Pertemuan pertama (4 tahun lalu)

...Bismillahirrohmanirrohim....

...Sebelum baca jangan lupa bismillah dan shalawat dulu 🤗...

...بسم الله الر حمن الر حيم...

...Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad....

...اللهم صلي عل سيدن محمد و عل ال سيدن محمد....

Seorang pemuda berusia sekitar 23 tahun berdiri sediki jaug dari hadapan sebuah gerbang desa yang tertuliskan 'Desa Bajo' senyum menghiasi wajah pemuda tersebut.

Dari rumah pemuda itu sudah memutuskan untuk tidak membawa kendaraan saat datang di desa, padahal mobil masih bisa masuk desa.

"Akhirnya kesampean juga untuk berkunjung kesini, Opa nggak salah nyuruh gue buat survei di desa ini buat pembangunan rumah sakit baru," ucap laki-laki itu pada diri sendiri.

Dia, Alvan Kasa. Cucu kedua dari keluarga Kasa. keluarga terkenal sekaligus keluarga kaya di kota B. Laki-laki dengan styelan rapi itu berjalan mendekati gerbang desa sambil membawa tas di punggungnya, rupanya didekat gerbang ada orang yang mungkin sedang menunggunya kedatanganya.

"Assalamualaikum," sapa Alvan ketika melihat kehadiran dua orang di depan gerbang.

"Wa'alaikumsalam, Nak Alvan apa betul?" tanya seorang laki-laki paruh baya dengan ramah.

"Betul, pak saya sendiri."

"Masya Allah, Allhamadulilah tiba dengan selamat," ucap pria paruh baya itu menghela nafas lega.

"Alhamdulillah, pak." sahut Alvan pula.

"Tapi saat perjalanan menuju kesini apa, Nak Alvan terserat?"

"Tidak pak, bapak bisa panggil saya Alvan saja," kata Alvan.

"Baik Alvan, hampir lupa perkenalkan saya Pak Dago kepala desa disini, senang bisa bertemu dengan Alvan. Dan ini istri saya namanya bu Marti."

"Alvan, senang bisa berkenalan dengan bapak dan ibu," ucapnya ramah.

Bersama kepala desa Alvan masuk ke dalam desa Bajo yang cukup luas untuk ukuran sebuah desa, orang-orang yang tinggal di desa sangat ramah menyapa Alvan, sebagian tamu di desa mereka.

Kebetulan Alvan tiba hari minggu, dimana beberapa orang-orang desa bajo sedang berkumpul bersama di jalan atau di taman yang berada di sepanjang jalan desa.

"Masya Allah, ada pangeran datang Hira. Ayo kita lihat," ajak teman-teman Syahira.

"Kalian saja aku malas," jawab gadis itu bahkan tak berminat untuk ikut gabung bersama teman-temannya yang lebih dulu melihat Alvan.

"Nggak asyik kamu, Hira."

"Kamu aja sono atau tetap disini sama aku," ancam Syahira pada temannya.

"Ogah, daah aku kesana dulu." Syahira mengangguk setuju.

"Cih! Pemuda kota, lihat saja jika dia mencari masalah di desa ini, aku akan membuat kamu jera," gumam Syahira sambil menggigit kasar buah apelnya yang ada di tangannya.

Para gadis yang melihat kehadiran Alvan langsung menyukai pemuda kota tersebut. Teman-teman Syahira sudah meninggalkan Syahira seorang diri.

Melihat semua orang sangat ramah pada dirinya Alvan begitu senang, tapi ada seorang gadis yang menarik perhatian Alvan. Hanya gadis itu yang tidak peduli akan kehadiran Alvan, sempat melihat gadis itu menatap tak suka kearahnya.

"Pak kepala desa, maaf kalau boleh tahu siapa gadis itu?" tunjuk Alvan pada Syahira yang asyik mengunyah buah apel.

"Ooh, dia Nak Hira. Nanti kalian bakal ketemu kok, rumahnya dekat rumah bapak," sahut kepala desa.

Sejak pertama memperhatikan orang-orang di Desa Bajo, Alvan langsung dibuat tertarik dengan seorang gadis berhijab yang sekaan mengabaikan kehadiran dirinya. Sedangkan yang lain, Alvan dapat melihat mereka sangat antusias sekali.

Alvan mengikuti kepala desa bersama istrinya hingga mereka sampai disebuah rumah yang cukup besar dan halaman rumahnya juga lumayan luas. Di sebelah rumah pak kepala desa ada sebuah rumah yang juga cukup besar juga.

"Mari masuk, Alvan. Semoga kamu betah tinggal sementara waktu di desa ini."

