Gosip

...Bismillahirrohmanirrohim....

...Sebelum baca jangan lupa bismillah dan shalawat dulu 🤗...

...بسم الله الر حمن الر حيم...

...Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad....

...اللهم صلي عل سيدن محمد و عل ال سيدن محمد....

"Awas lo, Alvan udah nyusahin gue, kayaknya kerjaan gue sebentar lagi bakal nambah banyak," oceh Bara.

Laki-laki itu baru saja kembali membeli buah dan makanan pesanan Alvan. Sepanjang jalan Bara terus saja mengoceh tak jelas. Bara tahu pasti sekarang Alvan masih berada di kamar rawat tadi. Jadi Bara memutuskan segera masku ke dalam kamar rawat 04A dimana tempat Arsya dirawat.

Ceklek!

Niatnya Bara ingin mengoceh panjang lebar pada Alvan kalau ketemu orangnya. Tapi Bara tidak ingat siapa yang sedang dirawat dalam kamar rawat 04A.

"Al-" suara Bara tertahan ketika melihat Syahira dan kedua putrinya di dalam kamar rawat 04A.

'Mampus gue, kok bisa lupa sih kalau mereka yang tadi Alvan temuin.' keluh Bara untung saja buah-buahan dan makanan yang ada di tangannya tidak jatuh.

"Ngapain lo berdisi disitu," suara Alvan berhasil menarik Bara kembali kealam sadar.

"Heheh, nggak papa. Ini pesanan lo," ujar Bara sambil memberikan belanjaan pada Alvan.

Sengaja Bara menyembunyikan wajahnya agar tidak ketahuan oleh Syahira, kalau dirinya sudah pura-pura menyamar jadi petugas desa.

"Oke, Thanks Bara."

"Tiap hari bilang makasih, tiap hari juga nyuruh-nyuruh terus," gumam Bara.

Dari tempatnya duduk Arsya menatap lekat Bara, mungkin anak itu sedang mengingat siapa orang ini.

"Alsya seperti kenal olang ini, tapi dimana pelnah beltemu dengan dia," bingung Arsya.

"Gue balik dulu," pamit Bara melangkah pergi.

"Tunggu," cegah Arsya ketika Bara baru saja melangkah.

"Ada apa, Arsya?" tanya Syahira dan Alvan bersama.

"Bunda, ayah, om ini kemalin datang ke lumah, lihat bunda coba pelhatikan baik-baik. Dia kemalin minta data-data kita. Katanya untuk didata ulang oleh pihak desa."

Deg!

Tercengang sekali Bara, bukan hanya Alvan yang dipanggil ayah oleh Arsya. Tapi juga ingatan Arsya yang sangat ditel tentang dirinya.

"Benal unda Allcyi uga ingat cekalang," celetuk Arsyi berhasil membuat Bara tak berkutik.

"Tolong berbalik badan," suruh Syahira, tapi Bara tidak menurut.

'Kalau sampai lo nggak bantuin gue, abis lo Alvan di tangan gue nanti,' maki Bara.

Entah kenapa dia merasa semakin terpojok sekarang ditambah Alvan tiba bicara sepatah kata pun semakin membuat Bara kesal pada bos sekaligus sahabatnya.

'Tolong gue Alvan, Astagfirullah nggak peka amat, asem bener ini orang.' keluh Bara lagi dalam hatinya.

"Bapak tidak dengar? tolong berbalik sebentar."

"Bara," ucap Alvan berhasil membuat Bara kembali menghadap mereka dan mengumpat kasar Alvan.

"Maaf, ada apa ya?" sekarang Bara hanya bisa pura-pura tidak pernah bertemu dengan Syahira dan si kembar.

"Kamu! Kenapa ada disini, jangan bilang kemarin kamu sudah menipu saya!"

"Memeng kita pernah bertemu?"

"Saya masih ingat sekali muka bapak yang datang ke rumah meminta data diri keluarga, katanya mau didata ulang."

"Mungkin ibu salah orang."

"Kita nggak mungkin salah Om," celetuk Arsya.

Sedangkan Alvan mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Syahira, dia menatap Bara penuh tanya.

"Orang ini nggak ngerasa bersalah sama sekali, justru gue terpaksa bohong karena dia yang nyuruh," gumam Bara.

"Gue masih bisa dengar apa yang lo bilang," pungkas Alvan.

"Jadi tolong gue! Ah, nggak peka amat sih lo, kemarin gue udah bohongin mereka," bisik Bara semakin pelan.

Hemmm...

"Syahira, dia cuman tukang buah, kebetulan aku kenal dia. Tempat tinggalnya memang disekitar perumahan kalian."

