lo baca lagi geh ditelnya itu informasi," suruh Bara membuat Alvan mengangguk setuju.

Kembali dia membuka informasi yang Bara dapat tentang siapa Syahira. Alvan terlihat fokus sekali sampai tatapan terkunci pada sebuah tulisan 'Desa Bajo.' Kepala Alvan terangkat langsung menatap Bara.

"Lo nggak salah informasi, dia orang desa Bajo?" Alvan masih sedikit mengingat desa itu, dia merasa pernah pegi kesana tapi Alvan juga tidak terlalu yakin.

"Bener, dari infonya juga Syahira udah hampir 3 tahu lebih tinggal di kota ini. Lo ingat nggak kenapa lo bisa koma selama 2 tahun lebih," ujar Bara sambil menyeruput tehnya.

"Kalau dari cerita orang-orang di rumah, gue koma selama itu karena efek dari gempa bumi di sebuah desa yang pernah gue kunjungin saat itu."

"Memang iya, lo tahu nggak desa apa itu?" tanya Bara lagi, Alvan menggeleng lemah.

"Itu desa tempat tinggal Syahira dulu! Desa Bajo," jelas Bara.

"What? Bentar gue ingat-ingat-" baru saja Alvan hendak kembali mengingat kejadian di masal lalu, tapi Bara lebih dulu mencegahnya.

"Stop Al, untuk sekarang jangan paksakan untuk mengingat apapun, lo ingatkan pesan dokter. Jadi untuk sekarang pils jangan paksakan untuk mengingat yang buat pala lo sakit, Bang Aditya juga masih terbaring di rumah sakit."

Sejak bangun dari komanya Alvan dinyatakan mengalami Amnesia Retrograde yang merupakan ketidak mampuannya untuk mengingat kejadian dimasa lalu.

"Sorry Bar, gue cuman penasaran aja masa lalu seperti apa yang udah gue lupain selama ini," wajah Alvan berubah sendu.

Sejak bertemu dengan Syahira entah mengapa Alvan ingin sekali mengingat apa yang terjadi sebelum dia mengalami koma.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Unda kita mau kemana?" tanya Arsyi heran melihat Syahira sudah sangat rapi.

"Bunda mau cari tempat sewa Ar, biar kita bisa buka toko. Tabungan bunda, Insya Allah sudah cukup buat buka sebuah toko, jadi Bunda tidak perlu kerja dengan orang lagi." Syahira membenarkan baju Arsya.

"Seperti kerja di muslimah fashion?" Kepala Syahira mengangguk membenarkan perkataan Arsyi.

"Arsya dimana, Nak?"

"Ada di kam-"

Bruk!

"Bundaaa..." teriak kencang Arsya dari kamar mereka.

"Ya Allah, Arsya."

Buru-buru Syahira berlari menuju kamar anak-anaknya, dia berharap tidak terjadi sesuatu pada Arsya walaupun tak yakin karena sempat mendegar jeritan Asrysa, Arsyi ikut menyusul Syahira ke kamar. Sampai di dalam kamar si kembar Syahira segera mencari keberadaan Arsya.

"Arsya kamu dimana, Nak?" suara Syahira terdengar khawatir memang.

"Bunda Alsya disini," sahutnya dengan suara lemah.

Arsyi berjalan cepat ikut mencari keberadaan Asrya. "Unda Allcyi dicini kejepit lemali," teriak anak kecil itu panik melihat kembarannya tertindih lemari.

"Inalilahiwainalilahirojiu'n, Ya Allah. Arsya," dengan segera Syahira menangkat lemari yang menindih Arsya bersama air mata yang membasahi pipi.

"Sakit bunda," adunya terus merintih kesakitan.

"Maafkan bunda sayang, bunda lalai lagi." Syahira membawa Arsya ke dalam pelukannya.

Tanpa menunggu lama Syahira segera membawa Arsya ke rumah sakit terdekat. Arsyi juga ikut berada di sebelah Syahira. Anak kecil itu menatap iba saudara kembarnya.

"Allcya pacti kuta," ucapnya pada sang kembaran yang masih membuka mata.

Mereka sudah berada di dalam mobil taksi. Mendengar ucapa Arsyi, Arsya tersenyum tak lama setelah itu dia memejamkan kedua bola matanya.

"Mata Allcya telpejam unda," kata Arsyi membuat Syahira semakin panik.

"Pak tolong cepat sedikit, saya tidak ingin terjadi apa-apa dengan putri saya," pinta Syahira memohon.

Supir taksi itu kasihan juga melihat Syahira menambah laju kecepatan taksinya agar segera tiba di rumah sakit.

Waktu bergulir.

Sampai juga Syahira di rumah sakit segera membawa anaknya setelah membayar taksi. Air mata masih membasahi pipi Syahira.

"Dok, tolong putri saya," ucap Syahira dengan suara lemah.

Untungnya para suster dan dokter di rumah sakit harapan Bangsa bergerak cepat untuk memberikan pertolongan pertama untuk Arsya yang sudah tidak sadarkan diri.

"Tolong permisi, tolong beri jalan," ucap dokter orang-orang sedikit menyingkir untuk memberikan jalan.

Sekarang Syahira sudah menggendong Arsyi sambil menyusul para suster yang bergerak cepat mendorong brankar. Syahira berusaha menyeimbangkan langkah mereka.

"Ada apa, Mom?" tanya Alisa yang kebetulan berada di lorong yang sama dengan Syahira, dia dan Ulya hendak ke kamar rawat Aditya.

"Anak kecil pasiennya Alisa, mungkin dalam keadaan kritis."