"Masya Allah, Pak Dago apa ini tamu yang dari kota?" tanya bapak-bapak yang baru saja keluar dari rumah sebelah.

"Benar Pak Irpan, perkenalkan ini Alvan. Yang satu minggu lalu konfirmasi ingin berkunjung kesini." Alvan berkenalan dengan Pak Irpan.

"Masya Allah, semoga apa kata pak Dago tadi benar, Nak Alvan betah tinggal disini."

"Panggil Alvan saja, Pak." Irpan mengangguk setuju.

Beliau yakin jika Alvan orang baik, tidak seperti kebanyakan pemuda kota liar yang beliau dengar dari temannya di kota.

"Nah, Alvan. Pak Irpan ini orang tua, Nak Hira," timpa Marti.

"Ada apa, dengan putri saya bu? Apakah Hira buat onar lagi, sekarang siapa sasarannya."

"Hira tidak buat onar Irpan, seperti biasa dia selalu mengabaikan para pengunjung laki-laki," sahut kepala desa.

"Anak itu," gumam Irpan paham akan kebiasan putrinya.

Di desa bajo bahkan laki-laki takut dengan Syahira, karena gadis itu jago bela diri. Jika ada yang berani mengusiknya makan siap-siap akan Syahira hajar habis-habisan. Kalau ada pemuda yang membuat teman Syahira menangis atau segala macan, gadis itu tidak akan tanggung-tanggung untuk melebraknya. Walaupun terkesan bar-bar tapi Syahira memiliki tutur kata yang lembut.

"Ayo masuk dulu semua," ajak Marti.

Jadi Irpan juga ikut masuk ke dalam rumah kepala desa untuk mengobrol lebih lanjut. Kedatangan Alvan di desa bajo memang sudah Alvan konfirmasi sendiri, karena dia datang bukan hanya untuk berlibur melainkan ada hal penting yang dilakukan.

Di ruang tamu rumah pak kepala desa Alvan banyak mengobrol dengan Pak Dago dan Pak Irpan tentang tujuannya datang ke desa bajo.

"Berarti dari kota ada orang yang berniat membangun rumah sakit di desan ini, bukan begitu, Alvan."

"Benar sekali Pak, tapi saya harus surevi lokasi lebih dulu untuk tempat pembanungan rumah sakit yang pas."

"Alhamdulillah, Insya Allah, saya bisa membantu Alvan" sahut Pak Irpan.

"Terima kasih pak Irpan," sahut kepala desa.

Orang-orang di desa Bajo memang membutuhkan rumah sakit. Ataupun klinik untuk di desa mereka agar tidak jauh-jauh harus pergi ke kota dengan jarak tempuah yang sangat jauh.

Kembali tiga orang itu berbincang-bincang dalam waktu yang cukup lama, sampai suara orang mengucapkan salam membuat mereka berhenti mengobrol.

"Assalamualaikum," ucap salam seorang gadis.

"Wa'alaikumsalam," jawab mereka kompak.

"Hira, masuk sini." suruh pak kepala desa.

"Maaf pak Dago mengganggu waktunya, Hira kesini cuman disuruh ibu buat cari ayah." Kepala desa mengangguk paham.

"Untuk apa Ibu nyarin ayah, Ra."

"Ayah ditungguin ibu dari tadi, kata ibu udah setengah jam ayah disuruh ambil jeruk nisip di pohonya nggak balik-balik juga. Sampai ibu samperin nggak ada orangnya disana. Tahunya nyangkut disini," oceh Syahira pelan.

Syahira, gadis yang berumur beranjak 20 tahun itu tidak sadar jika pemuda kota itu menatapnya lekat.

'Gadis yang menarik,' batin Alvan. 'Baru kali ini ada perempuan yang mengusik hati gue, padahal waktu kuliah banyak yang cewek yang mau mendekat sama gue, tapi gue sama sekali nggak tertarik. Anehnya gadis desa ini langsung buat gue tertarik dari pertama kalian gue ngelihat dia.' batin Alvan, senyumnya bahkan semakin mengembang.

"Astagfirullah ha-adzim, ayah lupa Ra. Ayo kita pulang. Tapi kamu kenalan dulu sama Alvan."

Syahira memutar bola matanya malas, "Syahira, aku peringatin sama kamu jangan cari gara-gara di desa kami," ucap Syahira dengan gerak bibir. Alvan tersenyum mendapatkan ancaman dari Syahira.

"Gadis unik!"

...Untuk beberapa part ke depan masih tentang masa lalu Alvan dan Syahira ya, gimana mereka bisa menikah terus keluarga Alvan nggak ada yang tahu, sampai mereka terpisah oleh kejadian gempa bumi di desa. 🤗🤭...