"Ayah tidak bohong?" tanya Arsyi. Alvan menggeleng lemah.

"Jadi untuk apa kemarin meminta data diri?"

"Sya sudah bilang dengan ibu Syahira, semua itu akan didata ulang."

"Aku rasa dia jujur Ra, aku kenal kok sama Bara." Alvan menatap teduh Syahira untuk meyakinkan perempuan itu.

Tidak tahu sejak kapan seorang Alvan menatap perempuan terang-terangan, padahal Alvan sangat terkenal menjaga diri dari yang bukan muhrimnya. Anehnya dengan Syahira semua itu tidak berlaku bagi Alvan, dia bahkan ingin terus menatap Syahira.

"Sudah bun, ayah juga bilang sepelti itu," kata Arsya berhasil membuat Syahira mengangguk.

"Maafkan saya Pak, sudah menuduh anda sembarangan."

"Tidak apa Ibu Syahira, sekarang boleh saya pergi."

Sebenarnya Alvan bukan meminta izin pada Syahira melainkan Alvan, tapi perempuan itu lebih dulu bersuara.

"Boleh pak, maaf sudah menghambat anda," jawab Syahira jadi merasa tidak enak.

Bara mengangguk setelah melihat Alvan memberikan isyarat padanya cepat-cepat Bara keluar dari kamar rawat Arsya.

"Buset gue dintrogasi," keluh Bara setelah keluar dari dalam kamar rawat.

"Ayo makan buah," ajak Alvan setelah Bara pergi.

"Mau ayah," ucap Arsya semangat.

"Baik, sayang. Mau buah apa?"

"Anggul."

"Allcy uga au ayah," ujar Arsyi.

"Kamu dan bunda makan dulu oke, pasti kalian belum makan siang. Ayah juga akan makan bersama kalian."

"Allcyi uga lapal ayah." Alvan mengangguk, dia menyiapkan makan mereka, Syahira memperhatikan apa yang Alvan lakukan.

'Laki-laki ini kenapa baik sekali? Bukan kami hanya bertemu satu kali kemarin, lagipula kami juga tidak saling mengenal bukan,' sejujurnya Syahira masih bingung dengan kebaikan Alvan.

"Ayo makan bun," ajak Alvan, untuk saat ini Syahira menurut saja karena tidak ingin berdebat.

Di kantin rumah sakit Harapan Bangas.

"Tadi aku lewat kamar rawat 04A lihat ada Pak Alvan disana, sama dua orang anak kecil dan seorang perempuan cantik mereka terlihat sangat dekat," ucap salah satu suster membuka pembicaraan.

"Aku yang sempat berada diantara mereka bahkan mendengar dua anak kembar itu memanggil Pak Alvan dengan sebutan ayah," sahut suster bernama Karla.

"Jangan-jangan pak Alvan sudah menikah," tebak yang lain.

"Tidak mungkin! Jika pak Alvan sudah menikah kenapa tak ada kabar, bahkan sampai memilik anak yang berumur sekitar 4 tahun."

"Jangan-jangan Pak Alvan sudah membuat anak orang hamil tanpa menikah," tebak yang lain lagi.

Deg!

Ulya yang kebetulan sedang berada di kantin rumah sakit untuk membelikan suaminya minum tak menyangka mendengar gosip tentang putranya.

"Ya Allah, berikanlah aku kesabaran. Aditya masih sakit jangan sampai fithan menghampiri Alvan." Ulya memejamkan kedua bola matanya agar lebih tenang.

Para suster itu tidak tahu jika Namira duduk di belakang mereka. Melihat kehadiran Ulya, Namira segera bangkit menghampiri perempuan itu.

"Mommy," pekik Namira sedikit keras agar para suster itu berhenti menggosipkan Alvan. Melihat kehadiran Ulya mereka langsung diam seribu bahasa bahkan mereka merasa bersalah.

"Jangan dipikirkan mom ucapan mereka," bisik Namira.

"Tapi Ira, jika semua tuduhan itu benar. Mommy telah gagal menjadi seorang ibu," sedih Ulya, Namira menggeleng kuat.

"Tidak Mom, bukan Kak Alvan juga sudah janji pada Opa jika akan membuktikan semuanya, jika kak Alvan tidak pernah melakukan perbuatan haram."

"Ira, tapi wajah Arsyi sangat mirip dengan Alvan."

"Bukan wajah Arsyi saja Mom, dia juga memilik kembaran bernama Arsya, sekarang mereka di rumah sakit. Arsya salah satu pasien Ira."

"Mom ingin bertemu dengan mereka Ira. Untuk memastikan semuanya." Namira mengangguk setuju.