"Kenapa Mom?" tanya Alvan yang datang menghampiri Mommy dan adiknya.

"Itu ada pasien anak kecil." Alvan menari yang Mommynya maksud tapi mereka sudah lewat.

Sampai di ruang UGD, dokter langsung menangani Arsya. Syahira dan Arsyi harus menunggu di luar, ibu dan anak itu saling memeluk satu sama lain untuk saling menguatkan mungkin.

"Insya Allah, Allcya akan baik-baik caja unda," ucap Arsyi membuat Syahira menghapus air matanya.

"Aamiin sayang."

"Kita tahu unda Allcyi olangnya kuat," ucap Arsya lagi. Tangan Syahira kembali mengelus pucuk kepala putrinya.

"Kamu benar sayang kembaranmu itu memang sangat kuat. Kita harus percaya Arsya jika dia bisa melewati semua ini. Arsya dan Arsyi anak bunda yang kuat."

"Betul unda!"

...Jangan lupa komena dan gift untuk memberi dukungan pada Author....

Terpopuler

Comments

Yani

Yani

Semoga tidak terjadi apa" dengan Arsya

2023-11-17

2

Sugito

Sugito

lanjut Thor semangat di tunggu lanjutannya

2023-11-17

1

Boy Putra

Boy Putra

lnjut thor mkin pensaran ada apa alvan sama mama nya kmbar 😯😯😯

2023-11-17

4

lihat semua
Episodes
1 Dipecat
2 Arsyi hilang
3 Ayah
4 Punya cucu?
5 Cantik
6 Diusir
7 Tidak mungkin dia
8 Masuk rumah sakit
9 Kondisi Arsya
10 Perhatian
11 Gosip
12 Syahira bertemu Ulya
13 Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14 Pesona Syahira
15 Insiden
16 Menikah
17 Firasat
18 Kehilangan
19 Syarat
20 Menjenguk Aditya.
21 Menolong
22 Rencana si kembar
23 Mengingat
24 Sadar
25 Memberitahu keluarga
26 Bersama si kembar
27 Terulang lagi
28 Memulai
29 Perlu bicara
30 Alvan dan Syahira
31 Bahagia
32 Bekerja
33 Rencana membuka toko
34 Cemburu
35 Membuka toko
36 Usaha Alvan
37 Keluarga besar kasa
38 Kebersamaan
39 Aditya sadar
40 Keputusan
41 Hadiah
42 Tamu
43 Permainan
44 Kamar Alvan
45 Party 45
46 Party 46
47 Party 47
48 Party 48
49 Party 49
50 Party 50
51 Party 51
52 Party 52
53 Party 53
54 Party 54
55 Party 55
56 Party 56
57 Party 57
58 Party 58
59 Party 59
60 Party 60
61 Party 61
62 Party 62
63 Party 63
64 Party 64
65 Party 65
66 Party 66
67 Party 67
68 Party 68
69 Party 69
70 Party 70
71 Party 71
72 Party 72
73 Party 73
74 Party 74 (Special Arsyi)
75 Party 75
76 Party 76
77 Party 77
78 Party 78
79 Party 79
80 Party 80
81 Party 81
82 Party 82
83 Party 83
84 Party 84
85 Party 85
86 Party 86
87 Party 87
88 Party 88
89 Party 89
90 Party 90
91 Two genius ceo's
92 Party 92 Arsya Zahira Khasila
93 Arsyi Zahra Khalisa
94 94 Harus Kepoin! Karya baru
95 INTORVET LOVE
96 Helping girl
97 Fahri dan Cia, Kembali!!
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipecat
2
Arsyi hilang
3
Ayah
4
Punya cucu?
5
Cantik
6
Diusir
7
Tidak mungkin dia
8
Masuk rumah sakit
9
Kondisi Arsya
10
Perhatian
11
Gosip
12
Syahira bertemu Ulya
13
Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14
Pesona Syahira
15
Insiden
16
Menikah
17
Firasat
18
Kehilangan
19
Syarat
20
Menjenguk Aditya.
21
Menolong
22
Rencana si kembar
23
Mengingat
24
Sadar
25
Memberitahu keluarga
26
Bersama si kembar
27
Terulang lagi
28
Memulai
29
Perlu bicara
30
Alvan dan Syahira
31
Bahagia
32
Bekerja
33
Rencana membuka toko
34
Cemburu
35
Membuka toko
36
Usaha Alvan
37
Keluarga besar kasa
38
Kebersamaan
39
Aditya sadar
40
Keputusan
41
Hadiah
42
Tamu
43
Permainan
44
Kamar Alvan
45
Party 45
46
Party 46
47
Party 47
48
Party 48
49
Party 49
50
Party 50
51
Party 51
52
Party 52
53
Party 53
54
Party 54
55
Party 55
56
Party 56
57
Party 57
58
Party 58
59
Party 59
60
Party 60
61
Party 61
62
Party 62
63
Party 63
64
Party 64
65
Party 65
66
Party 66
67
Party 67
68
Party 68
69
Party 69
70
Party 70
71
Party 71
72
Party 72
73
Party 73
74
Party 74 (Special Arsyi)
75
Party 75
76
Party 76
77
Party 77
78
Party 78
79
Party 79
80
Party 80
81
Party 81
82
Party 82
83
Party 83
84
Party 84
85
Party 85
86
Party 86
87
Party 87
88
Party 88
89
Party 89
90
Party 90
91
Two genius ceo's
92
Party 92 Arsya Zahira Khasila
93
Arsyi Zahra Khalisa
94
94 Harus Kepoin! Karya baru
95
INTORVET LOVE
96
Helping girl
97
Fahri dan Cia, Kembali!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!