...jangan lupa komen gusy...

Terpopuler

Comments

Ani

Ani

oke kak 💪💪💪

2023-12-20

2

Yani

Yani

Seru

2023-11-19

2

Boy Putra

Boy Putra

lanjut thor.,

2023-11-18

0

lihat semua
Episodes
1 Dipecat
2 Arsyi hilang
3 Ayah
4 Punya cucu?
5 Cantik
6 Diusir
7 Tidak mungkin dia
8 Masuk rumah sakit
9 Kondisi Arsya
10 Perhatian
11 Gosip
12 Syahira bertemu Ulya
13 Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14 Pesona Syahira
15 Insiden
16 Menikah
17 Firasat
18 Kehilangan
19 Syarat
20 Menjenguk Aditya.
21 Menolong
22 Rencana si kembar
23 Mengingat
24 Sadar
25 Memberitahu keluarga
26 Bersama si kembar
27 Terulang lagi
28 Memulai
29 Perlu bicara
30 Alvan dan Syahira
31 Bahagia
32 Bekerja
33 Rencana membuka toko
34 Cemburu
35 Membuka toko
36 Usaha Alvan
37 Keluarga besar kasa
38 Kebersamaan
39 Aditya sadar
40 Keputusan
41 Hadiah
42 Tamu
43 Permainan
44 Kamar Alvan
45 Party 45
46 Party 46
47 Party 47
48 Party 48
49 Party 49
50 Party 50
51 Party 51
52 Party 52
53 Party 53
54 Party 54
55 Party 55
56 Party 56
57 Party 57
58 Party 58
59 Party 59
60 Party 60
61 Party 61
62 Party 62
63 Party 63
64 Party 64
65 Party 65
66 Party 66
67 Party 67
68 Party 68
69 Party 69
70 Party 70
71 Party 71
72 Party 72
73 Party 73
74 Party 74 (Special Arsyi)
75 Party 75
76 Party 76
77 Party 77
78 Party 78
79 Party 79
80 Party 80
81 Party 81
82 Party 82
83 Party 83
84 Party 84
85 Party 85
86 Party 86
87 Party 87
88 Party 88
89 Party 89
90 Party 90
91 Two genius ceo's
92 Party 92 Arsya Zahira Khasila
93 Arsyi Zahra Khalisa
94 94 Harus Kepoin! Karya baru
95 INTORVET LOVE
96 Helping girl
97 Fahri dan Cia, Kembali!!
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipecat
2
Arsyi hilang
3
Ayah
4
Punya cucu?
5
Cantik
6
Diusir
7
Tidak mungkin dia
8
Masuk rumah sakit
9
Kondisi Arsya
10
Perhatian
11
Gosip
12
Syahira bertemu Ulya
13
Pertemuan pertama (4 tahun lalu)
14
Pesona Syahira
15
Insiden
16
Menikah
17
Firasat
18
Kehilangan
19
Syarat
20
Menjenguk Aditya.
21
Menolong
22
Rencana si kembar
23
Mengingat
24
Sadar
25
Memberitahu keluarga
26
Bersama si kembar
27
Terulang lagi
28
Memulai
29
Perlu bicara
30
Alvan dan Syahira
31
Bahagia
32
Bekerja
33
Rencana membuka toko
34
Cemburu
35
Membuka toko
36
Usaha Alvan
37
Keluarga besar kasa
38
Kebersamaan
39
Aditya sadar
40
Keputusan
41
Hadiah
42
Tamu
43
Permainan
44
Kamar Alvan
45
Party 45
46
Party 46
47
Party 47
48
Party 48
49
Party 49
50
Party 50
51
Party 51
52
Party 52
53
Party 53
54
Party 54
55
Party 55
56
Party 56
57
Party 57
58
Party 58
59
Party 59
60
Party 60
61
Party 61
62
Party 62
63
Party 63
64
Party 64
65
Party 65
66
Party 66
67
Party 67
68
Party 68
69
Party 69
70
Party 70
71
Party 71
72
Party 72
73
Party 73
74
Party 74 (Special Arsyi)
75
Party 75
76
Party 76
77
Party 77
78
Party 78
79
Party 79
80
Party 80
81
Party 81
82
Party 82
83
Party 83
84
Party 84
85
Party 85
86
Party 86
87
Party 87
88
Party 88
89
Party 89
90
Party 90
91
Two genius ceo's
92
Party 92 Arsya Zahira Khasila
93
Arsyi Zahra Khalisa
94
94 Harus Kepoin! Karya baru
95
INTORVET LOVE
96
Helping girl
97
Fahri dan Cia, Kembali!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!