Terpopuler

Comments

Rini Musrini

Rini Musrini

penasaran dengan kisah alvan

2023-12-25

1

Yani

Yani

Makin seru

2023-11-19

0

Yaris

Yaris

ini gimana ceritanya alvan nikah kok keluarganya nggak tau padahal belum puluhan tahun kok nggak ada yg tau

2023-11-18

3

lihat semua
Episodes
1 Dipecat
2 Arsyi hilang
3 Ayah
4 Punya cucu?
5 Cantik
6 Diusir
7 Tidak mungkin dia
8 Masuk rumah sakit
9 Kondisi Arsya
10 Perhatian
11 Gosip
12 Syahira bertemu Ulya
13 Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14 Pesona Syahira
15 Insiden
16 Menikah
17 Firasat
18 Kehilangan
19 Syarat
20 Menjenguk Aditya.
21 Menolong
22 Rencana si kembar
23 Mengingat
24 Sadar
25 Memberitahu keluarga
26 Bersama si kembar
27 Terulang lagi
28 Memulai
29 Perlu bicara
30 Alvan dan Syahira
31 Bahagia
32 Bekerja
33 Rencana membuka toko
34 Cemburu
35 Membuka toko
36 Usaha Alvan
37 Keluarga besar kasa
38 Kebersamaan
39 Aditya sadar
40 Keputusan
41 Hadiah
42 Tamu
43 Permainan
44 Kamar Alvan
45 Party 45
46 Party 46
47 Party 47
48 Party 48
49 Party 49
50 Party 50
51 Party 51
52 Party 52
53 Party 53
54 Party 54
55 Party 55
56 Party 56
57 Party 57
58 Party 58
59 Party 59
60 Party 60
61 Party 61
62 Party 62
63 Party 63
64 Party 64
65 Party 65
66 Party 66
67 Party 67
68 Party 68
69 Party 69
70 Party 70
71 Party 71
72 Party 72
73 Party 73
74 Party 74 (Special Arsyi)
75 Party 75
76 Party 76
77 Party 77
78 Party 78
79 Party 79
80 Party 80
81 Party 81
82 Party 82
83 Party 83
84 Party 84
85 Party 85
86 Party 86
87 Party 87
88 Party 88
89 Party 89
90 Party 90
91 Two genius ceo's
92 Party 92 Arsya Zahira Khasila
93 Arsyi Zahra Khalisa
94 94 Harus Kepoin! Karya baru
95 INTORVET LOVE
96 Helping girl
97 Fahri dan Cia, Kembali!!
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipecat
2
Arsyi hilang
3
Ayah
4
Punya cucu?
5
Cantik
6
Diusir
7
Tidak mungkin dia
8
Masuk rumah sakit
9
Kondisi Arsya
10
Perhatian
11
Gosip
12
Syahira bertemu Ulya
13
Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14
Pesona Syahira
15
Insiden
16
Menikah
17
Firasat
18
Kehilangan
19
Syarat
20
Menjenguk Aditya.
21
Menolong
22
Rencana si kembar
23
Mengingat
24
Sadar
25
Memberitahu keluarga
26
Bersama si kembar
27
Terulang lagi
28
Memulai
29
Perlu bicara
30
Alvan dan Syahira
31
Bahagia
32
Bekerja
33
Rencana membuka toko
34
Cemburu
35
Membuka toko
36
Usaha Alvan
37
Keluarga besar kasa
38
Kebersamaan
39
Aditya sadar
40
Keputusan
41
Hadiah
42
Tamu
43
Permainan
44
Kamar Alvan
45
Party 45
46
Party 46
47
Party 47
48
Party 48
49
Party 49
50
Party 50
51
Party 51
52
Party 52
53
Party 53
54
Party 54
55
Party 55
56
Party 56
57
Party 57
58
Party 58
59
Party 59
60
Party 60
61
Party 61
62
Party 62
63
Party 63
64
Party 64
65
Party 65
66
Party 66
67
Party 67
68
Party 68
69
Party 69
70
Party 70
71
Party 71
72
Party 72
73
Party 73
74
Party 74 (Special Arsyi)
75
Party 75
76
Party 76
77
Party 77
78
Party 78
79
Party 79
80
Party 80
81
Party 81
82
Party 82
83
Party 83
84
Party 84
85
Party 85
86
Party 86
87
Party 87
88
Party 88
89
Party 89
90
Party 90
91
Two genius ceo's
92
Party 92 Arsya Zahira Khasila
93
Arsyi Zahra Khalisa
94
94 Harus Kepoin! Karya baru
95
INTORVET LOVE
96
Helping girl
97
Fahri dan Cia, Kembali!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!